Muslim Jepang-Maroko di Shimane

Pasangan Muslim Jepang-Maroko Buka Rumah Tradisional untuk Warga di Shimane

image

Foto menunjukkan Fatih Ymran dan istrinya Nanami di rumah mereka di Yasugi, Prefektur Shimane pada 27 Mei 2026
(Image by: Kyodo)

Muslim Jepang-Maroko, Fatih Ymran dan Nanami, membuka rumah tradisional Jepang berusia lebih dari 100 tahun di wilayah pedesaan Prefektur Shimane sebagai tempat menerima warga dan pengunjung. Dengan mengenakan kimono, pasangan Muslim tersebut menyajikan teh matcha, mengajak pengunjung berbincang, serta memperkenalkan berbagai hidangan musiman.

Fatih Ymran, 33 tahun, merupakan insinyur teknologi informasi asal Maroko yang bekerja secara jarak jauh untuk perusahaan berbasis di Tokyo. Sementara itu, istrinya, Nanami, 35 tahun, merupakan mantan pegawai pemerintah yang memeluk agama Islam sebelum mereka menikah. Pasangan Muslim ini kini tinggal di distrik Hakuta, Yasugi, bersama putra mereka yang berusia 2 tahun, Sami.

image

Foto yang diambil pada 15 Juni 2026  memperlihatkan orang-orang di rumah pertanian tradisional milik Fatih Ymran dan Nanami (Image by: Kyodo)

Rumah yang ditempati pasangan Muslim tersebut memiliki sejumlah ciri khas rumah tradisional Jepang, termasuk lantai tanah pada bagian pintu masuk dan irori atau tungku tradisional di tengah ruangan. Rumah itu berada di dekat jalan yang dipenuhi rumah-rumah tua dan bangunan bekas tempat usaha dari zaman Edo. Di perbukitan sekitarnya juga terdapat perkebunan teh.

Fatih dan Nanami pertama kali bertemu pada 2016 ketika Fatih masih menjadi mahasiswa internasional di sebuah universitas di Kobe, sedangkan Nanami bekerja di pemerintahan Kota Kobe. Keduanya semakin dekat karena memiliki ketertarikan yang sama terhadap budaya tradisional Jepang. Pada 2018, Nanami untuk pertama kalinya menjalani Ramadan. Pengalaman berpuasa selama sebulan tersebut membuatnya memandang makanan dengan cara berbeda dan kemudian menjadi salah satu alasan yang mendorongnya memeluk Islam.

Keduanya menikah pada 2020 dan kemudian pindah ke Yasugi meskipun sebelumnya tidak memiliki hubungan dengan daerah tersebut. Pasangan Muslim itu tertarik dengan lingkungan alam di kawasan tersebut dan pada 2023 membeli rumah tradisional yang kini mereka tinggali. Sejak membuka rumah untuk masyarakat, hubungan mereka dengan warga sekitar berkembang melalui berbagai kegiatan bersama.

image

Orang-orang berkumpul di rumah pertanian tradisional milik Fatih Ymran dan Nanami pada 15 Juni 2026 (Image by: Kyodo)

Para pengunjung dapat menikmati matcha yang disiapkan langsung oleh Fatih dan Nanami serta mengikuti kegiatan membuat makanan musiman. Salah satu kegiatan tersebut adalah membuat makanan dengan membungkus beras ketan menggunakan daun bambu sebelum direbus. Warga setempat juga mulai datang untuk menikmati teh dan berbincang dengan pasangan Muslim tersebut. Seorang warga lokal, Sachiko Omichi, mengatakan rumah itu menjadi tempat seseorang dapat mulai berbicara dengan orang yang baru ditemuinya.

Rumah tersebut juga menjadi tempat singgah bagi warga asing yang tinggal di Shimane, termasuk mereka yang berasal dari Arab Saudi dan Bangladesh. Beberapa di antaranya bahkan tinggal selama beberapa hari dan menjalani aktivitas sehari-hari bersama keluarga Fatih dan Nanami. Fatih mengatakan kebiasaan menerima tetangga yang datang berkunjung merupakan sesuatu yang umum di Maroko. Bahkan ketika bekerja di depan komputer dari rumah, ia kerap tetap menerima tamu.

Di tengah laporan mengenai diskriminasi dan pelecehan daring terhadap umat Muslim di sejumlah wilayah Jepang dalam beberapa tahun terakhir, pengalaman pasangan ini di komunitas pedesaan Shimane justru berbeda. Nanami mengatakan bahwa dirinya dan Fatih tidak pernah diperlakukan berbeda oleh warga karena penampilan maupun keyakinan mereka. Menurutnya, warga setempat menerima mereka sebagai individu tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang. Pengalaman tersebut ia anggap mencerminkan kehidupan berdampingan dalam masyarakat yang beragam, termasuk bagi keluarga Muslim.

 

Wendy’s Jepang Rilis Burger Mochi

Wendy’s Jepang Rilis Burger Mochi Tsukimi

image

Wendy's Firs Kitchen berencana merilis burger mochi pada tanggal 27/ Agustus2026 ini (Image by: PR Times)

Wendy’s Jepang akan menghadirkan rangkaian Tsukimi Mocchi Burger mulai 27 Agustus 2026. Menu musiman ini tersedia di gerai Wendy’s First Kitchen dan menghadirkan perpaduan mochi serta telur dalam sajian burger. Tahun ini, rangkaian tersebut mencakup beberapa pilihan dengan konsep yang terinspirasi dari cita rasa New York.

Tradisi Tsukimi atau menikmati bulan menjadi salah satu inspirasi menu musiman di Jepang. Dalam rangkaian terbaru ini, Wendy’s First Kitchen memadukan telur dengan mochi yang diolah di gerai. Kombinasi tersebut menjadi elemen utama dalam seri Tsukimi Mocchi yang kembali hadir pada musim gugur 2026.

Salah satu menu yang ditawarkan adalah New York Tsukimi Mocchi Burger dengan harga ¥1.180 termasuk pajak. Wendy’s juga menghadirkan versi Double yang menggunakan dua patty dan dibanderol ¥1.780. Kedua burger tersebut menggunakan patty daging sapi 100 persen, telur, bacon, keju, mochi, serta saus bergaya Amerika.

image

Wendy's Firs Kitchen berencana merilis burger mochi pada tanggal 27/ Agustus2026 ini (Image by: PR Times)

image

(Image by: PR Times)

Selain pilihan dengan daging sapi, tersedia New York Tsukimi Mocchi Spicy Chicken Filet Burger seharga ¥980. Ada pula Jr. New York Tsukimi Mocchi Burger dengan harga ¥820. Kedua pilihan ini melengkapi lini menu bergaya New York yang ditawarkan melalui Wendy’s First Kitchen.

Untuk seri tahun ini, Wendy’s First Kitchen menawarkan empat pilihan burger dengan konsep New York. Sementara itu, gerai First Kitchen yang berdiri sendiri menghadirkan empat varian Tsukimi Mocchi dengan pendekatan rasa yang berbeda. Beberapa di antaranya menggunakan saus mentai mayo, teriyaki, dan tartar.

Pilihan dari First Kitchen mencakup burger dengan smash patty dan ayam tatsuta, serta beberapa varian yang dipadukan dengan saus mentai mayo. Harga menu di lini First Kitchen berada pada kisaran ¥750 hingga ¥780, sedangkan empat pilihan bergaya New York memiliki harga mulai dari ¥820 hingga ¥1.780.

image

Wendy's Firs Kitchen berencana merilis burger mochi pada tanggal 27/ Agustus2026 ini (Image by: PR Times)

Wendy’s menjadwalkan penjualan rangkaian Tsukimi Mocchi mulai 27 Agustus 2026 hingga awal Oktober 2026. Produk ini merupakan menu dengan jumlah terbatas sehingga penjualan dapat berakhir lebih cepat apabila persediaan habis. Periode penjualan juga dapat berubah sesuai kondisi yang diumumkan oleh pihak restoran.

Kehadiran Tsukimi Mocchi Burger menjadi bagian dari menu musiman 2026 yang memadukan mochi, telur, daging atau ayam, serta berbagai saus dalam beberapa pilihan. Bagi pelanggan Wendy’s di Jepang, menu bergaya New York dapat ditemukan mulai 27 Agustus di gerai Wendy’s First Kitchen selama persediaan masih tersedia.

 

Petani Jepang Beralih ke Kerja Malam

Petani Jepang Beralih Kerja Malam di Tengah Gelombang Panas Ekstrem

image

Motoaki Iijima, 36 tahun, pemilik perkebunan bunga Nikko Engei, memanen bunga gerbera di dalam rumah kaca yang diterangi lampu pada malam hari di Nikko, Prefektur Tochigi, Jepang, 8 Agustus 2026. (image by: REUTERS/Issei Kato)

Gelombang panas yang semakin intens di Jepang membuat sejumlah petani mengubah waktu kerja mereka ke malam hari dan pagi buta. Perubahan jadwal ini dilakukan untuk mengurangi paparan suhu tinggi yang dapat meningkatkan risiko heatstroke atau sengatan panas. Di beberapa wilayah, pekerjaan yang biasanya dilakukan pada siang hari kini dikerjakan setelah matahari terbenam atau sebelum suhu kembali meningkat.

Salah satu contohnya terjadi di Nikko, Prefektur Tochigi. Motoaki Iijima, 36 tahun, mengelola Nikko Engei, sebuah perkebunan bunga yang sebelumnya merupakan lahan sawah milik keluarganya. Sekitar satu dekade lalu, lahan tersebut dialihkan menjadi perkebunan bunga. Setelah seorang pekerja paruh waktu mengalami heatstroke saat memanen bunga matahari di rumah kaca tiga musim panas lalu, Iijima mulai menyesuaikan jadwal kerja di perkebunannya.

image

Motoaki Iijima, 36 tahun, pemilik perkebunan bunga Nikko Engei, memanen bunga gerbera di dalam rumah kaca yang diterangi lampu pada malam hari di Nikko, Prefektur Tochigi, Jepang, 8 Agustus 2026. (image by: REUTERS/Issei Kato)

Ketika suhu udara di luar mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, suhu di dalam rumah kaca dapat meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius. Untuk mengurangi paparan panas, Iijima dan para pekerjanya melakukan sebagian aktivitas pada malam hari. Dengan penerangan lampu di dalam rumah kaca, mereka memanen bunga gerbera pada malam hari, sementara pekerjaan lainnya dilakukan pada pagi hari sebelum suhu meningkat.

Perubahan jadwal juga dilakukan oleh pekerja lain di perkebunan tersebut. Sebagian pekerja datang hingga dua jam lebih awal agar pekerjaan dapat diselesaikan sebelum suhu menjadi terlalu tinggi. Miyoko Asada, 68 tahun, misalnya, datang tidak lama setelah matahari terbit dan bersama pekerja lainnya memanen bunga aster. Penyesuaian waktu kerja menjadi salah satu cara yang digunakan untuk menghadapi kondisi panas selama musim panas.

image

(image by: REUTERS/Issei Kato)

Risiko heatstroke menjadi persoalan serius bagi sektor pertanian Jepang. Menurut data yang dikutip Reuters, sebanyak 59 pekerja pertanian meninggal akibat paparan panas pada 2024, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021. Sekitar 70 persen petani di Jepang juga berusia 65 tahun atau lebih. Sementara itu, survei Japan Weather Association menunjukkan hampir 60 persen petani berusia 20 hingga 50-an pernah mengalami heatstroke atau mengenal seseorang yang mengalaminya.

Dampak suhu tinggi juga dirasakan oleh peternak unggas. Tetsuya Usuba, 48 tahun, pernah kehilangan lebih dari 500 ayam petelur akibat heatstroke dalam periode tiga hari ketika suhu sangat tinggi sekitar enam tahun lalu. Saat ini, dua kandangnya menggunakan sistem otomatis yang menyalakan lampu pada pukul 02.30 untuk membangunkan sekitar 4.400 ayam agar makan sebelum suhu siang hari meningkat. Usuba juga memasang kipas tambahan, menyiram air ke atap kandang, dan menambahkan asam sitrat ke dalam air minum ayam.

image

(image by: REUTERS/Issei Kato)

Upaya tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko akibat panas ekstrem. Ketika suhu kembali meningkat hingga lebih dari 35 derajat Celsius pada bulan sebelumnya, Usuba kehilangan 130 ekor ayam. Dalam salah satu pemeriksaan pada siang hari, suhu di dalam kandang tercatat mencapai 33 derajat Celsius dan sejumlah ayam terlihat terengah-engah dengan paruh terbuka.

 Pemerintah Jepang juga memperkuat langkah pencegahan heatstroke di tempat kerja. Aturan baru yang mulai diberlakukan pada 2025 mewajibkan pemberi kerja memiliki prosedur untuk melaporkan kasus heatstroke dan langkah penanganan ketika terjadi keadaan darurat. Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi pertanian, termasuk drone dan robot, untuk membantu mengurangi paparan panas bagi pekerja. Di lapangan, sejumlah petani tetap menyesuaikan aktivitas mereka dengan kondisi cuaca, termasuk memindahkan pekerjaan ke malam dan pagi hari ketika suhu lebih rendah.

 

Gadis Inggris 12 Tahun Hilang di Tokyo

Gadis Inggris 12 Tahun yang Hilang di Tokyo Ditemukan Selamat di Yokohama

image

(image by: Pakutaso)

Seorang gadis Inggris berusia 12 tahun yang dilaporkan hilang saat berlibur bersama keluarganya di Tokyo telah ditemukan dalam kondisi selamat di Yokohama, Prefektur Kanagawa. Gadis bernama Carmelita Lakdesha Paul tersebut ditemukan pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, setelah mendatangi sebuah pos polisi atau koban di Yokohama seorang diri. Polisi menyatakan Carmelita tidak mengalami luka.

Hilang Saat Berlibur Bersama Keluarga

Carmelita berada di Jepang bersama kedua orang tua dan kakaknya untuk perjalanan keluarga. Mereka tiba di Jepang pada 21 Juli dan tinggal di sebuah properti sewaan di kawasan Kamata, Ota Ward, Tokyo. Pada pagi 13 Agustus, keluarga menyadari bahwa Carmelita sudah tidak berada di tempat mereka menginap dan kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada polisi.

Polisi Menelusuri Pergerakan ke Yokohama

Kepolisian Metropolitan Tokyo kemudian melakukan pencarian dan memeriksa rekaman kamera keamanan untuk mengetahui pergerakan Carmelita. Penelusuran polisi menunjukkan bahwa ia telah melakukan perjalanan hingga kawasan Yokohama Station, sekitar 20 menit perjalanan kereta dari Kamata. Pada saat meninggalkan penginapan, ponsel dan paspornya diketahui masih berada di tempat tinggal keluarga.

Carmelita diketahui membawa sejumlah uang saat meninggalkan penginapan. Polisi juga dapat menelusuri perjalanan menuju Yokohama melalui informasi terkait transportasi yang digunakannya. Selama keberadaannya belum diketahui, Kepolisian Metropolitan Tokyo meminta bantuan masyarakat untuk menemukan gadis tersebut.

Ditemukan di Pos Polisi Yokohama

Sekitar pukul 20.00 pada 15 Agustus, Carmelita datang sendiri ke sebuah koban di Yokohama. Polisi kemudian mengamankannya dan memastikan bahwa kondisinya baik serta tidak mengalami luka. Ia selanjutnya dapat kembali bersama keluarganya setelah sekitar 59 jam sejak meninggalkan tempat penginapan.

Pergi untuk Mengunjungi Lokasi Anime

Menurut keterangan yang diberitakan setelah Carmelita ditemukan, ia pergi ke Yokohama untuk mengunjungi lokasi yang berkaitan dengan anime, yang di Jepang dikenal sebagai anime “holy sites” atau lokasi ziarah penggemar anime. Sebelum menghilang, Carmelita disebut telah menyampaikan ketertarikannya untuk mengunjungi lokasi yang berkaitan dengan Bungo Stray Dogs, anime yang banyak menggunakan Yokohama sebagai latar cerita.

Sempat Berada di Internet Cafe

Polisi juga menyebut bahwa selama berada di Yokohama, Carmelita sempat menghabiskan waktu di sebuah internet cafe. Namun, tidak ada informasi resmi yang menunjukkan berapa lama ia berada di tempat tersebut. Karena itu, detail mengenai aktivitasnya selama berada di Yokohama masih terbatas pada informasi yang telah disampaikan oleh kepolisian.

Tidak Ada Indikasi Tindak Kriminal

Setelah Carmelita ditemukan, polisi menyatakan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan tindak kriminal dalam kasus tersebut. Ia ditemukan dalam keadaan selamat dan telah kembali bersama keluarganya. Berakhirnya pencarian ini terjadi setelah Kepolisian Metropolitan Tokyo sebelumnya meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi mengenai keberadaannya.

 

Hujan Deras Chiba, 4 Orang Meninggal

Hujan Deras di Chiba, 4 Orang Meninggal

image

Orang yang berjalan ditengah banjir di Ichikawa, Prefektur Chiba pada 13 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Hujan Deras Picu Banjir di Chiba

Hujan deras mengguyur wilayah timur Jepang sejak Kamis hingga Jumat pagi, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Prefektur Chiba, dekat Tokyo. Akibat hujan tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam kondisi tidak responsif. Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan Level 5, tingkat peringatan tertinggi, untuk hujan lebat di lebih dari sepertiga wilayah pemerintahan lokal di Chiba.

image

Air yang Menyembur keluar dari lubang saluran pembuangan di kota Chiba pada 13 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Banjir akibat hujan terjadi di berbagai ruas jalan di Chiba. Pemerintah Kota Chiba, Ichikawa, dan sejumlah wilayah lainnya meminta warga segera mengambil langkah untuk menyelamatkan diri. JMA juga mengeluarkan peringatan Level 5 terkait risiko tanah longsor di beberapa wilayah, termasuk Kota Chiba dan Ichihara. Seluruh peringatan tersebut kemudian diturunkan levelnya pada Jumat pagi.

Menurut JMA, kondisi tersebut terjadi karena aliran udara hangat dan lembap masuk ke wilayah Jepang bagian timur dan bertemu dengan udara dingin di atasnya. Pertemuan dua massa udara ini membuat atmosfer menjadi sangat tidak stabil dan memicu hujan deras. JMA memperkirakan hujan masih dapat berlanjut di Chiba dan wilayah sekitarnya hingga Jumat.

image

Warga yang mengungsi di kantor pemerintahan prefektur Chiba pada 14 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Ratusan Ribu Orang Sempat Diminta Evakuasi

Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang mencatat bahwa perintah evakuasi sempat diberlakukan bagi lebih dari 400.000 orang di Prefektur Chiba dan Ibaraki. Hingga pukul 07.00 pada Jumat, perintah evakuasi masih berlaku bagi sekitar 126.000 orang di kedua prefektur tersebut. Lebih dari 200 pusat evakuasi juga telah dibuka di Chiba, Ibaraki, Saitama, dan Gunma untuk warga yang terdampak banjir akibat hujan lebat.

image

Sejumlah orang terjebak didalam Stasiun JR Chiba pada 14 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Beberapa kematian terjadi setelah jalan terendam. Seorang pria yang terlihat berada di tengah genangan di jalan yang terendam di Ichikawa kemudian dikonfirmasi meninggal dunia. Di Sakura, seorang perempuan berusia 66 tahun meninggal setelah terjebak di dalam mobil di jalan yang terkena banjir. Polisi juga mengonfirmasi seorang pria meninggal setelah ditemukan dalam kondisi tidak responsif di jalan yang terendam di Yachiyo.

 

Pemerintah Prefektur Chiba pada Jumat mengonfirmasi bahwa seorang pria yang ditemukan dalam kondisi terjatuh di Sakura telah meninggal dunia. Sementara itu, seorang perempuan yang terjebak di dalam mobil di Kashiwa telah dibawa ke rumah sakit, tetapi masih dalam kondisi tidak responsif. Hujan deras juga menyebabkan air menyembur dari sejumlah saluran air di Kota Chiba, sementara warga harus berjalan menerobos genangan setinggi lutut untuk pulang.

image

seorang pejalan kaki terlihat melintas di jalan yang tergenang banjir di kota Chiba 13 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Curah Hujan Capai 115 Milimeter per Jam

Banjir dan gangguan perjalanan membuat sekitar 1.800 orang berkumpul di gedung Pemerintah Prefektur Chiba yang dibuka sebagai tempat sementara bagi penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan. Seorang perempuan berusia 34 tahun yang sedang dalam perjalanan pulang dari Tokyo mengatakan air sempat mencapai lututnya, sementara beberapa minimarket dan pos polisi mengalami pemadaman listrik. Perempuan berusia 24 tahun lainnya juga terpaksa bermalam di gedung tersebut setelah tidak dapat pulang dari tempat kerja.

Di Chuo Ward, Kota Chiba, curah hujan dalam satu jam pada Kamis malam mencapai 115 milimeter. Angka tersebut berada di kisaran jumlah curah hujan normal selama satu bulan pada Agustus di wilayah tersebut. Selain banjir dan gangguan perjalanan, hujan lebat juga menyebabkan pemadaman listrik yang pada satu titik berdampak pada sekitar 45.000 rumah di Prefektur Chiba, menurut anak perusahaan Tokyo Electric Power Company Holdings Inc.

 

Alat Tulis Jepang Dibuat Mirip Onigiri

Alat Tulis Jepang Mirip Makanan Konbini

image

Alat tulis berbentuk makanan konbini yang diproduksi oleh King Jim (Image by: PR Times)

Jepang akan menghadirkan koleksi alat tulis unik yang terinspirasi dari makanan yang biasa ditemukan di convenience store atau konbini. Produsen alat tulis King Jim memperkenalkan seri bernama Jim Mart, yang mengubah tampilan makanan seperti onigiri dan makanan ringan panas menjadi produk stationery. Koleksi ini dijadwalkan mulai dijual pada 18 September 2026.

Salah satu produk alat tulis dalam seri ini adalah Onigiri Erasers dan Onigiri Clips. Keduanya dibuat dengan tampilan yang menyerupai onigiri dalam kemasan konbini Jepang. Kemasan produk juga dirancang dengan mekanisme yang memberikan pengalaman membuka kemasan seperti ketika membuka onigiri yang dijual di convenience store.

image

Alat tulis berbentuk makanan konbini yang diproduksi oleh King Jim (Image by: PR Times)

Onigiri Erasers dan Onigiri Clips masing-masing berisi enam buah, dengan dua variasi rasa dan tiga buah untuk setiap variasi. Pilihan desainnya terinspirasi dari isian onigiri seperti benishake atau salmon merah, ume, tuna mayonnaise, dan nama tarako. Masing-masing produk alat tulis ini dijual dengan harga 650 yen sebelum pajak.

image

Alat tulis berbentuk makanan konbini yang diproduksi oleh King Jim (Image by: PR Times)

Selain penghapus dan klip, Jim Mart juga memiliki Onigiri Letters, yaitu produk surat yang menggunakan desain menyerupai onigiri. Produk ini tersedia dalam delapan desain yang terdiri dari bentuk onigiri segitiga dan bulat. Setiap set berisi dua kartu surat, dua amplop, serta stiker alamat, dengan harga 540 yen sebelum pajak.

Amplop Onigiri Letters juga dirancang mengikuti konsep kemasan onigiri. Bagian tertentu pada amplop dapat dibuka dengan cara disobek, sehingga proses membuka surat dibuat menyerupai pengalaman membuka kemasan makanan. Desain tersebut menjadi salah satu bagian dari konsep Jim Mart yang menggabungkan tampilan makanan konbini dengan perlengkapan surat dan alat tulis.

image

Alat tulis berbentuk makanan konbini yang diproduksi oleh King Jim (Image by: PR Times)

image

Alat tulis berbentuk makanan konbini yang diproduksi oleh King Jim (Image by: PR Times)

Jim Mart tidak hanya mengambil inspirasi dari onigiri. Seri ini juga menghadirkan Hot Snack Letter, yang menggunakan desain makanan ringan panas yang biasa ditemukan di area penjualan convenience store. Produk tersebut tersedia dalam empat desain, yaitu chicken, corn dog, karaage, dan fries, dengan harga 540 yen sebelum pajak.

King Jim menargetkan penjualan tahunan sebanyak 150.000 unit untuk seri Jim Mart. Produk-produk tersebut dijadwalkan mulai tersedia pada 18 September 2026, sehingga hingga saat ini koleksi tersebut masih berada dalam tahap sebelum peluncuran. Informasi mengenai produk dan spesifikasinya telah diperkenalkan oleh King Jim melalui materi resmi perusahaan.

Melalui Jim Mart, King Jim menghadirkan alat tulis dengan desain yang mengambil inspirasi dari kemasan dan makanan konbini Jepang. Koleksinya mencakup penghapus, klip, kartu surat, hingga set surat bertema makanan ringan. Dengan tanggal peluncuran yang masih akan datang, seri ini menjadi salah satu produk stationery Jepang yang menarik perhatian sebelum resmi dirilis pada September 2026.

 

Populasi Asing Jepang Naik

Populasi Asing Jepang Naik di 1.436 Wilayah

Data populasi terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan bahwa 1.436 pemerintah daerah di Jepang mengalami penurunan jumlah penduduk secara keseluruhan, sementara jumlah penduduk asing di wilayah tersebut justru meningkat. Data ini membandingkan kondisi pada 1 Januari 2025 dan 1 Januari 2026.

image

(image by: Pakutaso)

Kenaikan jumlah penduduk asing tercatat di berbagai wilayah Jepang. Osaka menjadi wilayah dengan peningkatan terbesar, dengan jumlah penduduk asing bertambah sebanyak 25.056 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah Osaka, kenaikan terbesar tercatat di Yokohama sebanyak 11.056 orang, Nagoya 10.091 orang, Kyoto 6.483 orang, dan Kawaguchi di Prefektur Saitama sebanyak 5.629 orang.

Selain lima wilayah tersebut, Kobe mencatat kenaikan 5.033 penduduk asing, disusul Edogawa di Tokyo sebanyak 4.839 orang, Chiba sebanyak 4.086 orang, Shinjuku di Tokyo sebanyak 3.260 orang, dan Sapporo sebanyak 3.216 orang. Daftar tersebut merupakan sepuluh wilayah dengan peningkatan jumlah penduduk asing terbesar selama periode 1 Januari 2025 hingga 1 Januari 2026.

Tokyo sendiri tidak tercatat sebagai satu wilayah dalam daftar teratas karena data pemerintah menghitung distrik dan kota di wilayah metropolitan tersebut secara terpisah. Jika digabungkan, 10 distrik dan kota di Tokyo yang masuk dalam 100 wilayah dengan kenaikan penduduk asing terbesar mengalami peningkatan total 22.118 penduduk asing. Wilayah tersebut antara lain Edogawa, Shinjuku, Katsushika, Nakano, Toshima, Hachioji, Koto, Machida, Nishi Tokyo, dan Shibuya.

Di sejumlah wilayah dengan pertumbuhan penduduk asing tersebut, jumlah penduduk Jepang mengalami penurunan. Data ini memperlihatkan bahwa kenaikan jumlah penduduk asing terjadi bersamaan dengan penurunan populasi secara keseluruhan di 1.436 pemerintah daerah. Dengan demikian, peningkatan penduduk asing menjadi salah satu perubahan yang terlihat dalam komposisi penduduk di berbagai wilayah Jepang.

image

(image by: Pakutaso)

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah penurunan jumlah penduduk berkewarganegaraan Jepang secara nasional. Berdasarkan data pemerintah per 1 Januari 2026, jumlah penduduk berkewarganegaraan Jepang berada di angka 119.736.483 orang, turun sekitar 916.744 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan penurunan tahunan terbesar sejak pencatatan data tersebut dimulai pada 1968.

Pada saat yang sama, jumlah penduduk asing di Jepang juga terus mencatat pertumbuhan. Data pemerintah menunjukkan jumlah penduduk asing berdasarkan statistik kependudukan per 1 Januari 2026 mencapai sekitar 4,03 juta orang, meningkat sekitar 353.696 orang atau 9,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan bagian dari tren pertumbuhan jumlah penduduk asing di Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Data terbaru tersebut menunjukkan adanya perubahan jumlah penduduk yang berbeda antara warga negara Jepang dan penduduk asing di berbagai wilayah. Ketika populasi Jepang terus mengalami penurunan, jumlah penduduk asing justru meningkat di banyak pemerintah daerah. Statistik ini memberikan gambaran terbaru mengenai perkembangan komposisi penduduk Jepang hingga 1 Januari 2026, tanpa mengubah fakta bahwa kondisi setiap wilayah dapat berbeda.

 

Weekly Shonen Jump Hadapi Era Baru

Sirkulasi Shonen Jump Terus Menurun

Weekly Shonen Jump, salah satu majalah manga paling terkenal di Jepang, mencatat penurunan sirkulasi cetak hingga berada di bawah angka 1 juta eksemplar per minggu. Berdasarkan data terbaru dari Japan Magazine Publishers Association, rata-rata sirkulasi Weekly Shonen Jump selama periode April hingga Juni 2026 mencapai 985.000 eksemplar per minggu. Angka tersebut turun 1,9 persen dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya.

Penurunan ini menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya sejak 2008, sirkulasi Weekly Shonen Jump berada di bawah 1 juta eksemplar. Tahun 2008 menjadi titik acuan terlama untuk data sirkulasi yang dipublikasikan secara rutin, sehingga belum dapat dipastikan apakah majalah tersebut pernah berada di bawah angka tersebut sebelum periode pencatatan yang tersedia.

image

Potret foto weekly shounen jump (Image by: SoraNews24)

Jika dibandingkan dengan masa kejayaannya, angka saat ini menunjukkan perubahan yang cukup besar. Sirkulasi Weekly Shonen Jump mencapai puncaknya pada akhir 1994 dengan sekitar 6,53 juta eksemplar per minggu, menjadi angka tertinggi yang pernah dicapai oleh majalah antologi manga. Pada masa tersebut, Weekly Shonen Jump memuat sejumlah manga populer seperti Dragon Ball dan Slam Dunk.

Dalam beberapa tahun berikutnya, sirkulasi majalah tersebut terus mengalami penurunan. Pada 2017, angka sirkulasinya telah berada di bawah 2 juta eksemplar. Hampir satu dekade kemudian, jumlah tersebut kembali turun hingga kurang lebih setengahnya, dengan angka terbaru sebesar 985.000 eksemplar per minggu.

Meski mengalami penurunan, Weekly Shonen Jump masih menjadi majalah manga dengan sirkulasi terbesar di Jepang. Pesaing terdekatnya, Weekly Shonen Magazine dari Kodansha, memiliki rata-rata sirkulasi sekitar 281.000 eksemplar pada periode yang sama. Sementara itu, Weekly Young Jump dari Shueisha berada di angka 214.000 eksemplar dan Monthly CoroCoro Comic dari Shogakukan mencapai 213.333 eksemplar.

image

Potret foto weekly shounen jump (Image by: SoraNews24)

Penurunan sirkulasi juga terlihat pada sejumlah majalah manga lainnya. Weekly Shonen Sunday tercatat memiliki sirkulasi sekitar 120.000 eksemplar, sedangkan Ribon dari Shueisha menjadi majalah manga untuk pembaca perempuan dengan angka tertinggi, yaitu sekitar 90.000 eksemplar. Pada periode terbaru, sebagian besar publikasi tersebut juga mengalami penurunan, meskipun Weekly Shonen Sunday tetap stabil dan Monthly CoroCoro Comic justru meningkat 1,6 persen.

Meski angka sirkulasi cetak terus berkurang, penurunan tersebut tidak secara langsung menunjukkan bahwa minat terhadap manga di Jepang ikut menghilang. Salah satu perubahan besar dalam industri manga adalah semakin luasnya penggunaan platform digital. Pembaca kini dapat mengakses manga melalui ponsel dan perangkat lainnya, sehingga tidak selalu perlu membeli majalah versi cetak setiap minggu.

Perubahan dari media cetak ke digital juga membawa tantangan tersendiri. Majalah fisik memungkinkan pembaca menemukan berbagai judul hanya dengan membuka halaman yang sama, termasuk manga yang sebelumnya belum mereka kenal. Dalam layanan digital dengan pilihan judul yang jauh lebih banyak, pembaca justru harus memilih sendiri manga yang ingin dibaca. Sementara itu, Weekly Shonen Jump tetap menjadi majalah manga dengan sirkulasi terbesar di Jepang, meskipun untuk pertama kalinya angka sirkulasi cetaknya kini berada di bawah 1 juta eksemplar per minggu.

 

Bahasa Jepang bagi Anak Asing

TOKYO — Pemerintah Jepang diperkirakan akan memperkuat dukungan untuk program bahasa Jepang tingkat dasar bagi anak-anak yang baru datang dari luar negeri. Kebijakan ini disiapkan seiring meningkatnya jumlah penduduk asing dan kebutuhan pendidikan bahasa Jepang bagi anak-anak yang harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah di Jepang.

Sebuah laporan dari panel ahli Kementerian Pendidikan Jepang yang disusun pada Juni 2026 merekomendasikan agar pemerintah pusat mengambil peran utama dalam meningkatkan standar pendidikan bagi anak-anak warga negara asing. Salah satu langkah yang diusulkan adalah membuat model program bahasa Jepang sebelum mengikuti pembelajaran reguler, sekaligus menyusun pedoman pengajaran yang dapat digunakan di berbagai daerah.

image

Potret anak-anak mengikuti pelajaran bahasa Jepang di Yokohama. (Image by: Kyodo)

Jumlah siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas negeri yang membutuhkan pembelajaran bahasa Jepang meningkat hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data hingga Mei 2025, jumlahnya mencapai rekor 84.759 siswa. Sebagian besar siswa tersebut merupakan anak-anak dari keluarga warga negara asing yang membutuhkan dukungan bahasa untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang menyebut berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan, termasuk menyediakan kurikulum khusus bahasa Jepang dan menambah jumlah guru yang menangani siswa asing. Namun, pertumbuhan jumlah siswa asing dinilai berlangsung lebih cepat daripada kemampuan sistem pendidikan dalam menyediakan dukungan yang dibutuhkan.

Program bahasa Jepang tingkat dasar tersebut juga ditujukan untuk membantu anak-anak asing mengenal budaya dan kebiasaan di Jepang sebelum menjalani kehidupan sekolah secara penuh. Salah satu contoh terdapat di Yokohama, yang pada Mei 2025 memiliki sekitar 4.600 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri yang membutuhkan pembelajaran bahasa Jepang.

image

Potret anak-anak membersihkan ruang kelas di Himawari, sebuah lembaga yang menawarkan pelatihan bahasa Jepang untuk anak-anak yang baru datang dari luar negeri, du Yokohama (22 April 2026). (Image by: Kyodo)

Di Distrik Naka, Yokohama, fasilitas Himawari telah menjalankan program bagi anak-anak asing sejak dibuka pada 2017. Program tersebut berlangsung selama 12 hari dan dibagi berdasarkan tiga kelompok usia. Para peserta mengikuti kelas bahasa Jepang tiga kali seminggu selama sekitar satu bulan, dari pagi hingga sekitar tengah hari, sambil tetap bersekolah di sekolah reguler mereka.

Selain belajar bahasa Jepang, peserta juga diperkenalkan dengan kegiatan yang umum dilakukan di sekolah Jepang, seperti membersihkan ruang kelas. Fasilitas Himawari juga menjadi tempat bagi orang tua untuk berkonsultasi ketika mengantar atau menjemput anak. Kepala Himawari, Masumi Kanazawa, mengatakan tujuan program tersebut adalah membantu anak-anak menguasai kemampuan bahasa Jepang minimum yang mereka perlukan sebelum melanjutkan proses pembelajaran di sekolah reguler.

Dalam rekomendasinya, panel ahli juga meminta agar pedoman pengajaran mempertimbangkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan generatif. Guru yang membuat rencana pembelajaran bagi siswa asing juga didorong mempertimbangkan riwayat pendidikan sebelumnya serta tujuan siswa dan orang tua. Pemerintah pusat turut diminta menyediakan informasi multibahasa mengenai pendidikan, peluang melanjutkan studi atau bekerja, serta status izin tinggal agar lebih mudah dipahami oleh siswa asing dan keluarga mereka.

 

Lawson Punya Koki Robot

Lawson menghadirkan inovasi baru di sejumlah gerainya di Jepang dengan memperkenalkan robot koki yang mampu memasak makanan segar sesuai pesanan pelanggan. Setelah sebelumnya hanya dapat membuat nasi goreng dan tumis sayuran, kini robot tersebut juga dapat menyajikan yakisoba yang baru dimasak hanya dalam waktu sekitar 90 hingga 150 detik.

image

Potret Lawson Jepang (Image by: SoraNews24)

Inovasi ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan makanan hangat yang biasa dijual di convenience store Jepang. Selama ini, pelanggan umumnya memilih bento, rice bowl, atau mi dari rak pendingin, kemudian makanan tersebut dipanaskan menggunakan microwave setelah dibayar di kasir. Kini, di beberapa gerai Lawson, pelanggan dapat menikmati hidangan yang benar-benar dimasak setelah melakukan pemesanan.

Robot yang digunakan adalah I-Robo 2, hasil pengembangan perusahaan teknologi asal Tokyo, TechMagic. Teknologi ini mulai digunakan di Lawson sejak musim panas tahun lalu dengan menu awal berupa nasi goreng dan tumis aneka sayuran. Seiring pengembangannya, robot tersebut kini juga mampu memasak yakisoba dengan daging babi, wortel, dan kubis.

image

Bentuk Robot yang memasak di Lawson (Image by: Lawson Via Impress Watch)

Keunggulan utama robot ini adalah kemampuannya memasak pada suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan batas aman bagi koki manusia. Sebagai contoh, robot dapat menumis nasi goreng pada suhu lebih dari 300 derajat Celsius, sehingga seluruh proses memasak hanya membutuhkan waktu sekitar 90 hingga 150 detik.

Meski menggunakan robot, makanan yang disajikan bukan sekadar dipanaskan kembali. Setelah pelanggan memesan melalui terminal di toko, ponsel, atau langsung di kasir, pegawai Lawson akan memasukkan bahan-bahan yang diperlukan ke dalam robot. Setelah proses memasak selesai, makanan kemudian dikemas dan diserahkan kepada pelanggan dalam keadaan baru dimasak.

image

Ilustrasi Yakisoba yang dimasak oleh robot di Lawson (Image by: Lawson Via Impress Watch)

image

Ilustrasi Nasi Goreng yang dimasak oleh robot di Lawson (Image by: Lawson Via Impress Watch)

Saat ini, robot koki Lawson dapat menyiapkan 13 variasi menu, termasuk pilihan menggunakan atau tanpa daging babi, ukuran reguler maupun porsi ganda, serta tambahan ayam goreng untuk menu nasi goreng. Harga yang ditawarkan berkisar antara 499 hingga 1.099 yen. Meskipun sedikit lebih mahal dibandingkan makanan siap saji biasa di convenience store, harga tersebut dinilai sepadan dengan hidangan yang dimasak langsung setelah dipesan.

image

Ilustrasi cara penggunaan robot pemasak di Lawson (Image by: Lawson Via Impress Watch)

Gerai Lawson pertama yang menggunakan robot I-Robo 2 adalah cabang Kita Otsuka Icchome di Distrik Toshima, Tokyo. Cabang kedua berada di Ebina Chuo, Prefektur Kanagawa, yang mulai mengoperasikan robot pada 6 Agustus. Selanjutnya, cabang Yokohama Tarumachi Sanchome dan Koto Shiomi Icchome juga dijadwalkan mulai menggunakan teknologi ini pada akhir Agustus hingga pertengahan September. Jika mendapat respons positif dari pelanggan, Lawson berencana memperluas penggunaan robot koki ke lebih banyak gerai di seluruh Jepang.