Jepang Luncurkan Visa Nomad

Jepang akan segera memperkenalkan visa digital nomad bulan depan. Hal ini memungkinkan warga dari 49 negara termasuk Uni Eropa untuk tinggal di negara tersebut selama enam bulan. Langkah ini diambil untuk menarik para profesional yang berpengalaman, terutama di bidang TI, serta individu yang ingin bekerja jarak jauh untuk perusahaan di luar Jepang atau sebagai wiraswasta lepas. Visa ini juga berpotensi untuk YouTuber yang menghasilkan pendapatan dari pengiklan luar negeri. Hal ini seiring dengan rekor pekerja asing di Jepang yang capai 2 juta jiwa, rekor tertinggi selama ini.

Dengan kota-kota yang ramai, pemandangan alam yang beragam, dan budaya pop yang terkenal di dunia, Jepang adalah tempat yang tepat untuk menggabungkan pekerjaan dan perjalanan. Jepang semakin terbuka terhadap orang asing dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian dan daya saing internasional, di mana negara ini mulai terancam oleh populasi yang menua.

Kriteria pengajuan visa digital nomaden Jepang mencakup warga negara dari berbagai negara yang memiliki perjanjian pajak atau bebas visa ketika berkunjung ke Jepang. Misalnya Semua negara Uni Eropa disertakan, bersama dengan Armenia, Belarus, Georgia,Islandia, Liechtenstein, Moldova, Monako, Makedonia Utara, Norwegia, Serbia, Swiss, Turki, dan Inggris Raya. Indonesia pun termasuk di dalamnya. Persyaratan pendapatan minimum untuk visa ini adalah 10 juta Yen atau sekitar Rp1 miliar per tahun.

Visa ini memperbolehkan tinggal selama enam bulan, 2 kali lipat dari 90 hari yang saat ini diperbolehkan bagi 'pengunjung jangka pendek' bebas visa, yang secara teknik tidak diizinkan untuk bekerja selama di Jepang. Visa Nomad ini juga memungkinkan perpanjangan sekali, namun masa tinggal berturut-turut tidak diizinkan. Pasangan dan anak-anak dapat mendampingi, tetapi tidak diizinkan untuk menyewa akomodasi jangka panjang dan harus memiliki asusansi kesehatan swasta. Proposal visa ini sedang dalam proses peninjauan publik di Jepang dan dijadwalkan untuk diluncurkan pada akhir Maret 2024.

jepang luncurkan visa nomad
Pemandangan Shibuya Cross yang ramai dilewati orang
Image by Hafeisi (Pexels)

Salju Lebat Masih Melanda Jepang

Pada tanggal 5 dan 6 Februari 2024, wilayah Tokyo dan sekitarnya dilanda oleh salju lebat, menyebabkan gangguan besar dalam transportasi dan kehidupan sehari-hari. Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan terkait potensi salju lebat yang diprediksi terjadi di wilayah Kanto-Koshin, termasuk Tokyo, selama dua hari tersebut.

Sistem tekanan rendah yang tengah berkembang di sepanjang pantai selatan pulau utama Honshu diperkirakan akan membawa salju ke dataran tinggi dan daerah pegunungan di wilayah tersebut. Selain itu, salju juga diprediksi akan menumpuk di kawasan dataran, termasuk 23 distrik di Tokyo. Peringatan salju lebat diberlakukan untuk daerah yang lebih luas di kawasan Kanto-Koshin, dan masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca.

Akibatnya, transportasi publik dan udara terganggu secara signifikan. Setidaknya 100 penerbangan dari All Nippon Airways dan Japan Airlines dibatalkan, sementara beberapa layanan kereta ekspres terbatas di Jalur Chuo dihentikan. Operator jalan tol juga melaporkan penutupan sebagian jalan tol utama yang melalui Tokyo dan sekitarnya.

Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata menyarankan kepada pengemudi untuk memasang ban salju atau membawa rantai salju, serta mengurangi aktivitas di luar rumah kecuali benar-benar diperlukan. Selain itu, para pejabat juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh jalan yang bersalju dan berlapis es, serta potensi bahaya lainnya seperti salju yang menimpa kabel listrik, pepohonan tumbang, runtuhnya rumah kaca, dan longsoran salju.

Dalam periode 24 jam hingga Selasa tengah hari, diharapkan akan ada akumulasi salju yang signifikan, dengan prediksi mencapai 40 sentimeter di daerah pegunungan wilayah utara Kanto, hingga 30 sentimeter di daerah Hakone, Tama, dan Chichibu, serta hingga 15 sentimeter di daerah dataran di wilayah utara dan selatan Kanto. Selain itu, di 23 distrik Tokyo, diperkirakan akan terjadi tumpukan setebal delapan sentimeter pada periode yang sama.

salju
Salju lebat melanda Jepang
Image by Emre Kazan

Rumah Bantuan Sudah Beroperasi

Unit-unit pertama perumahan sementara telah dibuka untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa Hari Tahun Baru di pantai Laut Jepang. Lebih dari 8.000 orang masih berada di pusat-pusat evakuasi di Prefektur Ishikawa.

Para penyintas gempa mulai pindah ke rumah sementara mereka di Kota Wajima pada Sabtu (03/02/2024). Sebanyak 18 keluarga yang terdiri dari 55 jiwa akan pindah ke unit tersebut. Mereka kehilangan rumah akibat bencana, atau sudah lanjut usia dan membutuhkan perawatan ekstra. Pejabat kota telah menerima lebih dari 4.000 permohonan untuk perumahan sementara.

Prefektur Ishikawa berencana untuk mulai mengerjakan 3.000 unit tambahan sebelum akhir bulan Maret, dan 1.300 di antaranya dijadwalkan akan rampung hingga saat itu. "Unit-unit perumahan sementara telah disediakan dengan cepat, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Saya pikir sangat penting bagi kota-kota yang terlanda gempa untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, prefektur, atau bahkan sektor swasta," kata Sawada Michio, seorang profesor di Universitas Prefektur Kumamoto yang mempelajari bagaimana korban gempa bertahan hidup beberapa hari dan pekan setelah gempa.

Sementara itu, lebih dari 50 orang dilaporkan masih hilang dalam bencana gempa Jepang yang terjadi pada Senin (1/1/2024). Tim penyelamat Jepang juga sedang berjuang untuk menjangkau ratusan orang yang masih terputus dari bantuan, tiga hari setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan sedikitnya 78 orang.

Ribuan tentara, petugas pemadam kebakaran, dan polisi dari seluruh Jepang telah dikerahkan untuk menyisir reruntuhan rumah-rumah kayu yang runtuh dan bangunan-bangunan komersial yang roboh untuk mencari tanda-tanda kehidupan. Sejauh ini, operasi pencarian masih berlanjut. Operasi pencarian dilanjutkan pada hari Sabtu dengan melibatkan sekitar 130 polisi dan petugas pemadam kebakaran.

Sebelas orang masih belum ditemukan di Kota Wajima, dan dua di Kota Suzu. Sejauh ini, 240 orang dipastikan meninggal dunia di seluruh Prefektur Ishikawa. Di wilayah Semenanjung Noto yang paling parah terkena dampak bencana gempa, sebanyak 300 orang dilaporkan tengah putus asa menunggu bantuan di sebuah sekolah di kota Ooya, daerah Suzu.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit. Namun, dari sudut pandang melindungi nyawa, saya meminta Anda untuk melakukan segala upaya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa pada malam ini, ketika 72 jam kritis bencana telah berlalu," kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dalam sebuah pertemuan pemerintah pada Kamis.

rumah bantuan korban bencana jepang
Ilustrasi Rumah Bantuan Korban Bencana Gempa di Prefektur Ishikawa
Images by kokouu (Getty Image)

Toyosu: Tradisi dan Modern

Toyosu, sebuah kota yang menggabungkan pesona tradisional Jepang dengan kemegahan modern, telah menjadi magnet bagi para pengunjung sejak perpindahan Pasar Grosir Pusat Metropolitan Tokyo ke area ini pada tahun 2018. Dengan pembukaan Pasar Toyosu, kota ini telah menjadi pusat perhatian yang tak terbantahkan.

Pasar Toyosu, yang merupakan bagian integral dari Dermaga Toyosu, telah menjadi titik fokus utama bagi para profesional makanan dan penggemar kuliner. Terbagi menjadi zona-zona yang berbeda, pasar ini menawarkan pengalaman berbelanja yang tak tertandingi, mulai dari buah dan sayuran segar hingga makanan laut yang lezat.

Namun, daya tarik Toyosu tidak hanya terbatas pada pasarannya. Dalam sebuah pengalaman yang menggabungkan wisata dan kuliner, pengunjung dapat menjelajahi berbagai restoran di zona 5, 6, dan 7 yang menawarkan hidangan otentik Jepang, seperti sushi, tempura, dan mie soba.

Selain itu, kompleks komersial Urban Dock LaLaport Toyosu menambahkan sentuhan modern ke atmosfer kota. Dengan 210 toko dan restoran yang tersebar di tiga lantai, pengunjung dapat menikmati berbelanja sambil menikmati berbagai kuliner dari Jepang dan luar negeri.

Namun, pesona Toyosu tidak berhenti di sana. Untuk pengalaman yang benar-benar unik, WILD MAGIC -The Rainbow Farm- menawarkan glamping dan BBQ dengan tema yang berbeda di tujuh area yang berbeda. Dari tenda ala Indian hingga pantai tropis, setiap area menawarkan pengalaman berbeda yang tak terlupakan di tengah gemerlap kota Tokyo.

Tidak hanya itu, Toyosu juga akan segera menambahkan dua atraksi baru yang menggabungkan tradisi dan kenyamanan modern. Dengan pembukaan Toyosu Marche Mall / Toyosu Edomae Jokamachi dan Tokyo Toyosu Manyo Club, pengunjung akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati suasana kota yang berbeda.

Toyosu Marche Mall akan membawa kembali nuansa zaman Edo dengan restoran dan toko-toko yang menawarkan produk segar khas Toyosu. Sementara Tokyo Toyosu Manyo Club akan menyuguhkan pemandian air panas yang menenangkan, dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern untuk kesehatan dan kecantikan.

Dengan semua yang ditawarkannya, Toyosu telah menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi para penggemar kuliner, pecinta budaya, dan pencari petualangan. Dari pasar tradisional hingga hiburan modern, kota ini memiliki segalanya untuk memuaskan setiap jenis pengunjung.

toyosu
Pemandangan malam kota Toyosu
Images by FRIMU EUGEN (Getty Images)

Prospek Pekerja Asing di Jepang

Jepang saat ini semakin mengandalkan tenaga kerja asing (TKA) untuk mengatasi kekurangan pekerja. Kondisi ini tentu dapat menjadi peluang emas bagi para pekerja terampil dari Indonesia. Menurut laporan dari Bloomberg, jumlah TKA di Jepang mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2023, yang mencapai hingga 2,05 juta orang atau meningkat 12,4% secara tahunan. Penyebab utama kekurangan tenaga kerja di Jepang adalah demografi yang menurun, dengan populasi usia kerja yang terus menyusut sejak 1995 dan jumlah orang tua yang terus bertambah.

Proyeksi dari sebuah lembaga think tank di Jepang menunjukkan bahwa negara itu berpotensi menghadapi kekurangan lebih dari 11 juta pekerja pada tahun 2040. Kondisi ini terutama mempengaruhi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, dengan jumlah perusahaan yang bangkrut akibat keterbatasan tenaga kerja mencapai rekor tertinggi pada 2023.

Data menunjukkan bahwa sektor manufaktur adalah yang paling banyak mempekerjakan pekerja asing, diikuti oleh industri jasa, ritel, dan konstruksi yang mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Meskipun Vietnam merupakan penyuplai terbesar tenaga kerja asing di Jepang, sebagian besar pekerja Vietnam memasuki Jepang sebagai pekerja magang. Jumlah pekerja asing dari negara-negara Asia lainnya pun meningkat pada tahun lalu, termasuk Indonesia yang mengalami peningkatan paling pesat.

Namun, meskipun kesempatan terbuka lebar bagi para pekerja terampil dari Indonesia untuk bekerja di Jepang, ketenagakerjaann di Jepang bukan tanpa masalah. Meskipun dikenal sebagai negeri yang tertib dan disiplin, ada sorotan terhadap isu hak asasi manusia (HAM) bagi para tenaga kerja asing, termasuk klaim bahwa beberapa pekerja tidak dibayar dengan benar dan mengalami pelecehan.

Pemerintah Jepang berupaya memperbaiki masalah ini dengan merancang program pelatihan untuk para pekerja asing guna mengajarkan keterampilan baru. Program ini dilakukan karena pemerintah Jepang memperkirakan bahwa jumlah pekerja magang akan terus bertambah seiring dengan kekurangan pasokan tenaga kerja dalam negeri yang terus menurun.

Indonesia menjadi salah satu negara yang diminati Jepang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil. Beberapa sektor yang membutuhkan tenaga kerja tersebut meliputi perikanan, industri pembuatan kapal, keperawatan, industri komponen mesin, perhotelan, dan pertanian. Untuk mendapatkan izin tinggal sebagai "Pekerja Berketerampilan Spesifik" di Jepang, seseorang harus lulus ujian keterampilan yang diselenggarakan di Jepang atau negara lain untuk setiap bidang industri tertentu.

tenaga kerja asing
Tenaga Kerja Asing
image by joydo (pixabay)

Rahasia Umur Panjang Orang Jepang

Negara Jepang, sebuah negeri dengan populasi centenarian (orang yang mencapai umur 100 tahun) terbanyak di dunia. Lalu apa sih sebenarnya rahasia dibalik awet muda dan sehatnya masyarakat Jepang? Seorang dokter ahli jantung asal Osaka, Dr. Reizo membeberkan pola hidupnya. Meski telah berusia 95 tahun, Reizo tetap memancarkan semangat dan kesehatan yang mempesona. Mengutip dari keturunan Dr. Reizo, Mika Cribbs membagikan delapan resep dari dokter tersebut yang menjadi kunci kebugaran dan umur panjangnya.

1. Jalan Pagi Sebagai Awal Semangat Mika Cribbs, cucu dari Reizo, menceritakan bahwa kakek dan neneknya bangun pagi setiap hari untuk melakukan jalan-jalan minimal 30 menit. Mereka menelusuri lingkungan sekitar dengan total 7 ribu langkah, memulai hari dengan semangat dan mood yang bagus. Selain itu mereka juga menebar senyum dan bersikap ramah kepada setiap tetangga dan orang yang ditemui.

2. Rutin Lakukan Peregangan dan Olahraga Ringan Setelah sesi jalan pagi, Reizo dan istrinya melanjutkan dengan peregangan dan latihan ringan. Hal ini tentu memiliki manfaat antara lain memperkuat otot, menjaga kesehatan sendi, menjaga keseimbangan tubuh, memperbaiki postur tubuh, menjaga sirkulasi darah, dan banyak manfaat lainnya. Mereka menyesuaikan olahraga harian sesuai kebutuhan tubuh tanpa membebani diri, maksimal sekitar 15 menit setelah jalan pagi.

3. Menjaga Koneksi Sosial Melalui Media Sosial Reizo dan pasangannya selalu menyempatkan waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga melalui. Kalaupun terpisaholeh jarak, mereka memanfaatkan platform media sosial. Hal ini membantu menjaga kesejahteraan emosional mereka.

4. Menulis Sebagai Pencatat Pemikiran dan Pengalaman Sejak beberapa tahun lalu, Reizo menyempatkan waktu setiap hari untuk menulis di blog pribadinya, merekam pemikiran dan pandangannya terhadap dunia. Hal ini tentu membantu otak tetap fokus dan kritis. Selain itu, menulis juga dapat menjadi semacam pemanasan bagi otak sebelum memulai melakukan aktivitas.

5. Menikmati Seni Sebagai Ekspresi Diri Disamping menulis, Reizo juga menyalurkan kreativitasnya melalui seni lukis, terutama dalam menggambar potret diri sendiri dan menggali pemahaman diri yang lebih dalam. Selain itu, melukis juga dapat menjaga kemampuan motorik seseorang, menjaga koordinasi mata dan tubuh, serta mempertahankan persepsi visual seseorang, juga menjadi tempat mengekspresikan emosi.

6. Menjalankan Hobi Baru dan Mengeksplorasi Pengalaman Pandemi tidak menghentikan semangat eksplorasi Reizo. Ia memulai hobi baru seperti berkebun, memainkan alat musik, dan mengeksplorasi keterampilan serta petualangan baru. Hal ini tentu dapat menjadi selingan supaya tidak terlalu stres memikirkan pekerjaan tertentu.

7. Mengisi Energi dengan Tidur Siang Tidak melupakan pentingnya istirahat, Reizo selalu mengisi energi dengan tidur siang setelah setengah hari beraktivitas. Tidur siang sebentar saja dapat memulihkan kembali otak, sehingga produktivitas dapat meningkat kembali. Selain itu juga bermanfaat untuk menjaga konsentrasi dan kewaspadaan, meningkatkan suasana hati, hingga menurunkan tekanan darah.

8. Menikmati Hidup dengan Seimbang Rahasia kesehatan dan kebahagiaan Reizo juga terletak pada keseimbangan dalam menikmati hidup, termasuk dalam konsumsi makanan. Mereka menikmati makanan enak namun sehat, seperti berbagai jenis sayuran yang diolah dengan resep khas Jepang.

Dokter Reizo menegaskan bahwa kunci dari umur panjang bukan hanya tentang menjaga tubuh secara fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan emosional, intelektual, dan sosial. Dengan mengekspresikan diri, menjaga hubungan sosial, dan menemukan tujuan hidup, seseorang dapat menikmati kehidupan yang panjang dan bermakna, sesuai dengan konsep "ikigai" yang dipegang teguh oleh masyarakat Jepang.

umur tua
Rahasia Umur Panjang Masyarakat Jepang
Images by Eda Hoyman (Getty Images)

Tren Rumah Akiya Jepang

Fenomena rumah terbengkalai, atau yang dikenal sebagai akiya dalam bahasa Jepang, semakin menjadi sorotan di wilayah pedesaan Jepang. Menurut survei terbaru pada tahun 2018, jumlah akiya mencapai 8,5 juta, dengan proyeksi dari Nomura Research Institute (NRI) memperkirakan akan melebihi 30% dari total rumah di Jepang pada tahun 2033.

Penyebab dari melonjaknya fenomena masif ini ternyata sangat beragam. Salah satunya adalah urbanisasi yang mengakibatkan banyaknya penduduk yang bermigrasi ke kota, menyisakan rumah kosong di pedesaan. Ditambah dengan penurunan populasi, terutama di pedesaan, menjadikan fenomena ini semakin banyak terjadi. Fakta bahwa populasi Jepang menurun dan tingkat kesuburan yang menurun selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor utama pendorong fenomena ini.

Namun, meskipun warga Jepang kurang berminat untuk membeli akiya, minat orang asing terhadap properti ini justru semakin meningkat. Pasangan suami istri asal Inggris, Jaya Thursfield dan Chihiro, serta Take Kurosawa dan Joey Stockermans menjadi contoh orang asing yang membeli akiya dengan harga terjangkau. Natasha Durie, mahasiswa S3 dari School of Anthropology and Museum Etnography di Oxford University yang melakukan penelitian di Gifu, Jepang, mengungkapkan bahwa banyak warga lokal bahkan tidak menyadari minat orang asing terhadap akiya. Hal ini tentu saja dikarenakan membeli rumah akiya lebih murah dibandingkan membeli properti di negara asal mereka.

Namun ternyata, membeli properti terbengkalai ini juga bukan tanpa tantangan. Tantangan dalam membeli akiya juga cukup banyak dan signifikan. Rumah terbengkalai sering memerlukan renovasi besar-besaran, yang membuat biaya pembelian total juga sangat tinggi secara keseluruhan. Rumah yang dijual murah ini dapat dilihat dari kondisinya yang buruk dan berpotensi direnovasi besar-besaran (Apalagi jika harga rumah dibawah US$ 15 atau setara dengan Rp 225 ribu). Perumahan Jepang secara tradisional terbuat dari kayu sehingga hal pertama yang perlu diperiksa adalah adakah rayap ataupun kerusakan struktural lainnya. Selain itu, faktor keamanan juga menjadi perhatian utama, mengingat sebagian besar akiya adalah bangunan lama dan dibangun sebelum peraturan ketahanan gempa diperketat.

Kebijakan pemerintah seperti insentif pajak dan kredit pemilikan rumah, harus ikut menjadi bahan pertimbangan dalam membeli properti. Biaya pajak meliputi pajak pendaftaran pada setiap properti dan pajak akuisisi properti, biaya administrasi dan manajemen, serta pajak properti tahunan biasa. Biaya tersebut tergantung kasus namun perlu diperhatikan bahwa biayanya saja dapat dikenakan US$ 4.000 atau setara dengan Rp 60 Juta.

Terakhir, ada juga syarat-syarat tertentu dalam kontrak pembelian akiya yang perlu diperhatikan, contohnya persyaratan untuk tinggal secara permanen di rumah tersebut, sehingga hal ini tentu saja tidak cocok bagi pelajar dan turis yang berencana menjadikan rumah liburan. Dengan berbagai faktor yang terlibat, fenomena munculnnya rumah-rumah terbengkalai di Jepang menjadi gambaran kompleks tentang perubahan demografis, urbanisasi, dan kebijakan perumahan di negara tersebut.

akiya
Rumah Akiya
Image by StuckPixels (Getty Images)

Gunung Fuji Darurat Overtourism

Siapa yang tak tahu Gunung Fuji? Sebuah gunung yang sangat terkenal di penjuru dunia dan menjadi salah satu landmark utama Negara Jepang. Kepopulerannya ini tentu menarik wisatawan dari berbagai pelosok untuk mampir mengunjunginya ketika berada di Jepang. Namun dibalik ketenaran tempat wisata ini, ternyata juga dapat memiki permasalahan, yaitu overtourism atau kelebihan pengunjung. Overtourism ini menimbulkan dampak negatif yang sangat signifikan, yakni pencemaran lingkungan berupa polusi dan sampah yang meningkat.

Oleh karena itu, pemerintah Jepang akan menerapkan aturan baru yang akan mengenakan biaya pendakian dan membatasi jumlah pengunjung sebagai langkah untuk mengatasi masalah overtourism dan sampah yang meningkat. Mulai 1 Juli 2024, pemerintah Jepang akan membatasi jumlah pendaki ke Gunung Fuji menjadi 4.000 orang per hari sebagai upaya untuk mengatasi masalah overtourism yang telah mencapai tingkat kekhawatiran.

Wisata ini telah mengalami lonjakan jumlah pengunjung yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan keselamatan pendaki. Jalur Yoshida, yang merupakan jalur pendakian paling populer karena akses mudah dari Tokyo dan banyaknya fasilitas akomodasi di sepanjang perjalanan, menjadi pusat perhatian aturan ini dikarenakan peningkatan signifikan jumlah pengunjung. Pada tahun 2023, lebih dari 221.000 pendaki mendaki Gunung Fuji, dengan lebih dari setengahnya memilih menggunakan jalur Yoshida. Peningkatan jumlah pengunjung telah menyebabkan penumpukan sampah di sepanjang jalur, serta kecelakaan dan cedera akibat kemacetan jalan.

Pemerintah prefektur Yamanashi, yang mengawasi aktivitas pendakian di Gunung Fuji sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, merasa perlu untuk mengimplementasikan biaya pendakian sebagai langkah untuk melindungi lingkungan. Selain itu, batasan harian pengunjung akan diberlakukan, dengan hanya 4.000 orang yang diizinkan setiap hari mulai 1 Juli, dan dilarang memulai pendakian antara pukul 16.00 hingga 02.00.

Meskipun rincian biaya pendakian belum diungkapkan, pemerintah berencana untuk mengumumkannya pada bulan Februari. Sebelumnya, pihak pengelola telah menerapkan sistem donasi sukarela sejak tahun 2014, tetapi hanya setengah dari pendaki yang berkontribusi. Namun kesadaran untuk menjaga dan melestarikan Gunung Fuji makin meningkat sejak tahun 2021. Terjadi kenaikan jumlah pendaki yang sukarela memberikan sumbangan. Yaitu sebanyak 67,2 persen di jalur Yamanashi dan 67,4 persen di jalur Shizuoka.

gunung fuji
Gunung Fuji
Image By cengizkarakus (Getty Image)

Tahanan WNI di Jepang Meninggal

Seorang pria Indonesia berusia 27 tahun berinisial SAP meninggal pada Kamis (25/1/2024) usai menjadi tahanan polisi di Prefektur Tochigi, utara Tokyo, Jepang. Dikutip dari mainichi, SAP meninggal di rumah sakit (RS) usai dokter di kepolisian menemukan dia mengalami pembengkakan di sekujur tubuhnya pada Rabu sore.

Pria tersebut dilarikan ke RS setelah dokter yang berada di Kantor Polisi Sano untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Dokter menemukan dia tidak dapat fokus dan mengalami pembengkakan di sekujur tubuhnya pada Rabu (24/1/2024) sore. Pria itu juga tidak bisa berjalan dan meninggal sekitar pukul 02.50 pada Kamis (25/1/2024).

Polisi Tochigi menahan WNI tersebut pada Oktober 2023 karena diduga mengemudi tanpa surat izin mengemudi (SIM) dan pelanggaran keimigrasian di negara itu. Sejak penangkapannya pada Oktober 2023, pria pekerja paruh waktu yang tinggal di daerah dekat Prefektur Gunma ini kerap mengeluhkan masalah kesehatan dan harus bolak-balik menemui dokter. Namun polisi menganggap kondisinya tidak memerlukan rawat inap berdasarkan pemeriksaan kesehatan.

Kedutaan Besar RI (KBRI) untuk Jepang, Heri Akhmadi menuturkan informasi sementara dari pihak kepolisian Jepang bahwa WNI 27 tahun asal Jawa Tengah ini meninggal dunia akibat menderita Covid-19. Heri Akhmadi menambahkan SAP sedang dalam proses penyelidikan polisi sejak November 2023 karena diduga terlibat dalam kasus mengemudi kendaraan tanpa izin dan pelanggaran keimigrasian, serta menjalani penahanan di Penjara Sano.

Lanjut menurut KBRI, jenazah SAP masih berada di Rumah Sakit Sano Ishikai. Dubes Heri telah menghubungi keluarga SAP di Indonesia untuk memberitahukan tentang berita duka ini serta membahas keputusan keluarga mengenai pemakaman jenazah. Heri juga telah meminta penjelasan dari Kepolisian Sano mengenai kronologi penyakit yg diderita SAP dan langkah-langkah perawatan yang telah dilakukan.

WNI Meninggal di Jepang
WNI di Jepang Meninggal Ketika di Tahan di Jepang
Image by Richlegg (Getty Image)

Penyebab Tsunami Kota Toyama

Japan Coast Guard baru-baru ini merilis hasil penyelidikan terhadap dasar laut Toyama Bay, yang berdekatan dengan pusat gempa Noto Peninsula. Dari hasil penyelidikan tersebut, ditemukan bahwa sebagian lereng telah runtuh hingga kedalaman 40 meter. Tsunami di Kota Toyama yang datang hanya tiga menit setelah terjadinya gempa besar tentu sangat membuat para ahli heran. Para ahli mengemukakan bahwa "ini merupakan hasil survei penting untuk mengkonfirmasi penyebab terjadinya tsunami yang sangat cepat datang di Kota Toyama."

Dari tanggal 15 hingga 17 bulan januari ini, Japan Coast Guard melaksanakan survei dasar laut di Toyama Bay, yang terletak di selatan pusat gempa Noto Peninsula, dengan menggunakan perangkat yang memancarkan gelombang suara yang dipasang di kapal survei, dan berhasil membuat peta topografi yang sangat rinci. Ketika dibandingkan dengan peta topografi daerah laut yang sama yang dibuat pada tahun 2010, ternyata ditemukan bahwa lereng dasar laut sekitar 4 kilometer di utara Kota Toyama runtuh sepanjang sekitar 500 meter dari arah utara ke selatan, lebar sekitar 80 meter dari timur ke barat, dan kedalamannya mencapai sekitar 40 meter.

Dalam gempa Noto Peninsula, tsunami sudah sampai ke Kota Toyama, yang jauh dari pusat gempa, hanya dalam kuran waktu 3 menit setelah gempa. Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa fenomena ini sangat tidak wajar dan menganggap bahwa mungkin ada sumber tsunami selain di sekitar pusat gempa.

Menyikapi hasil survei Japan Coast Guard, Profesor Taro Arikawa dari Universitas Chuo, yang mengkaji tentang mekanisme tsunami menyatakan, "Ini mengkonfirmasi bahwa tsunami terjadi akibat tanah longsor di dasar laut Toyama Bay, dan hasil ini konsisten dengan hasil simulasi." Japan Coast Guard berharap dapat menyampaikan hasil penyelidikan ini kepada Komite Penyelidikan Gempa Pemerintah Jepang, yang akan diadakan bulan depan, guna membantu mengidentifikasi lebih lanjut mengenai penyebab sebenarnya tsunami.

Puing Tsunami Toyama Jepang
Reruntuhan Tsunami Kota Toyama
Image By : enase - Getty Image