Blog

Musim Panas Tahun Ini Diperkirakan Lebih Panas

Musim Panas Tahun Ini Diperkirakan Lebih Panas di Jepang

Jepang - Badan Meteorologi Jepang pada Selasa (21/05/2024) mengumumkan prakiraan 3 bulan kedepan, Musim Panas akan lebih panas dari biasanya di seluruh negeri dari bulan Juni sampai Agustus.

Diperkirakan suhu akan lebih tinggi karena udara hangat dan lembap mengalir di Jepang dari Pasifik yang diperkuat dengan fenomena El Nino. Pada bulan Juni dan Juli, suhu akan normal atau tinggi di Jepang Utara, Suhu tinggi akan terjadi di Jepang Timur dan Barat serta wilayah Okinawa-Amami. Pada Agustus, suhu akan tinggi di seluruh negeri.

Badan Meteorologi juga memperkirakan curah hujan akan mendekati normal selama 3 bulan di Jepang Utara dan TImur, dan normal atau lebih tinggi di Jepang Barat, serta wilayah Okinawa-Amami. 

Okinawa dan Amami serta wilayah Pasifik di Jepang Barat akan mengalami curah hujan normal atau lebih tinggi dikarenakan Musim Hujan sudah dimulai di daerah tersebut yang akan disusul di Jepang Barat dan Pantai Pasifik di Jepang Timur. Namun, pada Bulan Agustus diperkirakan curah hujan akan mendekati normal secara nasional.

Badan Meteorologi juga memperingatkan suhu yang sangat tinggi apabila terjadi pola La Nina. Masyarakat diminta untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap sengatan panas dan hujan lebat.
download

Pemerintah Wajibkan Rincian Gaji

Pemerintah memutuskan untuk mewajibkan perusahaan yang membayar gaji kepada karyawan untuk mencantumkan jumlah pengurangan pajak penghasilan dalam rincian gaji, terkait dengan penerapan pengurangan pajak tetap yang akan mulai berlaku bulan depan.Dalam pengurangan pajak tetap yang diterapkan oleh pemerintah, setiap individu akan mengalami pengurangan pajak penghasilan sebesar 30 ribu yen per tahun dan pajak daerah sebesar 10 ribu yen per tahun. Bagi pekerja seperti karyawan perusahaan, pengurangan ini akan tercermin dalam gaji yang dibayarkan mulai bulan depan, termasuk bagi anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

Pemerintah telah mengubah peraturan pelaksana terkait undang-undang terkait untuk mewajibkan perusahaan yang membayar gaji untuk mencantumkan jumlah pengurangan pajak dalam rincian gaji. Langkah ini diambil pemerintah dengan tujuan agar masyarakat dapat merasakan peningkatan gaji yang sebenarnya melalui pemotongan pajak, yang diharapkan dapat mengurangi mentalitas deflasi.

Di sisi lain, terkait dengan pajak daerah, pajak bulan Juni tidak akan dipungut secara seragam, sehingga nilainya akan tertera sebagai 0 yen dalam rincian gaji. Namun, mulai bulan Juli hingga 11 bulan ke depan, jumlah pajak yang dikurangi akan tercermin dalam jumlah yang akan dipungut. Menteri Keuangan, Suzuki, dalam konferensi pers setelah rapat kabinet pada tanggal 21, secara kembali menekankan arti dari pengurangan pajak, "Dengan melakukan pengurangan pajak pada saat kenaikan gaji terjadi, kita berharap masyarakat merasakan peningkatan ini secara nyata, sehingga dapat mendorong transisi ke fase ekonomi baru."

Selain itu, mengenai beban administratif yang timbul akibat pengurangan pajak, Suzuki menyatakan, "Memang benar bahwa ada beban tertentu yang akan ditanggung oleh perusahaan, namun kami mengharapkan kerjasamanya dalam hal ini." Sementara itu, Kepala Kantor Kabinet, Hayashi, menyatakan dalam konferensi pers setelah rapat kabinet, "Untuk keluar dari mentalitas deflasi, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat merasakan dampak dari kebijakan yang diterapkan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mencantumkan jumlah pengurangan pajak dalam rincian gaji yang diterima oleh sumber pemungut pajak. Meskipun ini akan menimbulkan beban tertentu bagi mereka, kami akan terus berupaya untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada publik."

Menteri Pemulihan Ekonomi, Shindo, juga menyampaikan dalam konferensi pers setelah rapat kabinet, "Kami berharap dengan menerapkan pengurangan pajak pada saat penerimaan bonus bulan Juni, akan meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan. Kami ingin masyarakat merasakan sendiri peningkatan pendapatan melalui pencantuman jumlah pengurangan pajak dalam rincian gaji mereka."

Sebagai persiapan menjelang penerapan pengurangan pajak tetap bulan depan, pemerintah daerah sedang sibuk menghadapi persiapan. Dalam pengurangan pajak tetap kali ini, setiap individu akan mengalami pengurangan pajak penghasilan sebesar 30 ribu yen per tahun dan pajak daerah sebesar 10 ribu yen per tahun. Terkait dengan pajak daerah, tanggung jawab penanganan berada di tangan pemerintah daerah. Pada tanggal 17 bulan ini, Kantor Pemerintah Kota Tottori sibuk mengirimkan pemberitahuan pajak kepada sekitar 6.300 perusahaan.

Pemberitahuan ini mencantumkan jumlah pajak yang harus dibayar oleh setiap karyawan, dan biasanya dikirimkan kepada perusahaan setiap akhir Mei. Dalam pemberitahuan kali ini, jumlah pengurangan pajak pajak daerah dikirimkan dalam bentuk "Jumlah Pengurangan Pajak Tetap" agar dapat dengan mudah dipahami.

Misalnya, bagi karyawan yang memiliki satu tanggungan, jumlah pengurangan pajak daerah adalah 12.000 yen untuk pajak kota dan 8.000 yen untuk pajak prefektur, yang akan tercantum jelas dalam pemberitahuan tersebut. Selain itu, pemerintah kota juga sibuk memastikan jumlah pengurangan pajak dalam pemberitahuan yang akan dikirimkan kepada individu seperti pemilik bisnis kecil.

Menurut pemerintah kota, biasanya pada bulan Maret, mereka telah menyelesaikan pembaruan sistem yang berlaku untuk tahun fiskal berikutnya, namun kali ini, karena dampak dari penerapan pengurangan pajak tetap, pembaruan sistem terus berlanjut hingga bulan ini.

Asisten Kepala Bagian Pajak Pemerintah Kota Tottori, Yasushi Tanimoto, menyatakan, "Kami memahami bahwa pengurangan pajak tetap dilakukan untuk mendukung mereka yang terdampak oleh kenaikan harga namun tidak diimbangi dengan kenaikan gaji. Meskipun ini adalah periode sibuk bagi kami, kami akan berupaya mengelola tugas-tugas ini dengan efisien. Karena mekanisme pengurangan pajak tetap cukup kompleks, kami akan memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat."


Perusahaan Setuju Naikkan Gaji

Perusahaan-perusahaan besar Jepang sepakat untuk menaikkan gaji bulanan pekerjanya hingga sebesar rata-rata 5,58% atau sekitar ¥19,480. Dalam konferensi upah manajemen-buruh musim semi "shunto" tahun ini. Perhitungan besaran ini berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Federasi Bisini Jepang, Keidanren pada 20 Mei lalu.

Kenaikan ini jauh melebihi kenaikan tahun lalu yang hanya sebesar rata-rata 3,91% atau ¥13,110. Kenaikan ini juga merupakan kenaikan yang melebihi 4% untuk pertama kalinya sejak tahun 1992. Yakni ketika rata-rata gaji naik sekitar 4,78% atau ¥12,893.

Pada Shunto tahun ini, pihak buruh menuntut kenaikan gaji lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini didasarkan pada infalsi yang tengah melanda Jepang akhir-akhir ini. Selain itu, kurangnya tenaga kerja juga menjadi salah satu faktor uatama para buruh menuntut kenaikan gaji.

Sebagian besar perusahaan raksasa di Jepang menerima sepenuhnya permintaan tersebut. Beberapa perusahaan bahkan menjanjikan pertumbuhan atau kenaikan upah yang lebih besar daripada yang diminta oleh serikat pekerja. Perhitungan tersebut juga mencangkup 89 perusahaan besar di 16 sektor pekerjaan Jepang.


perusahaan besar Jepang sepakat untuk menaikkan gaji bulanan
Beberapa perusahaan besar Jepang setuju naikkan upah
image sources (Getty Image)

Akankah Upah Baito Lebih Tinggi?

Perkembangan yang mengejutkan, upah baito (pekerja paruh waktu) di beberapa sektor kini melebihi upah karyawan tetap. Fenomena ini terjadi di sebuah perusahaan restoran, di mana upah pekerja paruh waktu mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tingkat kenaikan upah mencapai level tertinggi dalam 33 tahun. Hal ini menyebabkan upah pekerja paruh waktu mencapai rekor tertinggi.

Pada bulan Maret tahun ini, rata-rata upah pekerja paruh waktu di tiga wilayah metropolitan utama Jepang (Kawasan Metropolitan Tokyo, Tokai, dan Kansai) mencapai 1.188 yen per jam. Ini merupakan angka tertinggi kedua setelah Februari yang mencatat 1.192 yen. Dalam lima tahun terakhir, upah ini naik sebesar 13% dari 1.044 yen. Peningkatan upah ini dipengaruhi oleh kekurangan tenaga kerja dan kenaikan upah minimum akibat inflasi.

Di Jepang, rata-rata upah pekerja non-reguler hanya sekitar 70% dari upah rata-rata karyawan tetap. Namun, ada kasus di mana upah pekerja paruh waktu melampaui upah karyawan tetap. Sebuah perusahaan yang mengelola 137 restoran di Tokyo melaporkan bahwa upah pekerja paruh waktu mereka di beberapa posisi bahkan mencapai 1.600 yen per jam, melebihi upah karyawan baru jika dihitung per jam. Risa Nishijima, seorang manajer sumber daya manusia, mengatakan bahwa perusahaan mereka harus menaikkan upah pekerja paruh waktu untuk bersaing dengan perusahaan lain di area yang sama. Akibatnya, beberapa karyawan tetap beralih menjadi pekerja paruh waktu karena upah yang lebih tinggi.

Perusahaan ini akhirnya juga menaikkan upah karyawan tetap untuk mengatasi fenomena tersebut. Meski demikian, upah pekerja paruh waktu terus meningkat untuk menjaga daya saing. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepada pekerja paruh waktu untuk meningkatkan kepuasan dan keterlibatan kerja.

Meskipun kenaikan upah ini memberikan harapan bagi siklus positif antara upah dan harga, situasinya tetap menantang. Laporan dari Bank of Japan menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi kesulitan dalam menaikkan upah pekerja paruh waktu. Beberapa perusahaan harus menaikkan upah sementara hingga 20% untuk menarik tenaga kerja saat membuka cabang baru.

Di Amerika, kenaikan upah pasca pandemi menyebabkan inflasi upah yang signifikan. Namun di Jepang, pertumbuhan ekonomi yang lambat membuat kemungkinan terjadinya inflasi upah yang serupa lebih kecil. Meski demikian, Bank of Japan terus memantau apakah kenaikan upah dan harga akan berkelanjutan. Perkembangan ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai stabilitas dan kenaikan upah yang berkelanjutan di Jepang. Dalam beberapa hari mendatang, Bank of Japan akan mengadakan diskusi dengan para ahli untuk mengevaluasi kebijakan moneter mereka. Selain itu, data indeks harga konsumen untuk bulan April juga akan dirilis, yang akan menjadi indikator penting bagi ekonomi Jepang.


upah pekerja paruh waktu kini lebih tinggi daripada upah karyawan tetap
Yen yang mengalami inflasi menjadi salah satu faktor penyebab
Image by watoson (Getty Image)

Festival Tahunan Aoi Matsuri di Kyoto

Festival ini menampilkan prosesi yang dihiasi dengan daun aoi atau hollyhock. Festival yang berlangsung setiap 15 Mei ini merupakan satu dari tiga festival terbesar di Kyoto dan dimulai 1.400 tahun yang lalu ketika Kaisar Kinmei menyuruh kuda berlari kencang untuk berdoa agar panen melimpah.

Tiap tahun, seorang wanita belum menikah dipilih untuk menjadi Saio, tokoh utama festival. Saio dahulu adalah seorang bangsawan yang menjadi pendeta wanita tinggi dari Kamigamo dan Kuil Shinto Shimogamo dan menyelenggarakan berbagai perayaan selama festival. Menurut tradisi ini, wanita terpilih harus melewati berbagai ritual penyucian sebelum acara. Ia dibawa di atas tandu dan mengenakan kimono paling mewah, 12 lapis sutra seberat 30 kilogram.

Prosesi sepanjang sekitar 1 kilometer ini melibatkan sekitar 500 orang yang mengenakan pakaian yang meniru model pakaian yang disukai bangsawan selama periode Heian, yang dimulai pada akhir abad ke-8.

10-20140515_ImperialPark_Aoimatsuri-1071

Source : Discover Kyoto

Pengangguran di Jepang Stabil

Tingkat pengangguran rata-rata di Jepang mencapai 2,6 persen untuk tahun yang berakhir pada bulan Maret lalu, tidak berubah dari tahun fiskal sebelumnya. Kementerian Dalam Negeri mengatakan jumlah rata-rata orang yang bekerja pada tahun fiskal itu meningkat sebesar 280.000 menjadi lebih dari 67,5 juta orang. Industri manufaktur serta sektor hotel dan restoran memimpin penguatannya. Pejabat kementerian mengatakan situasi ketenagakerjaan tampaknya membaik, dengan jumlah orang yang memiliki pekerjaan hampir kembali ke tingkat sebelum pandemi.

Sementara itu, tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman untuk bulan Maret juga tercatat 2,6 persen, tidak berubah dari bulan Februari. Survei terpisah dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa rasio lowongan pekerjaan terhadap pelamar mencapai 1,28 pada bulan Maret secara rata-rata nasional. Angka tersebut naik 0,02 poin dari bulan Februari, yang berarti terdapat 128 posisi tersedia untuk setiap 100 pencari kerja. Tawaran pekerjaan meningkat dari tahun ke tahun dalam industri jasa, penelitian akademis, dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis. Namun, pembukaan lapangan kerja baru menurun di semua sektor lain, termasuk manufaktur, rekreasi, dan pendidikan. Penyumbang terbesar pengangguran kemungkinan dari mereka yang menutup diri atau dikenal sebagai hikikomori.

Sementara itu, Sekitar 68.000 orang berusia 65 tahun ke atas di Jepang diperkirakan meninggal sendirian di rumah tanpa diketahui setiap tahunnya, demikian menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Kepolisian Nasional pada 14 Mei. Angka awal polisi menunjukkan 21.716 orang di seluruh negeri meninggal dalam "kematian sepi" dari Januari hingga Maret. Hampir 80% dari jumlah tersebut atau 17.034 orang berusia 65 tahun ke atas.

Mengutip Japantoday, Badan Kepolisian Jepang diperkirakan akan terus mengumpulkan data sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini, karena negara ini sedang bergulat dengan masyarakat yang menua dengan cepat. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan upaya untuk memerangi isolasi sosial dan kesepian di kalangan masyarakat Jepang, termasuk mengeluarkan undang-undang untuk mengatasinya pada Mei 2023. Kematian yang sepi didefinisikan sebagai kematian di mana seseorang meninggal tanpa ada orang lain yang menyaksikannya, dengan jangka waktu tertentu sebelum jenazahnya ditemukan.

Data kematian di rumah pada masyarakat yang tinggal sendiri yang ditangani polisi antara Januari hingga Maret, termasuk kasus bunuh diri, menunjukkan jumlah tertinggi terjadi pada kelompok usia 85 tahun ke atas, yakni sebanyak 4.922 orang. Di antara orang berusia 75 hingga 79 tahun, tercatat terdapat 3.480 kematian, sementara 3.348 orang berusia 80 hingga 84 tahun ditemukan meninggal saja. Mereka yang berusia antara 70 dan 74 tahun yang meninggal sendirian berjumlah 3.204 orang, diikuti oleh 2.080 orang berusia 65 hingga 69 tahun.


jumlah pengangguran jepang per tahun fiskal ini
Ilustrasi lowongan kerja
Image by 89Stocker

Lima Orang Ditangkap Mencuri Kabel

Pada bulan Januari tahun ini, Polisi Prefektur Gunma menangkap lima warga negara Kamboja karena mencuri sekitar 950 meter kabel tembaga senilai 6,95 juta yen dari dua pembangkit listrik tenaga surya di Kota Noda, Prefektur Chiba. Kelima orang yang ditangkap semuanya adalah warga negara Kamboja dan tinggal di Kota Oizumi dan Kota Ota, Prefektur Gunma. Menurut polisi, pada bulan Januari tahun ini, mereka diduga mencuri sekitar 950 meter kabel tembaga, senilai nilai pasar 6,95 juta yen, dari dua pembangkit listrik tenaga surya yang berdekatan di Kota Noda, Prefektur Chiba.

Polisi belum mengungkapkan identitas kelima orang tersebut, dengan alasan hal itu akan menghambat penyelidikan. Sebuah alat pemotong yang diduga digunakan untuk memotong kabel kawat tembaga serta balaclava ditemukan di mobil tersangka dan apartemen tempat tinggalnya. Polisi menduga kabel tembaga yang dicuri mungkin telah dijual ke vendor, dan sedang menyelidiki rincian kejadian tersebut. Ketika harga logam melonjak, jumlah insiden pencurian kabel tembaga dari fasilitas pembangkit listrik tenaga surya meningkat pesat, sehingga Markas Besar Kepolisian Prefektur Tochigi telah menandatangani perjanjian dengan kelompok yang dibentuk oleh perusahaan asuransi non-jiwa untuk memperingatkan para pelaku bisnis. Kami telah memutuskan untuk melaksanakan inisiatif untuk mengajak masyarakat bekerja sama dalam menyerukan tindakan pencegahan kejahatan.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Markas Besar Kepolisian Prefektur Tochigi dan Asosiasi Asuransi Umum Prefektur Tochigi, yang terdiri dari perusahaan asuransi non-jiwa. Perjanjian tersebut menyerukan kerja sama perusahaan asuransi non-jiwa untuk membagikan selebaran kepada perusahaan pembangkit listrik tenaga surya ketika mereka menandatangani kontrak asuransi, dan meminta mereka untuk mengambil tindakan seperti memasang kamera keamanan. Di Prefektur Tochigi, jumlah pencurian yang menargetkan logam meningkat tajam menjadi 578 dalam tiga bulan hingga Maret tahun ini, lebih dari dua kali lipat jumlah pencurian pada periode yang sama tahun lalu, dan sebagian besar dicuri dari fasilitas pembangkit listrik tenaga surya. Polisi menduga tujuan penyerangan tersebut adalah untuk menghasilkan uang seiring melonjaknya harga tembaga, dan mereka berharap dapat mengambil tindakan menyeluruh untuk mencegah kejahatan melalui perusahaan asuransi non-jiwa yang menjadi langganan sebagian besar bisnis.

Ini adalah pertama kalinya di negara sakura polisi menandatangani perjanjian dengan perusahaan asuransi non-jiwa untuk mencegah pencurian fasilitas pembangkit listrik tenaga surya. Satoshi Kuroshima, petugas pencegahan kejahatan di Divisi Perencanaan Keselamatan Hidup Markas Besar Polisi Prefektur Tochigi, mengatakan, "Masih ada beberapa fasilitas pembangkit listrik tenaga surya di prefektur yang kurang memiliki langkah-langkah keamanan. Melalui perjanjian, kami mempromosikan langkah-langkah pencegahan kejahatan seperti menciptakan lingkungan yang sulit untuk ditembus." katanya.


lima orang ditangkap karen dugaan pencurian kabel tembaga
Pembangkit Listri Tenaga Surya
Image by zhongguo (Getty Image)

Reservasi Fuji-san secara Daring

Untuk mengelola jumlah pendaki Gunung Fuji, Prefektur Yamanashi mengumumkan akan memperkenalkan sistem baru. Sistem ini yang mengharuskan pendaki melakukan reservasi terlebih dahulu dan membayar biaya sebesar 2.000 yen per orang. Sistem ini akan mulai menerima reservasi untuk musim pendakian musim panas tahun ini mulai 20 Mei. Prefektur Yamanashi menetapkan batas maksimal jumlah pendaki sebesar 4.000 orang per hari mulai 1 Juli, bersamaan dengan dimulainya musim pendakian musim panas, sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan dan keselamatan pendaki. Semua pendaki wajib membayar biaya sebesar 2.000 yen. Untuk menghindari kekacauan di lapangan, prefektur ini memutuskan untuk memperkenalkan sistem reservasi baru dan telah mengumumkan detailnya. Sistem ini akan mulai beroperasi pada 20 Mei pukul 10 pagi dan menerima reservasi untuk periode 1 Juli hingga 10 September. Sistem reservasi baru ini dapat diakses melalui situs resmi pendakian Gunung Fuji yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Prefektur Yamanashi, dan Prefektur Shizuoka. Pendaki harus memilih apakah mereka akan menginap di pondok gunung atau hanya melakukan perjalanan sehari, kemudian memilih tanggal pendakian, dan memasukkan jumlah pendaki yang akan membayar biaya. Setelah mengisi informasi pribadi dan metode pembayaran, reservasi akan selesai dan kode QR akan dikirimkan untuk digunakan saat melewati gerbang pada hari pendakian.

Sistem ini mendukung bahasa Jepang, Inggris, dan Cina, serta menerima reservasi hingga sehari sebelum tanggal pendakian. Meskipun reservasi melalui sistem ini bersifat sukarela, prefektur ini hanya akan menerima 3.000 reservasi per hari, dari total batas maksimal 4.000 pendaki, untuk mengantisipasi jumlah pendaki yang datang tanpa reservasi. Untuk mencegah pemesanan massal oleh operator wisata dan pembatalan yang tidak terduga, prefektur ini tidak akan memberikan pengembalian uang jika pembatalan dilakukan karena alasan pribadi, kecuali jika terjadi cuaca buruk yang memaksa penutupan gerbang. Biaya masuk akan dibebaskan untuk perjalanan sekolah dan pendaki dengan disabilitas, tetapi mereka harus melaporkan jumlah pendaki saat mengajukan rencana pendakian. Untuk mengatasi masalah etika pendakian, seperti pendakian semalam tanpa istirahat yang dikenal sebagai "bullet climbing" dan pendaki yang tidur atau membuang sampah di jalur pendakian, Prefektur Yamanashi memutuskan untuk membatasi waktu dan jumlah pendaki. Mulai 1 Juli, gerbang akan dipasang di ketinggian 2.300 meter di Stasiun Kelima Yoshida, membatasi pendaki hingga 4.000 orang per hari dan menutup gerbang dari pukul 4 sore hingga 3 pagi.

Gubernur Yamanashi, Nakasaki, menyatakan, "Untuk meminimalkan kekacauan dan masalah, meningkatkan kenyamanan pendaki, dan memastikan semua orang bisa menikmati Gunung Fuji dengan aman, kami memperkenalkan sistem reservasi ini. Dengan mendaftar, pendaki dapat merencanakan pendakian tanpa khawatir tentang batasan jumlah. Kami berharap pendaki akan memanfaatkan sistem ini secara aktif." Biaya 2.000 yen ditetapkan berdasarkan biaya pemasangan gerbang, penempatan petugas di jalur pendakian dan sekitar gerbang, serta kegiatan promosi. Gubernur Nakasaki menyatakan bahwa biaya tersebut adalah hasil perhitungan dari rata-rata jumlah pendaki tahunan dan mempertimbangkan nilai Gunung Fuji.

Pengunjung di Stasiun Kelima Prefektur Yamanashi memberikan beragam tanggapan mengenai sistem reservasi baru ini. Pengunjung dari Kanada tidak mengetahui tentang sistem ini, sementara seorang pria dari Tokyo mengaku tidak melihat banyak informasi mengenai sistem tersebut di internet. Seorang wanita dari Amerika Serikat menyatakan bahwa dia akan menggunakan sistem ini untuk membantu perencanaan dan persiapan pendakian. Seorang pria dari Tokyo mengatakan dia akan menggunakan sistem ini jika dia mendaki Gunung Fuji. Sistem baru ini diharapkan dapat mengurangi masalah etika pendakian dan memastikan keselamatan serta kenyamanan bagi semua pendaki Gunung Fuji.


reservasi jalur pendakian yamanashi dapat dilakukan mulai 20 mei
Pemandangan Gunung Fuji
Image by kimura2

Cuaca Ekstrem akan Melanda Jepang

Pada tanggal 13 Mei 2024 pukul 08:45, hujan lebat yang disertai angin kencang mengancam sebagian besar wilayah Kepulauan Barat Daya hingga Utara Jepang. Badan Meteorologi Jepang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana tanah longsor, genangan air, serta banjir di daerah dataran rendah. Menurut Badan Meteorologi Jepang, kondisi atmosfer di sebagian besar Kepulauan Barat Daya hingga Utara Jepang menjadi sangat tidak stabil akibat pengaruh dari sebuah front udara. Hujan lebat secara lokal kemungkinan besar akan terjadi di beberapa daerah.

Hujan deras yang diperkirakan terjadi mulai dari Kepulauan Barat Daya hingga Utara Jepang akan disertai kilat dan kemungkinan besar berlanjut hingga keesokan harinya. Badan Meteorologi Jepang memperkirakan jumlah curah hujan dalam 24 jam hingga pagi tanggal 14 Mei 2024 akan mencapai 180 mm di wilayah Kanto Koshin dan Kepulauan Izu, 130 mm di wilayah Tokai, 120 mm di wilayah Tohoku, serta 80 mm di Prefektur Okinawa. Selain itu, badai petir, tornado, angin kencang, dan hujan batu juga mungkin terjadi. Masyarakat diminta untuk waspada dan berlindung di tempat yang aman jika melihat tanda-tanda awan kumulonimbus berkembang.

Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan dalam sektor transportasi. Layanan feri lintas Tokyo Bay antara Kurihama, Prefektur Kanagawa, dan Kanaya, Prefektur Chiba, telah dihentikan sejak jam 06:20 pagi dari Kurihama dan jam 07:15 pagi dari Kanaya, karena pengaruh angin kencang dan gelombang tinggi. Keputusan mengenai pengoperasian selanjutnya akan dipertimbangkan sesuai dengan perkembangan situasi. Sementara itu, seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Haneda dan Bandara Hachijo-jima yang dioperasikan oleh All Nippon Airways pada tanggal 13 Mei 2024 telah dibatalkan akibat pengaruh angin kencang.

Cuaca ekstrem ini juga membuat beberapa wilayah terancam mengalami pemadaman listrik. Menurut informasi dari Tokyo Electric Power Grid pada pukul 07:30 pagi tanggal 13 Mei 2024, pemadaman listrik terjadi di beberapa daerah di Kanto, termasuk:

  • Sekitar 3480 rumah di Kota Yokosuka, Prefektur Kanagawa
  • Sekitar 220 rumah di Kota Sakuragawa, Prefektur Ibaraki
  • Sekitar 120 rumah di Kota Ichihara, Prefektur Chiba.


hati-hati cuaca ekstrm terjadi di barat daya hingga utara jepang
Cuaca ekstrem diramalkan akan terjadi di wilayah kepulauan barat data hingga utara Jepang
Image by welcomia

Pemerintah Jepang Akan Mengambil Tindakan terhadap Valas

Pemerintah Jepang Akan Mengambil Tindakan yang Tepat terhadap Valas

Tokyo - Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menyampaikan pada Jumat bahwa pemerintah akan mengambil tindakan yang tepat di pasar mata uang, mengulang peringatan Tokyo baru-baru ini tentang dugaan intervensi munggu lalu untuk menanggulangi pelemahan nilai tukar Yen.

Ketika ditanya tentang kewajiban pemerintah untuk mengungkapkan apakah mereka telah melakukan intervensi di pasar atau tidak, Suzuki mengatakan pihak berwenang akan memantau perkembangan pasar dan mengambil tindakan yang tepat bila diperlukan.

Pemerintah diduga telah menghabiskan lebih dari 9 triliun Yen ($57,92 milliar) untuk melakukan intervensi pasar pada minggu lalu untuk menopang nilai tukar Yen yang mencapai titik terendah dalam 34 tahun yakni di 160,245 Yen per dollar AS pada 29 April lalu.

Dolar berada di 155,40 Yen pada hari Jumat