Pelindung Banjir Mobil Laris di Jepang

image

Foto SAM-CS atau Sam Car Sheet. (Image by: Onoda Shogyo)

Banjir akibat hujan deras di Jepang membuat perhatian terhadap perlindungan kendaraan dari genangan air semakin meningkat. Salah satu produk yang kini mendapat perhatian adalah lembar khusus yang dirancang untuk membuat mobil tetap mengapung ketika permukaan air naik. Produk tersebut dikembangkan sebagai salah satu perlengkapan untuk menghadapi risiko kendaraan terendam saat terjadi banjir.

Perhatian terhadap perlindungan mobil ini meningkat setelah hujan deras melanda Prefektur Chiba pada Agustus 2026. Hujan tersebut menyebabkan banjir di berbagai wilayah dan mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Pemerintah mencatat lebih dari 3.100 kendaraan berada dalam kondisi terdampar atau ditinggalkan di jalan setelah terdampak banjir.

Salah satu produk yang kembali mendapat perhatian adalah SAM-CS atau Sam Car Sheet, yang diproduksi oleh perusahaan asal Prefektur Shizuoka, Onoda Sangyo. Produk ini menggunakan lembar plastik berukuran besar untuk membungkus kendaraan sehingga ketika air naik, mobil dapat ikut mengapung. Konsepnya memanfaatkan daya apung untuk mengurangi risiko kendaraan terendam akibat banjir.

image

Foto bencana banjir yang d. (Image by: Onoda Shogyo)

Cara pemasangannya dilakukan dengan menempatkan mobil di atas lembar bagian bawah, kemudian bagian tepinya dipasang pada kendaraan menggunakan suction cup. Setelah itu, lembar bagian atas digunakan untuk menutupi mobil sehingga kendaraan berada di dalam lapisan pelindung. Proses pemasangan dilaporkan dapat dilakukan dalam waktu beberapa menit.

Karena kendaraan yang sudah mengapung dapat bergerak mengikuti arus air, produk ini juga dapat dilengkapi dengan tali pengikat untuk menahan posisi mobil. Namun, pemasangan perlu dilakukan sebelum kondisi banjir menjadi berbahaya. Saat arus air sudah kuat, pemasangan perlengkapan tersebut tidak dianjurkan karena dapat membahayakan orang yang mencoba memasangnya.

image

Foto pengaplikasian SAM-CS. (Image by: SBS)

Untuk kendaraan berukuran sedang, SAM-CS dibanderol sekitar 88.000 yen. Produk tersebut dikembangkan sejak 2024, dan pada awalnya perusahaan hanya menerima sekitar dua pertanyaan mengenai produk setiap bulan. Setelah banjir besar di Chiba, jumlah pertanyaan meningkat menjadi sekitar 30 dalam waktu dua minggu, atau sekitar 15 kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Banjir di Chiba pada Agustus juga menunjukkan besarnya dampak terhadap kendaraan. Pemerintah mencatat lebih dari 3.100 kendaraan yang ditinggalkan di jalan telah ditangani hingga awal September, sementara kerusakan akibat hujan deras juga mencakup ribuan rumah dan berbagai fasilitas lainnya. Hujan selama 24 jam di wilayah Chiba bahkan mencapai lebih dari 360 milimeter dan mencatat rekor baru di sejumlah titik.

Meningkatnya permintaan terhadap pelindung mobil tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam perlengkapan menghadapi risiko banjir di Jepang. Di tengah terjadinya hujan deras dan genangan di berbagai wilayah, produk seperti SAM-CS kini mendapat perhatian sebagai salah satu pilihan untuk mengurangi risiko kendaraan terendam ketika banjir terjadi.

Sumber: SoraNews24

 

Hiroshima Rekrut Sopir Bus Indonesia

image

Foto yang diambil di Hiroshima menunjukkan pengemudi bus Hiroshima Kotsu, Saeful Ulum (kiri) dan Thiery Corompis. (Image by: Kyodo)

Hiroshima Rekrut Sopir Bus dari Indonesia

 

Kekurangan sopir bus yang semakin parah mendorong perusahaan transportasi di Hiroshima, Jepang, merekrut tenaga kerja dari Indonesia. Hiroshima Kotsu merekrut dua warga negara Indonesia, Saeful Ulum (49) dan Thiery Corompis (36), yang bergabung sebagai calon sopir pada April 2026. Keduanya ditargetkan mulai mengemudikan bus rute reguler sebelum akhir tahun.

Hiroshima Kotsu disebut menjadi operator bus pertama di Prefektur Hiroshima yang merekrut warga negara asing sebagai calon sopir. Dalam sesi latihan di jalan umum, Ulum terlihat menjalankan bus sambil memberikan pengumuman dalam bahasa Jepang. Keduanya mulai menjalani pelatihan di jalan umum sejak Juni untuk mempersiapkan diri menjadi sopir bus rute penuh.

Hiroshima Kotsu terutama mengoperasikan layanan bus di wilayah Kota Hiroshima. Perusahaan saat ini memiliki 195 sopir, atau sekitar 20 persen lebih sedikit dibandingkan satu dekade lalu. Kekurangan tenaga kerja tersebut membuat pemeliharaan sejumlah rute semakin sulit dan menyebabkan perusahaan mengurangi layanan sebanyak dua kali pada 2024.

Selain jumlah sopir yang menurun, usia tenaga kerja juga menjadi perhatian. Rata-rata usia sopir Hiroshima Kotsu saat ini mencapai 53 tahun, sementara jumlah pekerja muda yang memasuki profesi tersebut masih terbatas. Perusahaan kemudian melihat perekrutan tenaga kerja dari luar negeri sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan sopir bus.

Presiden Hiroshima Kotsu, Tadayuki Teshima (63), bahkan melakukan perjalanan langsung ke Indonesia untuk mencari calon tenaga kerja. Indonesia dipilih antara lain karena kendaraan menggunakan posisi kemudi di sebelah kanan dan lalu lintas berjalan di sisi kiri, seperti di Jepang. Meski memiliki kesamaan tersebut, Ulum mengatakan dirinya tetap harus menyesuaikan diri dengan aturan dan kebiasaan berkendara di Jepang.

Sebelum mengikuti pelatihan sebagai sopir bus, Ulum dan Corompis juga harus mengubah SIM Indonesia mereka menjadi SIM Jepang. Proses konversi tersebut menjadi lebih ketat setelah Badan Kepolisian Nasional Jepang memperkuat pemeriksaan terhadap pemohon SIM asing pada Oktober 2025, termasuk pengetahuan mengenai aturan lalu lintas dan kemampuan mengemudi.

Corompis, yang sebelumnya bekerja sebagai sopir taksi di Indonesia, mengatakan proses konversi SIM lebih sulit dari yang diperkirakan. Sebuah sekolah mengemudi kemudian menyediakan program khusus selama 20 jam untuk membantu keduanya berlatih. Keduanya akhirnya berhasil lulus ujian praktik pada percobaan keempat dan menyelesaikan proses konversi SIM pada Juni 2026.

Kemampuan mengemudi bukan satu-satunya hal yang perlu dipersiapkan. Ulum dan Corompis sudah dapat menggunakan bahasa Jepang untuk percakapan sehari-hari dan pekerjaan dasar, tetapi masih mempelajari keterampilan pelayanan kepada penumpang, termasuk menangani pembayaran di dalam bus. Keduanya berharap dapat menjadi sopir yang dipercaya masyarakat setempat dan memberikan pelayanan yang membuat penumpang merasa nyaman. Hiroshima Kotsu juga berencana melanjutkan perekrutan warga negara asing sebagai sopir untuk mempertahankan layanan bus di tengah kekurangan tenaga kerja.

Sumber: Kyodo

 

Jepang: Survei Tenaga Kerja Asing

Survei Jepang: Perusahaan Bergantung Pekerja Asing

 

Survei terbaru menunjukkan banyak perusahaan di Jepang berpotensi mengalami gangguan operasional jika kesulitan merekrut tenaga kerja asing baru.

PKST616_IMG_3410_TP_V (1)

(Image by: Pakutaso)

 

Sebanyak 65,9 persen perusahaan Jepang yang saat ini mempekerjakan tenaga kerja asing mengatakan kesulitan merekrut pekerja asing tambahan dapat mengganggu operasional bisnis mereka. Temuan ini berasal dari survei Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) dan Tokyo Chamber of Commerce and Industry terhadap 2.654 perusahaan di seluruh 47 prefektur Jepang. Survei tersebut dilakukan pada 21 Juli hingga 21 Agustus 2026.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa kekurangan tenaga kerja masih menjadi persoalan bagi perusahaan di Jepang. Sebanyak 60,0 persen responden mengatakan mereka mengalami kekurangan pekerja. Persentase tertinggi tercatat pada sektor konstruksi sebesar 77,4 persen, diikuti transportasi 72,2 persen serta keperawatan dan layanan kesehatan sebesar 70,5 persen.

Dari seluruh perusahaan yang disurvei, 25,1 persen telah mempekerjakan tenaga kerja asing, sementara 19,5 persen lainnya sedang mempertimbangkan untuk melakukannya. Berdasarkan sektor, proporsi perusahaan yang telah mempekerjakan warga negara asing paling tinggi terdapat pada akomodasi dan layanan makanan sebesar 42,9 persen, manufaktur 40,1 persen, serta keperawatan dan layanan kesehatan 36,4 persen.

Bagi perusahaan yang sudah mempekerjakan tenaga kerja asing, kesulitan mendapatkan pekerja tambahan dapat berdampak pada kegiatan usaha. Sebanyak 65,9 persen dari kelompok tersebut memperkirakan operasional mereka akan terganggu. Pada sektor keperawatan dan layanan kesehatan, angkanya mencapai 93,8 persen, sementara transportasi berada di 73,7 persen dan manufaktur 73,1 persen.

563336

(Image by: Johan Brooks | The Japan Times)

Perbedaan juga terlihat antara wilayah regional dan perkotaan di Jepang. Sebanyak 68,9 persen perusahaan di wilayah regional yang mempekerjakan tenaga kerja asing mengatakan kesulitan merekrut pekerja tambahan dari luar negeri dapat mengganggu operasional. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perusahaan di wilayah perkotaan yang mencapai 53,1 persen.

Survei JCCI dan Tokyo Chamber of Commerce and Industry juga menanyakan pandangan perusahaan mengenai penerimaan tenaga kerja asing di Jepang. Sebanyak 55,6 persen responden mendukung perluasan penerimaan pekerja asing, baik secara umum maupun dengan memprioritaskan industri dan wilayah yang mengalami kekurangan tenaga kerja. Sebanyak 18,0 persen mendukung perluasan secara keseluruhan, sedangkan 37,6 persen menginginkan penerimaan yang difokuskan pada sektor dan daerah tertentu.

Selain penerimaan tenaga kerja, 51,7 persen responden mendukung peningkatan kesempatan bagi warga negara asing yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan beradaptasi dengan kehidupan di Jepang. Perusahaan juga menyampaikan kebutuhan terhadap dukungan integrasi, termasuk bantuan dalam kehidupan sehari-hari dan pendidikan bahasa Jepang. Masing-masing tercatat sebesar 51,5 persen dan 51,4 persen.

Di sisi lain, kebijakan yang paling banyak diminta perusahaan kepada pemerintah Jepang dan pemerintah daerah adalah penegakan aturan yang lebih kuat terhadap pelanggaran status tinggal. Sebanyak 60,6 persen responden menginginkan peningkatan penegakan hukum dan sanksi terhadap pelanggaran tersebut. Survei ini mencatat berbagai pandangan perusahaan mengenai tenaga kerja asing, mulai dari kebutuhan perekrutan hingga dukungan bahasa, kehidupan sehari-hari, dan pengelolaan status tinggal.

Sumber: The Japan Times, Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI)

Kuil Gunung Koya Disorot Pajak

image

(Image by: Pakutaso)

Kuil Gunung Koya di Prefektur Wakayama, Jepang, menjadi sorotan setelah pemeriksaan pajak menemukan adanya pendapatan yang tidak dilaporkan oleh sejumlah badan keagamaan yang mengelola penginapan kuil. Kasus ini muncul di tengah meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung dan menginap di kawasan Gunung Koya.

Gunung Koya atau Koyasan merupakan salah satu kawasan keagamaan penting di Jepang dan menjadi bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO. Selain mengunjungi berbagai kuil, wisatawan juga dapat menginap di shukubo, yaitu penginapan yang dikelola oleh kuil dan secara tradisional digunakan oleh peziarah serta para biksu.

image

(Image by: Pakutaso)

Pemeriksaan yang dilakukan Osaka Regional Taxation Bureau mencakup lebih dari 10 badan keagamaan yang mengelola shukubo di Gunung Koya. Laporan yang muncul pada 10 September menyebutkan bahwa lebih dari setengah badan keagamaan yang diperiksa diketahui tidak melaporkan pendapatan secara tepat. Secara keseluruhan, pendapatan yang tidak dilaporkan disebut mencapai lebih dari 100 juta yen.

Salah satu kasus terbesar berkaitan dengan Kuil Sojiin. Sekitar 90 juta yen dari pendapatan yang tidak dilaporkan dikaitkan dengan kuil tersebut. Menurut laporan, pendapatan dari penginapan kuil digunakan oleh keluarga kepala pendeta untuk keperluan pribadi selama periode tiga tahun. Otoritas pajak kemudian mengenakan tambahan pajak dan denda sekitar 40 juta yen.

image

(Image by: Pakutaso)

Dalam aturan perpajakan Jepang, sumbangan dan persembahan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan pada umumnya tidak dikenai pajak. Namun, pendapatan dari kegiatan yang menghasilkan keuntungan, termasuk usaha akomodasi, dapat dikenai pajak. Karena itu, pendapatan yang diperoleh dari pengoperasian shukubo tetap menjadi bagian yang perlu dilaporkan kepada otoritas pajak.

Kawasan Gunung Koya memiliki sekitar 117 kuil, dengan 51 di antaranya diketahui mengoperasikan shukubo. Pada 2025, sekitar 117.500 wisatawan asing tercatat menginap di kawasan tersebut, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengalaman menginap di kuil biasanya mencakup makanan vegetarian khas Buddha, mengikuti layanan pagi, meditasi, hingga kegiatan menyalin sutra.

image

(Image by: Pakutaso)

Meningkatnya permintaan wisatawan juga diikuti perubahan harga penginapan. Beberapa kamar shukubo di Gunung Koya kini ditawarkan dengan harga lebih dari 150.000 yen untuk dua orang per malam. Asosiasi Koyasan Shukubo menyebut sekitar 40 tahun lalu harga menginap satu malam dengan dua kali makan berada di kisaran 7.000 yen. Setelah pandemi, sejumlah penginapan juga mendapat dukungan subsidi pemerintah untuk melakukan peningkatan fasilitas.

Perubahan tersebut membuat sebagian shukubo kini memiliki fasilitas yang lebih menyerupai penginapan tradisional kelas atas dibandingkan bentuk sederhana yang sebelumnya dikenal sebagai tempat tinggal peziarah. Di sisi lain, pengelola tetap harus menanggung biaya staf, makanan, perawatan bangunan, serta kebutuhan operasional lainnya. Meningkatnya jumlah wisatawan asing dan permintaan terhadap pengalaman menginap yang lebih nyaman membuat pengelolaan shukubo berada di tengah perubahan pasar pariwisata Jepang. Kasus pemeriksaan pajak tersebut sekaligus menyoroti pentingnya pelaporan pendapatan yang tepat dalam pengelolaan penginapan yang berada di lingkungan keagamaan.

 

Pajak Makanan Jepang Jadi 1%

Pajak Makanan Jepang Jadi 1%

image

(Image by: Bloomberg)

 

Pemerintah Jepang menetapkan rencana untuk menurunkan pajak makanan Jepang dari 8% menjadi 1% selama dua tahun mulai April 2027. Kebijakan tersebut masuk dalam rancangan reformasi perpajakan yang disiapkan pemerintah sebagai langkah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Penurunan pajak tersebut direncanakan berlaku mulai 1 April 2027 hingga 31 Maret 2029. Tarif 1% akan diterapkan pada makanan dan minuman yang saat ini termasuk dalam kategori tarif konsumsi yang lebih rendah. Setelah periode tersebut berakhir, tarifnya direncanakan kembali menjadi 8%.

Rencana tersebut juga dikaitkan dengan penerapan skema bantuan yang mempertimbangkan tingkat pendapatan. Mulai 2027, pemerintah akan memberikan bantuan kepada pekerja berpenghasilan rendah dan menengah sebagai bagian dari masa transisi sebelum sistem bantuan berbasis pendapatan diterapkan secara penuh pada April 2029.

Dalam rancangan tersebut, pemerintah memperkirakan pengurangan pajak akan menyebabkan penerimaan negara berkurang sekitar 5 triliun yen setiap tahun. Pemerintah sebelumnya menyatakan tidak akan mengandalkan obligasi pemerintah untuk pembiayaan defisit guna menutup kekurangan penerimaan tersebut. Namun, sumber pendanaan pengganti masih menjadi pembahasan.

image

(Image by: Reuters)

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah ketentuan bagi pelaku usaha yang terdampak perubahan tarif. Salah satunya adalah pemberian kelonggaran sementara terkait kewajiban menampilkan harga termasuk pajak selama masa perubahan tarif. Dukungan juga direncanakan bagi sektor pertanian, perikanan, kehutanan, serta usaha makanan dan minuman yang dapat terkena dampak kebijakan tersebut.

Pembagian beban pembiayaan program bantuan turut dibahas bersama pemerintah daerah. Dalam rancangan yang disepakati, pemerintah pusat akan menanggung sedikitnya dua pertiga biaya bantuan, sedangkan sisanya dibagi antara pemerintah prefektur dan pemerintah kota. Bagian yang menjadi tanggungan daerah akan mendapat dukungan melalui mekanisme transfer pemerintah.

Ketua Komisi Riset Sistem Pajak LDP, Itsunori Onodera, mengatakan pembahasan rancangan aturan tersebut di Diet Jepang diperkirakan berlangsung ketat. Pemerintah berencana mengajukan rancangan undang-undang terkait dalam sidang luar biasa Diet yang dijadwalkan berlangsung pada musim gugur dan menargetkan pengesahan sebelum akhir 2026.

Jika aturan tersebut disahkan, perubahan pajak makanan akan menjadi salah satu perubahan besar pada sistem konsumsi Jepang. Tarif 1% akan berlaku selama dua tahun, sementara pemerintah menyiapkan skema bantuan berdasarkan pendapatan sebagai kebijakan lanjutan setelah tarif kembali menjadi 8% pada 2029.  

 

Jepang Jadi Lokasi Studi Banding Polri

Polri Studi Banding ke Jepang, Pelajari Community Policing

image

Personel Binmas Polri mengunjungi Jepang untuk mempelajari penerapan community policing. Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan pemerintah Jepang pada Jumat (11/9/2026). (Image by: Kompas | Dok. Polri)

 

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan studi banding ke Jepang untuk mempelajari penerapan community policing dan sistem kepolisian yang berorientasi pada kedekatan dengan masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti oleh delegasi dari bidang Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polri dan berlangsung pada 3–11 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, personel Binmas dan Bhabinkamtibmas mempelajari secara langsung sistem Koban dan Chuzaisho yang diterapkan oleh kepolisian Jepang. Kedua sistem tersebut menjadi bagian dari pendekatan kepolisian setempat dalam menjaga keamanan serta melakukan pencegahan kejahatan di lingkungan masyarakat.

Melalui studi banding ke Jepang, delegasi Polri juga melakukan pertukaran informasi mengenai pelaksanaan community policing. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi personel Polri untuk melihat secara langsung bagaimana petugas kepolisian menjalankan tugas yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat wilayah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, personel Binmas dan Bhabinkamtibmas bertukar informasi dengan pihak kepolisian Jepang mengenai penerapan community policing melalui Koban dan Chuzaisho. Pertukaran tersebut mencakup upaya pencegahan kejahatan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

image

Delegasi Binmas Polri mempelajari penerapan community policing melalui sistem Koban dan Chuzaisho dalam kunjungan kerja ke Jepang yang berlangsung pada 3–11 September 2026. (Image by: Kumparan | Dok Polri)

Menurut Trunoyudo, pengalaman yang diperoleh selama kunjungan tersebut berkaitan dengan tugas Bhabinkamtibmas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di wilayah tugasnya. Karena itu, sistem kepolisian berbasis kedekatan masyarakat menjadi salah satu materi yang dipelajari oleh delegasi selama berada di Jepang.

Selain mempelajari community policing, delegasi Polri juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar informasi mengenai pendidikan kepolisian di Jepang. Dalam rangkaian kunjungan, delegasi mendatangi sekolah kepolisian tingkat prefektur untuk melihat dan mempelajari sistem pendidikan yang diterapkan bagi personel kepolisian.

Kegiatan studi banding Polri ke Jepang tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja yang berlangsung selama sembilan hari. Selain sistem Koban dan Chuzaisho, rangkaian kegiatan memberikan kesempatan kepada personel Polri untuk memperoleh informasi mengenai pendekatan kepolisian dalam pencegahan kejahatan, pemeliharaan keamanan, serta hubungan antara polisi dan masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut, Polri mempelajari berbagai praktik kepolisian di Jepang yang berkaitan dengan community policing dan pendidikan kepolisian. Informasi serta pengalaman yang diperoleh selama kegiatan menjadi bahan pembelajaran bagi pelaksanaan tugas Binmas dan Bhabinkamtibmas di Indonesia.  

 

Robot Tempat Sampah Diuji di Shinjuku

Robot Tempat Sampah Diuji di Shinjuku

image

Robot tempat sampah yang akan diuji di Stasiun Shinjuku (SoraNews24)

 

East Japan Railway (JR East) mulai menguji robot tempat sampah di Stasiun Shinjuku, Tokyo. Perangkat ini dirancang untuk bergerak secara mandiri di area stasiun dan mendekati penumpang yang membutuhkan tempat untuk membuang sampah. Uji coba tersebut dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan teknologi otomatis dalam mendukung layanan kebersihan di stasiun.

Kehadiran robot ini berkaitan dengan kondisi tempat sampah di Jepang yang tidak selalu mudah ditemukan di area publik. Penumpang terkadang harus membawa sampah hingga menemukan tempat pembuangan yang tersedia. Melalui uji coba tersebut, JR East mencoba menghadirkan tempat sampah yang dapat berpindah mengikuti rute tertentu di dalam stasiun.

Perangkat tersebut memiliki desain menyerupai kereta dengan bagian depan yang dilengkapi tampilan seperti mata. Bagian luarnya juga menggunakan elemen karakter beruang Shinjukuma, maskot Stasiun Shinjuku. Pada bagian samping, robot memiliki lubang yang dapat digunakan penumpang untuk memasukkan sampah ketika perangkat sedang melintas.

image

Robot tempat sampah yang akan diuji di Stasiun Shinjuku (SoraNews24)

Selama uji coba, robot akan bergerak secara otomatis di concourse bawah tanah lantai pertama basement Stasiun Shinjuku. Area operasionalnya mencakup bagian dalam gerbang tiket East, West, Central East, dan Central West. Pergerakannya dilakukan secara mandiri sehingga tidak perlu dikendalikan secara langsung oleh petugas selama beroperasi.

image

Robot tempat sampah yang akan diuji di Stasiun Shinjuku (SoraNews24)

Teknologi yang digunakan dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Cartken. Sistem tersebut merupakan autonomous delivery robot yang dapat digunakan di lingkungan dalam maupun luar ruangan. Dalam uji coba di Stasiun Shinjuku, teknologi ini dioperasikan oleh Melco Mobility Solutions dan Mitsubishi Electric.

Melalui pengujian ini, JR East juga akan melihat kemampuan robot dalam bergerak secara aman di tengah kepadatan penumpang. Sensor dan teknologi navigasi yang digunakan akan diuji dalam kondisi operasional stasiun. Perusahaan juga akan mengamati pengaruh keberadaan perangkat tersebut terhadap pergerakan penumpang serta respons pengguna.

image

Robot tempat sampah yang akan diuji di Stasiun Shinjuku (SoraNews24)

Stasiun Shinjuku menjadi lokasi pengujian karena memiliki arus penumpang yang sangat tinggi. Kondisi tersebut memungkinkan JR East mengevaluasi bagaimana robot bekerja di lingkungan dengan kepadatan manusia yang tinggi. Hasil pengujian nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk penggunaan teknologi serupa di lingkungan stasiun.

Uji coba robot tempat sampah ini berlangsung pada hari kerja mulai pukul 10.00 hingga 17.00, dari 8 September sampai 20 November 2026. Pengoperasian dilakukan di concourse basement lantai pertama Stasiun Shinjuku. Selama periode tersebut, penumpang yang berada di area pengujian dapat melihat langsung cara perangkat bergerak dan beroperasi di tengah aktivitas stasiun.  

 

Jepang Tambah Sektor Penerbangan

Jepang Tambah Sektor Penerbangan untuk Tenaga Kerja Asing

image

(image by: Kyodo)

 

TOKYO – Pemerintah Jepang mengusulkan penambahan sektor penerbangan ke dalam Program Pengembangan Keterampilan Kerja yang akan mulai diberlakukan pada April 2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri yang mengalami kekurangan pekerja.

Usulan tersebut disampaikan kepada panel ahli pada Rabu. Jika disetujui, sektor penerbangan akan menjadi salah satu dari total 18 sektor yang tercakup dalam program baru tersebut. Sektor lain yang telah masuk dalam rencana antara lain perawatan lansia, pertanian, dan akomodasi.

Pemerintah Jepang menargetkan kerangka program tersebut dapat disetujui dalam rapat Kabinet pada Desember. Program Pengembangan Keterampilan Kerja dirancang untuk menggantikan program pelatihan magang teknis bagi warga negara asing yang selama ini diterapkan di Jepang.

Dalam program baru ini, pekerja asing akan didorong untuk beralih ke status Pekerja Terampil Khusus setelah menjalani pekerjaan selama tiga tahun. Status tersebut memungkinkan pekerja asing untuk melanjutkan pekerjaan di Jepang dalam jangka waktu yang lebih panjang.

image

(image by: Japan Airlines)

Berdasarkan informasi dari Badan Layanan Imigrasi Jepang, sebanyak 300 dari total 4.900 kuota yang tersedia untuk sektor penerbangan di bawah status Pekerja Terampil Khusus Tipe I akan dialokasikan untuk program baru tersebut. Pekerjaan yang termasuk di dalamnya antara lain pekerjaan penanganan di darat bandara, seperti pemuatan dan penanganan kargo.

Selain sektor penerbangan, panel ahli juga membahas kondisi sektor jasa makanan. Pemerintah Jepang secara efektif menghentikan penerimaan baru pekerja asing melalui status Pekerja Terampil Khusus Tipe I di sektor tersebut sejak April karena jumlah pekerja telah mendekati batas kuota yang ditetapkan.

Penghentian penerimaan tersebut membuat sejumlah bisnis harus meninjau kembali rencana perekrutan tenaga kerja asing. Kondisi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait kebutuhan tenaga kerja di industri jasa makanan, sementara pemerintah menyatakan belum melihat perubahan besar dalam kondisi ekonomi yang memerlukan peningkatan batas kuota.

Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah Jepang akan mempertahankan kuota Pekerja Terampil Khusus Tipe I untuk sektor jasa makanan sebanyak 50.000 pekerja hingga akhir tahun fiskal 2028. Jumlah pekerja asing dalam sektor tersebut telah mencapai sekitar 46.000 orang pada akhir Februari.

Sumber: Kyodo News

</p style="text-align:>

Nagoya Dilanda Hujan Deras, Banjir

Nagoya Hadapi Banjir dan Gangguan Transportasi

image

Potret Orang-orang menerobos genangan air banjir di jalanan Nagoya pada 8 September 2026. (Image by: Kyodo)

 

NAGOYA – Hujan deras mengguyur wilayah Jepang bagian tengah pada Selasa (8/9), menyebabkan sejumlah kawasan di Nagoya, Prefektur Aichi, terendam banjir. Kondisi tersebut mengganggu lalu lintas, layanan kereta, serta sejumlah fasilitas publik. Pemerintah setempat juga meminta warga di beberapa wilayah untuk segera mengambil langkah demi keselamatan.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang mengeluarkan peringatan banjir Level 5, level tertinggi, untuk Sungai Shonai yang mengalir melalui Prefektur Aichi dan Gifu. Di Nagoya, curah hujan tercatat mencapai 104,5 milimeter dalam satu jam, menjadikannya curah hujan per jam tertinggi yang pernah tercatat di kota tersebut.

image

Kendaraan kendaraan terjebak di jalanan yang tergenang banjir di Nagoya pada 8 September 2026. (Image by: Kyodo)

Pemerintah Kota Nagoya meminta warga di sebagian wilayah Chikusa, Moriyama, dan Meito untuk segera mencari tempat yang aman. Hujan deras juga menyebabkan genangan di sejumlah jalan dan kawasan perkotaan. Hingga Selasa malam, sekitar 2.700 orang dilaporkan telah mengungsi ke tempat-tempat evakuasi, sementara pemerintah Prefektur Aichi menyebut empat orang mengalami luka ringan.

Gangguan juga terjadi pada transportasi umum. Layanan kereta bawah tanah yang dioperasikan Pemerintah Kota Nagoya sempat dihentikan, sementara jalur JR Chuo mengalami genangan. Di kawasan Sakae, salah satu area pusat kota Nagoya, air sempat menggenangi jalan hingga setinggi pergelangan kaki. Sejumlah kendaraan juga terjebak atau ditinggalkan di area jalan bawah tanah yang terendam.

Hujan deras turut berdampak pada perjalanan kereta jarak jauh. Layanan Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan wilayah Jepang bagian barat sempat dihentikan antara Tokyo dan Okayama, termasuk perjalanan menuju dan dari Nagoya. Layanan Sanyo Shinkansen juga mengalami penghentian sebagian akibat hujan. Kedua layanan Shinkansen tersebut kemudian kembali beroperasi sekitar pukul 17.15 waktu setempat.

image

Orang-orang mendorong mobil yang terjebak di jalan yang  (Image by: Kyodo)

Dampak hujan juga terlihat di sejumlah fasilitas yang akan digunakan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang dijadwalkan dibuka pada 19 September. Pemerintah Kota Nagoya melaporkan adanya kebocoran air di beberapa fasilitas venue pertandingan. Sejumlah atlet yang sedang berada di fasilitas penginapan di kawasan Garden Pier juga sempat mengungsi setelah wilayah tersebut mendapat perintah evakuasi, sebelum kembali setelah perintah tersebut dicabut.

Hujan deras terjadi akibat pengaruh front hujan yang melintasi wilayah tersebut. JMA memperingatkan bahwa linear rainbands, atau rangkaian awan hujan yang dapat menghasilkan hujan lebat di area yang sama selama beberapa jam, terbentuk di sejumlah wilayah Aichi dan Gifu. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap risiko banjir dan tanah longsor akibat hujan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jepang.

JMA juga memperingatkan bahwa kondisi serupa berpotensi terjadi di beberapa prefektur lain, termasuk Tokyo, Saitama, Chiba, Kanagawa, Osaka, dan Hyogo hingga Rabu (9/9). Warga di wilayah yang berpotensi terdampak diminta memperhatikan informasi terbaru dari pemerintah daerah dan otoritas cuaca serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk.

 

Hololive ART JAM!!! Hadir di Animate

image

Hololive Production ART JAM!!! Fair in animate resmi dimulai pada 29 Agustus 2026 dengan mengusung tema seni. Acara ini menghadirkan ilustrasi orisinal serta merchandise berupa potret diri yang dibuat langsung oleh para talenta yang terlibat dalam proyek tersebut.

Berlangsung hingga 27 September 2026, Hololive Production ART JAM!!! Fair tersedia di toko Animate di seluruh Jepang dan Animate Online Shop. Penggemar dapat menemukan berbagai merchandise khusus selama periode penyelenggaraan fair ini.

image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

Selain fair nasional, Hololive ART JAM!!! juga hadir melalui Only Shop yang dibuka di Animate Ikebukuro Main Store 7F SOUTH dan Animate Osaka Nipponbashi. Kedua lokasi tersebut mulai menggelar Only Shop pada 29 Agustus, dengan periode acara hingga 13 September 2026.

Di Animate Ikebukuro Main Store, Hololive ART JAM!!! menghadirkan area khusus yang menampilkan merchandise dan berbagai elemen visual dari proyek tersebut. Rangkaian ini menampilkan karya dari total sembilan talenta yang ikut berpartisipasi.

Tidak hanya Only Shop, Hololive ART JAM!!! juga dapat ditemukan di Animate Ikebukuro Main Store 1F melalui “Gallery D.N.A.”. Pameran tersebut berlangsung dari 29 Agustus hingga 27 September 2026 dan menampilkan karya serta elemen visual dari para talenta yang berpartisipasi.

Dengan adanya Hololive Production ART JAM!!! Fair in animate, penggemar dapat menikmati rangkaian program bertema seni di berbagai lokasi. Selain Only Shop di Ikebukuro dan Osaka Nipponbashi, acara ini juga mencakup fair nasional, pameran Gallery D.N.A., serta penjualan melalui Animate Online Shop.

 


Informasi Only Shop & Fair

Only Shop Periode: 29 Agustus–13 September 2026 Lokasi: Animate Ikebukuro Main Store lantai 7 SOUTH dan Animate Osaka Nipponbashi

Fair Periode: 29 Agustus–27 September 2026 Lokasi: Seluruh toko Animate di Jepang dan Animate Online Shop

Gallery D.N.A. Periode: 29 Agustus–27 September 2026 Lokasi: Animate Ikebukuro Main Store lantai 1, “Gallery D.N.A.”

© COVER © Animate Times

Catatan: Sebagian informasi di atas diterjemahkan menggunakan terjemahan otomatis.