Blog

BoJ Sampaikan Prospek Positif Ekonomi Jepang

Gubernur BoJ Sampaikan Prospek Positif Perekonomian Jepang; Memperingatkan terhadap Depresiasi Yen yang Berlebihan 

Kazuo Ueda (Gubernur Bank of Japan) menyampaikan pandangannya mengenai situasi ekonomi Jepang saat ini, "Inflasi di Jepang bergerak menuju 2% dan telah dipastikan bahwa siklus baik antara upah dan harga telah menjadi lebih solid." dalam pidatonya pada simposium Yomiuri International Economic Society (YIES) yang diadakan di Tokyo.

BoJ mengubah arah kebijakan pelonggaran moneter skala besar dengan menghentikan kebijakan suku bunga negatif pada pertemuan tersebut di bulan Maret dan kemudian tidak melakukan perubahan lebih lanjut pada Pertemuan Kebijakan Moneter tanggal 26 April.

BoJ akan mempertimbangkan penyesuaian kebijakan moneter. Seperti kenaikan suku bunga, sambil memantau kondisi perekonomian dan tren harga aktual untuk mencapai target inflasi 2%.

Setelah mempertahankan kebijakan moneternya, Yen mulai terdepresiasi di pasar valuta asing, untuk sementara waktu jatuh ke level  ¥160 per US$ karena ekspetasi kesenjangan suku bunga antara Amerika Serikat dan Jepang akan melebar.

Dalam laporan triwulan Outlook untuk Aktivitas Ekonomi dan Harga yang dirilis setelah pertemuan April, Bank merevisi naik perkiraan tingkat inflasi tidak termasuk makanan segar tahun fiskal 2024 dan 2025 dari perkiraan bulan Januari dan menetapkan perkiraan tahun fiskal 2026 sebesar 1,9%. 

BOJ

Bank of Japan

Meriahnya Festival Layang-Layang Oodako Matsuri

Festival Layang-Layang "Oodako Matsuri"

Oodako Matsuri merupakan festival layang-layang raksasa yang diselenggarakan setiap tahun di Kota Sagamihara, Jepang. Puluhan orang terlihat menerbangkan layang-layang terbesar di Jepang seberat 950 kg dengan ukuran 14,5 x 14,5 m selama festival layang-layang raksasa Sagami, Sabtu (04/05/2024).

Festival ini merupakan kegiatan tahunan yang telah diwariskan sejak zaman Tenpou (Sekitar tahun 1830). Festival ini dilaksanakan sebagai wujud bentuk doa kepada leluhur dengan harapan panen yang baik. Asosiasi Layang-Layang Raksasa Sagami telah mewariskan tradisi dan teknik tersebut kepada warga lokal Sagamihara untuk membuat dan menerbangkan beberapa layang-layang raksasa.

Layang-layang raksasa tradisional itu terbuat dari bambu dan kertas buatan tangan. Para perajin terlatih secara khusus membuat rangka bambu persegi hingga melengkung. Mereka kemudian merekatkan lembaran-lembaran kertas besar itu ke bingkai layanan. 

kemeriahan-festival-menerbangkan-layang-layang-terbesar-di-jepang-3_169

image by
detik travel

Jelajahi Kota Hakodate dengan Trem “Hakodate Haikara-go”

Jelajahi Kota Hakodate dengan Trem "Hakodate Haikara-go"

Kota Hakodate di Hokkaido, Jepang mengoperasikan trem klasik "Hakodate Haikara-go" sejak 13 April. Kota ini mengoperasikan trem wisata tersebut mulai dari bulan April hingga Oktober. Trem ini merupakan versi restorasi yang pernah digunakan 100 tahun yang lalu.

Trem Hakodate menjadi cara yang nyaman untuk melihat tempat wisata seperti Goryokaku, Motomachi, dan sebagainya. Tampilan trem yang klasik juga menarik perhatian bagi wisatawan yang menyukai fotografi dan ingin merasakan bagaimana menaiki trem klasik tersebut. Hanya ada dua rute/jalur trem di kota ini, dan jalur-jalur tersebut mengikuti rute yang sama kecuali tiga pemberhetian terakhir, di kaki gunung Hakodate. Rutenya dibedakan menjadi Rute 2 (Merah, kode stasiun Y) dan Rute 5 (Biru, kode stasiun D).

Untuk menaiki trem ini cukup mudah yakni dengan datang ke stasiun/pemberhentian trem yang ada di Hakodate, trem akan tiba dalam 6-12 menit. Tarifnya bervariasi bergantung pada jarak tempuh, mulai dari 210-260 Yen. Trem juga menerima pembayaran menggunakan kartu seperti Suica, Pasmo, Icoca, dan Kitaca. Jika berencana untuk melakukan perjalanan trem selama satu hari, dapat membeli Tiket Trem Satu Hari dengan harga 600 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak-anak

Hakodate Haikara-go

Image by 
Travel Hakodate

Nasi Kepal dibuat Dengan Ketiak

Jepang, yang terkenal dengan inovasi kuliner yang unik, kembali menggegerkan dunia dengan makanan terbaru mereka. Kali ini, sorotan tertuju pada "Onigiri Ketiak" – sebuah kreasi yang menimbulkan sensasi dan perdebatan di kalangan masyarakat.

Onigiri, bola nasi yang dibentuk dengan tangan dan biasanya dibungkus dengan rumput laut, telah menjadi hidangan sehari-hari yang dicintai oleh warga Jepang. Namun baru-baru ini, ada cara penyajian yang bisa dibilang unik tapi menjijikan. Sebuah laporan yang dilansir oleh SCMP mengungkapkan bahwa ada sebuah restoran onigiri yang kini tidak lagi membungkus dengan rumput laut, melainkan dikepal dengan ketiak wanita cantik. Dalam penyajiannya, onigiri diletakkan di antara ketiak wanita untuk menambah "kelezatan" dan "rasa" makanan tersebut. Konon, keringat dari ketiak wanita itu memberikan sentuhan tambahan pada rasa onigiri. Meskipun terdengar janggal dan menjijikkan bagi sebagian orang, menu ini berhasil mencuri perhatian sebagai tren makanan yang populer di Jepang beberapa waktu lalu.

Menurut laporan dari Sirabee, sebuah situs media Jepang, fenomena ini sudah menjadi viral di media sosial sejak tahun 2016 lalu. Beberapa netizen menyambut tren ini dengan antusiasme, sementara yang lain mengecamnya sebagai sesuatu yang menjijikkan dan tidak seharusnya dipopulerkan. Sebuah upaya untuk menelusuri asal-usul tren ini mengarah pada kemungkinan inspirasi dari manga atau komik populer di Jepang yang dikenal sebagai Magical Circle Gugu Guru. Dalam cerita tersebut, karakter utama menggulung onigiri dengan ketiaknya untuk mendapatkan uang.

Namun, meskipun tren ini telah mendapatkan perhatian luas, tidak dapat dipungkiri bahwa menu ini juga menuai banyak kritik dan kontroversi. Banyak yang mempertanyakan kebersihan dan etika di balik kreasi ini, sementara yang lain meragukan apakah eksperimen semacam ini sungguh-sungguh mencerahkan dunia kuliner atau justru mengaburkan batas-batas rasionalitas. Mungkin saja, Onigiri Ketiak ini hanya akan menjadi tren sementara, tetapi kesannya akan terus bergema dalam sejarah eksentrisitas kuliner Jepang. Bagaimanapun, debat mengenai batas kreativitas dalam dunia kuliner tampaknya masih akan berlanjut, dan masyarakat akan terus menghadapi pertanyaan yang menantang mengenai apa yang sebenarnya dapat diterima sebagai inovasi kuliner yang sah. Bagaimana? Kamu tertarik untuk mencoba?


nasi kepal atau onigiri yang dikepal menggunakan ketiak ini viral di jepang
Onigiri yang biasa disajikan dengan isian dan diselimuti nori terkenal dengan kelezatannya
Image by Pixelshot

Bandara Kansai Catat Rekor Bagasi

Bandara di Jepang, khususnya Bandara Internasional Kansai di Osaka seharusnya menjadi role model bagi bandara di seluruh dunia. Hal ini tidak mengherankan sebab prestasinya yang luar biasa dalam mengelola bagasi. Selama 30 tahun sejak pembukaannya pada tahun 1994, bandara ini tidak pernah kehilangan satu pun bagasi penumpang. Penghargaan Skytrax sebagai Bandara Terbaik Dunia untuk Pengiriman Bagasi di tahun 2024 merupakan pengakuan atas pencapaian tersebut.

Para perwakilan bandara mengungkapkan keyakinan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras semua pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan dan perusahaan penanganan bagasi. Setiap hari, bandara tersebut melayani 20-30 juta penumpang dan telah menerima penghargaan Skytrax sebanyak delapan kali. Keberhasilan Bandara Kansai disebabkan pada sistem pengawasan yang ketat. Setiap tas dicek oleh dua atau tiga staf untuk memastikan kesesuaian dengan informasi penerbangan dan transit penumpang. Buku panduan khusus untuk setiap maskapai diperbarui secara berkala dengan masukan dari staf lapangan, dengan target pengantaran bagasi dalam waktu 15 menit setelah kedatangan pesawat.

Meskipun mendapat pengakuan internasional, staf bandara sendiri merasa apa yang mereka lakukan adalah rutinitas. Mereka menyatakan bahwa mereka hanya menjalankan tugas sehari-hari mereka, dan kebahagiaan terbesar mereka adalah ketika pekerjaan mereka diakui. Proyeksi jumlah penumpang Bandara Kansai untuk tahun fiskal 2025 meningkat menjadi 37,3 juta berkat World Expo 2025 yang akan diadakan selama enam bulan.


bandara kansai catat rekor 30 tahun tidak pernah kehilangan bagasi sejak berdiri pada 1994
Pemandangan dari Bandara Internasional Kansai, Osaka, Jepang
Image by gyro (Getty Image Pro)

Kembang Api Disneyland Ditutup

Siapa yang tak tau Disney Land Jepang? Disney Land Jepang adalah salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Jepang. Salah satu daya tarik utama saat berkunjung ke Tokyo Disneyland adalah pertunjukan kembang api Disney Land. Pertunjukan ini biasa digelar setiap hari pada pukul 20.30 malam. Bertajuk "Langit Penuh Warna", pertunjukan yang gemilang ini berlangsung sekitar lima menit dan juga disinkronkan dengan lagu-lagu ikonik Disney.

Namun, bagi kamu yang merencanakan liburan ke Disney Land Jepang pada 1 Juli hingga 18 September sdan menantikan pertunjukan ini, sebaiknya kamu mempertimbangkannya lagi. Sebab, jika kamu berencana untuk mengunjungi Tokyo Disneyland musim panas ini, kamu akan kecewa mengetahui bahwa pertunjukan kembang api akan dihentikan mulai 1 Juli hingga 18 September. Penangguhan ini bukanlah hal yang terjadi tahun ini saja, karena penangguhan pertunjukan kembang apa ini terjadi setiap tahunnya di musim panas.

Belum ada pernyataan resmi dari Tokyo Disneyland yang menjelaskan alasan di balik penangguhan pertunjukan kembang api. Hanya bisa mengasumsikan bahwa hal itu mungkin terkait dengan kondisi cuaca yang kurang ideal, terutama arah angin. Faktor penting ini juga bisa menyebabkan pembatalan pertunjukan kembang api pada hari-hari tertentu.

Jadi, ya, tidak akan ada pertunjukan kembang api di Tokyo Disneyland antara 1 Juli dan 18 September. Pertunjukan akan kembali pada 19 September. Jadi silahkan rencakan liburanmu ke Disney Land dengan matang.


pertunjukan kembang api disney land akan ditiadakan tanggal 1 juli - 18 september tahun ini
Pertunjukan penuh warna yang menjadi andalan Disney Land Jepang
Image by ginosphoto (Getty Image)

G7 Berkomitmen Menghentikan Penggunaan Batubara Secara Bertahap pada Tahun 2035, namun Jepang Diberikan Fleksibilitas

Negara G7 Berkomitmen Stop Batubara Secara Bertahap pada 2035, Jepang diberikan Fleksibilitas

Milan - Para menteri energi dan lingkungan hidup Negara-Negara G7 pada hari Selasa berkomitmen untuk menghentikan penggunaan tenaga batubara pada tahun 2035. Hal ini pertama kalinya G7 secara eksplisit merujuk pada penghentian penggunaan tenaga batubara, namun memberikan fleksibilitas pada negara yang bergantung pada  batubara.

The Final Communiqe  dari pertemuan di kota Turin, Italia, mencakup pernyataan yang dapat memperpanjang batas waktu tahun 2035 ke "Jangka waktu konsisten dengan pembatasan kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat celsius" diatas tingkat pra industrialisasi. Komunike tersebut menetapkan batas waktu komitmen negara-negara yang dibuat pada konferensi COP 28 tahun lalu di Dubai, yang menyerukan penghentian pembangkit listrik tenaga batubara yang tidak dapat dikurangi, yang emisinya belum tercapai.

Para penggiat lingkungan hidup  mengatakan komitmen tersebut tidak mencapai tujuan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan di negara G7 pada 2035, yang direkomendasikan oleh Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim dan Badan Energi Internasional dimaha mengharuskan penghentian penggunaan batubara secara bertahap pada tahun 2030 dan PLTG pada 2035.

Jepang adalah satu-satunya negara G7 yang tidak menetapkan tanggal penghentian penggunaan batubara. Inggris, Kanada, Prancis, dan Italia berkomitmen untuk menghentikan penggunaan batubara secara bertahap selambat-lambatnya pada 2030, sementara Amerika Serikat dan Jerman akan mengambil langkah besar untuk menuju tanggal tersebut.

Japan's Minister of Economy Ken Saito, left, and Japan's State Minister of the Environment Tetsuya Yagi take part in the G7 Climate, energy and environment press conference at Venaria Reale in Turin, Italy, Tuesday April 30, 2024. (Alberto Gandolfo/LaPresse via AP)

Golden Week Jepang 2024

Golden Week 2024: Waktu Tepat untuk Berlibur dan Menjelajahi Keindahan Jepang. Golden Week tahun 2024 resmi dimulai pada hari Sabtu, 27 April, dan berakhir pada hari Senin, 6 Mei. Rentetan libur panjang ini, ditambah dengan cuaca hangat yang menyenangkan, membuat wisata di Jepang mencapai puncaknya selama periode ini, membuat pemesanan akomodasi dan transportasi last minute menjadi cukup sulit. Selain itu, banyak tempat wisata populer dipadati oleh kerumunan pengunjung.

Golden Week biasanya berisi rangkaian libur umum berikut: Hari Showa (29 April), Hari Peringatan Konstitusi (3 Mei), Hari Penghijauan (4 Mei), dan Hari Anak (5 Mei). Hari Showa mengacu pada nama salah satu zaman terpanjang dalam sejarah Jepang, yang berlangsung dari tahun 1926 hingga 1989. Hari Showa ditetapkan sebagai hari untuk memperingati dan merenungkan periode tersebut. Pada hari ini, Taman Showa Kinen di Tachikawa, Tokyo, dibuka untuk umum secara gratis. Akhir April adalah saat nemophila, tulip, dan banyak bunga indah lainnya di dalam Taman Showa Kinen berbunga penuh! Mohon perhatikan bahwa taman ini akan dipadati pengunjung.

Hari Peringatan Konstitusi (3 Mei) merayakan diberlakukannya Konstitusi Jepang pada tanggal 3 Mei 1947. Hari Penghijauan (4 Mei) didirikan dengan tujuan "mengembangkan kekayaan batin yang intim dan bersyukur atas berkah alam." Banyak taman dan kebun binatang yang biasanya memerlukan biaya masuk memiliki akses gratis pada hari ini. Taman Rikugien, Taman Hamarikyu, Taman Botani Jindai, Taman Koishikawa Korakuen, dan Taman Zoologi Tama adalah beberapa fasilitas populer yang dapat diakses secara gratis pada Hari Penghijauan.

Pada Hari Anak (5 Mei), masyarakat merayakan keunikan anak-anak dan mendoakan kebahagiaan mereka. Di Jepang, adat budaya menandai hari ini, dengan praktik seperti menampilkan spanduk ikan mas (koinobori) sebagai simbol pertumbuhan anak-anak. Menara Tokyo dan Tokyo Skytree memiliki tampilan spanduk ikan mas yang indah. Tampilan di Menara Tokyo terdiri dari 333 spanduk ikan mas koinobori, jumlah yang sama dengan tinggi menara: 333 meter!

Golden Week adalah waktu bagi masyarakat Jepang untuk kembali ke kampung halaman atau berwisata. Karena itu, Anda akan mungkin akan mengalami kemacetan lalu lintas dan kerumunan di pusat transportasi utama. Jadi, mohon diperhatikan bahwa Anda mungkin kesulitan untuk berpergian dan mengunjungi tempat-tempat sesuai keinginan Anda. Jalan raya dan kereta dari Tokyo juga kemungkinan akan dipadati pada awal Golden Week karena orang-orang yang tinggal di Tokyo biasanya kembali ke kampung halaman atau melakukan perjalanan ke bagian lain Jepang. Di sisi lain, jalan raya dan kereta menuju Tokyo akan dipadati pada akhir periode Golden Week karena semua orang kembali ke Tokyo. Jadi, pertimbangkan ini saat membuat rencana Anda.

Namun, periode sebelum dan sesudah Golden Week adalah waktu di mana orang Jepang tidak banyak melakukan perjalanan. Jadi pertimbangkan untuk mengunjungi Jepang pada pertengahan April, paruh kedua Mei, atau lebih lanjut pada bulan Juni untuk menghindari kerumunan di satu tempat. Selain itu, Anda bahkan mungkin menemukan harga akomodasi yang lebih terjangkau jika melakukan perjalanan di luar Golden Week!

Jepang selama Golden Week cukup berbeda dari biasanya. Kami sangat menyarankan Anda merencanakan perjalanan Anda dengan mempertimbangkan detail-detail ini dan merencanakan perjalanan Anda dengan matang. Mengingat seberapa ramainya kereta dan bus selama Golden Week dan seberapa mudahnya seseorang terjebak dalam kemacetan, kami menyarankan untuk menjelajahi daerah sekitar Anda yang tidak memerlukan perjalanan dengan transportasi umum.

Jika Anda ingin keluar dari kota-kota besar, tuju destinasi yang tidak biasa. Anda tidak hanya akan dapat menikmati perjalanan Anda dengan tenang dan jauh dari kerumunan, tetapi Anda juga akan mengenal sisi Jepang yang kurang dikenal khalayak umum. Jika Anda berada di daerah Tokyo, kami akan merekomendasikan kota-kota indah yang terletak di timur ibu kota, seperti Sawara di Chiba atau Itako di Ibaraki. Ngarai Ryujin dan Jembatan Gantung Besar Ryujin di Hitachiota, Ibaraki, menyelenggarakan tampilan indah spanduk ikan mas koinobori selama Golden Week. Dengan pemandangan yang memukau, daerah ini adalah tujuan yang sempurna bagi mereka yang menyukai alam terbuka. Bersepeda di Jalan Lingkar Tsukuba-Kasumigaura di dekat Danau Kasumigaura mungkin akan menjadi petualangan yang menarik yang sempurna untuk saat ini mengingat cuaca yang menyenangkan pada awal Mei. Terakhir, daerah Minakami di Gunma adalah destinasi yang sangat baik bagi para pecinta aktivitas luar ruangan.


golden week akan dimulai pada 29 april hingga 6 mei 2024
Pemandangan ikan koinobori untuk peringati hari anak
Image by Takahiro Kawamura (Getty Image)

Lawson Gunung Fuji Dihalangi

Jepang mulai merasa kesal terhadap pelanggaran peraturan oleh para turis. Hal ini membuat mereka akan menutup sebuah lokasi foto populer untuk mengurangi jumlah wisatawan yang berkunjung. Lokasi tersebut adalah minimarket Lawson di Kota Fujikawaguchiko, yang terkenal karena pemandangan Gunung Fuji yang indah di latar belakangnya.

Pemerintah Jepang berencana untuk memasang penghalang hitam besar untuk menghalangi pemandangan Gunung Fuji. Jepang beralasan bahwa para turis sering berkumpul di sana dan berperilaku kurang pantas. Penghalang setinggi 2,5 meter dan panjang 20 meter akan segera dipasang, dengan pembangunan dimulai pada minggu depan.

Seorang pejabat kota menyatakan rasa kekecewaannya terhadap situasi ini, karena beberapa wisatawan tidak mematuhi peraturan, meninggalkan sampah, dan mengabaikan aturan lalu lintas. Spot foto populer ini menjadi terkenal berkat media sosial. Kebanyakan pengunjungnya adalah turis internasional yang sering kali memadati trotoar di sekitar minimarket Lawson.

Meskipun penjaga keamanan telah memberikan peringatan kepada para pengunjung. Namun, mereka sering mengabaikannya, bahkan sampai melanggar aturan lalu lintas. Tingkat pelanggaran semakin memperparah dengan perilaku sembarangan parkir dan bahkan memanjat atap sebuah klinik demi mendapatkan foto yang bagus.

Di tengah lonjakan jumlah turis, Jepang harus mengambil langkah untuk melindungi warga dari dampak overturisme.


pemerintah jepang akan tutup lawson dengan papan hitam besar sebagai bentuk pencegahan karena turis asing sering membuat kerumunan dan melanggar peraturan
Pemandangan Gunung Fuji dari Lawson Fujikawaguchiko
Image by Jheng Yao Lin/Alamy

Yen Melemah Lagi Terhadap Dolar

Di pasar valuta asing, mata uang Jepang terus mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat, mencapai kisaran paruh atas 155 yen per dolar AS pada Kamis (25/04/2024). Ini adalah level terendah yang dicapai oleh yen sejak tahun 1990, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.

Menteri Keuangan Jepang, Suzuki Shunichi, menekankan kembali pentingnya kewaspadaan dan tindakan yang hati-hati dalam menghadapi tren pasar saat ini. Dalam sebuah konferensi pers setelah rapat kabinet pada tanggal 26, Menteri Suzuki menyatakan bahwa pemerintah Jepang akan terus memantau perkembangan pasar valuta asing dengan cermat. "Dalam menghadapi depresiasi yen yang sedang terjadi, kami sebagai pemerintah akan tetap waspada dan siap mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan perkembangan pasar," ujar Menteri Keuangan Suzuki.

Kekhawatiran juga diungkapkan terkait dampak negatif dari depresiasi yen terhadap ekonomi Jepang. Meskipun ada aspek positif yang dapat diidentifikasi, Suzuki menegaskan bahwa penanganan inflasi tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan ekonomi saat ini. Para analis pasar percaya bahwa perbedaan dalam kebijakan moneter antara Jepang dan AS, serta kemungkinan penundaan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS, berkontribusi pada pelemahan yen yang signifikan.

Rapat kebijakan Bank Jepang (BOJ) yang berlangsung selama dua hari menjadi fokus perhatian investor. Meskipun BOJ diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, pasar tetap waspada terhadap keputusan yang mungkin diambil oleh bank sentral Jepang. Menteri Suzuki juga menanggapi pertanyaan terkait depresiasi yen dalam rapat komite Majelis Tinggi, menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau pasar dengan saksama dan siap untuk bertindak sesuai kebutuhan.

Sementara pasar valuta asing terus mengalami ketidakpastian, keputusan dan langkah-langkah yang tepat dari pemerintah dan bank sentral Jepang akan menjadi kunci dalam mengelola situasi ekonomi yang kompleks ini.


yen jepang terus melemah terhadap us dolar hingga capai rekor terendah
Mata uang JPY terus melemah hingga rekor terendah ¥155,57 terhadap USD
Image by BananaStock