Pemerintah Prefektur Shizuoka resmi memberikan izin kepada Central Japan Railway Co. (JR Central) untuk memulai pembangunan bagian jalur di wilayah Shizuoka dalam proyek kereta cepat Linear Chuo Shinkansen yang akan menghubungkan Tokyo dan Nagoya. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Shizuoka, Yasutomo Suzuki, dalam sidang majelis prefektur pada Selasa.

Foto kendaraan test untuk Linear Chuo Shinkansen. (Image by: Central Japan Railway Co. | Kyodo)
Persetujuan ini menjadi titik balik penting bagi proyek yang selama bertahun-tahun mengalami penundaan. Sejak 2017, pembangunan sempat terhambat karena penolakan mantan Gubernur Heita Kawakatsu yang menyoroti potensi dampak lingkungan, terutama kemungkinan berkurangnya debit air di Sungai Oi yang menjadi sumber air penting bagi wilayah Shizuoka.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Prefektur Shizuoka dijadwalkan menandatangani perjanjian dengan JR Central pada 18 Juli berdasarkan peraturan konservasi lingkungan alam yang berlaku. Kesepakatan tersebut merupakan syarat administratif yang harus dipenuhi sebelum pekerjaan konstruksi dapat dimulai.
Setelah seluruh prosedur selesai, pembangunan di wilayah Shizuoka diperkirakan dapat dimulai pada tahun ini. Proses konstruksi untuk bagian tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya 10 tahun sehingga jalur Tokyo–Nagoya diproyeksikan baru dapat beroperasi paling cepat pada tahun 2036.

Foto kendaraan test untuk Linear Chuo Shinkansen. (Image by: Central Japan Railway Co. | Kyodo)
Gubernur Yasutomo Suzuki menjelaskan bahwa keputusan memberikan izin diambil setelah melihat adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap proyek tersebut. Meski demikian, ia mengakui masih ada sebagian warga yang menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak pembangunan terhadap kondisi Sungai Oi.
Suzuki juga meminta JR Central memastikan seluruh proses pembangunan berjalan seiring dengan upaya pelestarian sumber daya air dan lingkungan. Pemerintah Prefektur Shizuoka menyatakan akan terus melakukan pemantauan selama tahap konstruksi berlangsung agar komitmen tersebut dapat dipenuhi.

(Image by: Kyodo)
Sebelum izin diberikan, JR Central diwajibkan memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat setempat mengenai rencana pembangunan. Hingga Maret lalu, panel ahli bentukan pemerintah prefektur telah menyatakan seluruh 28 poin perlindungan lingkungan yang diminta kepada perusahaan telah dipenuhi, sehingga keputusan akhir berada di tangan gubernur.
Proyek Linear Chuo Shinkansen awalnya ditargetkan menghubungkan Stasiun Shinagawa di Tokyo dengan Stasiun Nagoya pada 2027. Namun, pada Maret 2024 JR Central mengakui target tersebut tidak dapat tercapai akibat tertundanya pembangunan di Shizuoka. Jalur yang melintasi wilayah ini memiliki panjang sekitar 8,9 kilometer dan merupakan bagian dari Terowongan Southern Alps yang membentang di Prefektur Yamanashi, Shizuoka, dan Nagano. Sungai Oi yang melintasi kawasan tersebut memiliki peran penting sebagai sumber irigasi bagi lahan persawahan dan perkebunan teh khas Prefektur Shizuoka.