WNI Tewas Ditusuk di Jepang

image

(Image by: Pakutaso)

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berusia 20 tahun meninggal dunia setelah mengalami penusukan di apartemen tempat tinggalnya di Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang, pada Senin (7/7). Kepolisian Prefektur Shizuoka saat ini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan seorang pria yang tewas tertabrak kereta tidak lama setelah kejadian.

Korban diketahui bernama Keiko Altaira Hanafi. Berdasarkan keterangan kepolisian, ia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah apartemen di Hamamatsu. Seorang petugas polisi menemukan korban sekitar pukul 11.40 waktu setempat dalam kondisi kritis akibat mengalami beberapa luka tusuk. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah seorang tetangga menghubungi layanan darurat. Dalam laporannya, saksi mengaku mendengar teriakan seorang perempuan dari apartemen di sebelah tempat tinggalnya. Selain itu, saksi juga melaporkan melihat seorang pria berpakaian serba hitam meninggalkan area apartemen sesaat setelah teriakan tersebut terdengar.

Tidak lama setelah laporan penusukan diterima, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta di Jalur JR Tokaido. Polisi kini menyelidiki apakah terdapat hubungan antara kematian pria tersebut dengan kasus penusukan yang menewaskan perempuan asal Indonesia itu. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap identitas pria yang tewas maupun hubungan keduanya.

image

(Image by: Pakutaso)

Keterangan juga diperoleh dari masinis kereta yang terlibat dalam insiden tersebut. Menurut penyidik, masinis melihat seseorang berpakaian hitam melompati pagar pembatas sebelum memasuki jalur rel sesaat sebelum kereta melintas. Keterangan tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Lokasi penusukan berada di kawasan permukiman yang berjarak sekitar 500 meter di sebelah barat Stasiun JR Maisaka, Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara di area apartemen serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk membantu mengungkap kronologi peristiwa.

Salah seorang saksi yang berusia sekitar 70 tahun mengatakan bahwa ia melihat jejak darah membentang dari pintu masuk apartemen hingga area parkir di luar bangunan. Informasi tersebut turut dicatat oleh penyidik sebagai bagian dari pemeriksaan di lokasi kejadian, bersamaan dengan pengumpulan barang bukti lainnya.

Hingga berita ini ditulis, Kepolisian Prefektur Shizuoka masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan apakah terdapat hubungan antara pria yang tewas tertabrak kereta dengan kasus penusukan tersebut. Polisi juga belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Sumber: Kyodo News, Mainichi Japan

 

Jepang Perkuat Industri Konten

Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan peningkatan anggaran dukungan bagi industri konten, seperti anime, game, manga, musik, film, dan drama. Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, nilai dukungan yang disiapkan diperkirakan mencapai sekitar 100 miliar yen per tahun sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing industri kreatif Jepang di pasar internasional.

Rencana tersebut menjadi bagian dari target pemerintah untuk mengamankan sedikitnya 500 miliar yen dalam lima tahun ke depan guna mendukung ekspansi industri konten ke luar negeri. Kebutuhan anggaran itu akan dimasukkan ke dalam usulan anggaran tahun fiskal 2027 yang dijadwalkan mulai disusun pada musim panas tahun ini.

FILE2

Ilustrasi merch anime (Image by: Pakutaso)

Pembahasan mengenai kebijakan baru ini juga berkaitan dengan evaluasi terhadap Cool Japan Fund Inc., perusahaan patungan publik-swasta yang dibentuk lebih dari satu dekade lalu untuk mempromosikan budaya dan produk kreatif Jepang di luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga tersebut mencatat akumulasi kerugian besar akibat kinerja yang kurang baik dari sejumlah perusahaan yang menerima investasinya.

Pemerintah Jepang menargetkan arah kebijakan baru ini dapat diputuskan sebelum akhir tahun. Meski demikian, efektivitas penambahan anggaran masih menjadi perhatian karena pemerintah perlu memastikan bahwa dukungan baru tersebut mampu menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan industri konten Jepang.

Industri konten sendiri saat ini menjadi salah satu dari 17 sektor prioritas yang didorong pemerintah untuk menerima investasi pertumbuhan, bersama sektor strategis lainnya seperti semikonduktor. Nilai penjualan industri konten Jepang di pasar luar negeri telah mencapai sekitar 6 triliun yen per tahun, bahkan melampaui nilai ekspor semikonduktor. Pemerintah pun menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 20 triliun yen pada tahun 2033.

Di sektor anime dan manga, pemerintah berencana memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan penerjemah serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menghasilkan karya yang lebih mudah diterima oleh audiens internasional. Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat upaya pemberantasan pembajakan digital yang dilakukan melalui situs-situs luar negeri.

FILE

Foto Akihabara (Image by: Pakutaso)

Sementara itu, pada industri game, pemerintah akan mendorong pengembangan pasar untuk game smartphone dan komputer yang dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan lebih besar dibandingkan game konsol rumahan. Dukungan serupa juga akan diberikan kepada industri musik, film, dan drama melalui program pengembangan talenta serta perluasan pasar di luar Jepang.

Dukungan pemerintah terhadap industri konten juga menjadi tren di berbagai negara. Korea Selatan, misalnya, mengalokasikan anggaran sekitar 76 miliar yen pada tahun 2023 untuk sektor serupa. Di Jepang sendiri, kalangan dunia usaha telah lama meminta peningkatan dukungan pemerintah, sementara sekelompok anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDP) turut mengusulkan penyediaan anggaran minimal 500 miliar yen selama lima tahun guna memperkuat daya saing industri kreatif Jepang di tingkat global.

 

WNI Ditangkap Buka Bank Ilegal

Polisi Prefektur Aichi menangkap pasangan suami istri berkewarganegaraan Indonesia yang diduga mengoperasikan layanan transfer uang ilegal atau underground bank (bank bawah tanah) di Jepang. Keduanya diduga menjalankan jasa pengiriman uang ke Indonesia tanpa memperoleh izin resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perbankan Jepang.

image

(image by: Pakutaso)

Kedua tersangka adalah Enrico Mai Dani (42), seorang wiraswasta yang tinggal di Kota Koshigaya, Prefektur Saitama, dan istrinya, Riska Oktaviamis (33). Mereka ditangkap pada 27 Juni 2026 atas dugaan menjalankan usaha pengiriman uang tanpa lisensi dari otoritas Jepang.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Enrico dan Riska diduga menerima permintaan pengiriman uang dari beberapa orang selama periode Juni 2023 hingga Juni 2025. Dalam kurun waktu tersebut, keduanya diduga menerima delapan kali transaksi dengan total nilai sekitar 893.850 yen sebelum dana tersebut dikirim ke rekening tujuan di Indonesia.

Saat menjalani pemeriksaan, Enrico membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya dengan menyatakan tidak melakukan perbuatan tersebut. Sementara itu, Riska mengakui dugaan pelanggaran yang disampaikan penyidik. Kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh aktivitas yang diduga dilakukan oleh keduanya.

underground

(image by: Pakutaso)

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aktivitas pengiriman uang tanpa izin tersebut diduga telah berlangsung sejak sekitar tahun 2015. Polisi juga menduga pasangan tersebut memperoleh biaya jasa sekitar 500 hingga 1.000 yen untuk setiap transaksi. Total dana yang diduga telah dikirim melalui layanan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar yen.

Di Jepang, istilah underground bank merujuk pada aktivitas perantara pengiriman uang atau transaksi valuta yang dilakukan oleh pihak selain bank maupun penyedia jasa transfer dana yang telah memperoleh izin resmi. Berdasarkan Undang-Undang Perbankan Jepang, kegiatan tersebut dapat dikenai sanksi pidana apabila dilakukan tanpa lisensi dan dengan tujuan memperoleh imbalan.

yen resize

(image by: Pakutaso)

Data Badan Layanan Imigrasi Jepang mencatat bahwa hingga akhir 2025 terdapat 266.069 warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang, menjadikan Indonesia sebagai kelompok warga negara asing terbesar keenam di negara tersebut. Prefektur Aichi menjadi wilayah dengan jumlah warga Indonesia terbanyak, yakni sekitar 21.153 orang, sedangkan Prefektur Saitama berada di peringkat keempat dengan sekitar 14.497 orang.

Polisi menduga layanan transfer uang ilegal tersebut dimanfaatkan oleh sebagian warga Indonesia yang tidak menggunakan jalur pengiriman uang resmi, termasuk mereka yang mengalami kendala dalam memenuhi persyaratan administrasi. Hingga kini, penyidik masih menelusuri aliran dana, rekening tujuan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Kasus ini masih dalam proses penyidikan dan belum ada putusan pengadilan terhadap kedua tersangka.

 

West Express Ginga Kembali

image

West Express Ginga (Image by: JR West

Kereta wisata malam West Express Ginga kembali beroperasi untuk musim panas tahun ini dengan menghadirkan perjalanan yang menghubungkan Kyoto dan Shingu di Semenanjung Kii, Jepang. Layanan yang dioperasikan oleh JR West (West Japan Railway Company) tersebut mulai berjalan pada 3 Juli dan menawarkan pengalaman perjalanan yang memadukan pemandangan pesisir, kuliner lokal, hingga berbagai aktivitas budaya selama di dalam kereta maupun di sejumlah stasiun pemberhentian.

Memasuki tahun keenam pengoperasiannya di rute Semenanjung Kii, West Express Ginga dijadwalkan melayani 24 perjalanan pulang pergi hingga 30 September. Penumpang dapat memilih layanan siang maupun malam. Kereta malam berangkat dari Kyoto pada pukul 21.13 dan tiba di Shingu keesokan harinya pukul 09.35, sedangkan perjalanan siang dari Shingu menuju Kyoto berangkat pukul 13.05 dan tiba pukul 20.53.

image

West Express Ginga (Image by: Japan.Travel)

Selama perjalanan malam, penumpang akan mendapatkan berbagai informasi mengenai destinasi wisata dan produk khas wilayah Wakayama bagian selatan. Pemandu juga memberikan penjelasan mengenai kawasan geopark di sepanjang jalur antara Kushimoto dan Shingu. Selain itu, tersedia sesi pengenalan mengenai roket dan eksplorasi luar angkasa yang mencerminkan keterkaitan kawasan tersebut dengan industri antariksa Jepang.

Salah satu daya tarik utama perjalanan ini adalah pemberhentian lebih lama di Stasiun Wakayama. Pada kesempatan tersebut, penumpang dapat membeli Wakayama ramen untuk dibawa ke dalam kereta. Setelah itu, kereta juga berhenti sekitar satu jam di Stasiun Kushimoto, di mana wisatawan dapat menikmati paket burger tuna katsu melalui reservasi terlebih dahulu atau menggunakan bus khusus menuju formasi batu terkenal Hashigui-iwa.

Setibanya di Shingu, penumpang memiliki kesempatan mengikuti tur berpemandu ke Kumano Hayatama Taisha, salah satu dari tiga kuil utama di kawasan Kumano. Sementara itu, layanan perjalanan siang lebih menitikberatkan pada interaksi dengan masyarakat setempat melalui penjualan produk daerah, kuis, serta berbagai kegiatan yang diselenggarakan di ruang komunal kereta.

image

West Express Ginga (Image by: Japan.Travel)

Di sejumlah stasiun sepanjang rute, para penumpang juga akan disambut dengan makanan khas dan aktivitas lokal. Di Stasiun Kushimoto, pelaku usaha serta organisasi pariwisata setempat membuka stan khusus untuk menyambut wisatawan, sementara maskot persahabatan Jepang-Turki milik Kota Kushimoto, MaguToru, turut hadir menyapa para penumpang. Kereta juga berhenti di Stasiun Kainan, tempat berbagai kuliner khas seperti sushi hamo dan hayanarezushi tersedia untuk dibeli, dengan beberapa menu memerlukan pemesanan sebelumnya.

Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dari pengalaman West Express Ginga. Mahasiswa dari Kinokuni Line Revitalisation Project milik Universitas Wakayama ikut membagikan peta rute yang dirancang khusus, memberikan pengumuman selama perjalanan, serta mengadakan kuis bagi para penumpang. Sebagai tambahan baru pada musim operasi tahun ini, JR West juga menghadirkan stempel eksklusif West Express Ginga di sejumlah stasiun yang dilalui, terpisah dari program stempel stasiun reguler yang populer di kalangan penggemar kereta.

Menurut JR West, tiket untuk perjalanan perdana musim ini telah habis terjual. Operator kereta tersebut menyebut kombinasi panorama Samudra Pasifik, kawasan geopark, serta kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal menjadikan West Express Ginga sebagai salah satu kereta wisata paling unik di Jepang bagian barat dan tetap diminati wisatawan setiap musim panas.

 

Kamera Tilang Dicuri di Jepang

Sebuah kamera tilang portabel milik Polisi Prefektur Saitama dilaporkan hilang saat sedang digunakan dalam operasi penindakan pelanggaran kecepatan di Jepang. Insiden yang tergolong tidak biasa ini terjadi pada malam 18 Juni 2026 di sepanjang Rute Nasional 125, Kota Kazo, Prefektur Saitama. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki kasus pencurian tersebut sekaligus memburu pelaku yang membawa kabur perangkat bernilai tinggi itu.

Di Jepang, operasi penindakan pelanggaran batas kecepatan umumnya dilakukan secara terkoordinasi oleh beberapa petugas. Seorang polisi bertugas mengoperasikan alat pengukur kecepatan, sementara petugas lain menghentikan kendaraan yang terdeteksi melanggar di lokasi berbeda. Metode ini dipilih agar penindakan dapat dilakukan tanpa perlu melakukan pengejaran berkecepatan tinggi yang berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan maupun petugas.

image

Ilustrasi polisi jepang (image by: pakutaso)

Dalam beberapa tahun terakhir, kepolisian mulai memanfaatkan kamera tilang portabel otomatis yang dapat memotret pelat nomor kendaraan pelanggar sehingga surat tilang dapat diproses tanpa harus menghentikan kendaraan secara langsung. Polisi Prefektur Saitama diketahui mengoperasikan lima unit perangkat tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penegakan hukum di jalan raya.

Pada malam kejadian, dua petugas memasang kamera tilang tersebut di atas tripod di trotoar, kemudian memarkir mobil patroli sekitar 100 meter dari lokasi agar tetap dapat melakukan pengawasan tanpa terlihat oleh pengendara. Namun, antara pukul 22.50 hingga 23.24 waktu setempat, perangkat tersebut ternyata berhasil dicuri tanpa diketahui oleh petugas yang sedang berjaga.

Perangkat yang hilang memiliki ukuran sekitar 50 × 50 × 20 sentimeter dengan berat kurang lebih 20 kilogram. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar 9 juta yen atau setara puluhan ribu dolar Amerika Serikat. Polisi juga mengungkapkan bahwa di dalam memori kamera tersebut tersimpan data berupa foto pelat nomor sekitar 10 kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran kecepatan. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi bahwa data pribadi tersebut telah bocor atau disalahgunakan.

image

Ilustrasi polisi jepang (image by: pakutaso)

Kasus ini disebut sebagai pencurian pertama terhadap kamera tilang jenis "portable Orbis" di Jepang. Istilah "Orbis" sendiri telah lama digunakan sebagai sebutan umum untuk sistem kamera pengawas kecepatan di negara tersebut, meskipun perangkat yang digunakan saat ini diproduksi oleh perusahaan yang berbeda dari sistem Orbis generasi awal yang mulai diperkenalkan pada era 1970-an.

Peristiwa ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat Jepang. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana perangkat tersebut bisa hilang dalam waktu lebih dari 30 menit tanpa diketahui petugas. Sebagian juga menilai pencurian aset kepolisian bernilai tinggi tersebut menjadi evaluasi penting terhadap prosedur pengawasan saat operasi penegakan hukum berlangsung.

Polisi Prefektur Saitama menyatakan telah membuka penyelidikan penuh untuk mengungkap pelaku pencurian dan menemukan kembali kamera tilang yang hilang. Selain kerugian materiil yang cukup besar, kasus ini juga menjadi perhatian karena melibatkan perangkat resmi kepolisian yang digunakan dalam penegakan aturan lalu lintas di Jepang.

 

Kastil Hikone Terdampak Topan

Sebagian tembok batu di Kastil Hikone, Prefektur Shiga, dilaporkan runtuh setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat yang dipicu oleh Topan No. 7 dan No. 8. Pemerintah Kota Hikone menyatakan bahwa bagian yang mengalami kerusakan adalah tembok batu Komegura Suimon yang berada di sepanjang parit bagian dalam kastil. Area yang runtuh diperkirakan memiliki lebar sekitar 6,5 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

image

Bagian tembok batu di Kastil Hikone yang ambruk setelah terkena banjir akibat angin topan (Image by: TBS News Dig)

Menurut pemerintah kota, hujan deras yang terjadi selama dua topan tersebut diduga menjadi penyebab utama runtuhnya tembok batu. Lokasi yang terdampak sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan akibat hujan lebat pada Juli 2024. Saat ini, pihak berwenang tengah mempertimbangkan langkah-langkah perbaikan untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah tersebut.

Kastil Hikone merupakan salah satu kastil asli dari periode Edo yang masih bertahan hingga sekarang. Bangunan ini berdiri di atas sebuah bukit di Kota Hikone, dekat Danau Biwa, dan mulai dibangun pada 1603 setelah kemenangan Tokugawa Ieyasu dalam Pertempuran Sekigahara. Proses pembangunannya selesai sekitar tahun 1622 dan sejak itu menjadi pusat pemerintahan Domain Hikone di bawah kekuasaan keluarga Ii.

image

Bagian tembok batu di Kastil Hikone yang ambruk setelah terkena banjir akibat angin topan (Image by: TBS News Dig)

Sebelum Kastil Hikone dibangun, wilayah tersebut berada di bawah pengaruh Kastil Sawayama yang dikuasai oleh Ishida Mitsunari. Setelah Mitsunari kalah dalam Pertempuran Sekigahara, Tokugawa Ieyasu menempatkan Ii Naomasa untuk mengendalikan kawasan tersebut. Klan Ii kemudian menjadikan Kastil Hikone sebagai pusat politik dan militer mereka selama lebih dari 250 tahun pada masa Keshogunan Tokugawa.

Nilai sejarah Kastil Hikone semakin tinggi karena bangunan ini berhasil bertahan dari gelombang pembongkaran kastil yang terjadi setelah Restorasi Meiji pada akhir abad ke-19. Berbeda dengan banyak kastil lain di Jepang yang dibangun ulang pada era modern, Kastil Hikone masih mempertahankan sebagian besar struktur aslinya, termasuk menara utama, gerbang, parit, tembok batu, serta tata letak pertahanan yang digunakan pada awal periode Edo.

Menara utama Kastil Hikone yang terbuat dari kayu dan terdiri dari tiga lantai termasuk salah satu dari hanya 12 menara utama kastil asli yang masih tersisa di Jepang. Selain itu, bangunan ini juga merupakan satu dari lima kastil yang menara utamanya telah ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang, sejajar dengan Kastil Himeji, Matsumoto, Inuyama, dan Matsue.

image

Foto Kastil Hikone dari  (Image by: TBS News Dig)

Selain nilai sejarahnya, Kastil Hikone juga menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Prefektur Shiga. Kompleks kastil ini menawarkan pemandangan Danau Biwa, taman lanskap tradisional Genkyuen, serta kawasan kota kastil yang masih mempertahankan jejak tata ruang pada masa feodal Jepang. Sejak 1992, Kastil Hikone juga telah masuk dalam daftar sementara Jepang untuk nominasi Warisan Dunia UNESCO.

Kerusakan pada tembok batu Komegura Suimon menjadi perhatian karena bagian tersebut merupakan salah satu elemen asli kompleks kastil yang telah bertahan selama lebih dari empat abad. Pemerintah Kota Hikone menyatakan akan mempelajari metode restorasi yang tepat agar proses pelestarian Kastil Hikone tetap berjalan, sekaligus menjaga salah satu peninggalan bersejarah paling penting dari periode Edo di Jepang.

 

Prank Hama Sushi Berujung Denda

Seorang pria di Jepang dijatuhi denda sebesar 500.000 yen setelah terbukti mengganggu operasional restoran Hama Sushi dengan mengunggah video aksi isengnya ke media sosial. Kasus ini kembali menjadi perhatian publik karena dilakukan di salah satu jaringan restoran sushi conveyor belt yang populer di Jepang.

image

Logo dari Hama-Sushi (Image by: saitama-np-co.jp)

Menurut laporan, pria berusia 43 tahun tersebut mendatangi cabang Hama Sushi di Kota Tsurugashima, Prefektur Saitama, pada 27 Mei 2026. Ia kemudian mengambil sepiring sushi tuna yang telah tiba di mejanya melalui ban berjalan, lalu mengeluarkan sebuah botol yang menyerupai wadah sabun cuci piring dan menyemprotkan cairan ke atas sushi tersebut sambil merekam aksinya.

Video itu kemudian diunggah ke media sosial. Dalam pemeriksaan, pria tersebut mengaku melakukan tindakan tersebut dengan tujuan agar videonya mendapatkan banyak penonton dan menjadi viral. Namun, aksinya justru berujung pada proses hukum setelah video tersebut diketahui oleh pihak restoran dan kepolisian.

image

Video prank viral yang terjadi di Hama-Sushi (Image by: jin115.com)

Pria itu kemudian ditangkap dengan tuduhan menghalangi kegiatan usaha secara paksa. Pengadilan Distrik Kawagoe di Prefektur Saitama akhirnya menjatuhkan hukuman berupa denda sebesar 500.000 yen, atau sekitar Rp55 juta jika dikonversikan dengan kurs saat ini.

Dalam persidangan terungkap bahwa cairan yang disemprotkan diduga hanyalah air yang sebelumnya dimasukkan ke dalam botol sabun cuci piring. Selain itu, sushi yang digunakan dalam video merupakan pesanan yang berhenti otomatis di meja pria tersebut, sehingga tidak diambil oleh pelanggan lain. Meski demikian, tindakan tersebut tetap dianggap mengganggu operasional restoran.

Setelah video beredar, pihak Hama Sushi melakukan disinfeksi pada area yang berpotensi terdampak sebagai langkah pencegahan. Karyawan restoran juga harus meluangkan waktu untuk menangani berbagai pertanyaan dan kekhawatiran pelanggan terkait insiden tersebut. Dampak terhadap operasional inilah yang menjadi salah satu dasar putusan pengadilan.

image

ilustrasi sushi (Image by: Soranews)

Kasus ini kembali mengingatkan pada pentingnya menjaga etika di restoran sushi conveyor belt yang mengandalkan kepercayaan antara pelanggan dan pengelola. Sistem penyajian makanan melalui ban berjalan hanya dapat berjalan dengan baik apabila seluruh pengunjung mematuhi aturan kebersihan dan tidak melakukan tindakan yang merugikan pihak lain.

Meski sebagian warganet Jepang menilai besaran denda tersebut masih tergolong ringan, pengadilan memutuskan bahwa hukuman tersebut sudah sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa tindakan yang dilakukan demi konten media sosial dapat menimbulkan konsekuensi hukum apabila mengganggu kegiatan usaha maupun meresahkan masyarakat.

Source: SoraNews24

 

Gempa M6,9 Guncang Jepang

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah Jepang bagian utara pada Kamis pagi. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa guncangan terkuat mencapai tingkat shindo 6 kuat (upper 6) pada skala intensitas gempa Jepang yang memiliki rentang hingga 7. Hingga saat ini, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan akibat gempa tersebut.

image

Peta terdampak gempa (Image by: Badan Meteorologi Jepang)

Menurut JMA, pusat gempa berada di lepas pantai Prefektur Iwate dengan kedalaman sekitar 50 kilometer. Kota Hashikami di Prefektur Aomori menjadi wilayah yang mencatat intensitas tertinggi. Sementara itu, Kota Hachinohe di Aomori mengalami guncangan dengan intensitas shindo 6 lemah (lower 6), sedangkan sejumlah wilayah di Prefektur Iwate mencatat intensitas shindo 5 kuat (upper 5).

Pada tingkat intensitas shindo 6 kuat, banyak orang mengalami kesulitan untuk berdiri maupun berjalan saat gempa berlangsung. JMA menjelaskan bahwa guncangan pada level tersebut dapat menyebabkan perabotan yang tidak terpasang dengan baik roboh atau berpindah dari tempatnya.

Getaran gempa juga dirasakan di berbagai wilayah lain, termasuk Tokyo. Meski demikian, otoritas Jepang menegaskan bahwa gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi kawasan pesisir yang berada di sekitar lokasi terdampak.

image

Potret orang-orang yang sedang sedang melihat ke papan informasi di JR Sendai Station di Miyagi (Image by: Kyodo)

Dampak gempa turut memengaruhi layanan transportasi. Operasional jalur kereta cepat Tohoku Shinkansen dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan. Pemerintah Jepang juga membentuk satuan tugas guna memantau kondisi di daerah terdampak dan mengoordinasikan respons darurat jika diperlukan.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran terkait tsunami akibat gempa tersebut. Namun, ia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan yang serupa.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun korban luka. Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara juga menyatakan bahwa tidak ditemukan kondisi abnormal pada fasilitas nuklir di wilayah yang terdampak. Sementara itu, media lokal melaporkan adanya kemungkinan sejumlah orang terjebak di dalam lift di Kota Hachinohe setelah sistem berhenti akibat gempa, namun informasi tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi telah menginstruksikan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk melakukan pengumpulan informasi melalui pemantauan udara di kawasan terdampak. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Jepang utara beberapa kali mengalami aktivitas seismik yang signifikan, termasuk gempa magnitudo 6,3 pada Mei serta gempa besar yang mengguncang kawasan serupa pada April lalu. Otoritas Jepang terus memantau perkembangan situasi seiring proses penilaian dampak gempa yang masih berlangsung.

Source: The Japan Times

Kracie Jual Gasing dari Permen

Kracie, perusahaan yang dikenal dengan produk permen edukatif DIY (Do It Yourself), akan meluncurkan produk terbaru bernama Custom Koma King pada 6 Juli mendatang. Produk ini menggabungkan konsep pembuatan permen dengan permainan gasing yang selama ini populer di berbagai kalangan, termasuk melalui fenomena Beyblade.

image

Produk beyblade/gasing yang bisa dimakan dari Kracie (Image by: PR Times)

Permainan gasing sendiri telah dikenal sejak lama, termasuk konsep pertarungan antar gasing yang saling menjatuhkan atau menghentikan putaran lawan. Melihat unsur kreativitas, teknik, dan fisika yang terdapat dalam permainan tersebut, Kracie menghadirkan versi yang dapat dibuat sekaligus dimakan setelah digunakan.

Seperti produk populer Kracie lainnya, termasuk seri Nerunerunerune, Custom Koma King mengharuskan pengguna mencampurkan berbagai bubuk permen dengan air menggunakan cetakan dan wadah yang telah disediakan. Dari proses tersebut, pengguna dapat membuat gasing permen dengan bentuk, warna, dan rasa yang berbeda-beda.

image

Produk beyblade/gasing yang bisa dimakan dari Kracie (Image by: PR Times)

Dalam satu paket, tersedia bubuk rasa cola, lemon, dan soda. Ketiga rasa tersebut dapat digunakan secara terpisah maupun dikombinasikan untuk menghasilkan variasi rasa seperti Super Cola, Super Soda, dan Lemon Cola. Selain itu, warna-warna dasar dari bubuk tersebut juga dapat dicampur untuk menciptakan kombinasi warna baru, termasuk pola pelangi jika proses pembuatannya dilakukan dengan hati-hati.

Kracie juga menyertakan stik permen rasa anggur yang berfungsi sebagai poros atau bagian pemutar gasing. Dengan demikian, seluruh bagian gasing yang telah selesai dibuat dapat dimakan setelah digunakan untuk bermain.

image

Cara pembuatan Gasing yang bisa dimakan (Image by: PR Times)

Custom Koma King dilengkapi dengan tiga jenis cetakan utama yang menghasilkan karakteristik putaran berbeda. Cetakan Bloom berbentuk bunga dirancang agar gasing dapat berputar lebih lama dalam kondisi normal. Sementara itu, cetakan Wing memiliki bentuk menyerupai sayap yang membantu mempertahankan kestabilan saat menerima benturan dari lawan.

Selain itu, terdapat cetakan Edge yang menghasilkan sisi bergerigi pada gasing. Desain ini memberikan kemampuan menyerang yang lebih agresif saat digunakan dalam pertandingan. Meski demikian, pengguna tidak dibatasi hanya pada tiga desain tersebut karena mereka juga dapat membuat bentuk gasing sendiri sesuai kreativitas masing-masing.

image

Ilustrasi macam bentuk gasing ketika sudah jadi (Image by: PR Times)

Untuk bermain, Kracie menyediakan wadah kecil sebagai arena uji coba putaran. Namun, pengguna juga dapat memanfaatkan wadah yang lebih besar, seperti piring atau wajan bersih, untuk mengadakan pertarungan antar gasing. Berbeda dengan mainan gasing pada umumnya yang diproduksi secara presisi di pabrik, performa Custom Koma King sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengguna dalam membentuk gasing yang seimbang. Setelah permainan selesai, gasing permen tersebut dapat langsung dinikmati sebagai camilan.

Biaya Visa Jepang Naik 500%

Pemerintah Jepang mengumumkan kenaikan signifikan biaya visa bagi warga negara asing yang akan memasuki negara tersebut. Kebijakan baru ini diumumkan pada 19 Juni dan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli. Kenaikan tersebut menjadi perubahan pertama tarif visa Jepang dalam 48 tahun terakhir sejak biaya yang berlaku saat ini ditetapkan pada 1978.

image

Potret jalanan Jepang yang sepi (Image by:pakutaso.com)

Berdasarkan struktur tarif baru, biaya visa sekali masuk (single-entry visa) naik dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen. Sementara itu, biaya visa masuk berkali-kali (multiple-entry visa) meningkat dari 6.000 yen menjadi 30.000 yen. Kedua jenis visa tersebut mengalami kenaikan sebesar 500 persen.

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menjelaskan bahwa kenaikan biaya visa dilakukan untuk mencerminkan kondisi inflasi dan nilai tukar mata uang saat ini. Pemerintah Jepang menyatakan penyesuaian tarif diperlukan setelah biaya visa tidak mengalami perubahan selama puluhan tahun.

image

Potret kerumunan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke sebuah kuil di Jepang (Image by:pakutaso.com)

Saat mengumumkan kebijakan tersebut, Motegi juga mengatakan bahwa pemerintah tidak memperkirakan adanya pengaruh signifikan terhadap jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang dalam waktu dekat. Menurut pemerintah, kenaikan biaya visa diperkirakan tidak akan mengurangi minat kunjungan secara langsung.

Meski demikian, dampak kebijakan ini tidak akan dirasakan oleh seluruh wisatawan asing. Warga negara dari sejumlah negara dan wilayah yang memiliki fasilitas bebas visa untuk kunjungan wisata jangka pendek, seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru, negara-negara Uni Eropa, Korea Selatan, dan Singapura, tidak perlu mengajukan visa wisata untuk kunjungan hingga 90 hari.

Sebaliknya, wisatawan dari negara yang tidak termasuk dalam daftar bebas visa tetap harus mengajukan visa sebelum memasuki Jepang. China, yang selama ini menjadi salah satu pasar wisata terbesar bagi Jepang, termasuk dalam kelompok negara yang akan terdampak oleh kenaikan biaya visa tersebut.

image

Potret bendera jepang yang berkibar di Jepang (Image by:pakutaso.com)

Pemerintah Jepang memperkirakan kenaikan tarif visa akan meningkatkan penerimaan negara hingga sekitar 116,1 miliar yen pada tahun fiskal 2026. Angka tersebut berasal dari tambahan biaya yang dibayarkan oleh pemohon visa setelah tarif baru diberlakukan.

Selain wisatawan, warga negara dari negara yang memperoleh fasilitas bebas visa wisata juga tetap wajib mengajukan visa apabila datang ke Jepang untuk tujuan selain pariwisata, seperti studi atau pekerjaan. Oleh karena itu, pemohon visa pelajar, visa kerja, dan jenis visa nonwisata lainnya akan dikenakan tarif baru mulai 1 Juli.