Polemik Harga Ramen di Osaka

image

Ilustrasi tourist yang sedang memakan ramen (Image by: apnews.com)

Osaka, Sebuah kedai ramen di distrik Minami, Osaka, menjadi sorotan setelah menerapkan sistem “penetapan harga ganda”, yakni membedakan harga antara pelanggan Jepang dan wisatawan asing. Kebijakan ini memicu perdebatan mengenai keadilan, seiring meningkatnya diskusi tentang praktik serupa di berbagai destinasi wisata di Jepang.

Kontroversi mencuat pada 4 Januari ketika seorang turis asing memprotes harga ramen yang dikenakan kepadanya. Kedai tersebut dikenal dengan ramen tonkotsu gaya “Iekei” yang populer dan ramai pengunjung. Dalam menu berbahasa Jepang, semangkuk ramen standar dijual seharga 1.000 yen, sementara menu berbahasa asing menawarkan ramen dengan tambahan topping seharga 2.300 yen.

image

Ilustrasi Ramen Iekei (Image by: japantravel.navitime.com)

Menurut Yusuke Arai dari Wagoya Group, operator restoran, pelanggan tersebut memesan dari menu khusus wisatawan asing dan menghabiskan makanannya sebelum menuntut pengembalian uang. Arai menjelaskan bahwa menu berbahasa asing memang dibatasi pada kombinasi tertentu untuk mencegah kesalahan pemesanan dan menjaga kualitas. Karena pesanan sesuai menu yang dipilih, restoran menolak pengembalian dana, hingga akhirnya turis tersebut meminta maaf dan pergi setelah staf mengancam akan menghubungi polisi.

Arai mengatakan keputusan menerapkan harga ganda diambil dengan kesadaran penuh akan risikonya. Ia menilai praktik serupa umum ditemui di luar negeri dan berencana tetap melanjutkan sistem tersebut. Pendapatan tambahan, menurutnya, akan digunakan untuk meningkatkan upah serta kondisi kerja karyawan.

image

Ilustrasi Tourist asing yang sedang mengantri di depan restoran ramen (image by: soranews24.com)

Respons wisatawan asing pun beragam. Seorang turis asal Australia menilai kebijakan tersebut tidak adil dan berpendapat harga seharusnya sama untuk semua pelanggan. Sebaliknya, pengunjung dari Kanada mengatakan harga lebih tinggi bagi wisatawan asing masih dapat diterima mengingat status mereka sebagai pengunjung.

Perdebatan soal penetapan harga ganda juga terjadi secara global dan domestik. Beberapa objek wisata luar negeri seperti Museum Louvre dan Angkor Wat menerapkan tarif berbeda bagi warga lokal dan wisatawan asing. Di Jepang, museum nasional dan tempat wisata turut mempertimbangkan kebijakan serupa, meski ada pula yang membatalkannya akibat penolakan publik. Para ahli menekankan bahwa jika diterapkan, perbedaan harga harus dijelaskan secara transparan dan disertai nilai tambah yang jelas.

Kucing Kembali Jadi Kepala Stasiun

image

Foto Yontama (Image by: Wakayama Electric Railway)

Seekor kucing belang bernama Yontama resmi dilantik pada Rabu sebagai kepala stasiun kucing ketiga di sebuah stasiun kereta lokal Jepang. Pengangkatan ini melanjutkan tradisi hampir dua dekade yang terbukti mendongkrak pariwisata sekaligus membantu menyelamatkan jalur kereta tersebut dari tekanan finansial, bahkan menginspirasi langkah serupa oleh operator lain.

Dalam upacara yang digelar di Stasiun Kishi di Jalur Kishigawa, operator Wakayama Electric Railway juga memperkenalkan rekrutan magang kucing terbarunya, Rokutama. Pendahulu Yontama, Nitama, yang juga kucing belang tiga warna, wafat pada November lalu dan kini dianugerahi status kepala stasiun kehormatan.

image

Yontama digendong oleh Presiden Wakayama Electric Railway Co. (Image by: kyodonews.net)

Jalur Kishigawa pertama kali mencuri perhatian nasional pada 2007 ketika menunjuk Tama sebagai kepala stasiun kucing pertama. Sejak itu, arus wisatawan dari dalam dan luar negeri meningkat dan membantu keberlanjutan operasional jalur tersebut. Kesuksesan ini kemudian memicu tren di berbagai daerah, dengan sejumlah perusahaan kereta lokal menunjuk hewan—mulai dari kucing hingga hewan lain—sebagai ikon stasiun.

Di depan gedung stasiun di Kinokawa, Mitsunobu Kojima memasangkan medali bertuliskan gelar kepala stasiun Yontama di leher sang kucing, disambut tepuk tangan pengunjung yang memadati lokasi.

image

Yontama (kanan) diangkat menjadi kepala sasiun baru Stasiun Kishi milik Wakayama Electric Railway Co. (Image by: kyodonews.net)

Seorang penggemar lama, Chisako Asano (52) dari Fujiidera, Prefektur Osaka, mengatakan ia berharap para kepala stasiun kucing dapat terus menjaga keberlangsungan Jalur Kishigawa. Seusai acara, Kojima menyatakan harapannya agar Yontama dapat memimpin di tengah fase perubahan besar yang tengah dihadapi kereta api lokal Jepang.

Jepang Barat Diguncang Gempa Kuat

Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Jepang bagian barat pada Selasa pagi tanpa memicu ancaman tsunami. Badan Meteorologi Jepang melaporkan gempa utama bermagnitudo 6,4 terjadi pada pukul 10.18 waktu setempat dengan pusat gempa di bagian timur Prefektur Shimane pada kedalaman sekitar 11 kilometer.

Guncangan kuat dirasakan di wilayah sekitar pusat gempa, khususnya di Prefektur Tottori dan Shimane. Di Kota Sakaiminato (Tottori) serta Kota Matsue (Shimane), intensitas gempa tercatat mencapai skala 5 ke atas pada skala intensitas Jepang 0 hingga 7, menandai tingkat guncangan yang berpotensi menimbulkan kerusakan.

Sekitar sepuluh menit setelah gempa pertama, gempa susulan bermagnitudo 5,1 kembali melanda area yang sama. Di Kota Yasugi, Shimane, intensitas guncangan tercatat berada di bawah skala 5. Meski lebih kecil, gempa susulan tersebut tetap dirasakan oleh warga dan menambah kekhawatiran akan kemungkinan gempa lanjutan.

Sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi di Tottori dan prefektur sekitarnya. Pejabat di Prefektur Shimane menyatakan beberapa warga mengalami luka-luka, sementara petugas pemadam kebakaran di Kota Fukuyama, Prefektur Hiroshima, melaporkan dua orang mengalami luka ringan akibat gempa.

Pasca-gempa, warga di Kota Yonago, Tottori, terlihat keluar dari rumah dan berkumpul di luar bangunan. Mereka saling menghubungi tetangga serta mencari informasi terbaru terkait kondisi gempa dan keselamatan lingkungan sekitar.

Badan Meteorologi Jepang juga mencatat adanya “gerakan tanah periode panjang” di wilayah terdampak, yang dapat menyebabkan gedung-gedung tinggi bergoyang kuat, terutama di lantai atas. Warga diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dengan intensitas tinggi selama sekitar satu minggu ke depan, terutama dalam dua hingga tiga hari pertama, serta mewaspadai risiko longsor akibat hujan.

Raja Tuna Pecahkan Rekor Lelang

image

Kiyoshi Kimura, memenangkan lelang Bluefin Tuna seberat 243 kg (Image by: The Business Times)

Lelang tuna Tahun Baru di pasar ikan utama Tokyo kembali mencuri perhatian setelah seekor tuna sirip biru raksasa terjual seharga 510,3 juta yen (sekitar US$3,2 juta), rekor tertinggi sejak data sebanding mulai dicatat pada 1999. Harga fantastis ini menegaskan status lelang awal tahun sebagai ajang simbolis bagi industri perikanan dan kuliner Jepang.

Penawar tertinggi adalah jaringan restoran sushi milik Kiyoshi Kimura, sosok yang dikenal luas dengan julukan “Raja Tuna”. Kimura memenangkan ikan seberat 243 kilogram yang ditangkap di perairan Oma, Prefektur Aomori—wilayah yang reputasinya lekat dengan kualitas tuna premium.

image

Lelang tuna (Image by: ApNews)

Usai lelang subuh, Kimura mengakui harga melonjak lebih cepat dari perkiraannya. Meski demikian, ia menyebut pembelian tersebut membawa makna keberuntungan dan berharap konsumsi tuna hasil lelang dapat memberi semangat bagi banyak orang pada awal tahun. Praktik ini sejalan dengan tradisi lelang Tahun Baru yang kerap dimaknai sebagai penanda optimisme pasar.

Rekor kali ini melampaui capaian 333,6 juta yen pada 2019, ketika pasar ikan pindah dari kawasan bersejarah Tsukiji ke fasilitas modern Toyosu. Sebagai perbandingan, pada lelang tahun lalu penawar tertinggi membayar 207 juta yen untuk tuna seberat 276 kilogram, menunjukkan lonjakan signifikan dari tahun ke tahun.

image

Bluefin Tuna (Image by: ApNews)

Di sisi konservasi, Dave Gershman dari Pew Charitable Trusts menilai perbaikan harga ini beriringan dengan kabar positif bagi stok tuna sirip biru Pasifik. Menurutnya, rencana pemulihan yang diterapkan sejak 2017 mulai menunjukkan hasil, namun keberlanjutan tetap bergantung pada kesepakatan pengelolaan jangka panjang.

image

Tuna yang dibeli oleh Kiyoshi Kimura (Image by: ApNews)

Gershman menambahkan bahwa pada 2026 para pengelola perikanan dari Jepang, Amerika Serikat, Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya perlu menyepakati rencana pengelolaan yang berkelanjutan. Kesepakatan tersebut diharapkan menjaga populasi tuna tetap sehat sekaligus memastikan spesies ini tidak kembali terjerumus ke praktik penangkapan berlebihan seperti di masa lalu.

Krisis SDM Jepang Memburuk

image

Foto para pekerja teknik asal Vietnam (Image by: KyodoNews)

Di berbagai wilayah Jepang, pekerja asing kini menjadi penopang utama industri lokal, mulai dari pabrik pengolahan makanan, perikanan, hingga bengkel kecil di daerah. Di tengah menurunnya populasi usia kerja dan penuaan masyarakat, ketergantungan terhadap tenaga kerja asing semakin sulit dihindari.

Namun, posisi Jepang sebagai tujuan kerja mulai menghadapi tantangan. Kenaikan upah dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia tetangga membuat pilihan bekerja di luar negeri menjadi lebih beragam. Sejumlah pelaku usaha khawatir Jepang tak lagi cukup kompetitif, baik dari sisi pendapatan maupun kondisi kerja.

image

Foto peserta magang teknik asal vietnam (Image by: KyodoNews)

Gambaran tersebut terlihat di Choshi, kota pelabuhan perikanan besar di Prefektur Chiba. Sebuah pabrik pengalengan ikan yang telah lama beroperasi di kawasan ini bergantung pada pekerja asing untuk menjaga produksi tetap berjalan, dengan peserta magang teknik asal Vietnam mengisi peran penting di lini produksi.

Salah satu pekerja adalah Ho Thi Thuy Nhung, 38 tahun, yang datang ke Jepang demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Ia menjalani berbagai tugas di jalur perakitan yang membutuhkan ketelitian tinggi, sambil menanggung konsekuensi emosional karena harus meninggalkan anak dan suaminya di Vietnam.

image

Foto seorang peserta magang teknik asal vietnam (Image by: KyodoNews)

Perusahaan tempat Nhung bekerja, Tawara Canning Co., mulai merekrut pekerja asing seiring menua dan berkurangnya tenaga kerja lokal. Perusahaan menyediakan asrama di dekat pabrik, memasang panduan kerja multibahasa, serta mendorong interaksi dengan masyarakat setempat untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Meski upaya tersebut membantu mempertahankan pekerja asing, kekhawatiran jangka panjang tetap ada. Pelaku usaha menilai Jepang perlu lebih serius memperbaiki sistem penerimaan dan perlindungan tenaga kerja asing. Tanpa perubahan tersebut, Jepang berisiko kehilangan sumber daya manusia yang selama ini menopang industri regionalnya.

Peringatan Mochi untuk Para Lansia

image

Anjuran bagi Lansia untuk tidak menyantap Mochi saat tahun baru (Image by Google)

Badan Kepolisian Nasional bersama Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana kembali mengingatkan para lansia untuk meningkatkan kewaspadaan saat mengonsumsi kue mochi selama liburan Tahun Baru. Imbauan ini ditujukan untuk mencegah kecelakaan tersedak yang kerap terjadi setiap tahun, terutama di kalangan usia lanjut yang lebih rentan mengalami gangguan saat mengunyah dan menelan makanan.

Peringatan serupa sebenarnya rutin disampaikan menjelang dan selama perayaan Tahun Baru. Mochi, yang merupakan makanan tradisional khas perayaan ini, memiliki tekstur lengket dan kenyal sehingga mudah menempel di tenggorokan. Kondisi tersebut menjadikan mochi sebagai salah satu penyebab utama insiden tersedak pada lansia di Jepang.

image

Anjuran pencegahan untuk mengurangi resiko mulai dikeluarkan (Image by Google)

Otoritas kesehatan pun mengeluarkan sejumlah anjuran pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Lansia disarankan membasahi tenggorokan terlebih dahulu dengan teh atau sup sebelum menyantap mochi, memotong mochi menjadi potongan kecil, serta mengunyahnya secara perlahan. Selain itu, mereka diimbau untuk tidak makan tergesa-gesa agar proses menelan dapat berlangsung dengan aman.

Pada masa Tahun Baru, masyarakat Jepang secara tradisional menikmati sup ozoni, hidangan khas yang berisi kue mochi yang dimasak dalam kaldu sayuran. Sup ini biasanya disantap bersama keluarga sebagai simbol harapan dan kebersamaan di awal tahun. Meski demikian, pihak berwenang menekankan pentingnya kehati-hatian agar tradisi ini tidak berujung pada kecelakaan yang tidak diinginkan.

image

Melihat beberapa kasus di awal tahun ini sampai menelan korban (Image by Google)

Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan bahwa pada tiga hari pertama Januari tahun ini, sembilan orang dilarikan ke rumah sakit akibat tersedak mochi. Para korban berusia antara 73 hingga 84 tahun, dan dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Pemerintah dan otoritas terkait berharap masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lansia, dapat lebih memperhatikan keselamatan saat menyajikan dan mengonsumsi mochi selama perayaan Tahun Baru.

Shibuya Batal Gelar Tahun Baru

image

Image by: Coca-Cola (Japan) Company, Limited | Acara Tahun Baru Shibuya “You Make Shibuya Countdown 2018–2019”

Distrik Shibuya di Tokyo sekali lagi membatalkan acara hitung mundur akhir tahun di sekitar Stasiun Shibuya. Keputusan ini diumumkan oleh panitia pelaksana, menjadikan pembatalan keenam kalinya berturut-turut sejak acara terakhir digelar pada 2019.

Acara hitung mundur di Shibuya dulunya menjadi salah satu titik perayaan Tahun Baru paling populer di Tokyo, menarik ribuan orang berkumpul di persimpangan Shibuya yang ikonik saat malam pergantian tahun. Namun sejak 2020, event tersebut terus dibatalkan karena berbagai pertimbangan keselamatan dan keamanan.

Menurut pengumuman resmi dari Pemerintah Kota Shibuya, pembatalan ini dilakukan untuk mengatasi risiko kerumunan yang berlebihan dan memastikan keselamatan publik, khususnya di area yang biasanya sangat padat saat perayaan Tahun Baru.

image

image by: Sean Pavone/Dreamstime

Sebagai bagian dari langkah keamanan, pemerintah distrik akan meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan aparat kepolisian serta instansi transportasi umum selama malam Tahun Baru. Petugas keamanan tambahan akan ditempatkan di area sekitar stasiun untuk mengatur arus pejalan kaki dan mencegah kecelakaan terkait kerumunan.

Area di sekitar patung Hachiko yang menjadi titik berkumpul populer akan dipasang pagar sementara mulai dari sore 31 Desember hingga pukul 01.00 pagi 1 Januari, sebagai upaya membatasi konsentrasi massa di lokasi tersebut.

Selain itu, pemerintah distrik juga meminta toko-toko di sekitar stasiun, terutama yang menjual minuman beralkohol, untuk menahan diri dari penjualan alkohol selama periode liburan akhir tahun. Permintaan ini merupakan bagian dari upaya menegakkan larangan minum di tempat umum pada malam hari, yang sebelumnya telah diberlakukan di wilayah Shibuya.

image

image by: triptojapan.com

Wali Kota Shibuya, Ken Hasebe, menyatakan bahwa meskipun jumlah pengunjung ke distrik ini terus meningkat sejak pelonggaran pembatasan akibat pandemi, pemerintah tetap harus waspada terhadap potensi gangguan yang ditimbulkan oleh kerumunan besar.

Kerumunan besar yang berkumpul di malam Tahun Baru, meskipun tanpa acara resmi, tetap diperkirakan akan terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Otoritas setempat mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk mengikuti aturan keselamatan yang telah ditetapkan demi mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan lainnya.

image

image by: Pixta shuu

Pembatalan ini menggarisbawahi perubahan dalam cara perayaan Tahun Baru di Shibuya dalam beberapa tahun terakhir. Setelah dibatalkan pertama kali karena pandemi COVID‑19, event hitung mundur resmi belum pernah diadakan kembali meskipun pembatasan kesehatan telah dicabut.

Dengan berlanjutnya pembatalan acara resmi, perayaan Tahun Baru di Shibuya kini lebih difokuskan pada pergerakan warga yang merayakan secara informal, kegiatan di tempat lain di Tokyo, atau tradisi Jepang klasik seperti berkunjung ke kuil atau tempat ibadah pada awal tahun.

Pemerintah Kota Shibuya menegaskan bahwa keselamatan publik tetap menjadi prioritas dalam semua keputusan terkait event besar di ruang publik, termasuk perayaan Tahun Baru.

Kecelakaan Beruntun Tol Kan-etsu

image

Tragedi Tol Kan-etsu (Image by: Google)

Pekerjaan pembersihan dan pemulihan terus dilakukan sepanjang malam untuk membuka kembali sebagian ruas Jalan Tol Kan-etsu di Jepang setelah kecelakaan beruntun besar yang melibatkan lebih dari 60 kendaraan. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat malam (26/12/2025) dan menyebabkan korban jiwa serta puluhan orang terluka. Otoritas setempat memprioritaskan pembukaan jalur vital tersebut karena jalan tol ini merupakan salah satu penghubung utama antara wilayah pedesaan dan Tokyo.

Menurut pihak kepolisian, kecelakaan beruntun terjadi sekitar pukul 19.30 waktu setempat di Kota Minakami, Prefektur Gunma. Peristiwa ini bermula dari tabrakan antara dua truk, yang kemudian memicu rangkaian tabrakan beruntun di antara kendaraan-kendaraan yang berada di belakangnya. Kondisi jalan yang licin akibat lapisan es diduga membuat pengemudi sulit mengendalikan kendaraan mereka.

Sebanyak 67 kendaraan dilaporkan terlibat dalam kecelakaan tersebut, dengan 20 kendaraan di antaranya terbakar akibat benturan keras. Seorang perempuan berusia 77 tahun meninggal dunia di dalam mobil penumpang. Selain itu, satu jenazah ditemukan di dalam sebuah truk yang terbakar, namun pihak berwenang belum dapat memastikan identitas maupun jenis kelamin korban tersebut.

Selain korban meninggal, tercatat sedikitnya 26 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan ini. Beberapa korban dilaporkan mengalami cedera serius dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis dan petugas darurat bekerja dalam kondisi sulit mengingat suhu dingin dan situasi jalan yang berbahaya.

Para pekerja menggunakan truk derek, alat berat, serta peralatan pemadam kebakaran untuk mengevakuasi kendaraan yang rusak dan membersihkan puing-puing di lokasi kejadian. Jalur menuju Tokyo berhasil dibuka lebih dahulu, sementara jalur dari arah Tokyo kembali dibuka pada Minggu (28/12/2025) pukul 13.00 waktu setempat. Upaya pembersihan juga berhasil memperpendek ruas yang sempat ditutup menuju Kota Nagaoka di Prefektur Niigata. Polisi terus menyelidiki insiden ini dan mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang berpotensi membeku.

Pemerintah Siapkan Telur Beku

Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan berupaya mengantisipasi potensi kekurangan telur akibat wabah flu burung yang sangat patogen dengan memperluas pemanfaatan telur olahan yang dapat disimpan dalam jangka panjang. Salah satu langkah utama yang direncanakan adalah membekukan dan menyimpan telur cair, yaitu telur tanpa cangkang seperti telur kocok, agar dapat digunakan ketika pasokan telur segar menurun. Inisiatif ini juga dimaksudkan untuk menstabilkan pasokan nasional dan mencegah lonjakan harga telur yang tajam, dengan target penerapan kebijakan ini pada tahun fiskal 2026.

 Telur cair merupakan telur yang telah dipecah dari cangkangnya dan berada dalam bentuk cair, yang dalam beberapa kasus tidak tercampur sepenuhnya antara putih dan kuning telur. Produk ini umumnya digunakan oleh industri pengolahan makanan yang membutuhkan telur dalam jumlah besar, seperti produsen roti, kue, dan permen. Telur cair yang disimpan dalam kondisi dingin biasanya hanya bertahan beberapa hari hingga sekitar satu minggu, namun jika dibekukan, masa simpannya dapat mencapai sekitar satu setengah tahun, sehingga dinilai lebih efektif sebagai cadangan pangan jangka panjang.
image

Jepang Antisipasi Kekurangan Telur Lewat Penyimpanan Telur Cair Beku (Image by: TheJapanNews.com)


 Untuk mendukung produsen telur dan pengolah telur cair, kementerian berencana memberikan subsidi hingga 50 persen dari biaya pembangunan maupun peningkatan fasilitas penyimpanan telur cair beku. Selain itu, kementerian juga akan mendorong produsen makanan agar beralih menggunakan telur cair beku dalam proses produksi berbagai produk seperti roti dan kue. Dengan cara ini, ketergantungan pada telur segar diharapkan dapat dikurangi, terutama pada saat pasokan terganggu akibat wabah penyakit.

 Pasokan telur sendiri sangat rentan terhadap penyebaran flu burung. Wabah yang berlangsung sejak musim gugur lalu hingga awal tahun ini telah menyebabkan pemusnahan sejumlah besar ayam petelur, sehingga berkontribusi pada penurunan pasokan telur nasional. Hingga saat ini, kasus flu burung masih terus dikonfirmasi secara bertahap, menimbulkan kekhawatiran akan terulangnya gangguan pasokan. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga telur, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat konsumsi yang tinggi.

 Menurut data JA.Z-Tamago Co., harga rata-rata telur ukuran M di wilayah Tokyo pada bulan November mencapai ¥340 per kilogram, tertinggi untuk periode tersebut, dan bahkan tetap tinggi di level ¥345, mendekati rekor saat “guncangan telur” pada musim semi 2023. Asosiasi Peternakan Unggas Jepang mencatat bahwa dari sekitar 2,5 juta ton telur yang diproduksi di dalam negeri pada tahun 2024, sekitar 80 persen dikonsumsi sebagai telur utuh, sementara 20 persen lainnya berupa telur olahan, termasuk telur cair. Karena permintaan telur biasanya meningkat menjelang akhir tahun dan menurun pada musim panas, kementerian menargetkan pembentukan sistem pasokan darurat dengan memproduksi telur cair pada periode permintaan rendah dan menyimpannya untuk digunakan saat pasokan mengetat.

Krisis Beruang Picu Tren Kuliner

image

Image By: iStock visualspace

Lonjakan serangan beruang mematikan di Jepang mendorong fenomena tak biasa di dunia kuliner. Di Chichibu, Prefektur Saitama, restoran milik Koji Suzuki kewalahan memenuhi permintaan daging beruang panggang. Daging tersebut berasal dari beruang yang dibasmi untuk menekan ancaman terhadap warga. Tahun ini, serangan beruang telah menewaskan rekor 13 orang. Peningkatan kasus ini menjadikan beruang sorotan utama pemberitaan nasional.

image

Daging beruang cokelat yang berwarna merah (Image by: Medium.com)

Restoran Suzuki sebenarnya juga menyajikan daging rusa dan babi hutan, namun daging beruang justru paling diminati. Pemberitaan tentang beruang yang masuk rumah, sekolah, hingga supermarket memicu rasa penasaran publik. Suzuki menyebut semakin sering berita muncul, semakin banyak pelanggan berdatangan. Ia menganggap menyajikan daging beruang sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan yang telah dibunuh. Istrinya bahkan kerap menolak pelanggan karena stok terbatas.

Salah satu pelanggan, komposer muda Takaaki Kimura, mencicipi daging beruang untuk pertama kalinya. Ia memuji rasa daging yang menurutnya semakin nikmat saat dikunyah. Para pejabat berharap pembasmian beruang dapat mengurangi ancaman di Jepang utara. Ilmuwan menilai krisis ini dipicu pertumbuhan populasi beruang, penurunan jumlah penduduk, dan gagal panen biji ek. Kondisi tersebut memaksa beruang mencari makanan ke wilayah manusia.

image

Daging beruang yang dimasak (image by: Medium.com)

Sebagai langkah darurat, pemerintah mengerahkan pasukan dan polisi anti huru hara untuk membantu perburuan. Jumlah beruang yang dibunuh pada paruh pertama tahun fiskal ini bahkan melampaui total sepanjang tahun sebelumnya. Meski bukan makanan sehari-hari, daging beruang telah lama dikonsumsi di desa-desa pegunungan Jepang. Pemerintah kini melihatnya sebagai peluang ekonomi bagi daerah pedesaan. Subsidi besar pun disiapkan untuk pengendalian populasi dan promosi konsumsi berkelanjutan.

image

Ilustrasi restoran jepang (Image by: Malaymail.com)

Di Prefektur Aomori, pengelola restoran desa Katsuhiko Kakuta mengaku kehabisan stok daging lebih cepat dari biasanya. Popularitas melonjak setelah restorannya dipromosikan oleh seorang influencer. Ia menyebut daging beruang sebagai sumber daya pariwisata lokal. Restorannya bahkan memasok daging ke hotel-hotel sekitar. Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang terhadap satwa liar.

Sementara itu di Sapporo, Hokkaido, koki Prancis Kiyoshi Fujimoto menyajikan beruang dalam hidangan mewah. Populasi beruang cokelat di Hokkaido telah berlipat ganda menjadi lebih dari 11.500 ekor pada 2023. Pemerintah berencana memusnahkan 1.200 beruang per tahun selama satu dekade ke depan. Namun, minimnya fasilitas pengolahan membuat banyak daging masih terbuang. Di tengah kontroversi, krisis ini membuka perdebatan antara keselamatan, etika, dan peluang ekonomi.