Dua Topan Ancam Pesisir Jepang Saat Libur Tiga Hari

(Image by: Our Japan)
Dua topan yang bergerak di Samudra Pasifik diperkirakan memengaruhi kondisi laut di Jepang selama libur tiga hari pada 10–12 Oktober 2026. Topan Nomor 28 dan Nomor 29 berpotensi membawa gelombang tinggi serta angin kencang ke Kepulauan Ogasawara. Gelombang dari arah timur juga diperkirakan berdampak pada sejumlah wilayah pesisir di pantai Pasifik Jepang bagian timur.
Topan Nomor 28, Noru, diprakirakan bergerak perlahan ke arah utara sebelum berubah menjadi sistem tekanan rendah ekstratropis di sebelah timur Jepang pada Minggu, 11 Oktober. Meskipun diperkirakan tidak melintas dekat Kepulauan Ogasawara, gelombang dari arah timur yang ditimbulkannya masih berpotensi mencapai kawasan tersebut.
Sementara itu, sistem Nomor 29, Koguma, yang telah berkembang menjadi badai kuat, diperkirakan mendekati perairan sekitar Kepulauan Ogasawara selama periode libur. Sistem ini diprakirakan bergerak ke barat laut sebelum berbelok ke utara. Jalurnya diperkirakan lebih dekat dengan kepulauan tersebut dibandingkan Noru, dengan area angin badai yang masih berpotensi terjadi.
Pengaruh kedua sistem cuaca tersebut secara berurutan dapat membuat kondisi laut di sekitar Kepulauan Ogasawara tetap bergelombang selama beberapa hari. Gelombang dari Noru diperkirakan datang lebih dahulu, kemudian disusul pengaruh Koguma yang berpotensi membawa gelombang dan angin lebih kuat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko aktivitas pelayaran dan kegiatan di laut.
Di pesisir Pasifik Jepang bagian timur, perhatian utama selama libur tiga hari tertuju pada gelombang yang datang dari arah timur. Gelombang tersebut dapat meningkatkan tinggi ombak meskipun lokasi yang terdampak berada jauh dari pusat kedua sistem cuaca. Arah datangnya gelombang kali ini juga berbeda dari periode sebelumnya ketika gelombang besar datang dari arah selatan.
Masyarakat yang berencana mengunjungi pantai, memancing, atau beraktivitas di pelabuhan selama libur akhir pekan diimbau untuk memperhatikan prakiraan gelombang terbaru. Kondisi laut yang berbahaya dapat terjadi meskipun cuaca di daratan terlihat relatif tenang. Karena itu, kondisi cuaca di darat tidak selalu mencerminkan keamanan perairan di sekitarnya.
Weathernews juga menyarankan warga dan wisatawan, khususnya yang berada di Kepulauan Ogasawara serta pesisir Pasifik Jepang bagian timur, untuk terus memantau perkembangan jalur kedua sistem cuaca, prakiraan angin, dan kondisi gelombang sepanjang periode libur. Informasi terbaru diperlukan untuk membantu masyarakat menyesuaikan rencana kegiatan dengan kondisi cuaca setempat.
Dengan dua sistem cuaca yang berpotensi memengaruhi perairan secara berurutan, masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir Jepang perlu memperhatikan peringatan cuaca resmi selama 10–12 Oktober 2026. Risiko gelombang tinggi tidak hanya bergantung pada jarak pusat badai dari daratan, tetapi juga pada arah dan jangkauan gelombang yang ditimbulkan oleh sistem cuaca tersebut.



















