Kamera Tilang Dicuri di Jepang

Sebuah kamera tilang portabel milik Polisi Prefektur Saitama dilaporkan hilang saat sedang digunakan dalam operasi penindakan pelanggaran kecepatan di Jepang. Insiden yang tergolong tidak biasa ini terjadi pada malam 18 Juni 2026 di sepanjang Rute Nasional 125, Kota Kazo, Prefektur Saitama. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki kasus pencurian tersebut sekaligus memburu pelaku yang membawa kabur perangkat bernilai tinggi itu.

Di Jepang, operasi penindakan pelanggaran batas kecepatan umumnya dilakukan secara terkoordinasi oleh beberapa petugas. Seorang polisi bertugas mengoperasikan alat pengukur kecepatan, sementara petugas lain menghentikan kendaraan yang terdeteksi melanggar di lokasi berbeda. Metode ini dipilih agar penindakan dapat dilakukan tanpa perlu melakukan pengejaran berkecepatan tinggi yang berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan maupun petugas.

image

Ilustrasi polisi jepang (image by: pakutaso)

Dalam beberapa tahun terakhir, kepolisian mulai memanfaatkan kamera tilang portabel otomatis yang dapat memotret pelat nomor kendaraan pelanggar sehingga surat tilang dapat diproses tanpa harus menghentikan kendaraan secara langsung. Polisi Prefektur Saitama diketahui mengoperasikan lima unit perangkat tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penegakan hukum di jalan raya.

Pada malam kejadian, dua petugas memasang kamera tilang tersebut di atas tripod di trotoar, kemudian memarkir mobil patroli sekitar 100 meter dari lokasi agar tetap dapat melakukan pengawasan tanpa terlihat oleh pengendara. Namun, antara pukul 22.50 hingga 23.24 waktu setempat, perangkat tersebut ternyata berhasil dicuri tanpa diketahui oleh petugas yang sedang berjaga.

Perangkat yang hilang memiliki ukuran sekitar 50 × 50 × 20 sentimeter dengan berat kurang lebih 20 kilogram. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar 9 juta yen atau setara puluhan ribu dolar Amerika Serikat. Polisi juga mengungkapkan bahwa di dalam memori kamera tersebut tersimpan data berupa foto pelat nomor sekitar 10 kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran kecepatan. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi bahwa data pribadi tersebut telah bocor atau disalahgunakan.

image

Ilustrasi polisi jepang (image by: pakutaso)

Kasus ini disebut sebagai pencurian pertama terhadap kamera tilang jenis "portable Orbis" di Jepang. Istilah "Orbis" sendiri telah lama digunakan sebagai sebutan umum untuk sistem kamera pengawas kecepatan di negara tersebut, meskipun perangkat yang digunakan saat ini diproduksi oleh perusahaan yang berbeda dari sistem Orbis generasi awal yang mulai diperkenalkan pada era 1970-an.

Peristiwa ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat Jepang. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana perangkat tersebut bisa hilang dalam waktu lebih dari 30 menit tanpa diketahui petugas. Sebagian juga menilai pencurian aset kepolisian bernilai tinggi tersebut menjadi evaluasi penting terhadap prosedur pengawasan saat operasi penegakan hukum berlangsung.

Polisi Prefektur Saitama menyatakan telah membuka penyelidikan penuh untuk mengungkap pelaku pencurian dan menemukan kembali kamera tilang yang hilang. Selain kerugian materiil yang cukup besar, kasus ini juga menjadi perhatian karena melibatkan perangkat resmi kepolisian yang digunakan dalam penegakan aturan lalu lintas di Jepang.