Di kota Iide, Prefektur Yamagata, taman lili yang dihiasi dengan 500.000 bunga lili tengah mencapai puncak keindahannya, memanjakan para pengunjung yang datang. "Dondenhira Lily Garden" di Iide, dengan luas sekitar 7 hektar, merupakan taman lili terbesar di wilayah Tohoku. Di dalam taman ini, berbagai jenis lili beraneka warna sedang bermekaran. Di antara bunga-bunga yang sedang mekar indah, terdapat jenis "Lively" dengan batang tinggi dan bunga berwarna merah muda, serta "Patricia Pride" yang memiliki kelopak besar berwarna ungu dan putih yang mekar menghadap ke atas.
Menurut pihak taman, tahun ini bunga-bunga lili mekar sekitar seminggu lebih awal dari biasanya akibat pengaruh musim dingin yang hangat, dan saat ini mencapai sekitar 70% dari puncak mekarnya. Para pengunjung yang datang menikmati suasana dengan mengambil foto dan mengagumi bunga lili favorit mereka. Seorang wanita berusia 70-an yang datang dari Tokyo mengungkapkan kekagumannya, "Ini pertama kalinya saya datang ke sini dan pemandangannya sungguh memukau. Sayang sekali hujan turun, tapi tetesan air di bunga-bunga itu juga terlihat sangat indah."
Manajer taman, Takashi Daidoji, menyampaikan, "Di dalam taman terdapat banyak bunga lili, sehingga mencari yang paling Anda sukai bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kami juga memiliki berbagai tanaman lain yang memperindah bunga lili, jadi nikmatilah pemandangan kontras yang ada." Puncak mekarnya bunga lili di "Dondenhira Lily Garden" diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan bulan depan.
Sementara itu, pengunjung juga berdatangan ke dataran tinggi Yunomaru, yang terletak di Kota Tomi, Prefektur Nagano, dan Desa Tsumagoi di Prefektur Gunma, untuk melihat aneka warna bunga azalea Jepang yang mekar penuh. Sekitar 600.000 bunga azalea menghiasi dataran tinggi ini, mencapai puncak mekarnya mulai Senin (24/06/2024). Para pengunjung dapat bertamasya dan berfoto di wilayah yang diwarnai dengan azalea oranye cerah.

Bunga Azalea di beberpa wilayah di Gunma
Image by williamhc (Getty Image)
Pemerintah Distrik Shinjuku di Tokyo telah memutuskan untuk melarang konsumsi minuman keras (miras) di jalanan wilayah hiburan populer Kabukicho dan sekitarnya selama periode Halloween tahun ini. Keputusan ini diambil oleh Dewan Distrik Shinjuku yang menyetujui peraturan tersebut dengan suara bulat pada hari Jumat, 21 Juni 2024.
Langkah ini diambil mengikuti contoh dari Distrik Shibuya yang telah menerapkan larangan serupa tahun lalu. Pejabat Shinjuku mengungkapkan bahwa larangan di Shibuya tahun lalu mendorong banyak orang, termasuk wisatawan, untuk beralih mengunjungi Kabukicho selama periode Halloween, yang menyebabkan peningkatan sampah di jalanan wilayah tersebut.
Mengutip NHK, peraturan larangan minum miras di jalanan ini akan mulai berlaku pada sore hari tanggal 31 Oktober hingga keesokan paginya, serta selama waktu-waktu lain yang dianggap perlu oleh Wali Kota Shinjuku. Zona yang menjadi target larangan ini meliputi beberapa wilayah di Kabukicho dan sekitarnya. Untuk memastikan peraturan ini dipatuhi, petugas akan berpatroli di area terlarang guna menginstruksikan masyarakat agar tidak mengonsumsi miras di jalanan selama periode tersebut. Selain itu, toko-toko juga diminta untuk tidak menjual minuman beralkohol.
Pemerintah Distrik Shinjuku akan menentukan area dan jam spesifik untuk penerapan larangan ini dan akan mengumumkan informasinya secara rinci di situs web resmi distrik tersebut. Dengan diberlakukannya peraturan ini, diharapkan dapat menjaga ketertiban dan kebersihan di kawasan Kabukicho selama perayaan Halloween, serta mengurangi dampak negatif dari konsumsi alkohol di ruang publik.

Suasana Halloween di Jepang
Image by David Dibert (Pexels)
Maraknya judi online menjadi isu global yang tak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga pada negara-negara lain, termasuk Jepang. Pemerintah Jepang tengah berjuang mengatasi fenomena ini meskipun sudah memiliki regulasi ketat yang melarang online gambling.
Menurut data yang dirilis oleh Similar Web pada 2021 hingga 2022, Jepang merupakan salah satu dari tujuh negara dengan jumlah pemain judi online terbanyak di dunia. Setiap bulan, rata-rata warga Jepang mengunjungi situs perjudian online hingga mencapai angka 29,3 juta kali, menyumbang sekitar 6,3 persen dari pangsa pasar judi online global.
Meskipun perjudian online dianggap ilegal di Jepang dan bisa dikenai hukuman pidana, aktivitas ini tetap marak terjadi. Pemerintah Jepang sebenarnya telah mengatur sejumlah regulasi terkait aktivitas perjudian dengan lisensi yang jelas untuk jenis perjudian tertentu, seperti pacuan kuda dan lotere. Namun, tantangan besar masih ada dalam mengawasi dan menindak perjudian online yang sifatnya lintas batas dan anonim.
Kasus di Jepang ini menjadi sorotan mengingat negara tersebut dikenal dengan modernisasi dan infrastruktur teknologi yang canggih, yang ironisnya turut memfasilitasi akses ke situs-situs judol internasional. Para pemain dapat dengan mudah mengakses platform judi dari negara lain yang melegalkan aktivitas ini, seperti Filipina, Thailand, dan Kamboja.
Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi masalah serupa dengan meningkatnya aktivitas perjudian online. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah berupaya keras menanggulangi masalah ini. Presiden Joko Widodo pun telah mempertegas larangan berjudi dan mengimbau masyarakat untuk menghindari perbuatan tercela tersebut. "Jangan judi, jangan judi, jangan berjudi, baik secara offline maupun online," tegas Jokowi dalam siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 17 Juni 2024.
Fenomena meningkatnya perjudian online ini tidak hanya meresahkan masyarakat dan pemerintah di Jepang, tetapi juga menjadi perhatian global. Banyak negara, termasuk Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat, menghadapi tantangan yang sama meskipun beberapa di antaranya memiliki regulasi yang lebih longgar terkait perjudian.
Dalam menghadapi lonjakan pemain judol, langkah-langkah kolaboratif antarnegara sangat diperlukan untuk menekan laju perkembangan aktivitas ilegal ini. Jepang, dengan regulasi ketatnya, terus mencari cara untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, demi melindungi warganya dari dampak negatif perjudian online.

Jodul makin marak dan meresahkan tiap harinya
Image by boommaval