Blog

Gempa 6,6 SR Guncang Jepang Tengah

gempa-bumi-yes-179471572

Image by Google.com

Pada Selasa malam, gempa bumi berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang kawasan Ishikawa dan prefektur lainnya di Jepang bagian tengah, menurut laporan Badan Meteorologi Jepang (JMA). Meskipun gempa ini cukup kuat, pihak berwenang tidak mengeluarkan peringatan tsunami. Kejadian ini menjadi perhatian karena wilayah tersebut sedang dalam proses pemulihan setelah gempa besar yang terjadi pada Hari Tahun Baru.

Gempa terjadi pada pukul 10:47 malam, dengan intensitas yang tercatat 5 pada skala intensitas seismik Jepang. Wilayah yang mengalami guncangan terkuat adalah Wajima dan Shika di Semenanjung Noto, yang keduanya mencatatkan angka tertinggi 7 pada skala tersebut. Noto sendiri adalah kawasan yang saat ini masih memulihkan diri dari dampak gempa besar yang mengguncang kawasan itu pada awal tahun ini. Awalnya, JMA melaporkan gempa tersebut dengan kekuatan 6,4 SR, tetapi setelah pemeriksaan lebih lanjut, angka tersebut direvisi menjadi 6,6 SR. Kedalaman gempa yang semula diperkirakan 10 km, juga dikoreksi menjadi 7 km dari permukaan laut.

Pemerintah setempat melaporkan bahwa akibat gempa ini, seorang wanita berusia 70-an di Tsubata terluka dan menerima perawatan medis. Di kota Suzu, Keiko Sakamoto, seorang operator izakaya berusia 72 tahun, menyatakan kekhawatirannya akan potensi runtuhnya rumah tua di sekitarnya yang sudah rusak parah akibat gempa pada Tahun Baru dan sedang dalam proses penghancuran. Di Suzu, guncangan tercatat dengan intensitas 4 pada skala Jepang, meskipun kerusakan tidak dilaporkan secara signifikan.

Sebagai langkah pencegahan, layanan kereta peluru di jalur Hokuriku Shinkansen, antara Toyama dan Kanazawa, dihentikan sementara setelah gempa terjadi. Namun, tidak ada laporan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur transportasi maupun fasilitas penting lainnya. Pembangkit listrik tenaga nuklir Shika yang terletak di Prefektur Ishikawa juga tidak mengalami masalah, menurut pernyataan dari Hokuriku Electric Power Co., yang mengonfirmasi bahwa operasi pembangkit berjalan normal setelah kejadian tersebut.

Selama gempa, guncangan dengan intensitas seismik 1 atau lebih tinggi dilaporkan di wilayah yang sangat luas, mencakup daerah dari timur laut hingga barat Jepang. Badan Meteorologi Jepang terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pemerintah daerah dan layanan darurat siap memberikan bantuan jika diperlukan, sementara otoritas setempat bekerja untuk memastikan keselamatan masyarakat.


Rakuten Luncurkan Layanan Pengiriman Robot

image001

Image by Rakuten.Today

Rakuten Group Inc. baru-baru ini meluncurkan layanan pengiriman barang menggunakan robot di sejumlah lokasi di dalam dan sekitar Distrik Harumi, Chuo Ward, Tokyo. Layanan inovatif ini memungkinkan pelanggan untuk memesan berbagai produk, mulai dari makanan hingga barang kebutuhan sehari-hari, dari supermarket atau toko mitra. Setelah dipesan, robot akan mengantarkan barang ke lebih dari 62 lokasi tujuan, termasuk taman, tempat kerja, atau gedung apartemen. Layanan ini merupakan bagian dari upaya Rakuten untuk memanfaatkan teknologi otomasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen di kota metropolitan yang padat seperti Tokyo.

image005

Image by Rakuten.Today

Layanan pengiriman robot ini resmi dimulai pada 6 November 2024, dan saat ini dapat diakses di seluruh Distrik Harumi serta sebagian Distrik Tsukishima dan Kachidoki, yang juga terletak di wilayah Chuo. Lebih dari 5.300 produk dari berbagai gerai seperti Starbucks Coffee Co., Yoshinoya Co., dan supermarket Bunka-do tersedia untuk dipesan oleh pelanggan. Dengan berbagai pilihan produk yang ditawarkan, layanan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi warga Tokyo yang ingin memesan barang tanpa harus meninggalkan rumah atau tempat kerja mereka.

image009

Image by Rakuten.Today

Setiap pengiriman menggunakan robot ini dikenakan biaya pengiriman sebesar 100 yen (termasuk pajak), selain harga barang yang dipesan. Robot pengantar ini dirancang untuk berjalan secara otomatis sepanjang rute yang telah ditentukan, namun sistem kontrol jarak jauh memungkinkan operator untuk mengendalikan robot di persimpangan atau titik-titik berbahaya untuk memastikan perjalanan yang aman dan lancar. Dengan teknologi ini, Rakuten berharap dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi dalam proses pengiriman barang di kawasan perkotaan.

image003

Image by Rakuten.Today

Layanan ini juga menandai langkah pertama Rakuten dalam mengimplementasikan pengiriman tanpa awak di Tokyo. Sebagai pionir dalam penggunaan robot untuk pengiriman barang di Jepang, Rakuten berencana untuk terus memperluas jangkauan layanan ini ke area-area lain di Tokyo dan daerah sekitarnya. Perusahaan juga berencana untuk menambah jumlah toko yang bekerja sama dengan layanan pengiriman robot ini, sehingga semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati kemudahan pengiriman tanpa harus bergantung pada kurir manusia.

Dengan semakin berkembangnya teknologi otomatisasi, Rakuten berharap dapat memberikan solusi pengiriman yang lebih efisien, cepat, dan ramah lingkungan. Melalui inisiatif ini, perusahaan tidak hanya ingin meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan sektor logistik dan transportasi yang lebih modern. Layanan pengiriman robot ini diharapkan menjadi bagian dari tren yang lebih besar dalam mengubah cara kita berbelanja dan menerima barang, seiring dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat di berbagai industri.


“Lost and Found” Kepolisian Tokyo

Kehilangan Barang di Tokyo: Proses Pemulihan yang Teliti

Miami International Airport, Miami, Florida, USA

Image by Google.com

Kehilangan barang, baik itu payung, kunci, atau bahkan hewan langka seperti tupai terbang, jarang sekali terjadi tanpa solusi di Tokyo. Polisi setempat hampir pasti akan menangani barang hilang dengan saksama, memastikan barang tersebut kembali ke pemiliknya. Bahkan di kota besar dengan populasi 14 juta jiwa seperti Tokyo, sistem pengembalian barang yang hilang berjalan dengan sangat efisien. Menurut Hiroshi Fujii, seorang pemandu wisata berusia 67 tahun yang bekerja di pusat barang hilang milik Kepolisian Tokyo, pengunjung asing sering terkejut saat barang mereka berhasil ditemukan dan dikembalikan. “Di Jepang, selalu ada harapan bahwa barang yang hilang akan kembali,” ujarnya. Tradisi melaporkan barang yang ditemukan di tempat umum ini sudah menjadi "ciri khas nasional" dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Pusat Barang Hilang yang Tertata Rapi

44577-kumpulan-barang-hilang-di-lost-and-found-center-kepolisian-tokyo-pada-april-lalu-kyodo-news

Image by Japanesestation

Di pusat kepolisian distrik Iidabashi, Tokyo, sekitar 80 staf bekerja keras untuk memastikan barang-barang yang ditemukan terorganisir dengan baik. Sistem basis data digunakan untuk memudahkan proses pencarian dan pengembalian barang kepada pemiliknya. Semua barang yang ditemukan, mulai dari dompet hingga ponsel, diberi label dan disortir dengan hati-hati agar dapat segera dikembalikan. Direktur pusat, Harumi Shoji, menjelaskan bahwa barang-barang yang sering hilang adalah kartu identitas dan SIM, namun tak jarang pula hewan-hewan seperti anjing, kucing, tupai terbang, dan bahkan iguana ditemukan dan diserahkan ke kantor polisi. Para petugas, yang berusaha menjaga hewan-hewan ini dengan penuh perhatian, akan berkonsultasi dengan dokter hewan atau referensi lainnya untuk memastikan kesejahteraan mereka sampai pemiliknya datang. Pada tahun lalu, lebih dari empat juta barang ditemukan dan diserahkan ke Kepolisian Metropolitan Tokyo. Sekitar 70 persen dari barang-barang berharga seperti dompet, ponsel, dan dokumen penting berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. "Meski hanya sebuah kunci, kami memasukkan detail seperti gantungan kunci maskot yang terpasang," kata Shoji, seraya menunjukkan ruangan penuh dengan barang-barang yang ditemukan. Di pusat tersebut, puluhan orang datang setiap hari untuk mencari atau mengambil barang yang hilang, yang telah diserahkan oleh staf di stasiun kereta atau kantor polisi lokal. Jika barang yang ditemukan tidak diambil oleh pemiliknya dalam waktu dua minggu, barang tersebut akan dipindahkan ke pusat barang hilang. Namun, jika dalam tiga bulan tidak ada yang datang untuk mengambilnya, barang yang tidak diinginkan akan dijual atau dibuang.

This photo taken on August 2, 2024 shows thousands of umbrellas - all tagged and organised based on where and when they were lost - in containers at the Tokyo Metropolitan Police Department Lost and Found Centre in the Iidabashi area of central Tokyo. Soft toys, forlorn suitcases and a forest of umbrellas: welcome to Tokyo's vast police lost-and-found centre, where everything is meticulously tagged and sorted to hasten a return to its rightful owner. (Photo by Richard A. Brooks / AFP) / TO GO WITH: Tokyo-lifestyle-transport, REPORTAGE by Natsuko FUKUE

Image by Kompas.com

Salah satu fenomena unik di Tokyo adalah jumlah payung yang hilang setiap tahunnya. Sekitar 300.000 payung hilang pada tahun lalu, namun hanya sekitar 3.700 yang berhasil dikembalikan. Shoji menjelaskan, “Kami memiliki lantai khusus untuk payung. Selama musim hujan, ada begitu banyak payung sehingga troli payung bisa meluap, dan kami harus menyimpannya dalam dua tingkat.” Payung yang hilang menambah jumlah barang yang perlu dikelola oleh pusat, namun upaya untuk mengembalikannya tetap berjalan dengan efisien.

Tantangan Baru Pasca-Pandemi

Jumlah barang hilang yang ditangani oleh pusat ini meningkat seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Jepang pasca-pandemi. Selain itu, dengan perkembangan teknologi, semakin banyak barang kecil seperti earphone nirkabel dan kipas angin genggam yang sering ditemukan. Pusat barang hilang Tokyo, yang telah beroperasi sejak 1950-an, terus beradaptasi dengan tren baru ini untuk memastikan pengembalian barang yang cepat dan efisien. Di Tokyo, budaya melaporkan barang yang ditemukan dan upaya untuk mengembalikannya ke pemiliknya bukan hanya soal prosedur, tetapi merupakan bagian dari identitas sosial yang dijaga dengan penuh kehormatan. Tradisi ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan kota besar, harapan untuk menemukan barang yang hilang tidak pernah padam.


Jepang Kembangkan Plastik yang Terurai di Laut

berapa-lama-sampah-plastik-dapat-terurai-sepenuhnya-ZrZRiikSSu

Image by Google.com

Sebuah tim peneliti Jepang telah mengembangkan jenis plastik inovatif yang dapat terurai secara alami di air laut, sebagai solusi untuk mengurangi polusi lingkungan dan penumpukan sampah plastik di lautan. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal "Science" edisi Jumat, yang memaparkan hasil kolaborasi antara lembaga penelitian sains nasional RIKEN dan Universitas Tokyo. Plastik baru ini memiliki potensi besar untuk menggantikan plastik konvensional yang selama ini menjadi penyebab utama polusi plastik di lautan dan lingkungan. Dengan temuan ini, para peneliti berharap dapat mengurangi dampak buruk dari polusi plastik yang telah mengancam kehidupan laut dan ekosistem secara keseluruhan.

Plastik yang dikembangkan oleh tim peneliti ini diberi nama plastik "supramolekul" dan memiliki beberapa keunggulan signifikan dibandingkan plastik berbasis minyak bumi yang umum digunakan saat ini. Salah satu keunggulan utama plastik supramolekul adalah kemampuannya untuk memiliki kekuatan tarik yang setara dengan plastik konvensional, namun dengan sifat yang lebih ramah lingkungan. Plastik ini juga dapat diproses dengan cara yang serupa dengan plastik berbasis minyak bumi, memungkinkan penerapan teknologi yang ada untuk menghasilkan produk baru yang lebih berkelanjutan.

Uniknya, plastik supramolekul ini terbuat dari monomer yang sering digunakan dalam bahan tambahan makanan dan dibuat dari bahan organik. Proses pembuatan plastik ini melibatkan pencampuran bahan-bahan tersebut dalam air, yang kemudian menghasilkan dua lapisan yang berbeda. Salah satu lapisan tersebut dapat didehidrasi untuk menghasilkan bahan yang ramah lingkungan. Dengan penggunaan bahan-bahan organik yang lebih mudah terurai, plastik ini menawarkan solusi jangka panjang untuk masalah polusi plastik yang sulit terurai di alam.

Takuzo Aida, direktur Pusat Ilmu Materi yang Muncul di RIKEN, menjelaskan bahwa air garam dapat mempercepat proses disosiasi plastik ini menjadi monomer asli, yang kemudian terurai lebih lanjut karena aktivitas bakteri yang terdapat di laut atau tanah. Proses alami ini memungkinkan plastik untuk terurai lebih cepat dibandingkan dengan plastik tradisional yang memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai. Dengan demikian, plastik supramolekul memiliki potensi besar untuk mengurangi akumulasi sampah plastik di lautan yang saat ini menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan laut.

Selain sifat terurai yang ramah lingkungan, plastik supramolekul juga memiliki karakteristik lain yang menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi industri. Plastik ini tidak hanya dapat didaur ulang, tetapi juga tidak mudah terbakar, yang menjadikannya bahan yang aman dan efisien untuk digunakan dalam komponen mesin presisi, perekat dalam arsitektur, dan kemungkinan aplikasi lainnya. Peneliti juga sedang mengembangkan potensi aplikasi lebih lanjut, termasuk kemampuan untuk membuat plastik ini menjadi anti air, yang dapat memperluas penggunaannya di berbagai sektor industri dan komersial.

Masalah penumpukan sampah plastik di lautan sudah menjadi perhatian global, karena sebagian besar plastik yang digunakan untuk pengemasan dan keperluan lainnya tidak terurai secara alami setelah dibuang. Akibatnya, sampah plastik mengotori lautan dan membahayakan kehidupan laut, mulai dari mikroplastik hingga ancaman terhadap hewan yang mengonsumsinya. Dengan penemuan plastik supramolekul yang dapat terurai secara alami, harapan untuk mengurangi dampak negatif polusi plastik semakin nyata. Plastik ini tidak hanya memberikan alternatif yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi mengubah cara industri dan konsumen dalam memandang penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.


Indahnya Taman Nasional Nikko

Nikko_National_Park_3

Image by Gaijinpot.com

Taman Nasional Nikko terletak di tiga prefektur Jepang: Gunma, Tochigi, dan Fukushima. Destinasi ini sempurna untuk perjalanan sehari dari Tokyo, menawarkan paduan alam yang indah dan kekayaan budaya yang mendalam. Didirikan pada tahun 1934, Taman Nasional Nikko dikenal sebagai salah satu taman nasional terindah di Jepang, dan sepanjang abad ke-20, taman ini terus berkembang, menambahkan banyak permata alam dan budaya yang kini menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.

Taman ini mencakup hampir 115.000 hektar, dengan sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan. Beberapa puncak gunung yang paling terkenal di kawasan ini termasuk Gunung Shirane, Gunung Nantai, dan Gunung Nasu. Di antara gunung-gunung ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai bentang alam yang mempesona, mulai dari lembah yang hijau, rawa yang tenang, danau yang jernih, hingga hutan yang rimbun. Hutan Nasu Heisei-no-Mori, yang terletak di kaki Gunung Nasu, berada di atas lahan bekas vila kekaisaran, dan kini menjadi tempat yang sempurna untuk berjalan-jalan di tengah hutan pohon birch yang menyejukkan.

nikko_forest_of_heisei_nasu_gg4nt5

Image by Gaijinpot.com

Di dekat Gunung Nantai, pengunjung dapat mengagumi keindahan Air Terjun Kegon yang megah, dengan ketinggian mencapai 97 meter, serta kawasan Danau Chuzenji yang menambah pesona alam Nikko. Selain keindahan alamnya, Taman Nasional Nikko juga dikenal dengan warisan budaya yang kaya. Di sini, terdapat beberapa situs yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, salah satunya adalah Kuil dan Pura Nikko. Kuil Nikko Toshogu adalah yang paling terkenal, dibangun untuk menghormati roh Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa yang menandai dimulainya periode Edo (1603-1868).

The Kegon Falls (Kegon-no-taki, 華厳の滝) near Nikko, Japan surrounded by autumn colours.

Image by Gaijinpot.com

Salah satu sorotan utama Taman Nasional Nikko adalah keindahan musim gugur yang memukau. Dengan berbagai medan yang luar biasa, taman ini menawarkan banyak lokasi untuk menikmati perubahan warna daun. Kunjungi Kuil Rinnoji, salah satu Kuil dan Pura Warisan Dunia UNESCO di Nikko, dan nikmati jalan-jalan santai di taman tradisional Jepang. Pada paruh pertama bulan November, pohon-pohon di sekitar kuil berubah menjadi merah menyala, dan jika Anda datang setelah matahari terbenam, Anda akan disuguhkan pemandangan cahaya yang menciptakan suasana yang sangat memukau.

M_00428_002

Image by Gaijinpot.com

Bagi pecinta alam, Ngarai Shiobara menawarkan pemandangan pohon maple Jepang yang menakjubkan, terutama pada musim gugur. Untuk pemandangan terbaik, jangan lewatkan Momijidani Otsuribashi, sebuah jembatan gantung sepanjang 320 meter yang memberikan pemandangan dedaunan musim gugur yang luar biasa, dengan pantulan warna-warnanya yang indah di permukaan danau di bawahnya. Selain itu, Dataran Tinggi Odashirogahara juga memiliki pesona tersendiri di musim gugur. Di sini, pohon ek Jepang berubah menjadi kuning, sementara rumput momiji (rumput musim gugur) mengubah ladang menjadi lautan warna kuning dan merah, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan tak terlupakan. Keindahan alam yang ditawarkan Taman Nasional Nikko, terutama di musim gugur, menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata alam terbaik di Jepang.


caption

Image by Gaijinpot.com

Fuji Yama Adopsi Sistem Tram China

Pemerintah Jepang berencana mengadopsi sistem tram tanpa rel berbasis ban karet yang telah diterapkan oleh perusahaan China, CRRC, untuk mengangkut pendaki Gunung Fuji. Langkah ini bertujuan mengurangi jejak karbon dan mengatasi masalah kepadatan wisatawan, menurut sumber yang mengetahui langsung rencana tersebut. Sistem tram ini dirancang menggantikan rencana sebelumnya yang mengusulkan pembangunan sistem kereta dari kaki gunung ke stasiun pendakian kelima Jalur Yoshida.

Usulan awal tersebut ditolak karena dinilai berdampak buruk terhadap lingkungan mengingat kereta menghasilkan waste yang tinggi dan memiliki biaya tinggi. Prefektur Yamanashi, yang menjadi rumah bagi jalur pendakian paling populer di Gunung Fuji, akan segera mengumumkan rencana tersebut. Sistem tram ini dirancang menggunakan teknologi Autonomous Rapid Transit dari CRRC yang menggunakan penanda magnetik di jalan dan dapat dioperasikan secara otomatis tanpa pengemudi.

Gunung Fuji, yang berada di perbatasan Prefektur Yamanashi dan Shizuoka, telah menjadi daya tarik wisata utama di Jepang. Namun, lonjakan jumlah kendaraan wisata yang menuju stasiun pendakian kelima serta kepadatan pendaki di jalur gunung telah memunculkan masalah polusi dan kerusakan lingkungan. Sebagai situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2013, Gunung Fuji diharuskan untuk mengurangi dampak lingkungan dari wisatawan, mengatasi kepadatan, dan memperbaiki lanskap buatan manusia, seperti area parkir besar yang dibangun untuk menampung pengunjung.

Rencana baru ini juga disebut dapat memangkas biaya proyek hingga 40% dibandingkan estimasi biaya sistem kereta ringan sebesar 140 miliar yen (sekitar Rp13,2 triliun). Prefektur Yamanashi juga berencana menggunakan hidrogen lokal untuk menggerakkan tram ini, memberikan solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Sistem transportasi ini akan memanfaatkan jalan tol Fuji Subaru Line yang sudah ada, sambil melarang akses kendaraan pribadi dan bus wisata ke area tersebut. Uji coba tram ini direncanakan mulai dilakukan pada awal tahun fiskal mendatang, yaitu April 2024. Selain itu, Prefektur Yamanashi memiliki visi jangka panjang untuk mengintegrasikan jaringan tram dengan kota-kota sekitarnya dan menyambungkannya ke sistem kereta levitasi magnetik yang direncanakan oleh Japan Railway Tengah pada tahun 2030-an.

Selama musim pendakian Juli-September tahun ini, Gunung Fuji mencatat kedatangan 204.316 pendaki. Otoritas berharap sistem transportasi umum ini dapat membantu mengendalikan jumlah pengunjung demi menjaga kelestarian Gunung Fuji sebagai salah satu ikon budaya dan alam Jepang.


Lansia ditipu Puluhan Milyar Rupiah

Seorang wanita berusia 71 tahun dari Prefektur Ibaraki, Jepang, menjadi korban penipuan daring yang merugikannya hingga JPY 809 juta atau sekitar Rp 82,6 miliar. Kasus ini mencatat rekor sebagai penipuan terbesar di Jepang, dengan modus investasi palsu melalui media sosial.

Pelaku utama, seorang warga negara China bernama Wen Zhuolin (34), menjalankan aksinya dengan menyamar sebagai Takuro Morinaga, seorang analis ekonomi terkenal di Jepang. Penipuan dimulai ketika korban melihat iklan investasi di Instagram pada Oktober 2023. Tanpa curiga, korban menambahkan akun yang diklaim sebagai milik Morinaga melalui aplikasi pesan LINE.

Awalnya, pada November 2023, korban mentransfer JPY 10 juta setelah dibujuk oleh seseorang yang mengaku sebagai asisten Morinaga. Penipu meyakinkan korban bahwa investasi emas yang mereka tawarkan dapat memberikan keuntungan hingga 85% per bulan. Keuntungan yang menggiurkan ini membuat korban terus mentransfer uang hingga total 47 kali, mencapai JPY 799 juta.

Polisi juga mengungkap bahwa Wen, bersama komplotannya yang hingga kini belum teridentifikasi, menggunakan kurir untuk mengumpulkan uang tunai JPY 83 juta dalam dua kesempatan berbeda di stasiun kereta api pada Desember 2023.

Menariknya, korban sempat menjadi sasaran penipuan serupa di awal tahun 2024. Saat itu, dia ditipu oleh pihak yang mengaku sebagai Takafumi Horie, seorang pengusaha terkenal Jepang.

Kasus ini menyoroti tren penipuan terhadap lansia yang terus meningkat di Jepang. Lansia sering menjadi target karena mereka cenderung memiliki tabungan besar dan kurang melek teknologi. Data dari Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan bahwa lebih dari 50% korban penipuan daring adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.

Modus penipuan yang umum mencakup penyamaran sebagai figur publik, skema investasi, atau permintaan uang dengan dalih darurat keluarga. Jepang telah mencoba mengurangi angka ini dengan kampanye edukasi, namun banyak lansia tetap rentan terhadap teknik manipulasi psikologis yang canggih.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi online, terutama saat berhadapan dengan tawaran investasi yang terlihat terlalu menguntungkan untuk menjadi kenyataan.


Trending Now: Pokemon TCG Pocket

pokemon_tcg_pocket-1

Image by Gamerant.com

Perusahaan Pokémon tentu merasa gembira dengan kesuksesan peluncuran "Pokémon Trading Card Game Pocket", versi digital terbaru dari "Pokémon Trading Card Game", yang dirilis pada 30 Oktober dan diunduh lebih dari 10 juta kali hanya dalam waktu empat hari. Ini menjadi bukti betapa globalnya fenomena waralaba hiburan Pokémon. Menariknya, meskipun permainan ini sangat populer secara internasional, penggemar Jepang hanya mencakup sekitar lima persen dari total basis pemain Pocket, dengan 95 persen lainnya berasal dari belahan dunia lain. Di antara negara-negara tersebut, Amerika Serikat tercatat sebagai pasar terbesar, menyumbang sekitar satu dari setiap tiga pemain (32 persen dari total).

pokemon-trading-card-game-pocket-simple-battle

Image by Gamerant.com

Namun, meskipun jumlah pemain yang besar, hal ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa Pokémon telah berkembang pesat di Jepang, negara asalnya. Sebaliknya, masalah bisnis yang lebih besar sedang dihadapi oleh Pokémon Company, yakni kenyataan bahwa jumlah pemain tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan yang dihasilkan. Di era modern ini, ada pergeseran dalam cara penghasilan di sektor game, terutama dengan berkembangnya model permainan gratis. *Pokémon Trading Card Game Pocket* mengadopsi model ini, di mana pemain dapat memperoleh sejumlah paket kartu digital gratis setiap hari, tetapi mereka juga dapat membeli lebih banyak paket, kosmetik, dan item lainnya melalui pembelian dalam aplikasi. Berkat model ini, *Pokémon Trading Card Game Pocket* kini meraup pendapatan lebih dari US$4 juta per hari. Meskipun mayoritas pemain berasal dari AS, yang hanya menyumbang 27 persen dari total pendapatan, kontribusi finansial mereka lebih kecil dibandingkan dengan proporsi mereka dalam basis pemain. Sementara itu, pemain di Jepang, yang hanya mencakup lima persen dari total pemain, menyumbang 43 persen dari pendapatan game, yang setara dengan sekitar US$2 juta per hari. Angka ini menjadi lebih mengejutkan ketika kita mempertimbangkan bahwa dalam demografi pengguna game gratis, banyak pemain yang memilih untuk bermain tanpa melakukan pembelian dalam aplikasi. Artinya, sekitar 43 persen dari pendapatan berasal dari kurang dari lima persen pemain, menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan berasal dari kelompok kecil pemain yang cenderung mengeluarkan uang untuk meningkatkan pengalaman bermain mereka. Fakta ini menunjukkan betapa besar antusiasme para penggemar di Jepang, terutama di kalangan otaku, yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk serial yang mereka cintai. Antusiasme dan kesediaan mereka untuk berinvestasi lebih banyak dalam permainan ini sangat sulit ditandingi oleh pemain di negara lain, meskipun jumlah pemain Jepang secara keseluruhan relatif kecil dibandingkan dengan pasar global lainnya.


Samurai Wanita: Fakta atau Cerita?

hero-image.fill.size_1248x702.v1623390188

Image by PlayStation.Blog

Setelah kesuksesan kritis dan komersial dari "Ghost of Tsushima", sebuah video game yang berpusat pada invasi Mongol ke Jepang, Sucker Punch Productions mengumumkan sekuelnya: "Ghost of Yotei". Berlatar beberapa abad kemudian di Jepang utara, pemain akan mengendalikan Atsu, seorang prajurit wanita yang menggunakan dua pedang. Sayangnya, keputusan untuk menjadikan Atsu sebagai tokoh protagonis utama memicu reaksi keras di internet, dengan kritik vokal tentang penggantiannya terhadap Jin, tokoh protagonis pria dari game pertama. Meski demikian, kemunculan Atsu memberi kita kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pejuang wanita dalam sejarah Jepang. Walaupun Atsu belum secara eksplisit diidentifikasi sebagai samurai, fokus kita tetap pada samurai karena kekuatan budaya pop mereka. Artikel ini akan memberikan pengantar tentang para pejuang wanita, peran mereka, dan pengalaman mereka di medan perang.

f7baf6d0e047d9a9ca2e7b85241b233195041daa

Image by PlayStation.Blog

Apakah Samurai Wanita Ada? Jawaban singkatnya adalah ya. Sepanjang beberapa periode sejarah Jepang, wanita memang memegang status sebagai samurai. Namun, sebelum membahas lebih jauh, kita harus terlebih dahulu menjelaskan apa itu samurai. Ketika kita membayangkan samurai, gambaran tentang prajurit tangguh dan bersenjata pedang sering kali muncul dalam pikiran. Hal ini didorong oleh budaya populer Barat yang mengasosiasikan samurai dengan prajurit. Namun, kenyataannya, peran samurai dalam sejarah Jepang berkembang seiring waktu. Kata "samurai" berasal dari kata kerja Jepang *saburau* (melayani). Status mereka dalam masyarakat Jepang bervariasi berdasarkan periode dan konteks. Selama periode Heian (794-1185), misalnya, samurai adalah anggota kelas menengah di istana kekaisaran yang melayani keluarga kekaisaran dan bangsawan. Meskipun beberapa samurai terlibat dalam pertempuran, sebagian besar peran mereka berfokus pada tugas administratif sebagai pegawai negeri. Pada periode Edo (1603-1868), samurai menjadi golongan sosial tertinggi, lebih tinggi dari petani, pengrajin, dan pedagang. Namun, meskipun status sosial mereka sangat dihormati, peran samurai juga bergeser, terutama di era damai yang relatif panjang, dari prajurit menjadi birokrat dan penguasa daerah. Meskipun demikian, persepsi kita tentang samurai tetap terkait dengan pertempuran, sehingga kita akan fokus pada pengalaman samurai wanita di medan perang.

"Soma Nomaoi" is a festival held every July in Soma City, Fukushima Prefecture,Japan.
So many people participate in the festival wearing traditional samurai armor.July 27 2019.

Image by iStock: Josiah S

Tugas Samurai Wanita Wanita samurai memiliki pengalaman yang bervariasi dalam pertempuran, dan peran mereka sangat bergantung pada tempat dan periode sejarahnya. **Pelatihan Tempur:** Selama periode Edo, wanita yang termasuk dalam kelas samurai diwajibkan mengikuti pelatihan bela diri, umumnya mempelajari penggunaan *naginata* (bilah melengkung di ujung tongkat panjang). Namun, intensitas pelatihan ini bervariasi tergantung wilayah. Di beberapa daerah yang kurang makmur, wanita samurai lebih sering didorong untuk fokus pada pelatihan keterampilan praktis, seperti menjahit dan literasi, guna meningkatkan status ekonomi keluarga. Di daerah seperti Mito (Ibaraki), penggunaan *naginata* lebih terkait dengan spiritualitas dan disiplin daripada pertempuran fisik. Meski begitu, beberapa wanita samurai tidak hanya menguasai seni bela diri, tetapi juga unggul di medan perang. **Mempertahankan Rumah:** Wanita samurai juga terlibat dalam melindungi rumah dan keluarga mereka. Mereka dilatih dalam teknik perang untuk mempertahankan kediaman mereka jika diperlukan. Meskipun catatan sejarah tentang keterlibatan wanita dalam pertempuran berskala besar terbatas, wanita samurai sering terlibat dalam peristiwa berskala kecil, seperti melawan penyusup atau serangan mendadak. Peristiwa seperti ini seringkali tidak tercatat dalam sejarah, tetapi mereka menunjukkan bahwa wanita samurai memiliki keterampilan dan keberanian untuk melibatkan diri dalam pertahanan aktif.


Martial artist training.

Image by iStock: Gerville

Jepang Desak Vaksinasi COVID Untuk Lansia

Penerima-vaksin-dari-kalangan-lansia-di-Jepang-750x375

Image by Reuters

Pada hari Selasa, Kementerian Kesehatan Jepang mengimbau agar para lansia menjalani vaksinasi rutin terhadap virus corona menjelang musim dingin, saat infeksi diperkirakan akan meningkat. Ini adalah musim dingin pertama sejak pemerintah menghentikan vaksinasi COVID-19 gratis bagi siapa pun yang berusia 6 bulan atau lebih pada bulan Maret. Namun, mereka yang berusia 65 tahun atau lebih, serta individu berisiko lainnya, tetap memenuhi syarat untuk menerima vaksin dengan biaya yang lebih rendah. Meskipun vaksinasi masih tersedia, data menunjukkan bahwa kemajuan dalam distribusi vaksin berjalan lambat. Hingga hari Jumat, hanya sekitar 4,57 juta dosis yang telah dikirimkan ke institusi medis dari total 32,24 juta dosis yang diperkirakan dipasok untuk musim dingin ini. Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Takamaro Fukuoka menegaskan bahwa musim dingin biasanya menjadi periode peningkatan penyebaran COVID-19, dan mendorong agar lebih banyak orang mendapatkan vaksinasi untuk melindungi diri mereka dari potensi infeksi. Periode vaksinasi yang ditetapkan berlangsung antara 1 Oktober hingga 31 Maret, dengan sasaran utama individu berusia 65 tahun ke atas, serta orang berusia 60 hingga 64 tahun yang memiliki kondisi medis bawaan. Tersedia lima produk vaksin yang dapat dipilih oleh masyarakat. Pemerintah berharap, dengan vaksinasi yang lebih luas, dampak dari infeksi COVID-19 pada kelompok rentan dapat diminimalisir. Pada tahun pertama setelah sebagian besar pedoman terkait virus corona dicabut pada Mei 2023, sekitar 32.500 orang meninggal akibat COVID-19 di Jepang. Dari angka tersebut, orang yang berusia 65 tahun atau lebih menyumbang 97 persen dari total kematian. Pada bulan Mei 2023, pemerintah Jepang juga menurunkan status hukum COVID-19 menjadi setara dengan influenza musiman, meskipun risiko bagi lansia dan individu dengan kondisi medis tertentu tetap tinggi.