Jelajahi Budaya Jepang ala Shogun

image

Shogun Cultural Experiences (Image by: soranews24.com)

Sebuah program wisata budaya bertajuk “Shogun Cultural Experiences” akan digelar di Tokyo pada musim panas 2026. Program ini menawarkan pengalaman mendalami budaya tradisional Jepang melalui berbagai aktivitas, mulai dari tur jalan kaki di kawasan bersejarah, workshop pembuatan wagashi, upacara minum teh, hingga pertunjukan musik tradisional Jepang.

Konsep wisata ini dirancang agar peserta dapat mengenal budaya Jepang secara langsung melalui pengalaman yang melibatkan berbagai indera sehingga tidak hanya sekadar melihat, tetapi juga ikut merasakan suasana budaya Jepang klasik. Kegiatan akan berlangsung di distrik Kagurazaka, salah satu kawasan tua di Tokyo yang masih mempertahankan suasana era Edo.

Daerah ini dikenal dengan jalan berbatu sempit, gang tradisional, restoran khas Jepang, serta bangunan bersejarah yang masih terjaga hingga sekarang. Kagurazaka juga memiliki hubungan sejarah dengan Tokugawa Ieyasu dan perkembangan awal Keshogunan Edo sehingga kawasan tersebut sering dijadikan tujuan wisata budaya oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

image

Kagurazaka Cultural Walk (Image by: soranews24.com)

Suasana tenang dan nuansa tradisional yang masih kuat membuat kawasan ini berbeda dibandingkan area modern lain di Tokyo. Program dimulai sejak pukul 07.30 pagi dengan tur berjalan kaki sambil mempelajari sejarah Kagurazaka dan budaya tradisional Jepang dari pemandu wisata.

Peserta akan diajak menyusuri gang-gang kecil khas Jepang sambil mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kawasan tersebut. Setelah itu, peserta akan mengikuti workshop membuat wagashi bersama Takeshi Inoue, generasi keempat pemilik toko manisan Baikatei yang dikenal pernah memasok wagashi untuk keluarga kekaisaran Jepang.

image

Tea Ceremony Experience (Image by: soranews24.com)

Peserta juga akan mencoba upacara minum teh matcha tradisional sambil mempelajari tata cara dan etika minum teh di Jepang. Sebagai penutup, peserta akan menikmati pertunjukan alat musik tradisional Jepang bernama kokyu yang dimainkan oleh Daisuke Kiba, musisi yang ikut berkontribusi dalam penggarapan musik serial “Shogun” tahun 2024.

Pengunjung juga diberi kesempatan mencoba memainkan alat musik tersebut secara langsung sehingga pengalaman budaya terasa lebih interaktif dan mendalam. Program ini hanya dibatasi untuk delapan peserta di setiap sesi dan dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni serta 12 Juli 2026.

image

Kokyu Performance and Hands-on Session (Image by: soranews24.com)

Stok Beras Jepang Cetak Rekor

image

Ilustrasi Beras Jepang (Image by: cnnindonesia.com)

Stok beras di gudang penyimpanan Jepang dilaporkan mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah setelah banyak konsumen dan restoran mulai mengurangi pembelian akibat harga yang terus melonjak.

Kenaikan harga beras dalam beberapa bulan terakhir membuat masyarakat mencari alternatif yang lebih murah, termasuk mengganti menu makanan atau memilih produk impor dengan harga lebih terjangkau. Kondisi tersebut menyebabkan permintaan beras domestik menurun tajam meski pasokan di pasar tetap tersedia.

Pemerintah Jepang sebelumnya telah melepas sebagian cadangan beras nasional untuk membantu menstabilkan harga dan menjaga distribusi pangan. Namun, langkah itu belum memberikan dampak besar terhadap peningkatan konsumsi.

Banyak pelaku usaha restoran juga memilih menekan penggunaan beras atau menyesuaikan porsi demi mengurangi biaya operasional yang semakin tinggi. Sejumlah supermarket di Jepang bahkan mulai membatasi promosi produk beras premium karena daya beli masyarakat melemah.

image

Ilustrasi Supermarket Jepang (Image by: livejapan.com)

Banyak pelaku usaha restoran juga memilih menekan penggunaan beras atau menyesuaikan porsi demi mengurangi biaya operasional yang semakin tinggi. Sejumlah supermarket di Jepang bahkan mulai membatasi promosi produk beras premium karena daya beli masyarakat melemah.

Sejumlah supermarket di Jepang bahkan mulai membatasi promosi produk beras premium karena daya beli masyarakat melemah. Akibat menurunnya permintaan, stok beras terus menumpuk di gudang penyimpanan di berbagai wilayah Jepang.

Akibat menurunnya permintaan, stok beras terus menumpuk di gudang penyimpanan di berbagai wilayah Jepang.

Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani, distributor, dan industri pangan karena penjualan melambat sementara biaya produksi tetap tinggi.

Selain kenaikan harga, melemahnya daya beli masyarakat dan perubahan pola konsumsi disebut menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pasar beras Jepang saat ini.Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani, distributor, dan industri pangan karena penjualan melambat sementara biaya produksi tetap tinggi.

image

Ilustrasi Beras Jepang (Image by: japanesestation.com)

Selain kenaikan harga, melemahnya daya beli masyarakat dan perubahan pola konsumsi disebut menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pasar beras Jepang saat ini. Selain kenaikan harga, melemahnya daya beli masyarakat dan perubahan pola konsumsi disebut menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pasar beras Jepang saat ini.

Para pengamat juga menilai kondisi ini dapat berdampak pada stabilitas sektor pertanian Jepang apabila penurunan konsumsi terus berlangsung dalam jangka panjang.

Program FamilyMart Kurangi Limbah

TOKYO – Jaringan minimarket FamilyMart mulai mengambil langkah baru dalam mengurangi limbah dengan menyediakan kotak pengumpulan pakaian dan barang rumah tangga bekas di sejumlah tokonya di Tokyo. Program ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan yang peduli lingkungan.

Program uji coba ini dilakukan bersama Bookoff Group Holdings, perusahaan yang bergerak di bidang jual beli barang bekas. Sekitar 30 toko FamilyMart di area permukiman Tokyo telah dipasangi kotak khusus untuk menampung barang bekas yang masih layak pakai.

Barang-barang yang terkumpul nantinya akan dipilah. Sebagian akan dijual kembali, termasuk ke luar negeri seperti Malaysia. Sementara itu, pakaian yang sudah tidak layak pakai akan diolah ulang menjadi serat baru untuk digunakan kembali dalam industri tekstil.

Langkah ini merupakan proyek kolaborasi pertama sejak perusahaan induk FamilyMart, Itochu Corporation, menjalin kerja sama modal dengan Bookoff pada Februari lalu.

♻️ Melanjutkan Program Ramah Lingkungan
Sebelumnya, FamilyMart juga telah menjalankan program donasi makanan (food drive) di sekitar 4.900 dari total 16.400 tokonya di seluruh Jepang. Dalam program ini, masyarakat dapat menyumbangkan makanan berlebih untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Ke depan, FamilyMart berencana memperluas program pengumpulan barang bekas ini ke seluruh Jepang. Targetnya, program ini dapat mengurangi limbah pakaian hingga sekitar 4.000 ton per tahun.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Jepang, sekitar 560.000 ton pakaian dibuang setiap tahun, atau setara dengan 70% dari total pakaian baru yang beredar di pasar. Angka ini menunjukkan betapa besarnya masalah limbah tekstil di Jepang.

🌏 Upaya Serupa dari Perusahaan Lain
Beberapa perusahaan besar di Jepang juga telah lebih dulu menjalankan inisiatif serupa:

Fast Retailing (pemilik Uniqlo dan GU) mengumpulkan pakaian bekas untuk didaur ulang atau disumbangkan kepada pengungsi. Aeon Co. telah memasang sekitar 700 kotak pengumpulan pakaian di toko dan fasilitasnya.

💡 Fun Fact: Jepang & Budaya Daur Ulang
Jepang dikenal memiliki sistem pemilahan sampah yang sangat ketat, bahkan di beberapa daerah bisa mencapai 10 kategori berbeda. Konsep “mottainai” (もったいない) menjadi filosofi penting—artinya merasa sayang jika sesuatu terbuang sia-sia. Banyak kota di Jepang memiliki toko khusus barang bekas berkualitas tinggi, seperti Bookoff, yang sangat populer di kalangan masyarakat.

🚀 Langkah Lain Jepang dalam Mengurangi Limbah
Selain pengumpulan pakaian bekas, Jepang juga menerapkan berbagai strategi lain:

  • Daur ulang botol PET menjadi pakaian atau produk baru.
  • Program zero waste city, seperti di Kamikatsu yang menargetkan nol sampah.
  • Pengurangan plastik sekali pakai di toko ritel.
  • Teknologi insinerator canggih untuk mengolah sampah menjadi energi.

🔎 Kesimpulan
Langkah FamilyMart ini menunjukkan bahwa minimarket pun bisa berperan besar dalam isu lingkungan. Dengan menggandeng perusahaan daur ulang dan memanfaatkan jaringan toko yang luas, program ini berpotensi menjadi solusi nyata untuk mengurangi limbah tekstil di Jepang—sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap keberlanjutan.
Kalau program ini sukses, bukan tidak mungkin model serupa juga bisa diterapkan di negara lain, termasuk Indonesia.


FamilyMart Kumpulkan Pakaian Bekas untuk Daur Ulang
FamilyMart Kumpulkan Pakaian Bekas untuk Daur Ulang

Yen Naik Cepat 10 Menit

image

Ilustrasi mata uang yen (Image by: vibiznews.com)

Pergerakan tajam yen memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing. Pada hari Senin, mata uang Jepang sempat melemah hingga menyentuh kisaran 155 per dolar AS.

Sekitar tengah hari waktu Jepang, yen diperdagangkan di kisaran 157. Namun, menjelang pukul 1 siang, terjadi lonjakan aksi beli yang cukup signifikan.

Lonjakan tersebut mendorong yen menguat hingga ke level 155 per dolar AS. Dalam waktu sekitar 10 menit, mata uang ini naik sekitar 1,5 yen, menunjukkan pergerakan yang sangat cepat.

Saat ini Jepang sedang berada dalam periode libur musim semi. Para pengamat menilai bahwa volume perdagangan yang lebih rendah selama liburan bisa menjadi salah satu faktor yang memperbesar fluktuasi pasar.

image

Ilustrasi lonjakan Yen (Image by: www.zoomex.com)

Meski demikian, sebagian pelaku pasar menduga adanya campur tangan pemerintah. Dugaan ini muncul karena sebelumnya telah terjadi intervensi oleh pemerintah dan bank sentral Jepang pada 30 April.

Seorang sumber pasar menyebut bahwa Mimura Atsushi, Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional, sempat mengisyaratkan kemungkinan intervensi selama periode liburan.

Sumber tersebut menambahkan bahwa belum ada kepastian apakah pergerakan tajam ini benar disebabkan oleh intervensi. Namun, para investor tetap dalam kondisi waspada tinggi terhadap kemungkinan langkah lanjutan dari otoritas.

Sementara itu, Menteri Keuangan Katayama Satsuki yang sedang berada di Uzbekistan menolak memberikan komentar langsung. Ia hanya menegaskan bahwa posisi pemerintah tetap jelas, serta menyebut bahwa pergerakan spekulatif di pasar belakangan ini memang terlihat cukup mencolok.

Angin Kencang Landa Jepang Timur

Sistem tekanan rendah yang sedang berkembang menyebabkan angin kencang, terutama di Jepang bagian timur. Kondisi ini dipicu oleh sistem tekanan rendah yang disertai front dan bergerak ke arah timur melintasi Laut Jepang.

image

Ilustrasi badai di Jepang (Image by: darilaut.id)

Di wilayah Tohoku, terdapat risiko angin kencang hingga mencapai kekuatan badai mulai malam ini. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan, terutama pada sektor transportasi.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, angin kencang telah terpantau di berbagai wilayah Jepang bagian timur sejak pagi hari. Fenomena ini terjadi seiring dengan perkembangan sistem tekanan rendah yang semakin menguat.

image

Ilustrasi badai di Jepang (Image by: cdns.klimg.com)

Kecepatan angin sesaat maksimum yang tercatat dalam tiga jam hingga pukul 09.00 antara lain mencapai 28,5 meter per detik di Kota Chiba, 24,7 meter per detik di Bandara Haneda Tokyo, 24,5 meter per detik di Mercusuar Tomogashima di Kota Wakayama, serta 23,7 meter per detik di Distrik Edogawa, Tokyo.

Ke depan, sistem tekanan rendah diperkirakan akan terus berkembang saat bergerak menuju Hokkaido. Akibatnya, wilayah Tohoku berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan sesaat maksimum hingga 30 meter per detik, baik di sisi Laut Jepang maupun Samudra Pasifik.

Selain itu, udara dingin yang menyerupai kondisi awal April diperkirakan akan mengalir ke Hokkaido. Hal ini berpotensi menyebabkan turunnya salju basah yang dapat menumpuk, terutama di sepanjang pantai Laut Okhotsk, sehingga masyarakat diimbau untuk memperhatikan dampaknya terhadap lalu lintas dan aktivitas sehari-hari.

LIBURAN GOLDEN WEEK MENURUN

image

Golden Week tahun ini tidak lagi semeriah biasanya bagi banyak orang Jepang (Image by : SoraNews24)

Musim liburan musim semi di Jepang yang biasanya penuh kesenangan terlihat sedikit berbeda akhir-akhir ini. Jepang memiliki tiga periode liburan utama, tetapi dua di antaranya disertai kewajiban sosial, yaitu Oshogatsu (Tahun Baru) dan Obon, di mana masyarakat biasanya pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga besar. Di antara keduanya, Golden Week yang berlangsung dari akhir April hingga awal Mei menjadi periode liburan yang paling “bebas” dari kewajiban budaya tersebut.

Golden Week seharusnya menjadi waktu paling ideal untuk bersantai atau bepergian. Namun, survei menunjukkan bahwa tahun ini sekitar sepertiga responden tidak memiliki rencana khusus selama liburan tersebut. Bahkan dari mereka yang memiliki rencana, banyak yang memilih kegiatan sederhana seperti tinggal di rumah atau aktivitas ringan, bukan perjalanan atau hiburan besar.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan riset Intage di Tokyo terhadap 5.000 responden berusia 15–79 tahun menunjukkan bahwa 41,2 persen tidak memiliki rencana apa pun. Sementara itu, 35,1 persen memilih untuk menghabiskan waktu di rumah. Aktivitas lain seperti makan di luar, berbelanja, dan olahraga juga dipilih dalam persentase yang lebih kecil, menunjukkan tren liburan yang lebih hemat dan sederhana.

image

35,1 persen memilih untuk menghabiskan waktu di rumah (Image by : SoraNews24)

Rata-rata anggaran Golden Week tahun ini hanya sekitar 27.660 yen (sekitar US$179), turun 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya biaya hidup di Jepang serta melemahnya nilai yen, yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka, termasuk untuk liburan yang biasanya menjadi momen konsumsi tinggi.

Rendahnya minat perjalanan juga terlihat jelas, baik domestik maupun internasional. Perjalanan ke luar negeri menurun karena nilai yen yang lemah dan faktor keamanan global, sementara perjalanan dalam negeri ikut tertekan karena kenaikan harga hotel dan jasa wisata akibat tingginya permintaan dari turis asing. Kondisi ini membuat liburan domestik terasa kurang terjangkau bagi sebagian warga Jepang.

Akibat berbagai faktor tersebut, Golden Week tahun ini tidak lagi semeriah biasanya bagi banyak orang Jepang. Kombinasi tekanan ekonomi, kenaikan harga, dan perubahan industri pariwisata membuat masyarakat lebih memilih menghemat pengeluaran. Harapannya, kondisi ekonomi dapat membaik sehingga Golden Week di masa depan bisa kembali menjadi periode liburan yang benar-benar dinanti dan dinikmati.

Cuci Boneka Profesional Jepang

image

Masakazu Shimura, seorang profesional pencucian kering, menyikat boneka mainan di fasilitas Cleaning Yonmarusan di kota Fuefuki, Prefektur Yamanashi, pada tanggal 27 April (Image by : AFP)

Boneka Pikachu yang sudah usang, boneka beruang yang tampak lelah, hingga boneka binatang yang bernoda, semuanya ternyata bisa mendapatkan kehidupan baru melalui layanan laundry di Jepang yang secara khusus merawat mainan kesayangan agar kembali bersih dan layak dipeluk. Di tangan para profesional kebersihan, boneka-boneka ini tidak sekadar dicuci, tetapi diperlakukan dengan kehati-hatian tinggi seolah-olah mereka adalah barang berharga yang menyimpan nilai emosional. Proses perawatan ini membuat mainan yang tadinya kusam dan kotor bisa kembali terlihat segar, bersih, dan “hidup” seperti baru dibeli.

Masakazu Shimura, seorang profesional kebersihan dengan pengalaman sekitar tiga dekade, menjadi salah satu sosok penting dalam proses ini. Ia dengan teliti memandikan salah satu boneka Pokémon yang sudah dalam kondisi baik menggunakan uap panas, kemudian menyikatnya secara perlahan setelah dibersihkan dengan busa lembut. Gerakannya penuh kehati-hatian, hampir menyerupai seseorang yang sedang merawat bayi yang baru lahir, karena setiap bahan dan bagian boneka harus diperlakukan berbeda agar tidak rusak selama proses pembersihan berlangsung.

Video-video yang memperlihatkan proses perawatan detail terhadap boneka-boneka lucu di tempat kerjanya, Cleaning Yonmarusan, telah menarik perhatian luas di media sosial. Banyak penonton yang terpukau melihat bagaimana kain dan isian boneka ditangani dengan teknik khusus dan kesabaran tinggi. Hal ini kemudian membuat layanan laundry tersebut menjadi viral, sekaligus meningkatkan popularitasnya secara signifikan, hingga mampu menarik pelanggan tidak hanya dari Jepang, tetapi juga dari berbagai negara lain yang ingin merasakan layanan unik tersebut.

image

Ilustrasi Plushie yang beredar di jepang (Image by : Yume Twins)

Dengan mengandalkan keahlian bertahun-tahun dalam membersihkan berbagai jenis bahan, mulai dari kemeja hingga tenda kemah, Shimura mampu menyesuaikan teknik pencucian untuk kain-kain halus yang digunakan pada boneka. Ia menjelaskan bahwa saat mencuci tangan, ia akan meraba dan menilai jenis bahan terlebih dahulu, kemudian menentukan cara penanganan yang paling aman. Proses ini dilakukan sambil memijat perlahan bagian-bagian boneka agar kotoran terangkat tanpa merusak struktur atau bentuk aslinya.

Shimura merupakan salah satu dari sekitar selusin profesional kebersihan bersertifikat yang bekerja di Yonmarusan, sebuah jaringan layanan laundry regional yang berbasis di Prefektur Yamanashi. Meski perusahaan ini sebenarnya sudah lama menangani pembersihan mainan lunak selama beberapa dekade, perkembangan bisnisnya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir berkat unggahan media sosial yang viral. Tren ini juga didorong oleh minat generasi muda terhadap boneka plush, serta budaya Jepang yang sangat menghargai hal-hal imut dan penuh karakter.

Saat ini, layanan tersebut mampu membersihkan lebih dari 10.000 mainan lunak setiap tahunnya, meningkat drastis dibandingkan sekitar 1.200 boneka per tahun satu dekade sebelumnya. Bahkan, ada pelanggan yang datang langsung ke Jepang khusus untuk membersihkan boneka mereka, sambil menjadikan perjalanan tersebut sebagai bagian dari wisata. Menurut Hisako Mori, manajer hubungan masyarakat perusahaan, banyak pelanggan yang menikmati perjalanan keliling Jepang selama proses pembersihan berlangsung, lalu mengambil kembali boneka mereka sebelum pulang ke negara asal.

Shimura juga menekankan bahwa setiap boneka sering kali memiliki nilai emosional yang sangat dalam bagi pemiliknya, sehingga beberapa klien bahkan meminta agar goresan atau tanda tertentu pada boneka tetap dipertahankan. Menurutnya, tanda-tanda tersebut sering menjadi bagian dari kenangan berharga yang tidak ingin dihapus. Ia menambahkan bahwa boneka dianggap seperti anggota keluarga oleh banyak pelanggan, sehingga proses pembersihannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian. Baginya, kepuasan pelanggan saat melihat boneka mereka kembali bersih adalah pencapaian terbesar dari pekerjaannya.

Rekrutmen Fresh Graduate Menurun

image

hanya 19% perusahaan besar Jepang akan tambah rekrutmen lulusan 2027 (Image by : Google)

Menurut survei yang dilakukan oleh The Yomiuri Shimbun, hanya 19% perusahaan besar di Jepang yang menyatakan berencana meningkatkan perekrutan lulusan baru pada musim semi 2027. Angka ini turun lima poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, dan sekaligus menjadi penurunan selama tiga tahun berturut-turut. Tren ini menunjukkan adanya perubahan arah dalam sikap perusahaan terhadap rekrutmen tenaga kerja baru setelah sebelumnya sempat meningkat pada periode 2023 dan 2024, yang dipicu oleh pemulihan ekonomi pascapandemi virus corona.

Perubahan ini mengindikasikan bahwa antusiasme perusahaan dalam merekrut lulusan baru mulai melemah. Pada masa pemulihan pandemi, banyak perusahaan berlomba-lomba memperkuat tenaga kerja untuk mendukung ekspansi dan pemulihan operasional. Namun, dalam survei terbaru ini, terlihat bahwa dorongan tersebut mulai berkurang, seiring perusahaan mulai lebih berhati-hati dalam menentukan strategi perekrutan di tengah kondisi ekonomi dan bisnis yang lebih tidak menentu.

Meski demikian, perusahaan yang masih berencana meningkatkan perekrutan menyebutkan beberapa alasan utama, seperti kebutuhan untuk memperluas operasi bisnis serta mengamankan sumber daya manusia guna mendorong transformasi digital di dalam perusahaan. Salah satu contohnya adalah Lawson, Inc., yang berencana memperluas jumlah tokonya di luar negeri. Perusahaan ini juga menekankan pentingnya merekrut talenta secara aktif, termasuk warga negara asing serta individu yang memiliki keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI), guna mendukung perkembangan bisnis mereka.

Di sisi lain, jumlah perusahaan yang menyatakan akan mengurangi perekrutan lulusan baru justru meningkat menjadi 18% dari total responden, naik lima poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, perusahaan yang memilih untuk mempertahankan tingkat perekrutan yang sama seperti tahun sebelumnya mencapai 38%, meskipun angka ini juga mengalami penurunan sebesar sembilan poin. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran strategi yang cukup signifikan di kalangan perusahaan besar dalam mengelola kebutuhan tenaga kerja mereka.

Beberapa perusahaan besar juga telah mulai melakukan penyesuaian target rekrutmen secara konkret. ENEOS Corp., misalnya, menetapkan target rekrutmen musim semi 2027 sebanyak 58 orang, yang berarti 110 orang lebih sedikit dibandingkan jumlah rekrutmen tahun sebelumnya. Sementara itu, Kubota Corp. berencana mengurangi jumlah rekrutan menjadi 60 orang, atau sekitar seperempat dari jumlah tahun sebelumnya. Pihak Kubota menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan efisiensi operasional serta penataan ulang alokasi tenaga kerja di perusahaan.

Selain itu, Oji Holdings Corp. juga menyampaikan bahwa mereka akan mengubah kebijakan rekrutmen dengan lebih mengutamakan perekrutan tenaga kerja tingkat menengah dibandingkan lulusan baru, terutama untuk posisi di bidang penelitian. Menanggapi tren ini, Profesor Hiroshi Ono dari Sekolah Bisnis Universitas Hitotsubashi menjelaskan bahwa ketidakpastian jangka pendek seperti memburuknya situasi di Timur Tengah, serta dampak jangka menengah dan panjang dari penerapan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi, kemungkinan membuat banyak perusahaan menahan ekspansi perekrutan. Survei ini sendiri dilakukan dari awal Maret hingga pertengahan April, dengan total 123 perusahaan besar memberikan tanggapan.

ChatGPT Raih Skor Tertinggi

image

ChatGPT meraih nilai tertinggi dalam ujian masuk Universitas Tokyo dan Universitas Kyoto tahun ini (Image by : Japan Today)

ChatGPT dilaporkan meraih nilai tertinggi dalam ujian masuk University of Tokyo dan Kyoto University tahun ini, bahkan melampaui skor para peserta terbaik. Hal ini diungkapkan oleh LifePrompt Inc yang melakukan pengujian terhadap kemampuan AI generatif tersebut.

Menurut perusahaan tersebut, ChatGPT mencetak skor 50 poin lebih tinggi dibandingkan peserta terbaik pada ujian program Ilmu Pengetahuan Alam III di Universitas Tokyo, yang dikenal sangat kompetitif. AI ini bahkan berhasil meraih nilai sempurna pada bagian matematika, menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan tahun 2024 ketika model sebelumnya gagal dalam seluruh ujian masuk universitas tersebut.

Pengujian dilakukan menggunakan model ChatGPT 5.2 Thinking, di mana soal ujian dimasukkan dalam bentuk gambar. Karena beberapa soal membutuhkan jawaban esai, hasilnya kemudian dinilai oleh pengajar dari Kawai Juku, salah satu lembaga bimbingan belajar ternama di Jepang, untuk memastikan objektivitas penilaian.

Dalam hasilnya, ChatGPT memperoleh 452 dari 550 poin pada ujian Ilmu Humaniora dan Ilmu Sosial serta 503 dari 550 poin pada Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Tokyo. Kedua skor tersebut melampaui nilai tertinggi peserta yang diterima, masing-masing 434 dan 453 poin. Meski demikian, performa AI tidak merata karena hanya memperoleh sekitar 25 persen pada soal esai seperti Sejarah Dunia, sementara pada bahasa Inggris mencapai 90 persen.

Di Universitas Kyoto, performa ChatGPT juga mencolok. AI tersebut mencetak 771 poin pada ujian Fakultas Hukum, melampaui skor tertinggi 734, serta 1.176 poin pada Fakultas Kedokteran, lebih tinggi dari skor terbaik 1.098. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan signifikan setelah sebelumnya model ChatGPT 4 gagal mencapai nilai minimum kelulusan pada tahun 2024, sebelum akhirnya model yang lebih baru mulai melewati ambang batas di tahun berikutnya.

Menanggapi hal ini, Satoshi Endo menyatakan bahwa perkembangan AI yang pesat menuntut perusahaan untuk mulai mempertimbangkan peran AI dalam jangka panjang. Sementara itu, Satoshi Kurihara menilai bahwa manusia dan AI tidak seharusnya bersaing secara langsung, karena AI unggul dalam pengolahan data. Ia menekankan bahwa manusia tetap memiliki keunggulan dalam menciptakan nilai baru, sehingga sistem ujian masuk yang berfokus pada hafalan dan perhitungan perlu mulai dipertimbangkan kembali.

Harmonyland Rayakan 35 Tahun

image

Hello Kitty dan karakter lainnya bergabung dalam upacara perayaan ulang tahun ke-35 taman hiburan Sanrio Character Park Harmonyland di Prefektur Oita, Jepang (Image by : Kyodo)

Sebuah taman hiburan bertema karakter Sanrio di Jepang barat daya merayakan hari jadinya yang ke-35 dengan meriah, meskipun diguyur hujan. Lebih dari 1.300 penggemar tetap datang dan berkumpul untuk menyaksikan penampilan spesial dari ikon global Hello Kitty bersama karakter-karakter kesayangan lainnya. Antusiasme para pengunjung terlihat jelas, membuktikan kuatnya daya tarik karakter Sanrio lintas generasi.

Perayaan tersebut berlangsung di Sanrio Harmonyland, sebuah taman karakter yang berlokasi di Hiji, Prefektur Oita. Tempat ini dikenal sebagai destinasi populer bagi para penggemar dunia Sanrio, dengan berbagai wahana dan atraksi yang menghadirkan karakter-karakter ikonik seperti My Melody dan Pompompurin dalam suasana yang penuh warna dan ceria.

Selain pertunjukan utama di siang hari, taman hiburan ini juga telah menyiapkan pertunjukan malam spesial untuk memeriahkan momen perayaan tersebut. Acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi para pengunjung, dengan kombinasi musik, tarian, dan efek visual yang memukau, menjadikan perayaan ulang tahun ini semakin berkesan.

Salah satu pengunjung, Yuka Ouchida (32), mengungkapkan rasa bahagianya bisa hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan rasa syukurnya dapat menyaksikan langsung karakter favoritnya tampil di panggung. Menurutnya, meskipun cuaca kurang bersahabat, hal itu tidak mengurangi keseruan acara, bahkan justru menambah kenangan tersendiri.

Di sisi lain, perusahaan pengelola taman, Sanrio Entertainment Co., memiliki rencana besar untuk pengembangan ke depan. Presiden perusahaan, Aya Komaki, mengumumkan rencana untuk mengubah area tersebut menjadi sebuah resor terpadu, termasuk pembangunan hotel guna menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun internasional.

Sejak pertama kali dibuka pada tahun 1991, taman hiburan luar ruangan ini telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi keluarga dan penggemar karakter Sanrio. Dengan fasilitas seperti kincir ria, roller coaster, serta berbagai pertunjukan dan parade, tempat ini terus berkembang sebagai pusat hiburan yang menghadirkan kebahagiaan dan nostalgia bagi pengunjung dari berbagai kalangan.