Seorang pendaki pria asal Eropa meninggal dunia saat mendaki Gunung Fuji pada Senin (21/7), menjadikannya korban jiwa kedua sejak musim pendakian resmi 2026 dimulai. Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan keselamatan bagi para pendaki yang ingin menaklukkan gunung tertinggi di Jepang.

Foto gunung fuji (Image by: Pakutaso)
Menurut laporan otoritas setempat, pria tersebut sedang mendaki bersama putranya melalui jalur Fujinomiya yang berada di Prefektur Shizuoka. Saat berada di sekitar Pos Kedelapan atau sekitar 3.250 meter di atas permukaan laut, ia tiba-tiba kehilangan kesadaran. Putranya kemudian segera meminta bantuan kepada petugas yang berjaga di jalur pendakian.
Tim penyelamat bersama petugas medis langsung memberikan pertolongan darurat di lokasi sebelum korban dievakuasi menggunakan kendaraan khusus menuju fasilitas medis di Pos Kelima. Meskipun upaya penyelamatan telah dilakukan secepat mungkin, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia. Penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Ilustrasi foto pendaki (Image by: Google)
Korban diketahui merupakan warga negara Eropa berusia 60-an tahun. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian Jepang belum mengungkapkan identitas maupun kewarganegaraan korban secara rinci. Otoritas juga belum memberikan keterangan tambahan mengenai kondisi kesehatan korban sebelum pendakian dilakukan.
Peristiwa ini menjadi korban jiwa kedua pada musim pendakian Gunung Fuji tahun 2026. Sebelumnya, seorang pendaki asal Hong Kong juga dilaporkan meninggal dunia setelah kehilangan kesadaran ketika mendaki gunung tersebut pada awal musim pendakian.

Ilustrasi foto pendaki (Image by: Google)
Gunung Fuji resmi dibuka untuk pendakian setiap musim panas dengan ribuan pendaki domestik maupun mancanegara datang untuk mencapai puncaknya. Meski jalur pendakian telah dilengkapi pos pertolongan dan berbagai fasilitas pendukung, kondisi cuaca, suhu rendah, serta ketinggian tetap menjadi faktor risiko yang harus diperhitungkan setiap pendaki.
Pemerintah Jepang dan pengelola Gunung Fuji terus mengimbau seluruh pendaki agar mempersiapkan kondisi fisik dengan baik, membawa perlengkapan yang memadai, serta tidak memaksakan diri apabila mengalami gejala gangguan kesehatan selama perjalanan. Keselamatan pendaki menjadi prioritas utama mengingat perubahan kondisi di gunung dapat terjadi dalam waktu singkat.
Kasus terbaru ini kembali menjadi pengingat bahwa pendakian Gunung Fuji memerlukan persiapan yang matang meskipun dilakukan pada musim resmi. Pendaki diharapkan selalu mengikuti arahan petugas, memperhatikan kondisi tubuh, dan segera meminta bantuan apabila mengalami keadaan darurat selama berada di jalur pendakian.