Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) telah memulai inspeksi mendadak di kantor pusat Yamaha Motor di Iwata, Prefektur Shizuoka, pada tanggal 5 Juni. Inspeksi ini terkait dengan kasus kecurangan yang melibatkan lima perusahaan otomotif besar dalam memperoleh sertifikasi tipe kendaraan yang diperlukan untuk produksi massal. lima perusahaan otomotif yang tersandung skandal tersebut antara lain Yamaha, Honda, Suzuki, Mazda, dan Toyota.
Pada tanggal 3 Juni, terungkap bahwa Toyota Motor, Mazda, Yamaha Motor, Honda, dan Suzuki terlibat dalam kecurangan uji performa kendaraan mobil dan sepeda motor. Setelah melakukan inspeksi di kantor pusat Toyota Motor pada tanggal 4 Juni, MLIT melanjutkan inspeksi ke Yamaha Motor dengan mengirimkan empat pegawainya pada pagi hari tanggal 5 Juni.
Di Yamaha Motor, ditemukan bahwa salah satu model sepeda motor yang sedang diproduksi saat inspeksi, yakni Yamaha YZF R1 tidak sesuai dalam menjalani uji kebisingan. Akibatnya, produksi sepeda motor Yamaha YZF R1 yang sedang diproduksi saat ini telah dihentikan. Selain itu, ditemukan pula bahwa dua model sepeda motor yang sudah tidak diproduksi melakukan kecurangan dengan mencantumkan nomor rangka kendaraan lain pada dokumen uji klakson. Dua model tersebut adalah Yamaha YZF R3 dan TMAX.
MLIT berencana untuk memverifikasi data uji yang telah dilakukan dan melakukan wawancara dengan para staf serta pejabat terkait di Yamaha Motor untuk menyelidiki fakta-fakta lebih lanjut terkait kecurangan ini.

Salah satu produk Yamaha
Image by rjankovsky
Gaji dasar pekerja per orang pada bulan April tahun ini mengalami peningkatan sebesar 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai tingkat pertumbuhan tertinggi dalam hampir 30 tahun. Namun, upah riil yang disesuaikan dengan inflasi tetap mengalami penurunan. Menurut laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang upah riil turun meskipun upah dasar naik karena inflasi.
Kementerian melakukan survei "Monthly Labour Survey" yang mencakup lebih dari 30.000 bisnis dengan lebih dari lima karyawan di seluruh Jepang. Hasil sementara untuk bulan April menunjukkan bahwa total gaji tunai, termasuk gaji pokok dan uang lembur, rata-rata mencapai 296.884 yen per orang, meningkat 2,1% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, menandai peningkatan berturut-turut selama 28 bulan.
Gaji dasar, atau yang dikenal sebagai upah yang ditetapkan (basic salary), naik 2,3% menjadi 264.503 yen, pencapaian tertinggi sejak Oktober 1994.
Namun, upah riil yang disesuaikan dengan kenaikan harga barang mengalami penurunan sebesar 0.7% dibandingkan tahun lalu. Penurunan upah riil ini telah berlangsung selama 25 bulan berturut-turut, menandai rekor terpanjang, menunjukkan bahwa kenaikan upah belum mampu mengimbangi laju inflasi yang tinggi.
"Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mengindikasikan bahwa meskipun ada peningkatan signifikan dalam kenaikan gaji yang disepakati melalui perundingan musim semi, dampak inflasi masih sangat kuat. Ada kemungkinan beberapa perusahaan akan menaikkan gaji setelah bulan Mei, sehingga kami akan memantau apakah upah riil akan berbalik positif di masa mendatang," kata seorang pejabat kementerian.
Kenaikan gaji yang signifikan ini diharapkan dapat mendorong konsumsi domestik, tetapi tantangan inflasi yang terus menerus menjadi perhatian utama dalam menjaga keseimbangan ekonomi Jepang. Pemerintah dan sektor swasta terus bekerja sama untuk mencari solusi yang dapat mengatasi dampak negatif dari kenaikan harga barang terhadap daya beli pekerja.

Upah bulan april mengalami kenaikan terbesar dalam 30 tahun terakhir
Gambar mata uang Jepang
Walikota Kota Nagasaki, Suzuki Shiro, mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk tidak mengundang Duta Besar Israel untuk Jepang ke upacara tahunan. Upacara tahunan tersebut adalah upacara yang menandai pemboman atom Nagasaki oleh Amerika Serikat pada 9 Agustus 1945 di kota tersebut.
Keputusan ini dijelaskan oleh Walikota Suzuki dalam konferensi pers pada hari Senin. Dia menyatakan bahwa keputusan sulit ini diambil mengingat situasi kemanusiaan yang buruk di Jalur Gaza. Terlebih bagaimana cara Israel mengambil tindakan.
Suzuki menyebutkan bahwa ia tidak bisa mengambil resiko yang tak terduga. Karena upacara ini bertujuan untuk mengenang para korban bom atom, sehingga ia tidak dapat mentolerir adanya gangguan. Apalagi banyak khalayak yang mengecam tindakan Israel. Jadi, Suzuki ingin menghindari insiden kericuhan dengan tidak mengundang Israel.
Lebih lanjut, Suzuki mengatakan bahwa ia akan mengirim surat kepada utusan Israel yang berisi seruan untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Walikota Suzuki juga mengatakan ia telah mengirim undangan untuk utusan Palestina di Jepang.
Hal ini tentu berbanding terbalik dengan kota Hiroshima. Sebab, Walikota Hiroshima memutuskan untuk mengundang Duta Besar Israel ke acara perdamaian serupa di Kota Hiroshima. Selain Israel, Walikota Nagasaki juga tidak mengundang Utusan Rusia dan Belarus karena invasi yang mereka lakukan di Ukraina.

Pemandangan Kota Nagasaki
Image by Sean Pavone (Getty Image)
Selama setahun terakhir, hasil tangkapan ikan dari perikanan dan budidaya di seluruh Jepang mengalami penurunan signifikan. Total volume tangkapan tidak mencapai 4 juta ton untuk dua tahun berturut-turut. Hal ini membuat rekor terendah tangkapan ikan sepanjang sejarah. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang melaporkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh kelangkaan ikan seperti mackerel dan bonito.
Menurut laporan sementara, volume tangkapan pada tahun lalu (tidak termasuk data dari Prefektur Ishikawa yang tertunda akibat gempa Noto Peninsula) mencapai 3.724.300 ton. ANgka ini turun 4,9% atau sekitar 190.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan dengan penambahan data dari Ishikawa, diperkirakan total tangkapan tetap tidak akan melebihi 4 juta ton.
Rincian penurunan hasil tangkapan meliputi:
- Ikan mackerel: 261.100 ton, turun 18,3%
- Bonito: 152.600 ton, turun 20%
- Pollock: 122.900 ton, turun 23,4%
- Squid: 19.600 ton, turun 36,2%
Kondisi perairan yang berubah akibat pemanasan global menjadi salah satu faktor utama. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan sumber daya laut untuk pemulihan jangka panjang.
Di sisi lain, jumlah hasil tangkapan dari budidaya laut juga mengalami penurunan sebesar 6,9% menjadi 849.000 ton. Penurunan signifikan terjadi pada budidaya tiram (146.300 ton, turun 11,7%) dan kerang (151.300 ton, turun 12,1%).
Di Yobuko, Karatsu, Prefektur Saga, nelayan mengalami penurunan drastis dalam tangkapan squid. Bahkan, hasil tangkapan hanya setengah dari biasanya. Nelayan setempat, Nami Guchi, mengeluhkan tingginya biaya bahan bakar yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Tangkapan squid di Saga juga mengalami penurunan drastis dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan penurunnya sangat drastis, dari 2.000 ton di masa puncaknya menjadi sekitar 400 ton tahun lalu.
Kondisi ini tentu mempengaruhi restoran dan chef yang mengandalkan bahan baku laut. Sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 40 koki dari berbagai restoran menyerahkan rekomendasi kepada Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, mendesak penguatan penelitian dan pengelolaan sumber daya laut. Koki retoran Prancis, Shuzo Kishida, menyatakan bahwa penurunan kualitas dan ukuran ikan berdampak pada penyajian hidangan.
Untuk mengatasi kelangkaan ini, beberapa restoran mulai memanfaatkan ikan yang tidak lazim atau kurang populer di pasaran. Misalnya, Ryohei Hayashi, pemilik restoran Jepang di Tokyo, menggunakan ikan "Hira" dari Prefektur Okayama untuk hidangan seperti sushi dan sashimi. Upaya ini mendapat dukungan dari restoran besar seperti perusahaan sushi "Kura Sushi."
Profesor Nobuyuki Yagi dari Universitas Tokyo menekankan pentingnya diversifikasi konsumsi ikan untuk mencegah penurunan drastis sumber daya. Ia juga menyoroti perlunya kerjasama internasional dalam mengelola sumber daya laut yang semakin terancam oleh perubahan iklim.
Penurunan hasil tangkapan ikan yang terus berlanjut ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera mengambil tindakan guna menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan mendukung keberlangsungan budaya kuliner Jepang.

Penjualan ikan di Pasar Tsukiji
Image by mariusz_prusaczyk (Getty Image)
Mulai Juli mendatang, tarif listrik dari 10 perusahaan besar listrik di Jepang akan mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 10 perusahaan tersebut, 8 di antaranya mencatatkan tarif tertinggi sepanjang sejarah mereka berdasarkan model tarif saat ini.
Kenaikan tarif ini disebabkan oleh berakhirnya subsidi dari pemerintah yang telah diberikan sebagai langkah untuk mengatasi lonjakan harga. Namun, dengan harga bahan bakar yang terus meningkat, ada kekhawatiran bahwa tarif listrik akan terus naik di masa depan. Menurut pengumuman dari masing-masing perusahaan listrik, berikut adalah rincian kenaikan tarif listrik untuk rumah tangga dengan penggunaan rata-rata pada bulan Juli:
- Hokkaido Electric Power: naik 409 yen menjadi 9523 yen.
- Tohoku Electric Power: naik 419 yen menjadi 8855 yen.
- Tokyo Electric Power: naik 392 yen menjadi 8930 yen.
- Chubu Electric Power: naik 346 yen menjadi 8691 yen.
- Hokuriku Electric Power: naik 402 yen menjadi 7758 yen.
- Kansai Electric Power: naik 468 yen menjadi 7664 yen.
- Chugoku Electric Power: naik 453 yen menjadi 8514 yen.
- Shikoku Electric Power: naik 460 yen menjadi 8595 yen.
- Kyushu Electric Power: naik 450 yen menjadi 7551 yen.
- Okinawa Electric Power: naik 616 yen menjadi 9663 yen.
Selain itu, tarif gas juga akan mengalami kenaikan seiring dengan berakhirnya subsidi pemerintah. Berikut adalah rincian kenaikan tarif gas untuk rumah tangga dengan penggunaan rata-rata:
- Tokyo Gas: naik 121 yen menjadi 5977 yen.
- Osaka Gas: naik 121 yen menjadi 6529 yen.
- Toho Gas: naik 117 yen menjadi 6795 yen.
- Saibu Gas: naik 95 yen menjadi 6672 yen
Miki Tsutsui, Wakil Peneliti Senior di Pusat Penelitian Tenaga Listrik, menjelaskan bahwa kenaikan tarif ini terjadi karena berakhirnya subsidi dari pemerintah. Meskipun harga LNG (gas alam cair) yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik menurun, harga minyak mentah yang berkaitan dengan LNG menunjukkan tren naik sejak akhir tahun lalu. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan lebih lanjut pada tarif listrik. Tsutsui juga menyoroti dampak dari nilai tukar yen yang melemah, yang kemungkinan akan memperburuk situasi. Menghadapi musim panas yang akan datang, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghemat penggunaan listrik:
Penggunaan AC
- Minimalkan buka-tutup pintu dan jendela.
- Gunakan tirai atau penutup jendela untuk mengurangi panas matahari.
- Gunakan kipas angin bersamaan dengan AC.
- Bersihkan filter AC secara rutin.
- Hindari pengaturan suhu yang terlalu dingin.
Penggunaan Kulkas
- Jangan mengisi kulkas terlalu penuh.
- Atur suhu kulkas pada tingkat yang tepat.
- Kurangi frekuensi dan durasi buka-tutup pintu kulkas.
Langkah-langkah penghematan lebih detail dapat ditemukan di situs portal hemat energi dari Badan Sumber Daya Energi. Meski penting untuk menghemat biaya listrik, tetap utamakan kesehatan dengan menggunakan AC secara bijak dan memastikan hidrasi yang cukup selama musim panas.
Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno menyatakan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan cepat jika terjadi lonjakan harga yang tidak terduga dan berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Sementara itu, meskipun subsidi berakhir, harga bahan bakar saat ini relatif stabil dibandingkan puncak harga sebelumnya pada Desember tahun lalu. Dalam menghadapi kenaikan tarif ini, penting bagi masyarakat untuk melakukan penghematan energi sembari tetap menjaga kesehatan dan keselamatan di musim panas yang akan datang.

AC merupakan salah satu penyumbang terbesar tarif listrik
Image by Proxima-Studio
Pengadilan Tertinggi Jepang telah menolak banding para tunawisma yang bertahan di dalam kompleks fasilitas bantuan pekerja harian di Osaka, Nishinari-ku, yang ditutup untuk dibangun kembali karena kondisi bangunan yang sudah tua. Keputusan ini mengukuhkan kekalahan pihak tunawisma.
Mengenai fasilitas dukungan pekerja "Airin Comprehensive Center" di Osaka, Nishinari-ku yang akan dibangun kembali karena sudah tua, lima tahun lalu pemerintah pusat dan prefektur Osaka mengusir para pekerja dan menutup bangunan tersebut. Namun, setelah itu, para tunawisma tetap berada di sekitar pintu masuk kompleks, sehingga prefektur mengajukan gugatan untuk memaksa mereka pergi.
Dalam persidangan tingkat kedua, Pengadilan Tinggi Osaka pada Desember dua tahun lalu menyatakan bahwa "para tunawisma secara de facto menguasai seluruh lahan. Prefektur Osaka telah melakukan upaya untuk menghubungkan mereka dengan dukungan seperti permohonan penerimaan kesejahteraan sosial," dan memerintahkan pengusiran, mengikuti putusan pengadilan tingkat pertama. Pihak tunawisma kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut.
Terkait ini, pada tanggal 29 Mei, Ketua Mahkamah Agung Bagian Pertama, Takaya Fukayama, memutuskan untuk menolak banding tersebut, sehingga kekalahan pihak tunawisma menjadi sebuah kepastian. Dengan putusan ini, prefektur Osaka dapat mengajukan permohonan untuk eksekusi paksa guna mengusir para tunawisma, dan tindakan prefektur ke depannya akan menjadi sorotan.
Meski Jepang dikenal sebagai negara yang maju dengan tingkat kebersihan dan keteraturan yang tinggi, ada beberapa daerah di negara ini yang diidentifikasi sebagai wilayah kumuh, salah satunya adalah Nishinari-ku di Osaka.
Nishinari-ku, terutama di sekitar area Kamagasaki, merupakan salah satu daerah paling terkenal di Jepang yang menghadapi masalah kemiskinan dan tunawisma. Wilayah ini telah lama menjadi pusat bagi pekerja harian dan tunawisma yang mencari pekerjaan tidak tetap. Berikut beberapa informasi mengenai sisi kumuh Jepang, khususnya Nishinari-ku:
Kamagasaki, yang secara resmi dikenal sebagai Airin-chiku, telah menjadi pusat pekerja harian sejak zaman Edo. Pada tahun 1960-an, daerah ini mulai dikenal luas sebagai daerah dengan konsentrasi tinggi pekerja harian dan tunawisma, terutama setelah kerusuhan besar yang terjadi di akhir dekade tersebut.
Banyak tunawisma di Kamagasaki tinggal di penginapan murah yang disebut "doya" atau di jalanan. Meskipun ada fasilitas dukungan seperti Airin Comprehensive Center, banyak dari mereka masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan tetap dan tempat tinggal yang layak.
Pemerintah Osaka dan berbagai organisasi non-profit telah berupaya untuk memperbaiki kondisi di daerah ini. Berbagai program telah diluncurkan untuk memberikan dukungan kesehatan, pekerjaan, dan perumahan bagi para tunawisma dan pekerja harian. Namun, masalah ini masih belum sepenuhnya teratasi.
Daerah seperti Kamagasaki sering kali mendapat stigma negatif dari masyarakat umum. Hal ini menambah kesulitan bagi para penduduknya untuk mengakses peluang pekerjaan dan layanan sosial.
Ada rencana pengembangan ulang untuk memperbaiki infrastruktur dan kondisi hidup di Nishinari-ku. Namun, rencana ini sering kali menyebabkan konflik dengan penduduk lokal, terutama para tunawisma yang merasa terpinggirkan.
Mengatasi masalah kemiskinan dan tunawisma di daerah kumuh seperti Nishinari-ku memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Dukungan pemerintah, keterlibatan masyarakat, serta pemahaman yang lebih dalam tentang akar permasalahan sangat penting untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Kondisi di salah satu kawasan kumuh
Image by Makoto Kawakami
Mulai bulan Juni, pemerintah Jepang akan menerapkan program pengurangan pajak tetap yang dirancang untuk meningkatkan pendapatan bersih masyarakat. Kebijakan ini juga mencakup pekerja asing yang memegang visa Specified Skilled Worker (Tokutei Ginou), yang merupakan bagian penting dari tenaga kerja di berbagai sektor industri di Jepang. Pengurangan pajak tetap ini memberikan manfaat berupa pengurangan pajak pendapatan sebesar ¥30,000 dan pajak penduduk sebesar ¥10,000 per tahun. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya beli dan membantu masyarakat merasakan peningkatan pendapatan bersih mereka.
Pekerja asing dengan visa Tokutei Ginou, yang bekerja di sektor-sektor seperti perawatan, konstruksi, dan manufaktur, juga akan merasakan dampak positif dari kebijakan ini. Visa Tokutei Ginou diberikan kepada tenaga kerja asing yang memiliki keterampilan khusus dan bekerja secara legal di Jepang. Lalu, apa saja kriteria agar pekerja asing bisa menerima potongan ini? Pekerja harus bekerja secara legal dan terdaftar untuk membayar pajak penghasilan serta pajak penduduk di Jepang. Pengurangan pajak ini berlaku bagi pekerja dengan penghasilan tahunan tidak melebihi ¥20,000,000 atau pendapatan tidak lebih dari ¥18,050,000 per tahun. Pengajuan pajak harus dilakukan dengan benar melalui pemotongan pajak dari gaji atau pelaporan pajak tahunan.
Pengurangan pajak akan tercermin dalam slip gaji bulanan pekerja mulai bulan Juni, sehingga mereka akan melihat peningkatan dalam pendapatan bersih mereka. Pengurangan ini bertujuan untuk membantu pekerja, termasuk pekerja asing, dalam mengatasi kenaikan biaya hidup di Jepang. Banyak perusahaan yang mempekerjakan pekerja dengan visa Tokutei Ginou menyambut baik kebijakan ini, meskipun ada kekhawatiran mengenai beban administrasi tambahan. Perusahaan diharuskan mencantumkan jumlah pengurangan pajak dalam slip gaji, yang menambah pekerjaan administratif bagi departemen keuangan mereka.
Menteri Keuangan Jepang, Taro Suzuki, mengakui bahwa ada peningkatan beban administrasi bagi perusahaan, tetapi menekankan pentingnya kebijakan ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mengatasi deflasi. "Kami meminta kerjasama semua pihak untuk memastikan keberhasilan program ini," ujar Suzuki dalam konferensi pers. Pengurangan pajak tetap ini diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi yang signifikan dengan meningkatkan pendapatan bersih pekerja, termasuk pekerja asing dengan visa Tokutei Ginou. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi di tengah kenaikan harga barang dan jasa di Jepang. Program ini tidak hanya mendukung warga negara Jepang, tetapi juga para pekerja asing yang telah berkontribusi besar terhadap perekonomian negara, menunjukkan komitmen Jepang terhadap inklusi dan kesejahteraan semua pekerja di negaranya.

Pihak perusahaan menyambut baik, namun khawatir terkait beban administrasi
alfexe (Getty Image Pro)
Jumlah pekerja yang meninggal, terluka, atau cedera akibat kecelakaan kerja meningkat untuk tahun ketiga berturut-turut. Menurut perhitungan yang baru saja dirilis, jumlah kecelakaan kerja mencapai 135.000 orang selama setahun terakhir. Khususnya patah tulang pada para pekerja lanjut usia. Kementrian Kesejahteraan Jepang menghimbau untuk mengambil tindakan pencegahan dan meningkatkan keselamatan tempat kerja.
Menurut Kementrian Kesejahteraan Jepang, jumlah orang yang meninggal atau cedera dalam kecelakaan kerja dan harus absen selama lebih dari 4 hari selama setahun terakhir mencapai 135.371 orang. Angka ini meningkat sebanyak 3.016 orang dari tahun sebelumnya. ANgka ini sekaligus menandai peningkatan kasus dalam 3 tahun kebelakang secara berturut-turut. Dari keseluruhan kasus
- 26,6% adalah patah tulang akibat jatuh
- 16,3% adalah sakit pinggang akibat mengangkat benda berat atau gerakan yang terlalu berat, keduanya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, 27,9% dari cedera akibat jatuh terjadi pada orang lanjut usia yang berusia 65 tahun ke atas. Namun, jumlah kematian mengalami penurunan sebanyak 19 orang dari tahun sebelumnya, mencapai angka 755 orang, merupakan jumlah terendah sejak catatan dimulai pada tahun 1948. Sementara itu, kasus kematian terjadi pada beberapa sektor.
- Industri konstruksi menjadi yang tertinggi dengan 223 kematian
- Diikuti oleh industri manufaktur dengan 138 kematian
- Dan industri pengiriman darat dengan 110 kematian.
Kementerian Kesejahteraan menyatakan, "Jumlah pekerja lanjut usia terus meningkat, dan terjadi peningkatan patah tulang akibat jatuh terutama pada wanita yang memiliki kepadatan tulang rendah dibandingkan dengan pria. Kami memperkuat subsidi untuk perbaikan tempat kerja yang rentan tergelincir serta program olahraga, dan akan terus mendorong langkah-langkah pencegahan kepada perusahaan."

Kasus pada pabrik mengalami kenaikan dalam 3 tahun terakhir
Peternakan hewan di kota Nasu Shiobara akan musnahkan sekitar 16.000 babi yang dipelihara di peternakan tersebut. Hal ini disebabkan hewan yang menjadi favorit masyarakat Jepang ini terinfeksi Classical Swine Fever (CSF) atau yang biasa kita kenal sebagai kolera. Oleh karena itu, Pemerintah prefektur Tochigi mengambil langkah aman dengan memusnahkan ribuan hewan ternak tersebut.
Menurut pemerintah Prefektur Tochigi, pada tanggal 24 mei mereka menerima laporan dari peternakan Kota Nasu Shiobara. "Sejak tanggal 8 bulan ini, terjadi peningkatan kematian ternak babi." Alhasil dilakukan penyidikan oleh Institut Research Jepang dan ditemukan bahwa hewan ternak terinfeksi CSF atau kolera.
Malam harinya tanggal 26 Mei, Pemerintah Tochigi mengadakan pertemuan untuk membahas tindakan pencegahan terkait karantina dan tindakan yang akan mereka lakukan. Akhirnya diputuskanlah bahwa semua babi yang ada di peternakan atau sekitar 16.000 akan dimusnahkan.
Sebenarnya ini bukan kali pertama CSF ditemukan dan terjangkit pada hewan ternak di peternakan ini. Tiga tahun lalu, CSF juga pernah menjangkiti para babi di peternakan ini. Gubernur Tomiichi Fukuda memberikan statement pada press conference, "CSF menginfeksi babi dan babi hutan, tapi tidak akan menular ke manusia. Namun, kami melakukan ini supaya tenang dan tidak mengakibatkan epidemi."

Ilustrasi Peternakan Babi
Image by BananaStock(Photo Image)
Pagi Kamis (23/05/2024), dua pesawat penumpang Japan Airlines (JAL) bersenggolan di Bandara Haneda Tokyo. Beruntung, tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden ini. Menurut laporan, insiden terjadi sekitar pukul 07.30 pagi waktu setempat. Pesawat JAL nomor penerbangan 503, yang menuju Bandara New Chitose di Hokkaido, tengah mundur dari tempat parkirnya ketika menabrak pesawat lain yang sedang bergerak maju menuju tempat parkir yang berdekatan. Akibat tabrakan tersebut, kedua pesawat mengalami kerusakan. Pesawat JAL nomor penerbangan 503 yang seharusnya mengangkut 328 penumpang itu membatalkan penerbangan setelah insiden tersebut. Sementara itu, pesawat lainnya yang tidak mengangkut penumpang juga tertunda keberangkatannya karena harus diganti pesawatnya.
Japan Airlines meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pelanggannya. Insiden ini merupakan yang terbaru dari serangkaian tabrakan pesawat di lapangan udara Jepang. Pada bulan Januari, pesawat Korean Air menabrak pesawat Cathay Pacific di Bandara New Chitose, sementara pada bulan Februari, dua jet penumpang All Nippon Airways (ANA) bersenggolan di Bandara Osaka.
Berkaitan dengan serangkaian insiden yang melibatkan pesawat Japan Airlines, otoritas penerbangan Jepang, yakni Kementerian Transportasi, mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan mendadak terhadap kantor Japan Airlines di Bandara Haneda. Penyelidikan dilakukan setelah beberapa insiden yang terjadi dalam kurun waktu singkat. Pada 23 Mei, selain insiden di Bandara Haneda, ada juga laporan tentang pesawat JAL yang menyalahi batas jalan pemandu di Bandara Fukuoka pada bulan ini.
Pada insiden di Bandara Fukuoka, pilot pesawat Japan Airlines tidak menerima instruksi dari petugas pengatur lalu lintas udara, sementara petugas pengatur lalu lintas udara tersebut juga gagal menemukan pesawat. Kementerian Transportasi menegaskan pentingnya prosedur pengulangan instruksi ini, terutama setelah insiden di Bandara Haneda pada bulan Januari yang menunjukkan kesalahan serupa.
Kementerian Transportasi akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menganalisis penyebab insiden-insiden tersebut dan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Menteri Transportasi, Saito, dalam konferensi pers setelah pertemuan kabinet pada hari Jumat (24/05/2024), menyatakan, "Kami sangat prihatin dengan serangkaian insiden keselamatan di Japan Airlines. Kami berkomitmen untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap penerbangan dengan melakukan tindakan yang tepat."

Pesawat JAL yang tengah take off di Bandara Haneda
Image by Peshkova (Getty Image)