Blog

Ratusan Ribu Bunga Mekar di Jepang

Di kota Iide, Prefektur Yamagata, taman lili yang dihiasi dengan 500.000 bunga lili tengah mencapai puncak keindahannya, memanjakan para pengunjung yang datang. "Dondenhira Lily Garden" di Iide, dengan luas sekitar 7 hektar, merupakan taman lili terbesar di wilayah Tohoku. Di dalam taman ini, berbagai jenis lili beraneka warna sedang bermekaran. Di antara bunga-bunga yang sedang mekar indah, terdapat jenis "Lively" dengan batang tinggi dan bunga berwarna merah muda, serta "Patricia Pride" yang memiliki kelopak besar berwarna ungu dan putih yang mekar menghadap ke atas.
Menurut pihak taman, tahun ini bunga-bunga lili mekar sekitar seminggu lebih awal dari biasanya akibat pengaruh musim dingin yang hangat, dan saat ini mencapai sekitar 70% dari puncak mekarnya. Para pengunjung yang datang menikmati suasana dengan mengambil foto dan mengagumi bunga lili favorit mereka. Seorang wanita berusia 70-an yang datang dari Tokyo mengungkapkan kekagumannya, "Ini pertama kalinya saya datang ke sini dan pemandangannya sungguh memukau. Sayang sekali hujan turun, tapi tetesan air di bunga-bunga itu juga terlihat sangat indah."
Manajer taman, Takashi Daidoji, menyampaikan, "Di dalam taman terdapat banyak bunga lili, sehingga mencari yang paling Anda sukai bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kami juga memiliki berbagai tanaman lain yang memperindah bunga lili, jadi nikmatilah pemandangan kontras yang ada." Puncak mekarnya bunga lili di "Dondenhira Lily Garden" diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan bulan depan.
Sementara itu, pengunjung juga berdatangan ke dataran tinggi Yunomaru, yang terletak di Kota Tomi, Prefektur Nagano, dan Desa Tsumagoi di Prefektur Gunma, untuk melihat aneka warna bunga azalea Jepang yang mekar penuh. Sekitar 600.000 bunga azalea menghiasi dataran tinggi ini, mencapai puncak mekarnya mulai Senin (24/06/2024). Para pengunjung dapat bertamasya dan berfoto di wilayah yang diwarnai dengan azalea oranye cerah.


Bunga Azalea khas Jepang mulai bermekaran di Gunma
Bunga Azalea di beberpa wilayah di Gunma
Image by williamhc (Getty Image)

Miras Dilarang di Shinjuku

Pemerintah Distrik Shinjuku di Tokyo telah memutuskan untuk melarang konsumsi minuman keras (miras) di jalanan wilayah hiburan populer Kabukicho dan sekitarnya selama periode Halloween tahun ini. Keputusan ini diambil oleh Dewan Distrik Shinjuku yang menyetujui peraturan tersebut dengan suara bulat pada hari Jumat, 21 Juni 2024.

Langkah ini diambil mengikuti contoh dari Distrik Shibuya yang telah menerapkan larangan serupa tahun lalu. Pejabat Shinjuku mengungkapkan bahwa larangan di Shibuya tahun lalu mendorong banyak orang, termasuk wisatawan, untuk beralih mengunjungi Kabukicho selama periode Halloween, yang menyebabkan peningkatan sampah di jalanan wilayah tersebut.

Mengutip NHK, peraturan larangan minum miras di jalanan ini akan mulai berlaku pada sore hari tanggal 31 Oktober hingga keesokan paginya, serta selama waktu-waktu lain yang dianggap perlu oleh Wali Kota Shinjuku. Zona yang menjadi target larangan ini meliputi beberapa wilayah di Kabukicho dan sekitarnya. Untuk memastikan peraturan ini dipatuhi, petugas akan berpatroli di area terlarang guna menginstruksikan masyarakat agar tidak mengonsumsi miras di jalanan selama periode tersebut. Selain itu, toko-toko juga diminta untuk tidak menjual minuman beralkohol.

Pemerintah Distrik Shinjuku akan menentukan area dan jam spesifik untuk penerapan larangan ini dan akan mengumumkan informasinya secara rinci di situs web resmi distrik tersebut. Dengan diberlakukannya peraturan ini, diharapkan dapat menjaga ketertiban dan kebersihan di kawasan Kabukicho selama perayaan Halloween, serta mengurangi dampak negatif dari konsumsi alkohol di ruang publik.


pemerintah shinjuku larang miras selama halloween
Suasana Halloween di Jepang
Image by David Dibert (Pexels)

Jepang Nomor 2 Pemain Judi online

Maraknya judi online menjadi isu global yang tak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga pada negara-negara lain, termasuk Jepang. Pemerintah Jepang tengah berjuang mengatasi fenomena ini meskipun sudah memiliki regulasi ketat yang melarang online gambling.

Menurut data yang dirilis oleh Similar Web pada 2021 hingga 2022, Jepang merupakan salah satu dari tujuh negara dengan jumlah pemain judi online terbanyak di dunia. Setiap bulan, rata-rata warga Jepang mengunjungi situs perjudian online hingga mencapai angka 29,3 juta kali, menyumbang sekitar 6,3 persen dari pangsa pasar judi online global.

Meskipun perjudian online dianggap ilegal di Jepang dan bisa dikenai hukuman pidana, aktivitas ini tetap marak terjadi. Pemerintah Jepang sebenarnya telah mengatur sejumlah regulasi terkait aktivitas perjudian dengan lisensi yang jelas untuk jenis perjudian tertentu, seperti pacuan kuda dan lotere. Namun, tantangan besar masih ada dalam mengawasi dan menindak perjudian online yang sifatnya lintas batas dan anonim.

Kasus di Jepang ini menjadi sorotan mengingat negara tersebut dikenal dengan modernisasi dan infrastruktur teknologi yang canggih, yang ironisnya turut memfasilitasi akses ke situs-situs judol internasional. Para pemain dapat dengan mudah mengakses platform judi dari negara lain yang melegalkan aktivitas ini, seperti Filipina, Thailand, dan Kamboja.

Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi masalah serupa dengan meningkatnya aktivitas perjudian online. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah berupaya keras menanggulangi masalah ini. Presiden Joko Widodo pun telah mempertegas larangan berjudi dan mengimbau masyarakat untuk menghindari perbuatan tercela tersebut. "Jangan judi, jangan judi, jangan berjudi, baik secara offline maupun online," tegas Jokowi dalam siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 17 Juni 2024.

Fenomena meningkatnya perjudian online ini tidak hanya meresahkan masyarakat dan pemerintah di Jepang, tetapi juga menjadi perhatian global. Banyak negara, termasuk Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat, menghadapi tantangan yang sama meskipun beberapa di antaranya memiliki regulasi yang lebih longgar terkait perjudian.

Dalam menghadapi lonjakan pemain judol, langkah-langkah kolaboratif antarnegara sangat diperlukan untuk menekan laju perkembangan aktivitas ilegal ini. Jepang, dengan regulasi ketatnya, terus mencari cara untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, demi melindungi warganya dari dampak negatif perjudian online.


jepang masuk peringkat 2 pemain judi online terbanyak diduniaJodul makin marak dan meresahkan tiap harinya
Image by boommaval

Tiket Masuk Kastil Himeji Diperkirakan Naik

Tiket Masuk Kastil Himeji Mungkin Naik Empat Kali Lipat Bagi Wisatawan Luar Negeri

Himeji-Castle

Kota Himeji, Prefektur Hyogo sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tiket masuk Kastil Himeji untuk wisatawan luar negeri yang berusia 18 tahun ke atas hingga 4x lipat. Walikota Himeji mengatakan dia ingin menggunakan kenaikan biaya tersebut untuk tindakan dalam mengelola overtourism dan melakukan perbaikan pada kastil, yang merupakan situs Warisan Dunia.

Saat ini harga tiket masuk Kastil Himeji adalah ¥1,000. "Anda bisa memasuki [Kastil Himeji] dengan biaya $7" kata Kiyomoto. "Saya sedang berpikir untuk untuk menaikkan biayanya. Saya ingin orang asing membayar $30 atau lebih dan penduduk Himeji membayar sekitar $5."

Nilai tukar yen terhadap dollar AS adalah 
¥157 pada hari Jumat, yang berarti biaya saat ini adalah sekitar $7. Kastil Himeji ini menerima 1,48 juta wisatawan pada tahun fiskal 2023 dan 30% diantaranya adalah wisatawan luar negeri. Pemerintah kota akan menyusun proposal dan mendiskusikannya dengan Badan Urusan Kebudayaan Jepang dan pihak terkait lainnya.

Jelajahi Istana Kekaisaran Kyoto

Menelusuri Istana Kekaisaran Kyoto

"Gosho" dalam bahasa Jepang mengacu pada Istana kekaisaran, awalnya hanyalah penambahan dari kata "Go", sebuah awalan kehormatan pada kata "Sho" yang berarti tempat. kemudian kata tersebut digunakan sebagai istilah hormat untuk merujuk pada lokasi seseorang.

Karena orang yang harus dihormati secara bertahap terbatas pada orang-orang berpangkat tinggi, Gosho kemudian merujuk pada kediaman Kaisar. Di Kyoto ada tiga Gosho : Istana Kekaisaran Kyoto, Istana Kekaisaran Kyoto Sento, dan Istana Kekaisaran Kyoto Omiya.

Selama lebih dari 1.000 tahun hingga Restorasi Meiji pada tahun 1868, Istana Kekaisaran Kyoto adalah kediaman Kaisar. Tak satupun dari bangunan tersebut kini berpenghuni setelah keluarga kekaisaran pindah ke Tokyo.

Kediaman Kaisar di Tokyo saat ini disebut Gosho. Namun sering disebut Kokyo daripada Gosho. Kokyo mencakup wilayah yang lebih luas dari Gosho dan mencakup Kyuden, tempat diadakannya berbagai acara atau urusan pemerintahan. Istana Kekaisaran menempati lokasi bekas Kastil Edo, yang merupakan rumah Shogun Tokugawa hingga Restorasi Meiji.

Tahun  794, Ibukota dipindahkan ke Heiankyo (sekarang Kyoto), istilah "Dairi" sering digunakan sebagai pengganti Gosho yang berarti Kediaman Kaisar. Dairi didirikan ditengah bagian utara Heiankyo, dekat Shimodachiuridori-tsuchiyamachi (Sekarang Distrik Kamigyo, Kyoto).

Istana ini terbakar dan dibangun kembali sebanyak 14 kali sebelum ditinggalkan pada 1227, ketika terbakar di tengah pengerjaan rekonstruksi. Ketika Dairi sedang dibangun kembali Kaisar tinggal di kediaman Klan Fujiwara di Tsuchimikado Higashinotoin-dono, yang kemudian istana ini dihancurkan dan dibangun kembali setiap kali orang-orang berkuasa pada saat itu, termasuk Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi.

Gaya arsitektur berubah setiap kali dibangun kembali, namun bangunan utama dipugar dengan gaya Heian (794-akhir abad 12) atas perintah Keshogunan Edo setelah Kebakaran Besar Tenmei yang membuat Kyoto menjadi abu, pada tahun 1788. Istana Kekaisaran Kyoto terbakar lagi pada tahun 1854. Istana ini dibangun kembali pada tahun berikutnya dengan gaya periode Heian dan bangunan ini masih digunakan sampai sekarang. 

Harga Barang di Jepang Naik

Inflasi harga grosir di Jepang mengalami lonjakan signifikan pada bulan Mei, didorong oleh meningkatnya biaya listrik dan melemahnya nilai yen. Bank Jepang (BOJ) melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen awal untuk bulan ini naik 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan peningkatan tajam dari 1,1 persen pada bulan April dan mencapai level 2 persen untuk pertama kalinya dalam delapan bulan terakhir.

Indeks Harga Produsen mengukur harga yang dibebankan antarperusahaan untuk barang dan jasa. Kenaikan biaya yang dibebankan pada tagihan listrik untuk menutupi biaya energi terbarukan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kenaikan harga produsen ini. Selain itu, berakhirnya subsidi energi pemerintah juga akan menyebabkan peningkatan tagihan listrik. Harga impor tetap tinggi karena pelemahan yen, yang turut memberikan tekanan pada harga produsen.

Fokus utama saat ini adalah bagaimana faktor-faktor ini, ditambah dengan upaya untuk membebankan kenaikan biaya tenaga kerja melalui kenaikan harga, akan mempengaruhi indeks ini di masa depan.

Selain itu, harga beras di Jepang naik di tengah kenaikan harga berbagai jenis makanan, yang disebabkan oleh pengaruh cuaca panas ekstrem tahun lalu. Dalam pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan pada tanggal 12, peserta mengungkapkan bahwa beras dengan harga terjangkau mengalami kekurangan, dan harga di beberapa wilayah melonjak.

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri oleh produsen, pedagang grosir, dan perusahaan makanan, dibahas bahwa meskipun stok beras pada tahap distribusi masih cukup, harga beras hasil panen tahun lalu yang dijual oleh kelompok JA kepada pedagang grosir naik sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pedagang grosir melaporkan bahwa meskipun harga naik, penjualan untuk rumah tangga tetap stabil, dan permintaan dari sektor pariwisata juga mendorong penjualan untuk restoran. Namun, kualitas beras menurun akibat cuaca panas tahun lalu, menyebabkan berkurangnya volume distribusi dan tingginya harga pada perdagangan spot di antara pedagang grosir.

Seorang pedagang grosir yang berpartisipasi dalam pertemuan mengatakan, "Secara keseluruhan stok cukup, tetapi beberapa merek mengalami kekurangan. Meskipun tidak dapat memenuhi permintaan seluruhnya, kami akan terus menyesuaikan penjualan." Pedagang grosir lainnya menambahkan, "Tahun ini stok ketat, dan kami tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan baru. Kami sangat menantikan panen baru."

Harga beras melonjak dalam perdagangan spot, terutama untuk beras berharga rendah. Pada bulan April, harga rata-rata beras hasil panen tahun lalu yang dijual oleh kelompok JA mencapai 15.526 yen per 60 kilogram, naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Harga beras "Koshihikari" di Kanto pada akhir bulan lalu mencapai 25.958 yen per 60 kilogram, naik lebih dari 90 persen dari tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan meyakinkan bahwa secara nasional, stok beras tidak dalam kondisi kritis dan meminta masyarakat untuk tetap tenang. Profesor Katsuomi Arahata dari Universitas Jepang International Academy menjelaskan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh pengetatan pasokan dan permintaan serta cuaca panas tahun lalu. Namun, ia menyarankan agar industri tetap tenang, karena meskipun harga spot meningkat, harga di tingkat pengecer tidak mengalami lonjakan besar.

Prospek ke depan tergantung pada kondisi pertumbuhan tanaman beras tahun ini, yang akan diketahui sekitar bulan Agustus hingga September. Jika panen diprediksi normal, harga diharapkan akan stabil.


banyak harga barnag di jepang menngalami kenaikan akibat inflasi
Kenaikan ini diyakini untuk menekan biaya produksi yang naik akibat melemahnya yen dan naiknya harga listrik
Image by JLGutierrez (Getty Image Signature)

Maraknya Situs Penipuan di Jepang

Kepolisian Tokyo dan Kepolisian Prefektur Chiba telah menangkap 26 orang terkait dugaan penipuan melalui situs lowongan pekerjaan sampingan. Mereka diduga menipu korban dengan meminta uang pendaftaran dan biaya lainnya. Kerugian yang diakibatkan oleh penipuan ini diperkirakan mencapai 1,9 miliar yen dengan korban sekitar 8.600 orang, terutama wanita muda.

Seorang karyawan wanita berusia 20-an yang menjadi korban penipuan ini mengungkapkan pengalamannya dalam wawancara dengan NHK. Ia tertarik pada pekerjaan sampingan dan mendaftar di situs tersebut pada bulan Februari setelah melihat iklan di media sosial. "Saya memulainya dengan santai karena iklannya menyebutkan 'cukup membalas pesan pada waktu luang untuk mendapatkan uang'. Saya ingin menabung dan juga melihat banyak orang melakukan pekerjaan sampingan tersebut, oleh karenanya saya tidak curiga" ungkapnya. Wanita tersebut mulai berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku sebagai pria paruh baya dari Osaka. Dalam percakapan tersebut, pria tersebut mengaku memiliki berbagai masalah pribadi dan menghargai bantuan yang diberikan oleh korban.

Setelah beberapa waktu, pria tersebut menawarkan untuk memberikan hadiah uang sebesar 500.000 yen sebagai tanda terima kasih. Namun, situs mengharuskan korban untuk mendaftar sebagai anggota resmi dan membayar biaya untuk memasang saluran berbayar. Wanita tersebut terus membayar biaya yang diminta hingga akhirnya berutang sebesar 1,5 juta yen. Ibunya yang curiga kemudian menyadari bahwa putrinya menjadi korban penipuan.

Kepolisian mengungkapkan bahwa grup ini menjalankan peran yang berbeda seperti "pengelola situs," "operator," dan "penarik uang." Mereka menargetkan wanita muda yang tertarik pada pekerjaan sampingan melalui situs yang menawarkan konsultasi kehidupan berbayar. Operator situs berperan sebagai orang yang membutuhkan konsultasi, menawarkan uang sebagai imbalan, dan mengharuskan korban membayar biaya tinggi untuk mendapatkan imbalan tersebut. Pusat Konsumen Tokyo melaporkan peningkatan signifikan dalam konsultasi terkait pekerjaan sampingan sejak pandemi COVID-19. Pada tahun fiskal 2021, ada 1.381 konsultasi yang meningkat lebih dari 500 dari tahun sebelumnya. Penipuan serupa dengan modus menawarkan imbalan untuk konsultasi telah dilaporkan sebanyak 37 kasus tahun lalu, sebagian besar korbannya adalah wanita muda.

Untuk menghindari penipuan, Pusat Konsumen Tokyo mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan selalu memeriksa keandalan situs sebelum mendaftar. Jika terjebak dalam masalah, masyarakat dianjurkan untuk menghubungi hotline konsumen di 188 atau pusat layanan konsumen terdekat. Peningkatan minat terhadap pekerjaan sampingan menjadi salah satu faktor di balik maraknya penipuan ini. Pemerintah dan berbagai lembaga terus mendorong kewaspadaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah lebih banyak korban berjatuhan.


korban penipuan kebanyakan adalah wanita muda yang tergiur pekerjaan sampingan yang mudah
Korban penipuan kebanyakan adalah wanita muda yang tergiur pekerjaan sampingan yang mudah
Image by South_agency (Getty Image)

Kebangkrutan Mei Melampaui 1000

Jumlah kebangkrutan perushaan atau usaha di Jepang pada bulan Mei melampaui angka 1000 kasus. Angka ini mencapai tingkat tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Peningkatan ini terjadi di tengah berakhirnya dukungan pemerintah yang diberikan ketika pandemi COVID-19. Pencabutan dukungan/bantuan ini menyebabkan semakin banyaknya perusahaan yang tidak mampu melanjutkan usahanya.

Menurut laporan dari perusahaan riset kredit swasta, Teikoku Databank, pada bulan Mei, terdapat 1016 perusahaan di seluruh Jepang yang memiliki utang lebih dari 10 juta yen. Dan mereka telah mengajukan proses restrukturisasi hukum. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 46% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Jumlah kebangkrutan bulanan yang melebihi 1000 kasus terakhir terjadi pada Mei 2012. Penurunan signifikan dalam penjualan selama pandemi menyebabkan banyak perusahaan bergantung pada dukungan keuangan pemerintah. Namun pada putusan terbaru, program bantuan ini mulai dihentikan. Hal ini tentu memaksa perusahaan untuk menghentikan operasional mereka jika memang perusahaan tidak profit.

Jika dilihat dari sektor usaha, peningkatan kebangkrutan terbesar terjadi di:

  • Sektor transportasi yang meningkat lebih dari dua kali lipat.
  • Restoran yang meningkat sebesar 25%.

Alasan utama kebangkrutan adalah "penurunan penjualan," yang menyumbang lebih dari 80% dari total kasus.

Teikoku Databank juga menyebutkan bahwa kebangkrutan akibat kekurangan tenaga kerja, di mana perusahaan tidak mampu mendapatkan tenaga kerja yang cukup untuk melanjutkan operasional juga meningkat. Masalah kenaikan upah dan perekrutan tenaga kerja menjadi tantangan besar bagi perusahaan kecil dan menengah.

Dengan berakhirnya dukungan finansial dari pemerintah, banyak perusahaan yang tidak mampu bertahan dan terpaksa menutup operasional mereka. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kebangkrutan ke tingkat yang belum pernah terjadi selama lebih dari satu dekade.



Ilustrasi kebangkrutan
Image by D-Keine (Getty Image Signature)

Gunung Yake Peringatan Erupsi

Aktivitas vulkanik di Gunung Yake yang terletak di perbatasan Prefektur Nagano dan Gifu meningkat sejak akhir Mei. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan adanya peningkatan jumlah gempa vulkanik yang berpusat di sekitar puncak gunung tersebut. Jika aktivitas ini terus meningkat, JMA mungkin akan menaikkan level peringatan erupsi ke Level 2. Hal ini berarti akan ada pembatasan akses di sekitar kawah.

Menurut JMA, gempa vulkanik di Gunung Yake mulai meningkat sejak 23 Mei. Dalam 10 hari, dari 29 Mei hingga 7 Juni, tercatat sebanyak 80 kali gempa vulkanik. Secara rinci, pada 5 Juni tercatat 5 kali gempa, 6 Juni 4 kali gempa, 7 Juni 14 kali gempa, dan hingga pukul 3 sore pada 8 Juni terjadi 1 kali gempa.

Jika jumlah gempa vulkanik terus meningkat, JMA mempertimbangkan untuk menaikkan level peringatan dari Level 1 ke Level 2. level 1 berarti hati-hati gunung berapi aktif. Sedangkan level 2 berarti pembatasan akses di sekitar kawah.

JMA mengimbau para pendaki yang berencana mendaki Gunung Yake untuk selalu waspada terhadap perubahan aktivitas vulkanik. Pendaki diharapkan mengenakan helm dan mengambil langkah-langkah keselamatan lainnya. Selain itu, JMA menyarankan agar pendaki tidak mendekati fumarol atau lubang uap di sekitar gunung.

Perkembangan lebih lanjut mengenai aktivitas vulkanik di Gunung Yake akan terus dipantau dan diumumkan oleh JMA. Masyarakat di sekitar area tersebut dan pendaki diimbau untuk tetap mengikuti informasi terbaru demi keselamatan bersama.


Pemandangan Gunung Yake
Pemandangan Gunung Yake
Image Credit (website alpico.co.jp)

Mahasiswa Tokyo Protes UKT Mahal

Menanggapi rencana kenaikan biaya kuliah yang tengah dipertimbangkan oleh Universitas Tokyo, para mahasiswa menggelar aksi protes pada tanggal 6 Juni. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pembatalan rencana kenaikan serta transparansi informasi kepada mahasiswa.

Universitas Tokyo saat ini sedang mempertimbangkan kenaikan biaya kuliah, yang jika disetujui hingga batas maksimum yang ditetapkan oleh pemerintah, dapat meningkatkan biaya tahunan dari ¥535,800 menjadi lebih dari ¥100,000.

Aksi protes yang digelar di kampus Hongo, Universitas Tokyo, di distrik Bunkyo, dihadiri oleh sekitar 400 mahasiswa. Para peserta menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa kenaikan biaya ini akan semakin menyulitkan mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari daerah atau mahasiswi, sehingga dapat mengurangi keberagaman di kampus. Mereka juga menyatakan bahwa meskipun ada dukungan finansial, pasti ada yang tetap tidak terjangkau.

    Dalam aksi tersebut, mahasiswa membuat resolusi yang berisi beberapa tuntutan kepada pihak universitas:
  • Pembatalan rencana kenaikan biaya.
  • Transparansi mengenai alasan kenaikan, detail, dan rencana dukungan finansial.
  • Pengaturan pertemuan antara pihak universitas dan perwakilan mahasiswa.

Seorang mahasiswi tahun keempat asal Osaka menyatakan, "Saya mengerti bahwa universitas sedang mengalami kesulitan keuangan, tetapi tambahan ¥100,000 adalah jumlah yang sangat besar dan memberikan tekanan besar." Sementara itu, seorang mahasiswa program doktor menyatakan kekagetannya atas jumlah peserta aksi, "Saya tidak menyangka akan sebanyak ini mahasiswa yang berkumpul. Ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini, dan universitas harus mendengarkan suara kami."

Pihak Universitas Tokyo berkomentar, "Memang benar bahwa kami sedang mendiskusikan biaya kuliah, tetapi karena masih dalam tahap pertimbangan, kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut."

Aksi ini mencerminkan kekhawatiran mendalam dari para mahasiswa terhadap kebijakan yang dapat mempengaruhi akses mereka terhadap pendidikan tinggi, dan mereka berharap suara mereka didengar oleh pihak universitas.


mahasiswa universitas tokyo lakukan aksi protes terkait kenaikan ukt
Auditorium Universitas Tokyo
Image by jaimax (Getty Image)