Toilet Kardus Disorot di Jepang

image

Toilet Kardus yang jadi sorotan saat ini (Image by: news.ntv.co.jp)

Memasuki April, Jepang kembali diingatkan pada salah satu bencana besar dalam satu dekade terakhir, yaitu gempa Kumamoto yang terjadi pada 2016. Tepat di momen peringatan 10 tahun tersebut, gempa kembali mengguncang wilayah timur laut Jepang. Pada 20 April, gempa terjadi di lepas pantai Sanriku dengan intensitas seismik mencapai 5+ di Prefektur Aomori.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi bencana di Jepang tidak pernah benar-benar hilang. Dalam situasi seperti ini, perhatian tidak hanya tertuju pada evakuasi, tetapi juga pada bagaimana masyarakat bisa bertahan dengan lebih layak selama berada di tempat pengungsian.

image

Kebutuhan dasar ketika mengungsi (Image by: news.ntv.co.jp)

Belakangan, muncul kesadaran yang semakin kuat mengenai pentingnya tiga kebutuhan dasar saat bencana, yang dikenal dengan konsep TKB: toilet, dapur, dan tempat tidur. Ketiganya dianggap krusial untuk menjaga kondisi fisik sekaligus mental para pengungsi, terutama jika harus tinggal di pusat evakuasi dalam waktu lama.

Peningkatan kesadaran ini juga terlihat dari tren di pasar perlengkapan darurat. Produk-produk kesiapsiagaan bencana kini semakin beragam dan diminati. Menurut pihak Gooday, salah satu toko perlengkapan rumah tangga di Jepang, perlengkapan terkait toilet bahkan menyumbang sekitar 40 persen dari total produk kesiapsiagaan yang dijual.

image

Macam-macam toilet portable yang dijual di jepang (Image by: news.ntv.co.jp)

Tidak hanya dari sisi jumlah, kualitas produk juga terus berkembang. Berbagai inovasi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, seperti kemampuan mengurangi bau dan desain yang lebih praktis digunakan dalam kondisi darurat yang serba terbatas.

Salah satu produk yang banyak diminati adalah toilet portabel berbahan kardus. Meski terlihat sederhana, produk ini dirancang agar mudah dirakit dan tetap kokoh saat digunakan. Petunjuk perakitannya pun dibuat jelas agar bisa dipahami oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang belum pernah menggunakannya.

image

Toilet Kardus yang jadi sorotan saat ini (Image by: news.ntv.co.jp)

Dalam uji coba yang dilakukan oleh seorang reporter televisi lokal, toilet tersebut bisa dirakit dalam waktu sekitar lima menit. Setelah terpasang, strukturnya cukup stabil dan tidak mudah bergeser saat digunakan, meskipun seluruhnya terbuat dari bahan kardus.

Umumnya, satu paket toilet portabel sudah dilengkapi perlengkapan tambahan seperti koagulan, kantong sampah, dan tisu, yang cukup untuk beberapa kali penggunaan. Para ahli menilai, membiasakan diri menggunakan perlengkapan seperti ini sejak kondisi normal bisa membantu mengurangi kepanikan saat bencana benar-benar terjadi. Pasalnya, stres selama masa evakuasi kerap menjadi faktor yang memperburuk kondisi korban, bahkan bisa berdampak fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Api Melanda Kota Otsuchi

image

Kebakaran hutan di Otsuchi, Prefektur Iwate, pada 22 April 2026 (Image by : Kyodo)

Kebakaran hutan besar terjadi pada hari Rabu di dua lokasi berbeda dalam satu kota yang sama di Prefektur Iwate, wilayah timur laut Jepang. Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius karena api muncul hampir bersamaan, sehingga pihak berwenang setempat harus bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak mendukung memperparah penyebaran api, membuat upaya pemadaman menjadi semakin sulit dan kompleks.

Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di distrik Kozuchi, yang berada di kota Otsuchi, sekitar pukul 13.50 waktu setempat. Api dengan cepat menyebar dari titik awal ke beberapa bangunan serta kawasan hutan di sekitarnya. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi, menandakan luasnya area yang terdampak. Warga setempat pun mulai panik karena api bergerak cepat mengikuti arah angin yang cukup kencang.

Sekitar 10 kilometer dari lokasi pertama, kebakaran kedua juga terjadi di daerah pegunungan distrik Kirikiri pada siang hari yang sama. Berdasarkan laporan dari polisi dan sumber terkait, kedua kebakaran ini tidak dapat langsung dipastikan saling berkaitan, namun kemunculannya dalam waktu yang hampir bersamaan menimbulkan kekhawatiran akan potensi risiko yang lebih besar. Area pegunungan yang sulit dijangkau turut menyulitkan tim pemadam dalam menjinakkan api.

Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah kota segera mengeluarkan imbauan evakuasi bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran kedua. Sebanyak 1.077 orang dari 566 rumah tangga diminta untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerusakan material diperkirakan cukup signifikan mengingat luasnya area yang terdampak oleh kebakaran.

Untuk membantu proses pemadaman, pihak berwenang juga meminta dukungan dari Pasukan Bela Diri Jepang. Keterlibatan mereka diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim pemadam biasa. Sementara itu, observatorium cuaca setempat telah mengeluarkan peringatan terkait kondisi udara yang kering serta angin kencang, yang berpotensi memperburuk penyebaran api.

Seorang wanita berusia 61 tahun yang terpaksa mengungsi bersama keluarganya ke sebuah gimnasium mengungkapkan rasa terkejut dan kekhawatirannya. Ia tidak menyangka kebakaran bisa terjadi di dua lokasi sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan. Selain itu, ia juga mengaku cemas memikirkan kondisi rumahnya yang ditinggalkan, mencerminkan perasaan banyak warga lain yang kini harus menghadapi ketidakpastian akibat bencana tersebut.

Pesona Musim Semi Hitachi

image

Nemophila, juga dikenal sebagai baby blue-eyes (Image by : SoraNews24)

Dua jam ke arah utara dari Tokyo terdapat salah satu destinasi bunga musim semi paling indah di Jepang setelah musim sakura. Meskipun musim bunga sakura sudah berakhir, hal ini justru menandakan bahwa berbagai jenis bunga musiman lainnya mulai menjadi pusat perhatian di seluruh Jepang. Salah satu yang paling terkenal adalah Nemophila, yang juga dikenal sebagai baby blue-eyes, yang biasanya mulai mekar pada pertengahan April dan mengubah seluruh lanskap menjadi hamparan biru yang lembut.


Salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan bunga ini adalah Hitachi Seaside Park, yang terletak di Kota Hitachi, Prefektur Ibaraki. Taman ini sangat populer di kalangan pecinta bunga karena bukit Nemophila yang ikonik yang dikenal sebagai Miharashi no Oka. Pada tahun-tahun sebelumnya, area ini dipenuhi sekitar 4,5 juta bunga Nemophila, sebuah pemandangan menakjubkan yang menarik banyak pengunjung dari Jepang maupun luar negeri.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemandangan bunga di taman ini menjadi semakin luar biasa. Saat ini, taman tersebut memiliki sekitar 5,3 juta bunga Nemophila, menciptakan lanskap biru yang lebih luas dan lebih indah dari sebelumnya. Perluasan area bunga ini menjadikan taman tersebut sebagai salah satu destinasi musim semi yang paling sering difoto di Jepang, terutama saat puncak mekarnya bunga ketika seluruh bukit tampak menyatu dengan langit.

image

Hitachi Seaside Park, yang terletak di Kota Hitachi, Prefektur Ibaraki (Image by : SoraNews24)

Saat ini, bunga Nemophila di Hitachi Seaside Park sedang mekar penuh dan menawarkan pemandangan yang sangat spektakuler bagi para pengunjung. Menurut pembaruan dari pihak taman, bunga-bunga ini diperkirakan akan tetap berada pada puncak keindahannya hingga sekitar 25 April. Setelah periode tersebut, bunga masih akan tetap indah hingga akhir April, meskipun intensitas mekarnya akan mulai berkurang secara perlahan.

Memasuki awal Mei, bunga-bunga tersebut akan melewati masa puncaknya, dan setelah 10 Mei, diperkirakan akan menghilang sepenuhnya hingga musim semi tahun berikutnya. Jendela waktu mekar yang singkat ini membuat waktu kunjungan menjadi sangat penting bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan terbaik dari taman ini.

Bagi yang berencana berkunjung dari Tokyo, perjalanan menuju lokasi ini cukup mudah. Stasiun terdekat adalah Stasiun Katsuta di Jalur Joban, yang dapat dicapai dari Stasiun Ueno dalam waktu sekitar 75 menit. Dari Stasiun Katsuta, pengunjung dapat naik bus dari pintu keluar timur yang berangkat setiap sekitar 15 menit dari halte bus nomor dua. Perjalanan dengan bus memakan waktu sekitar 15 menit dan akan berhenti di Kaihin Park, yang merupakan titik akses utama menuju Hitachi Seaside Park.

Gempa 7,7 Guncang Jepang

image

Peta peringatan tsunami dan titik gempa berada (Image by: BBC News)

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut dan utara Jepang pada Senin, memicu tsunami setinggi hingga 80 sentimeter di sepanjang pantai Pasifik. Badan Meteorologi Jepang segera mengeluarkan peringatan kewaspadaan, mengingat adanya peningkatan risiko gempa besar susulan dalam kurun waktu sepekan ke depan. Guncangan ini menimbulkan kepanikan di berbagai wilayah pesisir, meskipun dampak tsunami yang terjadi tidak sebesar perkiraan awal yang mencapai 3 meter.

Peringatan tsunami sempat diberlakukan untuk sejumlah prefektur seperti Hokkaido, Aomori, dan Iwate, sebelum akhirnya diturunkan menjadi imbauan. Menjelang tengah malam, seluruh imbauan tersebut, termasuk yang mencakup Miyagi dan Fukushima, resmi dicabut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tsunami setinggi 80 sentimeter tercatat mencapai pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate sekitar 40 menit setelah gempa terjadi. Pusat gempa berada di lepas pantai Sanriku dengan kedalaman sekitar 19 kilometer. Getaran gempa juga terasa hingga Tokyo, dengan intensitas mencapai level 5 pada skala seismik Jepang, yang menunjukkan kondisi di mana orang kesulitan berjalan tanpa berpegangan.

image

Ilustrasi tepi laut jepang (Image by:  Deccan Herald)

Sebagai respons terhadap kejadian ini, pemerintah Jepang mengaktifkan sistem peringatan khusus yang mencakup 182 kotamadya di tujuh prefektur, dari Hokkaido hingga Chiba. Sistem yang dikenal sebagai “Peringatan Gempa Lanjutan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku” ini baru kedua kalinya digunakan sejak diperkenalkan pada Desember 2022. Peringatan tersebut didasarkan pada pengalaman gempa besar tahun 2011, dengan tujuan mengantisipasi kemungkinan gempa berkekuatan minimal 8,0 dalam tujuh hari setelah gempa utama.

Pemerintah melalui Kantor Kabinet juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait prediksi gempa, serta tidak melakukan penimbunan bahan makanan secara berlebihan. Sementara itu, laporan korban menunjukkan beberapa cedera akibat kepanikan saat evakuasi, termasuk warga lanjut usia yang mengalami patah tulang dan seorang wanita muda yang mengalami benturan di kepala.

Di sisi lain, tidak ditemukan adanya anomali pada fasilitas penting seperti pembangkit listrik tenaga nuklir di Higashidori, Onagawa, maupun Fukushima Daiichi dan Daini. Layanan transportasi sempat terganggu, termasuk penghentian sementara Tohoku Shinkansen yang berdampak pada puluhan ribu penumpang, sebelum akhirnya kembali beroperasi normal. Perdana Menteri Jepang pun mengimbau warga di wilayah terdampak untuk tetap siaga dan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika diperlukan, demi mengantisipasi potensi bencana lanjutan.

Tourist Pasmo Resmi Diluncurkan

image

Tampilan Kartu Turis Pasmo (Image by : Japan Today)

Kartu IC transportasi prabayar khusus wisatawan asing akan mulai hadir di Jepang pada bulan Mei mendatang. Inovasi ini diperkenalkan oleh Pasmo Co. sebagai upaya untuk mempermudah mobilitas turis selama berada di negara tersebut, khususnya di wilayah metropolitan Tokyo. Dengan sistem pembayaran tanpa uang tunai yang semakin berkembang, kehadiran kartu ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi wisatawan yang ingin bepergian dengan lebih efisien tanpa harus membeli tiket secara terpisah setiap kali menggunakan transportasi umum.

Kartu yang diberi nama “Tourist Pasmo” ini dirancang khusus untuk kebutuhan pelancong jangka pendek, dengan masa berlaku hingga 28 hari sejak pertama kali digunakan. Selain untuk perjalanan menggunakan kereta dan transportasi umum lainnya, kartu ini juga dapat digunakan untuk berbagai transaksi non-tunai di sejumlah fasilitas yang telah mendukung sistem pembayaran IC. Penjualannya akan dilakukan melalui mesin tiket otomatis serta loket resmi di berbagai stasiun, termasuk bandara internasional utama seperti Narita International Airport dan Haneda Airport.

Dari sisi harga, kartu ini ditawarkan dengan skema yang cukup fleksibel bagi wisatawan. Di Bandara Narita, kartu dapat dibeli dengan harga awal 2.000 yen, sementara di Bandara Haneda tersedia pilihan pengisian saldo mulai dari 1.000 yen hingga 10.000 yen. Menariknya, kartu ini tidak memerlukan deposit seperti kartu IC pada umumnya, sehingga lebih ramah bagi turis. Meski demikian, saldo yang tersisa di dalam kartu tidak dapat diuangkan kembali, meskipun pengguna tetap dapat melakukan pengisian ulang selama masa berlaku masih aktif.

Peluncuran “Tourist Pasmo” ini juga menjadi bagian dari pembaruan layanan setelah sebelumnya Pasmo menghentikan penjualan kartu “Pasmo Passport” pada tahun 2024. Sebagai pengganti, kartu baru ini hadir dengan desain yang lebih modern dan dianggap “bergaya,” menampilkan karakter kanji yang berkaitan dengan perjalanan dan pariwisata Jepang. Selain fungsi utamanya sebagai alat pembayaran, kartu ini juga dirancang agar dapat dibawa pulang oleh wisatawan sebagai suvenir khas dari perjalanan mereka di Jepang.

Secara umum, kartu Pasmo sendiri merupakan salah satu kartu IC yang diterbitkan oleh berbagai operator kereta non-JR di wilayah Tokyo dan sekitarnya. Keunggulan dari kartu ini adalah kompatibilitasnya yang luas, sehingga dapat digunakan di berbagai sistem transportasi umum di seluruh Jepang yang menerima kartu IC. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu alat pembayaran yang sangat praktis, baik bagi penduduk lokal maupun wisatawan asing yang ingin menjelajahi berbagai kota tanpa hambatan.

Selain Pasmo, terdapat juga kartu IC populer lainnya di Jepang, yaitu Suica yang diterbitkan oleh East Japan Railway Company. Perusahaan tersebut juga menyediakan kartu khusus wisatawan bernama “Welcome Suica,” yang memiliki masa berlaku serupa, yaitu 28 hari. Kartu ini memiliki desain khas dengan motif bunga sakura, memberikan sentuhan estetika Jepang yang kuat sekaligus menambah nilai sebagai kenang-kenangan bagi para pelancong yang berkunjung ke Negeri Sakura.

Festival Bunga Anime di Tokyo

image

Ilustrasi Pikachu yang padukan dengan gambar Ukiyo-E (Image by: PR TIMES)

Pameran unik yang memadukan bunga, anime, dan estetika ukiyo-e digelar di kawasan Marunouchi, dekat Stasiun Tokyo. Acara ini menghadirkan karya seni visual yang menggabungkan budaya tradisional Jepang dengan karakter populer modern.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah karakter Pikachu, yang dikenal sebagai salah satu ikon paling menggemaskan di Jepang. Dalam instalasi kali ini, Pikachu digambarkan dalam suasana artistik yang berbeda, termasuk adegan bersama seorang wanita muda yang mengenakan kimono.

image

Pamflet resmi Tokyo Flower Carpet 2026 (Image by: PR TIMES)

Selain unsur anime, pameran ini juga mengusung gaya seni ukiyo-e yang berasal dari periode Edo. Teknik cetak blok kayu yang menjadi ciri khas ukiyo-e dahulu membuat seni lebih mudah diakses masyarakat, dan kini interpretasinya dihadirkan kembali melalui media bunga.

Tahun 2026 menjadi momen spesial karena menandai 30 tahun waralaba Pokémon sekaligus 25 tahun berdirinya Hanae Japan. Kelompok seni ini dikenal dengan karya mosaik bunga berskala besar yang dipamerkan di ruang publik.

Hanae Japan kembali menggelar acara tahunan Tokyo Flower Carpet di kawasan Marunouchi. Tahun ini, desain bertema Pokémon bergaya ukiyo-e menjadi salah satu daya tarik utama, memadukan karakter populer dengan sentuhan seni klasik Jepang.

image

Dokumentasi dari event Tokyo Flower Carpet (Image by: PR TIMES)

Selain karya bertema Pokémon, acara ini juga menampilkan sekitar 10 karya seni bunga yang dibuat oleh siswa dari sekolah berkebutuhan khusus. Partisipasi ini menambah nilai inklusivitas dan keberagaman dalam pameran.

Pengunjung dapat menikmati Tokyo Flower Carpet secara gratis. Selain itu, tersedia juga pertunjukan budaya seperti kabuki pada hari pertama dan bugaku, yaitu musik serta tarian istana klasik Jepang, pada hari terakhir acara.

Acara ini berlangsung pada 17 hingga 19 April di median Jalan Gyoko-dori, yang menghubungkan Stasiun Tokyo dengan area Istana Kekaisaran. Karena digelar di ruang terbuka, tidak ada jam operasional resmi, namun pengunjung disarankan datang lebih awal sebelum instalasi dibongkar pada malam hari terakhir.

Alpine Tateyama Dibuka Kembali

Rute pegunungan yang membentang indah melintasi Pegunungan Alpen Utara di Jepang bagian tengah kembali dibuka untuk wisatawan setelah ditutup selama musim dingin, menandai dimulainya kembali operasional penuh Jalur Alpine Tateyama Kurobe setelah sekitar 18 minggu penutupan. Jalur ini secara resmi dibuka kembali pada hari Rabu setelah para pekerja berhasil membersihkan dan membentuk jalur yang sebelumnya tertutup oleh tumpukan salju tebal, sehingga memungkinkan akses kembali bagi kendaraan dan wisatawan yang ingin menikmati salah satu rute pegunungan paling terkenal di Jepang.

Jalur sepanjang lebih dari 37 kilometer ini menghubungkan Kota Tateyama di Prefektur Toyama dengan Kota Omachi di Prefektur Nagano, dan menjadi salah satu destinasi wisata musim semi yang sangat populer karena menawarkan kombinasi unik antara jalan raya pegunungan, kereta funikular, dan kereta gantung yang melintasi lanskap Alpen Jepang yang dramatis. Pembukaan kembali rute ini ditandai dengan sebuah upacara di Stasiun Ogizawa di Omachi, yang merupakan titik keberangkatan jalur dari sisi Nagano, di mana para peserta merayakan momen tersebut dengan menarik bola kertas yang digantung untuk melepaskan pita-pita warna-warni serta secara simbolis melepas keberangkatan bus-bus yang akan melayani rute tersebut.

image

Jalur Alpine Tateyama Kurobe (Image by : Google)

Dalam perayaan tersebut, suasana semakin meriah ketika para wisatawan dan peserta upacara menyaksikan langsung dimulainya kembali perjalanan di jalur ini, termasuk pemberhentian di Bendungan Kurobe yang terkenal dengan pemandangan spektakulernya. Di lokasi tersebut, para pengunjung disuguhi anggur lokal serta jus apel khas dari Kota Omachi sambil menikmati panorama alam pegunungan yang masih diselimuti sisa-sisa salju, menciptakan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dan budaya lokal secara bersamaan.

Perjalanan wisata juga mencakup singgah di Stasiun Murodo yang berada di Prefektur Toyama pada ketinggian sekitar 2.450 meter di atas permukaan laut, salah satu titik tertinggi dalam rute tersebut yang terkenal dengan “koridor salju” atau snow wall yang menjulang tinggi di sisi jalan. Para pelancong tampak antusias mengabadikan momen dengan berfoto di antara dinding-dinding salju tersebut yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya, meskipun para pejabat mencatat bahwa tinggi maksimal dinding salju tahun ini mencapai sekitar 12 meter, lebih rendah sekitar 4 meter dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pihak pengelola rute, Tateyama Kurobe Kanto, melaporkan bahwa jalur ini berhasil menarik sekitar 845.000 wisatawan pada tahun lalu, dengan tren kunjungan yang terus meningkat selama lima tahun berturut-turut setelah sempat mengalami penurunan akibat pandemi virus corona. Pemulihan jumlah pengunjung ini dianggap mencerminkan kembali tingginya minat wisatawan terhadap destinasi alam Jepang, khususnya rute Alpen yang ikonik ini, yang menawarkan pengalaman perjalanan lintas pegunungan yang unik dan spektakuler.

Presiden Mikado Kaname menyampaikan bahwa berbagai acara telah direncanakan untuk memperingati ulang tahun ke-55 pembukaan penuh jalur tersebut, sebagai bentuk perayaan sejarah panjang dan keberlanjutan rute wisata ini. Ia juga berharap agar semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, dapat kembali menikmati keindahan dan pengalaman unik dari perjalanan melintasi Jalur Alpine Tateyama Kurobe pada tahun ini, seiring dengan meningkatnya minat wisata pascapandemi.

Pembatasan Power Bank Penerbangan

image

Mulai 24 April Jepang Melarang Mengisi Daya Selama Penerbangan (Image by : Google)

Pemerintah Jepang mengumumkan kebijakan baru yang membatasi jumlah power bank yang boleh dibawa oleh penumpang dalam penerbangan komersial menjadi maksimal dua unit per orang. Kebijakan ini diberlakukan sebagai respons terhadap meningkatnya insiden yang melibatkan perangkat baterai portabel tersebut, seperti kasus terbakar atau mengeluarkan asap di dalam pesawat yang dianggap berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Pemerintah menilai bahwa pembatasan ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi selama perjalanan udara, khususnya yang berkaitan dengan baterai lithium yang umum digunakan pada power bank.

Menteri Perhubungan Jepang, Yasushi Kaneko, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa aturan baru ini akan mulai diterapkan pada tanggal 24 April. Selain membatasi jumlah power bank yang boleh dibawa, regulasi tersebut juga secara efektif melarang penumpang menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat elektronik mereka selama berada di dalam pesawat. Tidak hanya itu, penumpang juga tidak diperbolehkan mengisi ulang daya power bank menggunakan stopkontak listrik yang tersedia di kabin pesawat, sehingga penggunaannya akan semakin dibatasi secara ketat selama penerbangan berlangsung.

Kebijakan ini sejalan dengan standar dan rekomendasi internasional yang dikeluarkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Pada bulan Maret, badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut telah menetapkan pedoman baru terkait pembatasan perangkat berbasis baterai lithium milik penumpang, dengan tujuan meningkatkan keselamatan penerbangan global. Jepang kemudian menyesuaikan kebijakan nasionalnya agar selaras dengan aturan internasional tersebut, sekaligus memperkuat sistem keselamatan di sektor transportasi udara.

image

Jepang Batasi PowerBank 2 Unit Per Orang (Image by : Google)


Selain pembatasan jumlah, Kementerian Perhubungan Jepang juga menegaskan bahwa power bank dengan kapasitas yang melebihi 160 watt-jam tidak diperbolehkan untuk dibawa ke dalam pesawat dalam kondisi apa pun. Aturan ini dibuat karena baterai dengan kapasitas besar dianggap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami overheat atau kebakaran jika terjadi kerusakan atau penggunaan yang tidak sesuai standar keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, pengawasan terhadap spesifikasi teknis perangkat yang dibawa penumpang akan diperketat.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah juga mengimbau para penumpang untuk lebih bijak dalam menggunakan perangkat elektronik mereka sebelum dan selama perjalanan. Penumpang disarankan untuk mengisi daya perangkat seluler langsung dari fasilitas stopkontak yang tersedia di bandara sebelum keberangkatan, sehingga tidak terlalu bergantung pada power bank selama berada di dalam pesawat. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan penggunaan baterai portabel di kabin.

Sebelumnya, pada Juli tahun lalu, pemerintah Jepang sudah mulai memberikan imbauan kepada para pelancong agar menyimpan power bank di tempat yang mudah dijangkau selama penerbangan, bukan di kompartemen bagasi atas. Selain itu, perangkat pengisi daya portabel juga telah dilarang untuk dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar. Kebijakan baru ini merupakan kelanjutan dari upaya bertahap pemerintah dalam meningkatkan keselamatan penerbangan dengan menekan risiko yang berasal dari perangkat baterai milik penumpang.

Lonjakan Peserta JLPT Jepang

image

Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) (Image by : Google)

Pendaftaran untuk beberapa tingkatan Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT), yang secara luas digunakan sebagai syarat untuk bekerja maupun melanjutkan studi di Jepang bagi warga negara asing, telah ditutup lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh penyelenggara pada hari Senin, yang menyoroti adanya lonjakan permintaan peserta ujian yang jauh melampaui kapasitas tempat ujian yang tersedia. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa banyak calon peserta tidak dapat melakukan pendaftaran tepat waktu, meskipun mereka sudah bersiap untuk mengikuti ujian tersebut sebagai bagian dari persyaratan karier atau pendidikan mereka.

Lembaga Pertukaran dan Layanan Pendidikan Jepang (JESS), yang menyelenggarakan ujian di Jepang dua kali setiap tahun, menjelaskan bahwa penutupan pendaftaran dilakukan lebih awal karena kesulitan dalam menyediakan jumlah tempat ujian yang cukup untuk menampung peningkatan signifikan jumlah peserta. Batas waktu pendaftaran untuk ujian sesi 5 Juli sebenarnya ditetapkan hingga 7 April, namun pendaftaran untuk level N4 dan N3 sudah harus dihentikan lebih awal, yakni masing-masing pada tanggal 25 dan 27 Maret. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya permintaan tidak dapat diimbangi dengan kapasitas pelaksanaan ujian yang ada saat ini.

Di sisi lain, pemerintah Jepang menegaskan bahwa warga negara asing yang ingin bekerja di bawah skema pekerja terampil di sektor-sektor yang mengalami kekurangan tenaga kerja pada prinsipnya diwajibkan untuk lulus tes kemampuan bahasa Jepang. Oleh karena itu, penutupan pendaftaran lebih awal ini berpotensi berdampak langsung pada banyak pelamar kerja asing, terutama mereka yang sedang mengejar sertifikasi bahasa Jepang sebagai syarat administratif untuk mendapatkan pekerjaan di Jepang.

image

Tangkapan layar dari situs web resmi JLPT (Image by : Kyodo)

Penyelenggara ujian telah meminta para pemberi kerja maupun lembaga pendidikan untuk mempertimbangkan penggunaan tes bahasa Jepang alternatif sebagai pengganti sertifikasi N4 dan N3 jika memungkinkan. Namun demikian, menurut sumber pemerintah, khususnya untuk level N3 tidak terdapat pengganti yang benar-benar praktis, sehingga para pelamar yang terdampak kemungkinan besar harus menunggu hingga periode ujian berikutnya yang akan dilaksanakan pada bulan Desember. Situasi ini menambah tantangan bagi mereka yang memiliki batas waktu pengurusan visa atau kebutuhan kerja yang mendesak.


Dalam struktur JLPT, N1 merupakan tingkat paling mahir, sementara N5 adalah tingkat dasar. Level N4 mengukur kemampuan memahami percakapan sederhana yang diucapkan perlahan serta membaca teks bahasa Jepang dasar, sedangkan N3 mencerminkan kemampuan bahasa Jepang sehari-hari yang lebih praktis, termasuk memahami percakapan dengan kecepatan normal serta teks umum yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa pekerjaan seperti pengemudi bus dan taksi bahkan mensyaratkan kemampuan minimal setara N3, sehingga keterbatasan kapasitas ujian ini berdampak langsung pada peluang kerja di sektor-sektor tersebut.

Menurut data penyelenggara dan Japan Foundation yang mengelola pelaksanaan ujian di luar Jepang, jumlah pendaftar JLPT telah mencapai rekor sekitar 1,05 juta orang di seluruh dunia untuk sesi Desember tahun lalu. Sementara itu, pada sesi Juli sebelumnya, sekitar 900.000 orang mendaftar, dengan sekitar 770.000 peserta benar-benar mengikuti ujian, termasuk sekitar 220.000 peserta di level N3 dan 180.000 di level N4. JLPT sendiri telah didirikan sejak tahun 1984 sebagai sarana resmi untuk mengukur dan mensertifikasi kemampuan bahasa Jepang bagi penutur non-asli, dan hingga kini terus menjadi salah satu standar utama yang digunakan secara global untuk keperluan pendidikan, kerja, maupun imigrasi ke Jepang.

Aliansi AI Industri Jepang

image

SoftBank Corp (Image by : JapanToday)

Perusahaan-perusahaan besar Jepang, termasuk SoftBank Corp, NEC Corp, Honda Motor Co, dan Sony Group Corp, mengambil langkah strategis dengan mendirikan sebuah perusahaan baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) skala besar. Inisiatif ini menandai keseriusan Jepang dalam memperkuat posisi mereka di tengah persaingan global yang semakin ketat di bidang teknologi AI.

Langkah tersebut tidak lepas dari kekhawatiran bahwa Jepang mulai tertinggal dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan teknologi dari Amerika Serikat dan Tiongkok yang telah lebih dahulu mengembangkan model AI canggih. Oleh karena itu, kolaborasi lintas industri ini diharapkan mampu mempercepat inovasi serta menciptakan ekosistem AI yang lebih mandiri di dalam negeri. Dukungan dari pemerintah juga dianggap krusial untuk memastikan keberhasilan proyek jangka panjang ini.

Perusahaan baru ini tidak hanya akan mengembangkan model AI untuk kebutuhan internal, tetapi juga berencana membagikan teknologi tersebut kepada berbagai perusahaan Jepang lainnya. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh sektor industri, mulai dari manufaktur hingga layanan. Dalam tahap lanjutan, pengembangan juga akan diarahkan pada AI yang mampu mengoperasikan robot di lingkungan pabrik, sehingga meningkatkan efisiensi dan otomatisasi produksi.

Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan ini menargetkan perekrutan sekitar 100 insinyur AI yang memiliki keahlian tinggi. Proyek ini akan dipimpin oleh seorang eksekutif dari SoftBank, yang diharapkan mampu mengoordinasikan berbagai pihak yang terlibat serta memastikan arah pengembangan tetap sesuai dengan visi besar perusahaan.

image

NEC Corp (Image by : JapanToday)


Selain para pendiri utama, sejumlah institusi besar juga turut memberikan dukungan investasi, di antaranya Nippon Steel Corp, Kobe Steel Ltd, MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp, dan Mizuho Bank. Keterlibatan berbagai sektor ini menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya menjadi kepentingan industri teknologi, tetapi juga sektor keuangan dan manufaktur.

Dalam pelaksanaannya, SoftBank dan NEC akan memimpin proses pengembangan inti, yang kemudian akan diperkuat dengan kolaborasi bersama Preferred Networks Inc, sebuah perusahaan AI yang berbasis di Tokyo. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat global serta mempercepat implementasi teknologi di berbagai bidang.

Untuk mendukung pembiayaan proyek ini, perusahaan baru tersebut berencana mengajukan pendanaan kepada Organisasi Pengembangan Teknologi Energi Baru dan Industri. Lembaga publik ini diketahui menyiapkan dana hingga 1 triliun yen guna mendorong pengembangan AI dalam negeri. Jika terealisasi, dukungan ini akan menjadi salah satu investasi terbesar Jepang dalam bidang kecerdasan buatan.

Secara keseluruhan, pembentukan perusahaan ini mencerminkan upaya Jepang dalam membangun kemandirian teknologi serta memperkuat daya saing global. Dengan menggabungkan kekuatan berbagai perusahaan besar dan dukungan pemerintah, Jepang berharap dapat kembali menjadi pemain utama dalam revolusi teknologi AI di masa depan.