Mujirushi Ryohin, yang juga dikenal sebagai Muji, memiliki reputasi untuk menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau, termasuk dalam kategori makanan dan minuman. Salah satu camilan terbaru yang mereka tawarkan adalah stroopwafel, penganan manis khas Belanda yang terdiri dari dua wafel renyah dengan lapisan karamel berbumbu kayu manis di antaranya. Stroopwafel dari Muji ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki ukuran yang sempurna untuk tiga alasan.
Image by SoraNews24
Pertama, letaknya tepat di tempat yang ajaib, tidak terlalu kecil, tidak terlalu besar . Makanan ini akan membuat Anda cukup kenyang untuk menghentikan perut keroncongan, tetapi tidak akan membuat Anda merasa kekenyangan, kembung, atau bersalah karena makan camilan berlebihan di sela waktu makan.
Image by SoraNews24
Kedua, ukurannya yang terjangkau berarti harganya juga terjangkau . Dengan harga 190 yen, kami rasa kami tidak akan pernah berada dalam situasi di mana kami berkata pada diri sendiri, "Ya, saya ingin stroopwafel Mujirushi, tetapi saya tidak mampu membelinya sekarang."
Image by SoraNews24
Dan alasan ketiga mengapa stroopwafel berukuran sempurna? Yang ini mungkin yang paling penting, karena stroopwafel pas di atas cangkir kopi. Ini adalah pilihan yang disengaja oleh para pembuat roti, sehingga setelah Anda menuangkan secangkir kopi panas, Anda dapat membiarkan uap yang mengepul dari cairan memanaskan wafel Anda . Panas dan kelembapannya tidak akan cukup untuk membuat wafel hangus atau lembek, tetapi yang akan dilakukannya adalah membuat krim karamel meleleh dengan nikmat, membuatnya semakin nikmat untuk dimakan karena memberikan rasa manis yang menenangkan dan hangat pada lidah Anda. Sekali lagi, bahkan tanpa secangkir kopi (atau teh atau coklat), stroopwafel tetap lezat pada suhu ruangan. Jika disandingkan dan disajikan dengan minuman panas, rasanya benar-benar berbeda, sepotong kecil kebahagiaan yang bisa Anda dapatkan hanya dengan 190 yen.
Di seluruh wilayah Tohoku, Anda akan menemukan toko teh dan manisan Kikusuian, dengan Miyagi sebagai rumah bagi toko-toko utamanya. Berbeda dengan lokasi lain yang lebih fokus pada makanan ringan dan minuman untuk dibawa pulang, seperti daifuku dan dorayaki, keenam toko utama di Miyagi mengundang tamu untuk menikmati makanan tradisional Jepang di restoran yang terhubung. Menu mereka menawarkan hidangan khas, seperti soba dan nasi tempura, serta pengalaman unik dengan "Dango panggang arang", di mana pengunjung dapat memanggang makanan khas Miyagi dan pangsit sendiri, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Image by SoraNews24
Setiap toko utama menawarkan tiga pilihan set dengan rentang harga berbeda, yang disusun dalam sistem peringkat Jepang: Matsu (Pinus, tertinggi), Take (Bambu, peringkat menengah), dan Ume (Plum, terendah). Bagi para pelancong, pilihan terbaik adalah set Matsu premium seharga 1.580 yen (sekitar US$10,32). Set ini menawarkan berbagai hidangan yang tak hanya lezat, tetapi juga disajikan seperti hidangan kaiseki—makanan tradisional Jepang yang terdiri dari beberapa hidangan dalam satu waktu.
Image by SoraNews24
Set Matsu mencakup dua tusuk sate dango (tiga pangsit), dango yomogi (mugwort), tahu goreng, sasa kamaboko (kue ikan khas), mochi persegi, dan baumkuchen keju Zao. Sebagai pelengkap, tersedia krim matcha, saus mitarashi (saus manis-gurih untuk dango), pasta zunda (pasta kacang edamame manis), kecap asin, serta berbagai bumbu seperti shichimi (rempah campuran Jepang) dan wasabi. Pengunjung juga diberi panggangan arang pribadi untuk memanggang dango sendiri, yang memberikan tekstur lebih ringan dan mengembang daripada jika dimasak di atas api terbuka.
Image by SoraNews24
Bagi yang bingung memilih makanan, Anda bisa mencoba tahu goreng dan sasa kamaboko terlebih dahulu. Tahu goreng menjadi lebih renyah dengan percikan kecap asin dan taburan shichimi, menciptakan sensasi gurih yang memanjakan lidah. Kue ikan sasa kamaboko, yang terkenal dengan tekstur kenyalnya, menjadi lebih lezat setelah dipanggang sebentar. Setelah menikmati hidangan gurih, lanjutkan dengan dango yang sudah dipanggang sesuai selera, dan nikmati dengan krim matcha atau saus mitarashi yang melapisi setiap gigitan dengan rasa manis dan gurih yang sempurna.
Image by SoraNews24
Image by SoraNews24
Image by SoraNews24
Pasta zunda, yang terbuat dari edamame, menawarkan rasa manis alami yang kaya, sementara pasta kacang merah manis juga menambah cita rasa yang mendalam pada dango. Sebagai penutup, baumkuchen keju Zao memberikan sentuhan manis yang sempurna setelah menikmati hidangan utama. Jika Anda masih merasa ingin menambah hidangan, Anda bisa memesan makanan tambahan dengan biaya ekstra.
Image by SoraNews24
Image by SoraNews24
Set Matsu adalah pilihan terbaik untuk benar-benar merasakan kelezatan kuliner Kikusuian, meskipun set Take dan Ume yang lebih terjangkau juga tersedia. Bagi mereka yang tidak bisa mengunjungi Miyagi, Kikusuian juga memiliki cabang di Tokyo dan Yokohama, menawarkan teh dan makanan penutup yang lezat. Namun, pengalaman memanggang dango sendiri di Miyagi tetap menjadi kenangan yang tak terlupakan.
"Tamago Kake Gohan" (TKG) adalah hidangan Jepang yang sederhana namun sangat populer, yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "nasi dengan topping telur." Makanan ini biasanya dimakan saat sarapan, meskipun bisa dinikmati kapan saja sepanjang hari. Untuk membuatnya, Anda hanya membutuhkan tiga bahan utama: nasi putih, telur mentah, dan kecap asin (shoyu). Dalam beberapa tahun terakhir, TKG mendapatkan ketenaran lebih luas di luar Jepang berkat tampilannya dalam anime "Gin no Saji", yang menarik perhatian penggemar anime di seluruh dunia. Sejak itu, TKG menjadi hidangan yang banyak dipelajari dan dicoba oleh orang-orang dari berbagai negara. Namun, pertanyaan besar yang sering muncul adalah: Apakah aman makan telur mentah? Di banyak negara, kekhawatiran mengenai konsumsi telur mentah adalah hal yang wajar. Hal ini terutama terkait dengan risiko keracunan makanan akibat bakteri Salmonella, yang dapat menyebabkan gejala seperti keram perut, demam, dan diare. Dalam kasus yang lebih parah, keracunan ini bahkan dapat berakibat fatal. Namun, di Jepang, mengonsumsi telur mentah sudah menjadi tradisi yang aman, dan ada alasan mengapa orang Jepang berani mengambil risiko tersebut.
Image by TsunaguJapan.com
Keamanan Telur Mentah di Jepang
Jepang memiliki prosedur yang sangat ketat dalam produksi telur untuk memastikan keamanan konsumsinya, khususnya dalam hal menghindari bakteri *Salmonella*. Regulasi sanitasi untuk peternakan ayam di Jepang lebih ketat dibandingkan dengan kebanyakan negara lain. Para peternak ayam di Jepang mengenakan pelindung khusus saat memasuki kandang, dan berbagai langkah pencegahan diterapkan untuk memastikan ayam tidak terpapar penyakit yang dapat ditularkan oleh burung liar, serangga, atau hewan lainnya. Proses ini secara signifikan mengurangi kemungkinan ayam terinfeksi Salmonella, yang berarti risiko penularan ke telur juga sangat kecil.
Selain itu, telur yang dipanen akan melalui serangkaian pemeriksaan kualitas. Setiap telur dicuci, disterilkan, dan diperiksa menggunakan mesin untuk mendeteksi keretakan, kotoran, atau noda darah. Mesin ini juga bisa memindai adanya bakteri. Telur yang tidak memenuhi standar kualitas akan dibuang. Setelah itu, telur-telur yang aman akan langsung didistribusikan ke pasar untuk dijual dalam keadaan sangat segar. Di Jepang, telur biasanya diberi tanggal kedaluwarsa hanya dua minggu setelah proses pemanenan, yang menunjukkan betapa pentingnya konsumsi telur yang sangat segar di negara ini.
Image by TsunaguJapan.com
Cara Membuat Tamago Kake Gohan
Membuat TKG sangatlah mudah dan hanya memerlukan tiga bahan dasar. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:
1. **Persiapkan nasi**: Masukkan nasi Jepang yang masih hangat ke dalam mangkuk. Sisakan sedikit ruang di tengah mangkuk untuk menempatkan telur.
2. **Pecahkan telur**: Pecahkan telur ke dalam mangkuk terpisah agar Anda bisa memeriksa apakah ada kulit telur yang tersisa. Setelah itu, tuangkan telur ke atas nasi.
3. **Tambahkan kecap asin**: Tambahkan *shoyu* sesuai selera, lalu aduk rata hingga telur tercampur dengan nasi, menciptakan tekstur lembut dan lezat.
Preferensi dalam menikmati TKG bisa berbeda-beda. Beberapa orang memilih untuk mengocok telur terlebih dahulu dan menambahkannya ke dalam mangkuk terpisah sebelum dituangkan ke atas nasi, sementara yang lain lebih suka langsung meletakkan telur mentah di atas nasi tanpa diaduk terlebih dahulu. Beberapa orang bahkan hanya menggunakan bagian kuning telur saja, tergantung selera pribadi. Tidak ada cara yang benar atau salah dalam menyiapkan TKG, yang penting adalah menyesuaikan dengan preferensi masing-masing.
Image by TsunaguJapan.com
Topping Populer untuk Tamago Kake Gohan
Selain shoyu, ada berbagai topping dan bahan tambahan yang sering digunakan untuk memberikan rasa tambahan pada TKG. Beberapa variasi populer termasuk:
1. Furikake: Menambahkan furikake (bumbu tabur Jepang) adalah cara mudah untuk memberi cita rasa ekstra pada TKG. Furikake terdiri dari campuran bahan seperti rumput laut, biji wijen, dan ikan kering. Jenis furikake yang paling populer untuk TKG adalah furikake berbasis rumput laut "Aonori", yang memberikan rasa umami yang menyatu sempurna dengan telur dan nasi. Cukup taburkan sedikit furikake, dan TKG sederhana Anda akan terasa jauh lebih kaya.
Image by TsunaguJapan.com
2. Katsuobushi: merupakan salah satu topping TKG yang cukup diminati, berupa serutan ikan penuh umami yang memberikan sensasi rasa yang lezat.
Image by TsunaguJapan.com
Selain furikake dan katsuobushi, banyak orang juga menambahkan bahan lain seperti mentsuyu, minyak wijen, taburan biji wijen, atau bahkan nori (rumput laut kering) untuk memperkaya rasa. Topping lainnya bisa berupa bahan yang lebih eksperimental seperti nattō (kedelai fermentasi), yang memberikan rasa umami dan tekstur kenyal yang unik.
Dengan berbagai topping dan variasi yang bisa dipilih, TKG menjadi hidangan yang sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Jika Anda ingin mencoba TKG, pastikan menggunakan telur yang segar dan aman dikonsumsi mentah, terutama jika Anda berada di luar Jepang, di mana peraturan keamanan pangan bisa berbeda.
Di era media sosial yang terkurasi sempurna, dengan deretan produk, layanan, dan orang baru yang tak ada habisnya, sulit untuk berhenti sejenak dan menghargai apa yang kita miliki. Bagaimana kita bisa merasa puas jika terus-menerus menginginkan sesuatu yang tampaknya tak terjangkau? Mungkin ideologi tradisional Jepang, "Wabi-Sabi", dapat memberikan pandangan baru. Konsep "Wabi-Sabi" mencakup banyak hal, mulai dari estetika hingga kuil, taman klasik, dan keramik. Namun, untuk saat ini, mari kita anggap "Wabi-Sabi" sebagai lensa yang dapat membantu kita lebih fokus dan menghargai kehidupan sehari-hari.
APA ITU WABI-SABI?
Image by iStock: BighCircle
Jika Anda pernah mendengar istilah "Wabi-Sabi", kemungkinan besar itu berkaitan dengan estetika Jepang. Salah satu contoh yang populer adalah "Kintsugi", seni memperbaiki tembikar yang retak dengan pernis berlapis emas. Teknik ini merayakan usia dan kerusakan, alih-alih menyembunyikan ketidaksempurnaan.
Awalnya, "wabi" dan "sabi" adalah dua konsep yang terpisah, keduanya berasal dari cara menggambarkan kesepian hidup di alam terbuka.
- 侘 (wabi): Istilah ini digunakan untuk mengekspresikan penghargaan terhadap keindahan dalam kesederhanaan yang elegan dan bersahaja.
- 寂 (sabi): Dahulu, "sabi" menggambarkan pengaruh waktu terhadap kemerosotan, seperti pergantian musim atau halaman buku antik yang menua. Keindahan terletak pada ketidakkekalan dan penuaan.
Bersama-sama, kedua konsep ini menciptakan pandangan yang lebih holistik tentang kehidupan yang sederhana namun tak kekal. Wabi-Sabi dalam Pandangan Arsitektur dan Filosofi
Arsitek terkenal Jepang, Tadao Ando, menggambarkan "wabi-sabi" dalam bukunya The Wabi-Sabi House: The Japanese Art of Imperfect Beauty sebagai estetika sederhana yang semakin kuat dengan mengurangi hal-hal yang tidak penting.
Leonard Koen, dalam bukunya Wabi-Sabi: untuk Seniman, Desainer, Penyair & Filsuf, menjelaskan bahwa "Wabi-Sabi" adalah keindahan dalam hal-hal yang tidak sempurna, tidak kekal, dan tidak lengkap—sebuah antitesis dari gagasan klasik Barat yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang sempurna, abadi, dan monumental.
Meskipun ada banyak interpretasi mengenai *wabi-sabi*, tidak ada catatan resmi tentang filosofi ini. Ajaran *wabi-sabi* diwariskan secara tidak langsung, dari guru ke murid, sehingga maknanya terus berkembang.
WABI-SABI DAN BUDDHISME
Image by iStock: Gyro
Jika kita menelusuri akar *wabi-sabi*, kita akan menemukan kaitannya dengan ajaran Buddha, terutama tentang "Tiga Tanda Keberadaan" (sanboin), yang mencakup:
1. Merangkul Ketidakkekalan: Penerimaan bahwa segala sesuatu berubah seiring berjalannya waktu, dan keindahannya muncul dari ketidakkekalan itu. Peringatan seperti festival bunga sakura (hanami) dan dedaunan musim gugur (koyo) di Jepang adalah contoh bagaimana ketidakkekalan dirayakan.
2. Menderita: Ketidakkekalan adalah bagian dari hidup kita yang terus berkembang. Meskipun sering menyakitkan, penderitaan dapat menuntun pada pertumbuhan dan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan.
3. Ketidakhadiran Diri: Seperti segala sesuatu yang ada di sekitar kita, kita juga terus berubah. Menerima ketidakkekalan ini adalah bagian dari kesadaran diri yang lebih dalam.
MENERAPKAN WABI-SABI KE DALAM POLA PIKIR KESEHARIAN
Image by iStock: AH86
Sama seperti kebangkitan "Ikigai" di masyarakat kontemporer, elemen-elemen "Wabi-Sabi" dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak dari kita hidup dengan rasa kerinduan dan ketidakpuasan, terjebak dalam usaha mencapai kesempurnaan yang sulit dicapai. Media sosial sering kali membuat kita membandingkan diri dengan orang lain, mengalihkan perhatian dari hal-hal positif yang kita miliki. Di Rumah
Dalam beberapa tahun terakhir, "Wabi-Sabi" telah menjadi sumber inspirasi bagi desain interior. Ini bukan tentang kesederhanaan yang dingin, tetapi tentang keseimbangan antara minimalisme dan penghargaan terhadap benda-benda yang ada. Alih-alih membeli barang-barang baru yang cepat rusak, "Wabi-Sabi" mengajak kita untuk berinvestasi pada barang yang bertahan lama dan berkembang seiring waktu—seperti meja tua yang diwariskan dari generasi ke generasi, dengan setiap goresan menambah cerita di dalamnya. Di Dapur
Memasak bisa menjadi pengalaman meditatif yang penuh perhatian. Wabi-sabi mengajarkan kita untuk tidak mengutamakan kesempurnaan dalam penyajian, melainkan untuk menghargai cerita dan perhatian yang ada di balik setiap hidangan. Sederhana seperti menikmati apel yang segar atau ubi jalar panggang, kita diajak untuk menghargai makanan dalam kesederhanaannya. Di Tempat Kerja
Tempat kerja sering kali dipenuhi dengan tekanan dan tenggat waktu. Alih-alih berusaha menyelesaikan banyak tugas sekaligus, coba terapkan prinsip "Wabi-Sabi" untuk fokus pada satu hal saja. Nikmati prosesnya, dan beri diri Anda waktu untuk beristirahat sejenak. Anda akan terkejut betapa produktifnya Anda saat memberi perhatian penuh pada pekerjaan yang ada. Di Dunia Kecantikan
Dalam dunia kecantikan, *wabi-sabi* mengajak kita untuk menerima ketidaksempurnaan tubuh kita. Daripada stres memikirkan kerutan atau bekas luka, kita bisa menghargainya sebagai bagian dari cerita hidup kita. Keindahan tidak selalu terletak pada kesempurnaan, tetapi pada penerimaan terhadap diri sendiri yang terus berkembang. Kesimpulan "Wabi-Sabi" mengajarkan kita untuk menghargai apa yang kita miliki dan menerima ketidaksempurnaan sebagai bagian dari keindahan hidup. Ini adalah ajakan untuk hidup dengan lebih sadar, menghargai momen, dan menemukan kepuasan dalam kesederhanaan. Dalam dunia yang penuh dengan pesan tentang keinginan untuk lebih, "Wabi-Sabi" menawarkan jalan untuk berhenti sejenak, menghargai yang ada, dan menemukan keindahan dalam ketidakkekalan.
Pulau Kyushu di Jepang sering kali diabaikan oleh banyak wisatawan mancanegara yang mengunjungi Jepang, padahal tempat ini layak untuk dimasukkan dalam rencana perjalanan Anda. Kyushu menyimpan banyak permata tersembunyi dan penemuan unik yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Salah satu destinasi menarik di Kyushu adalah Kota Hita, yang kaya akan sejarah dan budaya sehingga dijuluki "Kyoto Kecil Kyushu". Selama periode Edo (1603-1868), Hita berkembang sebagai pusat politik, ekonomi, dan budaya Kyushu dan dikenal sebagai "tenryo" (tanah di bawah kendali langsung Keshogunan). Saat ini, Hita juga menjadi tempat yang istimewa bagi penggemar anime *Attack on Titan*, karena kota ini merupakan kampung halaman Hajime Isayama, sang pencipta serial populer tersebut.
Image by SoraNews24
Hita terletak hanya sekitar satu jam perjalanan dengan mobil atau kereta api dari Bandara Fukuoka di Hakata, yang juga terkenal dengan atraksi seperti sushi raksasa di korsel bagasi. Selain itu, Hita juga terletak di jalur menuju destinasi wisata populer seperti Beppu dan Yufuin, menjadikannya tempat yang tepat untuk singgah dalam perjalanan Anda. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Hita adalah Stasiun Hoshuyama di Jalur JR Kyushu Hitahikosan. Stasiun ini dikenal sebagai "Kenkyuu eki" atau "Stasiun Perbatasan Prefektur" karena peronnya membentang di perbatasan antara Prefektur Fukuoka dan Prefektur Oita.
Image by SoraNews24
Tak jauh dari stasiun, Anda akan menemukan fasilitas onsen yang indah, hanya 10 menit berkendara dari pusat kota Hita. Onsen ini terletak di daerah selatan pusat kota yang terasa seperti tempat yang belum banyak dijelajahi. Anda bisa menemukannya dengan mengikuti papan petunjuk yang bertuliskan "Kotohira Onsen". Ini adalah penginapan sekaligus fasilitas onsen yang terbuka untuk penggunaan harian. Pengunjung dapat membayar biaya masuk di bilik penerimaan tamu bergaya retro. Biaya masuknya adalah 800 yen untuk orang dewasa (usia SMP ke atas) dan 400 yen untuk anak-anak (usia 4 hingga SD). Fasilitas ini juga menawarkan 16 "Pemandian Keluarga" yang dapat dipesan untuk penggunaan pribadi dengan tarif 2.000-2.500 yen per pemandian selama 60 menit.
Image by SoraNews24
Fasilitas onsen ini memiliki dua pemandian terbuka untuk pria, yaitu "Norari-yu" di sebelah kiri dan "Aun-no-yu" di sebelah kanan. Pengaturan ini memungkinkan pengunjung untuk berjalan dari satu pemandian ke pemandian lainnya, meskipun pria sering mengenakan handuk kecil untuk menutupi bagian depan tubuh mereka saat berpindah antar pemandian. Kedua pemandian terbuka ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Anda dapat menikmati keindahan Sungai Takase, yang mengalir di dekatnya, sambil merasakan air mata air yang lembut dan nyaman di kulit. *Aun-no-yu*, yang terletak lebih dekat ke sungai, menawarkan pengalaman yang lebih intens karena posisinya yang hampir setingkat dengan permukaan sungai, menciptakan suasana yang benar-benar menakjubkan. Masanuki membayangkan bahwa berendam di pemandian ini pada malam hari akan terasa sangat romantis, meskipun ia lebih memilih berkunjung pada siang hari.
Image by SoraNews24
Image by SoraNews24
Fasilitas onsen ini memiliki dua pemandian terbuka untuk pria, yaitu "Norari-yu" di sebelah kiri dan "Aun-no-yu" di sebelah kanan. Pengaturan ini memungkinkan pengunjung untuk berjalan dari satu pemandian ke pemandian lainnya, meskipun pria sering mengenakan handuk kecil untuk menutupi bagian depan tubuh mereka saat berpindah antar pemandian. Kedua pemandian terbuka ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Anda dapat menikmati keindahan Sungai Takase, yang mengalir di dekatnya, sambil merasakan air mata air yang lembut dan nyaman di kulit. *Aun-no-yu*, yang terletak lebih dekat ke sungai, menawarkan pengalaman yang lebih intens karena posisinya yang hampir setingkat dengan permukaan sungai, menciptakan suasana yang benar-benar menakjubkan. Masanuki membayangkan bahwa berendam di pemandian ini pada malam hari akan terasa sangat romantis, meskipun ia lebih memilih berkunjung pada siang hari.
Jika Anda memiliki lebih banyak waktu di Kyushu, sangat disarankan untuk menginap di penginapan yang terhubung dengan fasilitas onsen ini. Dengan begitu, Anda bisa menikmati pemandian sepenuhnya dan merasakan ketenangan sebelum melanjutkan perjalanan untuk mengeksplorasi lebih banyak permata tersembunyi yang ditawarkan oleh Oita.
Pesepeda di Jepang yang menggunakan ponsel saat bersepeda kini menghadapi ancaman hukuman penjara hingga enam bulan, sesuai aturan lalu lintas baru yang mulai diberlakukan pada hari Jumat. Pelanggar undang-undang lalu lintas yang direvisi ini dapat dikenakan hukuman maksimal enam bulan penjara atau denda sebesar 100.000 yen (sekitar Rp10 juta).
Peningkatan jumlah kecelakaan yang melibatkan pesepeda mulai terlihat sejak tahun 2021. Hal ini diduga karena semakin banyak orang beralih ke sepeda sebagai alternatif transportasi umum selama pandemi, seperti dilaporkan media setempat. Kini, otoritas Jepang bergerak cepat untuk mengatur para pengguna sepeda.
Selain larangan penggunaan ponsel, aturan baru ini juga memperketat larangan bersepeda di bawah pengaruh alkohol. Pesepeda yang melanggar aturan ini dapat menghadapi hukuman hingga tiga tahun penjara atau denda maksimal 500.000 yen (sekitar Rp49 juta).
Beberapa jam setelah aturan baru tersebut berlaku, pihak berwenang di Osaka melaporkan lima kasus pelanggaran. Dua di antaranya adalah pria yang tertangkap bersepeda dalam keadaan mabuk. Salah satu pria tersebut bahkan terlibat kecelakaan dengan pesepeda lain, meskipun tidak ada yang mengalami luka.
Aturan baru ini juga menetapkan hukuman bagi pesepeda yang menyebabkan kecelakaan, dengan denda hingga 300.000 yen (sekitar Rp29 juta) atau hukuman penjara maksimal satu tahun.
Jumlah total kecelakaan lalu lintas di Jepang mungkin mengalami penurunan, tetapi kecelakaan sepeda justru meningkat. Pada tahun 2023, lebih dari 72.000 kecelakaan sepeda tercatat, menyumbang lebih dari 20% dari total kecelakaan lalu lintas di negara tersebut. Pada paruh pertama tahun 2024, terdapat satu kasus kematian dan 17 cedera serius akibat kecelakaan yang melibatkan pesepeda yang menggunakan ponsel—angka tertinggi sejak polisi mulai merekam statistik ini pada tahun 2007.
Aturan ini menjadi bagian dari serangkaian regulasi keselamatan yang bertujuan melindungi keselamatan pesepeda dan pejalan kaki. Tahun lalu, pemerintah mewajibkan semua pesepeda untuk mengenakan helm. Pada bulan Mei, parlemen Jepang mengesahkan undang-undang yang memungkinkan polisi memberikan denda untuk pelanggaran lalu lintas bagi pesepeda.
Aturan penggunaan ponsel saat bersepeda juga diberlakukan di beberapa negara lain. Di Belanda, pesepeda yang kedapatan menggunakan ponsel saat berkendara dikenakan denda yang cukup tinggi. Sementara di Inggris, meskipun tidak ada aturan spesifik, penggunaan ponsel saat bersepeda dianggap melanggar dan dapat dihukum dengan denda jika terbukti membahayakan pengguna jalan lain.
Jembatan Jogakura di Prefektur Aomori adalah destinasi wisata populer yang dikenal karena dedaunan musim gugurnya yang memukau dan lingkungan alamnya yang asri. Jembatan lengkung dek terpanjang di Jepang ini membentang sepanjang 360 meter, dengan bentang lengkung 255 meter dan berdiri 122 meter di atas dasar lembah. Total biaya pembangunannya mencapai 87 miliar yen, dan jembatan ini dibuka pada tahun 1995, berfungsi sebagai penghubung penting antara wilayah Tsugaru dan Nanbu.
Dari jembatan, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Pegunungan Hakkoda dan garis besar Gunung Iwaki di kejauhan. Jembatan Jogakura Ohashi terletak di Taman Nasional Towada-Hachimantai, yang meliputi sebagian Prefektur Aomori, Iwate, dan Akita. Di bawah jembatan mengalir Sungai Jogakura, dikelilingi oleh alam yang masih asli. Medan yang menantang, cuaca, dan air yang sangat asam menjaga keadaan alami kawasan ini tanpa campur tangan manusia.
Selama musim gugur, pemandangan dari Jembatan Jogakura berubah menjadi panorama dedaunan merah dan kuning yang menakjubkan, dengan warna-warna dari pohon beech, oak, maple, dan birch putih mewarnai pegunungan antara pertengahan hingga akhir Oktober. Ini memberikan keindahan unik yang berbeda dari pemandangan daun musim gugur tradisional Jepang. Di depan jembatan terdapat trotoar yang mengarah ke Sukayu Onsen, yang menjadi tempat foto populer untuk jembatan dan dedaunan musim gugur.
Pada bulan-bulan musim panas, jembatan ini menawarkan pengalaman yang sama memikat, dengan lingkungan hijau yang menciptakan suasana tenang dan menyegarkan. Tempat ini sangat cocok untuk pecinta alam dan fotografer. Di musim dingin, beberapa meter salju menutupi jurang di sekitarnya. Jangan lupa untuk mengunjungi Jigokunuma, kawah gunung berapi dengan air hangat dan bau belerang yang terlarang karena suhunya yang tinggi. Kawasan ini indah sepanjang tahun, terutama di musim gugur.
Pengunjung juga dapat menjelajahi Pegunungan Hakkoda, dengan Kereta Gantung Hakkoda yang menawarkan perspektif lebih tinggi dari keindahan alam sekitarnya dari puncak Tamoyachidake. Ngarai Jogakura juga menyediakan tujuan menarik bagi mereka yang ingin membenamkan diri dalam keajaiban alam yang tak tersentuh. Sepanjang tahun, jembatan dan sekitarnya menawarkan kesempatan luar biasa untuk mengalami keindahan Aomori dalam semua kemegahan musimnya.
Kementerian Pendidikan Jepang melaporkan bahwa jumlah siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tidak bersekolah pada tahun ajaran lalu mencapai lebih dari 340 ribu, menandai peningkatan selama 11 tahun berturut-turut dan merupakan jumlah tertinggi yang pernah ada.
Peningkatan Jumlah Siswa yang Tidak Bersekolah: SD Meningkat 5 Kali Lipat, SMP 2,2 Kali Lipat
Menurut data, sebanyak 346.482 siswa SD dan SMP di seluruh Jepang absen selama lebih dari 30 hari berturut-turut tahun lalu. Jumlah ini meningkat sekitar 47 ribu atau 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 130.370 adalah siswa SD, naik 5 kali lipat dari 10 tahun yang lalu, sementara siswa SMP mencapai 216.112, meningkat 2,2 kali lipat. Selain itu, jumlah siswa SMA yang tidak bersekolah juga meningkat selama 3 tahun berturut-turut, mencapai 68.770 siswa.
Faktor Ketidakbersekolahan dan Kasus Bullying
Penyebab utama ketidakbersekolahan pada siswa adalah kurangnya motivasi untuk mengikuti kegiatan sekolah, yang mencakup 32,2% kasus, diikuti dengan kecemasan atau depresi sebesar 23,1%, dan masalah ritme kehidupan sebesar 23%. Di samping itu, jumlah kasus bullying yang tercatat juga mencapai rekor tertinggi, yaitu 732.568 kasus, meningkat lebih dari 50 ribu kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah ini, 588.930 kasus terjadi di SD, 122.703 di SMP, 17.611 di SMA, dan 3.324 di sekolah khusus.
Terdapat pula peningkatan pada jumlah “insiden serius” yang disebabkan oleh bullying atau ketidakbersekolahan, dengan jumlah kasus yang diakui mencapai 1.306, tertinggi sepanjang masa. Sebanyak hampir 40% dari kasus ini tidak dikenali sebagai bullying oleh pihak sekolah hingga insiden tersebut diakui sebagai "insiden serius". Sementara itu, jumlah siswa yang melakukan bunuh diri mencapai 397 orang, angka tertinggi ketiga dalam sejarah.
Tanggapan Kementerian Pendidikan Jepang
Kementerian Pendidikan Jepang menanggapi meningkatnya jumlah siswa yang tidak bersekolah dengan menyatakan bahwa kesadaran orang tua terhadap kebutuhan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi anak semakin meningkat. Kementerian juga menekankan pentingnya memahami penyebab ketidakbersekolahan secara tepat untuk memberikan dukungan yang lebih terperinci. Mengenai bullying, kementerian meminta agar sekolah-sekolah lebih aktif dalam mendeteksi dan menanggapi kasus bullying secara dini untuk menghindari insiden serius.
Pandangan Ahli
Prof. Tomomi Takahashi, Kepala Pusat Penelitian Bullying dan Bimbingan Siswa di Universitas Pendidikan Joetsu, mengamati bahwa kesadaran masyarakat mulai berubah, di mana pandangan bahwa tidak masuk sekolah adalah hal yang “buruk” mulai ditinggalkan. Prof. Takahashi menjelaskan bahwa keberadaan sekolah alternatif, seperti sekolah informal atau “free school”, mulai diakui secara luas, memberikan pilihan bagi anak untuk belajar di lingkungan yang sesuai tanpa perlu merasakan tekanan.
Lebih lanjut, ia menyebut dampak dari pembelajaran daring yang marak saat pandemi COVID-19 sebagai salah satu faktor. “Saatnya kita memikirkan kembali peran sekolah,” ungkapnya.
Prof. Takahashi juga menekankan pentingnya dukungan finansial dan penyediaan tempat belajar alternatif bagi anak-anak yang tidak bersekolah. Menurutnya, kesenjangan ekonomi keluarga seharusnya tidak membatasi pilihan pendidikan bagi anak-anak. Ia menyarankan agar pemerintah memperluas program sekolah dengan kurikulum fleksibel serta memberikan dukungan finansial bagi siswa yang belajar di sekolah informal.
Penyebab tertinggi putus sekolah ada kasus bullying dan tidak ada motivasi belajar.
Merek gaya hidup asal Jepang, Felissimo, dikenal sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan barang-barang kucing yang lucu. Namun, kali ini, para anjing—khususnya marshmallow mini yang menghormati ras asli Jepang, Akita Inu—telah menarik perhatian kita. Akita Inu ditetapkan sebagai Monumen Alam Jepang.
Image by Felissimo
Sub-merek Felissimo yang menggemaskan, You+More!, telah meluncurkan camilan baru bernama Too Cute to Eat Mini Akita Inu Marshmallow ala Jepang pada tanggal 17 Oktober. Camilan ini hadir dalam dua versi: satu menampilkan desain wajah Akita Inu secara umum dengan tiga pola bulu dan warna yang berbeda, sementara versi kedua mengusung desain wajah Hachiko, Akita Inu paling terkenal yang dikenal setia. Desain ini sangat mirip dengan Hachiko yang asli, termasuk telinga kirinya yang terlipat. Keduanya terbuat dari putih telur dan agar-agar, diisi dengan pasta coklat yang lezat. Anda bisa menikmatinya begitu saja atau menghias minuman hangat di dalamnya.
Image by Felissimo
Versi kedua marshmallow dikemas dalam kotak cantik dengan ilustrasi Akita Inu, yang bisa disimpan sebagai kenang-kenangan. Felissimo juga menyarankan untuk menyajikan marshmallow Hachiko di atas makanan penutup tradisional Jepang, seperti anmitsu. Marshmallow ini dijual seharga 1.944 yen (sekitar US$12,77) per kotak. Felissimo telah bekerja sama dengan One for Akita Project untuk melindungi dan melestarikan ras Akita Inu, yang jumlahnya menurun lebih dari 8 persen dari puncaknya di Jepang. Marshmallow Akita Inu dan Hachiko dapat ditemukan di Stasiun JR Akita dan Bandara Akita, yang merupakan tempat kelahiran ras ini. Namun, marshmallow Hachiko juga tersedia di Tokyo, khususnya di Shibuya Scramble Square, dekat dengan patung Hachiko yang terkenal, di toko Hachifull Shibuya. Toko ini menawarkan berbagai barang dagangan Hachiko dan marshmallow mini ini bisa menjadi suvenir yang sempurna dari perjalanan Anda ke Jepang. Perlu diperhatikan bahwa patung Hachiko di Shibuya akan ditutup dari pandangan umum menjelang Halloween tahun ini, jadi rencanakan kegiatan belanja dan berfoto Anda di area Shibuya dengan baik.
Di kalangan bisnis Jepang yang didominasi laki-laki, perempuan sering kali kurang mendapat empati dari atasan dan kolega mengenai perlunya mengambil cuti menstruasi. Namun, survei terkini oleh Kantor Kabinet menunjukkan bahwa memberikan cuti semacam itu dapat meningkatkan kondisi tempat kerja bagi perempuan.
Beberapa perusahaan mulai mengambil langkah perbaikan dengan mengadakan program pelatihan, di mana pekerja pria dapat "merasakan" nyeri haid dengan menggunakan bantalan elektroda yang ditempelkan di perut bagian bawah. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi wanita, sekaligus mengamankan sumber daya manusia.
Melalui program ini, penyelenggara berharap dapat meningkatkan pemahaman dan simpati di tempat kerja dengan membiarkan para pria merasakan sensasi nyeri haid. Pada tanggal 7 Oktober, sekitar 20 karyawan, baik pria maupun wanita, berpartisipasi dalam pelatihan yang diadakan di Kantor Pusat Global Nissan Motor Co. di Yokohama. Para peserta menempelkan bantalan elektroda dan menggunakan perangkat realitas virtual bernama "Perionoid," yang mereproduksi tiga tingkat rasa sakit: lemah, sedang, dan kuat. Tingkat yang kuat dikatakan mirip dengan rasa sakit yang dialami oleh 80 persen wanita saat menstruasi.
Saat tombol "kuat" dinyalakan, peserta pria mengungkapkan ketidakmampuan mereka untuk bekerja dengan rasa sakit yang terus-menerus. Seorang karyawan laki-laki berusia 30 tahun berpartisipasi karena ingin memahami pengalaman istrinya yang menderita kram menstruasi. "Saya benar-benar bisa memahami rasa sakitnya," ujarnya. "Saya ingin membayangkan rasa sakit orang lain dan memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang."
Pada tanggal 16 Oktober, Panasonic Connect Co. mengadakan acara pelatihan serupa dengan sekitar 50 karyawan berpartisipasi. CEO perusahaan, Yasuyuki Higuchi, yang juga merasakan penderitaan tersebut, menyatakan pentingnya memahami perasaan perempuan, yang jumlahnya masih minoritas di banyak perusahaan.
Meskipun karyawan di perusahaan tersebut diizinkan mengambil cuti karena kram menstruasi, Higuchi menekankan pentingnya menciptakan budaya kerja yang memudahkan pengambilan cuti. Menurut Linkage, perusahaan berbasis di Tokyo yang menyediakan program pelatihan, dalam setahun terakhir, sesi pelatihan menggunakan Perionoid telah dilakukan di lebih dari 100 perusahaan, tanpa memandang jenis industri atau ukuran, termasuk di tempat kerja yang didominasi laki-laki.
Survei yang dilakukan oleh Kantor Kabinet pada tahun fiskal 2023 tentang kesadaran kesehatan pria dan wanita menanyakan kepada 20.000 responden, “Pertimbangan seperti apa terhadap masalah kesehatan khusus wanita yang akan memudahkan Anda bekerja?” Di antara responden perempuan berusia 20 hingga 39 tahun, 28 persen menyatakan bahwa menciptakan lingkungan yang memudahkan pengambilan cuti menstruasi adalah faktor penting.