Topan Jangmi Hantam Jepang
image

Sungai Zempukuji terlihat meluap di Distrik Suginami (Image by: Kyodo)

Topan Jangmi menerjang wilayah pesisir Pasifik di Jepang bagian barat dan timur pada Rabu (4/6), setelah mendarat di Prefektur Wakayama pada dini hari. Cuaca ekstrem yang dibawa topan tersebut menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah serta mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, Topan Jangmi mendarat sekitar pukul 04.30 pagi di bagian selatan Prefektur Wakayama. Sebelum mencapai daratan utama Jepang, topan ini telah melintas di dekat Prefektur Okinawa dan Kagoshima selama dua hari sebelumnya.

image

Sungai Koza yang meluap di Prefektur Wakayama Selatan (Image by: Kyodo)

Pemerintah Jepang sempat mengeluarkan peringatan banjir darurat level 5 untuk Sungai Koza di Prefektur Wakayama. Peringatan tertinggi tersebut menunjukkan kondisi yang mengancam jiwa dan mengharuskan warga segera mengambil tindakan untuk melindungi keselamatan mereka.

Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan bahwa hingga pukul 14.00 waktu setempat, sedikitnya 23 orang terluka di enam prefektur. Dari jumlah tersebut, 17 korban luka tercatat berada di Prefektur Okinawa.

Meski Sungai Koza sempat meluap, Badan Meteorologi Jepang menurunkan status peringatan banjir darurat level 5 pada pukul 08.50 pagi. Sementara itu, di Prefektur Shizuoka, tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 11.00 mengakibatkan lumpur menutupi jalur kereta api. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut karena layanan kereta telah dihentikan sejak awal hari.

image

Sungai Koza yang meluap di Prefektur Wakayama Selatan (Image by: Kyodo)

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan pemerintah menerima laporan mengenai jalan yang tergenang banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor di wilayah yang membentang dari Kyushu hingga kawasan Kanto, termasuk Tokyo. Hujan lebat akibat topan terjadi di area yang luas dan berdampak pada berbagai daerah.

Wilayah metropolitan Tokyo juga mengalami hujan deras pada pagi hari. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan bahaya banjir untuk beberapa sungai di ibu kota. Peringatan tersebut mengimbau warga yang berada di area rawan untuk bersiap melakukan evakuasi dan meninggalkan lokasi jika diperlukan, bahkan sebelum instruksi evakuasi resmi diterbitkan.

Topan keenam yang terjadi di Jepang tahun ini juga mengganggu layanan transportasi dan kegiatan pendidikan. Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan seluruh penerbangan domestik pagi dari Bandara Haneda serta beberapa penerbangan internasional. Sejumlah layanan kereta ekspres JR juga dihentikan sementara. Kementerian Pendidikan Jepang melaporkan sebanyak 5.378 sekolah dan universitas di 23 dari 47 prefektur ditutup pada hari yang sama. Hingga pukul 18.00, Topan Jangmi berada di Samudra Pasifik sekitar 190 kilometer di sebelah timur Choshi, Prefektur Chiba, dan bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 50 kilometer per jam. Topan tersebut diperkirakan terus bergerak ke arah timur dan melemah menjadi sistem tekanan rendah ekstratropis.

Sumber: Kyodo News