Pesisir Laut Jepang Siaga Salju Lebat

Warga yang tinggal di wilayah pesisir Laut Jepang, termasuk Semenanjung Noto yang baru-baru ini dilanda gempa yang beruntun, diimbau untuk mengambil langkah-langkah kewaspadaan menghadapi ancaman salju lebat. Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), pola tekanan musim dingin menjadi kuat dengan masuknya massa udara dingin paling kuat dalam musim dingin ini. JMA memperkirakan bahwa salju yang tebal akan melanda wilayah sepanjang Laut Jepang dari bagian barat hingga utara Jepang mulai dari hari Selasa (23/01/2024) hingga Kamis (25/01/2024).

Fenomena ini diprediksi terutama akan turun di pegunungan dan daerah perbukitan di wilayah tersebut. Kemungkinan besar, salju lebat juga akan terjadi di daerah datar seperti kawasan Tokai, Kinki, Shikoku, dan Kyushu, yang biasanya jarang mendapat fenomena ini. Dalam kurun waktu 24 jam hingga hari Rabu (24/01/2024) tengah hari, diperkirakan salju mencapai akan mencapai ketebalan 80 sentimeter di kawasan Hokuriku, 70 sentimeter di Provinsi Niigata dan kawasan Chugoku, serta 60 sentimeter di kawasan Tohoku, Tokai, dan Kinki. Kawasan Kanto-Koshin ketebalan diperkiranakan setebal 50 sentimeter, Hokkaido 40 sentimeter, Shikoku 30 sentimeter, dan Kyushu utara 25 sentimeter.

Pihak berwenang meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gangguan lalu lintas dan ombak tinggi. Mereka juga memberikan peringatan bahwa salju dapat menyebabkan runtuhnya rumah dan bangunan yang mungkin telah rusak akibat gempa Tahun Baru. Warga yang mengungsi diimbau untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap hipotermia, serta menjaga kondisi kesehatan anggota keluarga dan orang di sekitarnya. Selimut dan olahraga juga disarankan untuk menjaga suhu tubuh.

Meskipun jumlah gempa susulan di wilayah terdampak telah mengalami penurunan, aktivitas seismik masih tetap tinggi. Hingga pukul 8 pagi pada hari Selasa (23/01/2024), tercatat telah terjadi sekitar 1.500 gempa susulan dengan intensitas 1 atau lebih pada skala seismik Jepang yang berkisar dari nol hingga tujuh.
Pemandangan Salju di Jepang

Foto Pemandangan Salju di Jepang
Image by : Keattisak (Getty Image)

Mau melihat Sakura? Ini jadwalnya

Musim semi di Jepang sungguh tiada duanya. Ya tentu saja hal ini karena Jepang memiliki sebuah pohon sang sangat unik dan khas, apalagi kalau bukan pohon Bunga Sakura. Buat kalian yang berencana libur ke Jepang dan menikmati pemandangan nan indah, ini jadwal musim bunga sakura di tahun 2024.

Japan Meteorological Corporation (JMC) telah mengeluarkan prediksi cuaca yang mencakup jadwal dan lokasi mekar bunga sakura di seluruh penjuru Jepang.

"JMC telah memperkirakan tanggal berbunga dan mekar penuh pohon sakura Yoshino di sekitar 1.000 tempat," ungkap agensi tersebut. Menurut JMC Bunga pertama di tahun 2024 akan muncul di Kochi pada 18 Maret dan akan mencapai mekar penuh pada 26 Maret. Selanjutnya, pada tanggal 21 Maret, bunga akan bermekaran di Fukuoka dan Nagoya, dengan mekar penuh masing-masing pada tanggal 30 Maret dan 31 Maret.

Bagi para pelancong yang ingin menikmati sakura di Tokyo, disarankan untuk datang pada tanggal 23 Maret, dengan prediksi mekar penuh pada tanggal 30 Maret. Di kota Kyoto dan Osaka, bunga sakura juga diperkirakan akan mekar pada tanggal 23 Maret dan 25 Maret, dengan mekar penuh pada 1 April.

Namun, di Sapporo, pelancong yang ingin menyaksikan sakura harus bersabar hingga tanggal 2 Mei, dengan mekar penuh di wilayah Hokkaido pada 6 Mei. "Tanggal berbunga dan mekar penuhnya bunga sakura sangat tergantung pada pola suhu dan musim gugur tahun sebelumnya," lanjut JMC.

Peramalan ini dapat dilakukan karena kuncup sakura terbentuk selama musim panas tahun sebelumnya. "Tunas tidak mulai tumbuh segera setelah terbentuk, mereka pertama kali memasuki masa domansi" sambung JMC. Lebih lanjut, JMC menjelaskan bahwa perkiraan tanggal berbunga dan mekarnya bunga sakura didasarkan pada suhu rendah selama musim gugur dan musim dingin, status pertumbuhan pohon sakura, suhu akumulatif, dan data masa lalu untuk setiap wilayah.

Pada bulan Maret 2023, jumlah kunjungan wisatawan ke Jepang mencapai tingkat tertinggi sejak dimulainya pandemi. Orang-orang datang untuk menyaksikan sakura untuk pertama kalinya sejak pembatasan perjalanan dilonggarkan, demikian dilaporkan oleh Japan National Tourism Organization (JNTO). Jumlah pengunjung asing untuk tujuan bisnis dan liburan mencapai 1,82 juta pada bulan Maret, meningkat dari 1,48 juta pada bulan sebelumnya.

Bunga Sakura
Pemandangan Bunga Sakura pada Malam Hari.
Image By: Stephen Tam- Pexel

Pesawat Antariksa SLIM Sukses Mendarat di Bulan

Pesawat antariksa Jepang yang bernama SLIM sukses mendarat di permukaan bulan. Hal ini tentu menandai sebuah pencapaian bersejarah bagi program antariksa Jepang. SLIM, yang mulai diluncurkan pada bulan September, berhasil melakukan pendaratan mulus di bulan. Hiroshi Yamakawa, Presiden Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA), memastikan bahwa pendaratan tersebut sukses.

 

Hiroshi Yamakawa menyatakan bahwa pesawat ruang angkasa tersebut telah berhasil mengirimkan sinyal, meskipun panel surya tampaknya mengalami gangguan saat mendarat, sehingga SLIM kini hanya bergantung pada daya baterai.

 

Hitoshi Kuninaka, Direktur Jenderal JAXA, menyambut langkah maju ini, menyatakan keyakinannya bahwa ini adalah pencapaian yang signifikan. Dengan pendaratan di bulan, Jepang kini bergabung dalam kelompok negara kelima yang berhasil mencapai prestasi serupa, bersama dengan Rusia, Amerika Serikat, dan China, serta India yang baru saja bergabung dalam daftar tersebut dengan misi Chandrayaan-3 pada tahun sebelumnya.

 

SLIM, yang merupakan singkatan dari Smart Lander for Investigating Moon, adalah misi penelitian yang membawa sejumlah muatan ilmiah, termasuk kamera analisis dan sepasang penjelajah bulan.

 

Sayangnya, misi SLIM mungkin berakhir lebih awal dari yang diharapkan karena panel sel surya pesawat tidak dapat menghasilkan listrik. Saat ini, SLIM beroperasi dengan daya baterai yang terbatas dan diperkirakan hanya akan bertahan beberapa jam. Tim JAXA sedang menganalisis data untuk mengidentifikasi penyebab masalah kerusakan pada panel sel surya dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya. Ada harapan bahwa dengan perubahan sudut matahari di bulan, sel surya dapat mengisi daya kembali, meskipun ini akan tergantung pada kemampuan SLIM untuk bertahan dalam suhu malam bulan yang sangat dingin.

 

Meskipun demikian, JAXA meyakini bahwa misi ini telah memenuhi kriteria keberhasilan minimum, karena pesawat antariksa berhasil mencapai pendaratan di bulan.


Pesawat antariksa
Image Credit : 3DSculptor - GettyImage

Tak Perlu Bolak-Balik Urus Visa ke Jepang! Ini Syaratnya

Jepang merupakan salah satu destinasi favorit bagi para turis di Asia, dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan budaya dan kuliner yang populer di seluruh dunia. Kabar baiknya, warga Indonesia memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Jepang tanpa visa, meskipun ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi.

Syarat utama adalah memiliki paspor elektronik (e-paspor) yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM sejak 2011. E-paspor Indonesia ini dilengkapi dengan chip yang menyimpan data biometrik, memungkinkan pemiliknya untuk menggunakan autogate di bandara yang menyediakan fasilitas tersebut.

Keuntungan lain menggunakan e-paspor Indonesia adalah memenuhi syarat untuk program Visa Waiver Jepang. Program ini memungkinkan para pelancong Indonesia untuk masuk ke Jepang tanpa mengajukan visa. Namun, ada batasan waktu kunjungan maksimal selama 15 hari. Jika rencananya lebih dari itu atau tujuan kunjungan adalah untuk bekerja, WNI harus mengajukan visa sesuai peraturan yang berlaku.

Pemegang e-paspor yang memenuhi standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan mendapatkan bukti Registrasi Bebas Visa dari perwakilan diplomatik Jepang dapat menikmati fasilitas ini. Proses pendaftaran dilakukan melalui Japan Visa Application Center (JVAC) dengan masa berlaku stiker bebas visa selama 3 tahun atau hingga batas akhir berlaku paspor, dengan masa tinggal maksimal 15 hari setiap kunjungan.

Pendaftaran bebas visa pra-keberangkatan dapat dilakukan dengan membawa e-paspor dan formulir aplikasi ke Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat Jepang atau JVAC. Setelah proses registrasi selesai, stiker bebas visa akan ditempelkan pada paspor, memungkinkan pemiliknya untuk berkunjung ke Jepang tanpa perlu registrasi lagi pada setiap perjalanan. Atau dapat mengurus online di laman https://www.evisa.mofa.go.jp/personal/logintoko. Bagi yang tidak memenuhi syarat, harus mengajukan visa seperti biasa.

WNI yang bebas visa untuk masuk ke Jepang
Mengutip laman resmi Keduataan Besar Jepang di Indonesia, berikut adalah ketentuan yang wajib dipenuhi WNI agar dapat masuk Jepang dengan bebas visa:
  • WNI pemilik E-Paspor Indonesia yang sesuai dengan standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) (Terdapat logo IC di sampul paspor)
  • WNI pemilik E-paspor di atas yang mendapatkan bukti Registrasi Bebas Visa dari Kantor Perwakilan Diplomatik Jepang di Indonesia (Konsulat Jenderal/Kantor Konsuler/Kedutaan Besar Jepang melalui JVAC ) sebelum melakukan perjalanan ke Jepang
  • Tujuan masuk Jepang untuk Kunjungan Sementara (wisata, bisnis, kunjungan keluarga/ teman)
  • Masa tinggal di Jepang 15 hari atau kurang

Bebas Visa Jepang

Image Credit : Tawatchaiprakobkit

Bertingkah bak zombie, Pesawat putar balik

Sebuah penerbangan dari Maskapai All Nippon Airways (ANA) terpaksa melakukan pembalikan setengah perjalanan karena seorang penumpang mabuk menciptakan kekacauan. Berdasarkan laporan Channel News Asia pada Kamis (18/1/2024), pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Bandara Haneda menuju Amerika Serikat (AS) ketika kejadian terjadi. Semuanya berjalan lancar hingga tiba-tiba penumpang mabuk bangkit dari kursinya.

Penumpang pria berusia 55 tahun, yang diduga berasal dari AS, mendekati seorang pramugari dan menggigit lengannya. Juru bicara ANA menyatakan, "Penumpang tersebut menggigit lengan awak kabin dengan giginya saat dalam kondisi mabuk berat, menyebabkan luka ringan." Seperti zombie, penumpang tersebut menciptakan keributan tanpa menyadari keadaan. Pilot dengan 159 penumpang di dalamnya memutuskan untuk kembali ke Bandara Haneda melewati Samudera Pasifik.

Setelah mendarat, penumpang tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian. Saat diinterogasi oleh penyelidik, dia mengaku tidak ingat akan perbuatannya sama sekali. Insiden ini mengundang perbandingan dengan adegan horor zombie oleh beberapa pengguna media sosial.

Kejadian ini menambah catatan tidak menyenangkan bagi maskapai penerbangan Jepang. Sebelumnya, pada awal tahun baru, maskapai Japan Airlines (JAL) mengalami tabrakan dengan pesawat penjaga pantai. Baru-baru ini, dua pesawat bertabrakan di Bandara pulau utara Hokkaido, di mana ujung sayap pesawat Korean Air menabrak pesawat Cathay Pacific yang sedang bergerak. Meskipun tidak ada korban jiwa, penyelidikan sementara menyimpulkan bahwa kendaraan derek pihak ketiga yang bertugas di darat tergelincir akibat salju tebal.

Picture by : Dragunov1981

Jepang akan Wajibkan WNI Tes TBC Mulai 2024, Ini Tanggapan Kemenkes

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) merespons rencana Jepang yang terkait mewajibkan pemeriksaan tuberkolosis (TBC) bagi enam negara, termasuk Indonesia, sebelum memasuki wilayah Jepang. Rencana pemberlakuan aturan ini dijadwalkan mulai tahun 2024.

 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr. Imran Pambudi, MPHM, menyatakan bahwa kewaspadaan Jepang terhadap TBC di beberapa negara telah dimulai sejak Januari 2020. Namun, penerapannya baru akan dilakukan pada tahun 2024 karena adanya perubahan kepemimpinan di Kementerian Kesehatan.

 

Hingga saat ini, Kemenkes telah menerima notifikasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo mengenai rencana pemberlakuan aturan tersebut, yang dijadwalkan akan berlaku mulai April 2024. "Aturan ini hanya berlaku bagi mereka yang berencana tinggal atau bekerja di Jepang selama lebih dari 3 bulan", ujar dr. Imran.

Alasan pemberlakukan kewajiban ini karena kasus pasien pengidap TBC baru di Jepang meningkat cukup pesat. Selain itu, kasus lonjakan sebagian besar terjadi pada para turis pendatang. Maka, ketika ada turis yang kedapatan positif terjangkit TBC, maka visa nya tak akan keluar.
Jepang perkertat aturan tubercolosis ( TBC )
Image Credit : Nippon.com

Visa Kunjungan

Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Keluarga. Visa ini dibutuhkan untuk kamu yang ingin mengunjungi keluargamu yang saat ini sedang berada di Jepang. Kelebihan dari visa ini adalah masa kunjungan yang dapat berlangsung selama 90 hari (dibandingkan visa wisata yang hanya 15 hari).

Dokumen yang disiapkan pengunjung:

  • Nomor HP Aktif Pengunjung (Nomor yang aktif, bukan Nomor WA)

  • Alamat Email Pengunjung

  • Foto :
    - Foto studio
    - Foto formal terbaru 3 bulan terakhir
    - Background putih

  • Akta Kelahiran

  • KTP

  • KK

  • Buku Nikah (Hal. Awal + Hal. Data Suami Istri)

  • Paspor

  • Tiket Pesawat PP

  • Buku Rekening Hal. Identitas

  • Rekening Koran 3 Bulan Terakhir

  • Surat Ket Kerja (jika ada)

  • KTP Orang Tua

 

Dokumen yang disiapkan yang dikunjungi (Jepang):

  • Nomor HP Aktif (Nomor yang aktif, bukan Nomor WA)

  • Alamat Lengkap (beserta kode pos)

  • KTP Jepang (depan belakang)

  • Buku Rekening Hal. Identitas

  • Rekening Koran 3 Bulan Terakhir

  • Slip Gaji 3 Bulan Terakhir

Klik tombol di bawah untuk apply visa kunjungan: