Pengurangan Pajak Tetap mulai Juni

Mulai bulan Juni, pemerintah Jepang akan menerapkan program pengurangan pajak tetap yang dirancang untuk meningkatkan pendapatan bersih masyarakat. Kebijakan ini juga mencakup pekerja asing yang memegang visa Specified Skilled Worker (Tokutei Ginou), yang merupakan bagian penting dari tenaga kerja di berbagai sektor industri di Jepang. Pengurangan pajak tetap ini memberikan manfaat berupa pengurangan pajak pendapatan sebesar ¥30,000 dan pajak penduduk sebesar ¥10,000 per tahun. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya beli dan membantu masyarakat merasakan peningkatan pendapatan bersih mereka.

Pekerja asing dengan visa Tokutei Ginou, yang bekerja di sektor-sektor seperti perawatan, konstruksi, dan manufaktur, juga akan merasakan dampak positif dari kebijakan ini. Visa Tokutei Ginou diberikan kepada tenaga kerja asing yang memiliki keterampilan khusus dan bekerja secara legal di Jepang. Lalu, apa saja kriteria agar pekerja asing bisa menerima potongan ini? Pekerja harus bekerja secara legal dan terdaftar untuk membayar pajak penghasilan serta pajak penduduk di Jepang. Pengurangan pajak ini berlaku bagi pekerja dengan penghasilan tahunan tidak melebihi ¥20,000,000 atau pendapatan tidak lebih dari ¥18,050,000 per tahun. Pengajuan pajak harus dilakukan dengan benar melalui pemotongan pajak dari gaji atau pelaporan pajak tahunan.

Pengurangan pajak akan tercermin dalam slip gaji bulanan pekerja mulai bulan Juni, sehingga mereka akan melihat peningkatan dalam pendapatan bersih mereka. Pengurangan ini bertujuan untuk membantu pekerja, termasuk pekerja asing, dalam mengatasi kenaikan biaya hidup di Jepang. Banyak perusahaan yang mempekerjakan pekerja dengan visa Tokutei Ginou menyambut baik kebijakan ini, meskipun ada kekhawatiran mengenai beban administrasi tambahan. Perusahaan diharuskan mencantumkan jumlah pengurangan pajak dalam slip gaji, yang menambah pekerjaan administratif bagi departemen keuangan mereka.

Menteri Keuangan Jepang, Taro Suzuki, mengakui bahwa ada peningkatan beban administrasi bagi perusahaan, tetapi menekankan pentingnya kebijakan ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mengatasi deflasi. "Kami meminta kerjasama semua pihak untuk memastikan keberhasilan program ini," ujar Suzuki dalam konferensi pers. Pengurangan pajak tetap ini diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi yang signifikan dengan meningkatkan pendapatan bersih pekerja, termasuk pekerja asing dengan visa Tokutei Ginou. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi di tengah kenaikan harga barang dan jasa di Jepang. Program ini tidak hanya mendukung warga negara Jepang, tetapi juga para pekerja asing yang telah berkontribusi besar terhadap perekonomian negara, menunjukkan komitmen Jepang terhadap inklusi dan kesejahteraan semua pekerja di negaranya.


mulai juni, pengurangan pajak akan diterapkan
Pihak perusahaan menyambut baik, namun khawatir terkait beban administrasi
alfexe (Getty Image Pro)

Jumlah Kecelakaan Kerja Meningkat

Jumlah pekerja yang meninggal, terluka, atau cedera akibat kecelakaan kerja meningkat untuk tahun ketiga berturut-turut. Menurut perhitungan yang baru saja dirilis, jumlah kecelakaan kerja mencapai 135.000 orang selama setahun terakhir. Khususnya patah tulang pada para pekerja lanjut usia. Kementrian Kesejahteraan Jepang menghimbau untuk mengambil tindakan pencegahan dan meningkatkan keselamatan tempat kerja.

Menurut Kementrian Kesejahteraan Jepang, jumlah orang yang meninggal atau cedera dalam kecelakaan kerja dan harus absen selama lebih dari 4 hari selama setahun terakhir mencapai 135.371 orang. Angka ini meningkat sebanyak 3.016 orang dari tahun sebelumnya. ANgka ini sekaligus menandai peningkatan kasus dalam 3 tahun kebelakang secara berturut-turut. Dari keseluruhan kasus

  • 26,6% adalah patah tulang akibat jatuh
  • 16,3% adalah sakit pinggang akibat mengangkat benda berat atau gerakan yang terlalu berat, keduanya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, 27,9% dari cedera akibat jatuh terjadi pada orang lanjut usia yang berusia 65 tahun ke atas. Namun, jumlah kematian mengalami penurunan sebanyak 19 orang dari tahun sebelumnya, mencapai angka 755 orang, merupakan jumlah terendah sejak catatan dimulai pada tahun 1948. Sementara itu, kasus kematian terjadi pada beberapa sektor.

  • Industri konstruksi menjadi yang tertinggi dengan 223 kematian
  • Diikuti oleh industri manufaktur dengan 138 kematian
  • Dan industri pengiriman darat dengan 110 kematian.

Kementerian Kesejahteraan menyatakan, "Jumlah pekerja lanjut usia terus meningkat, dan terjadi peningkatan patah tulang akibat jatuh terutama pada wanita yang memiliki kepadatan tulang rendah dibandingkan dengan pria. Kami memperkuat subsidi untuk perbaikan tempat kerja yang rentan tergelincir serta program olahraga, dan akan terus mendorong langkah-langkah pencegahan kepada perusahaan."


Jumlah kasus kecelakaan kerja meningkat pada 3 tahun terakhir
Kasus pada pabrik mengalami kenaikan dalam 3 tahun terakhir

16.000 Babi Nasu akan Dimusnahkan

Peternakan hewan di kota Nasu Shiobara akan musnahkan sekitar 16.000 babi yang dipelihara di peternakan tersebut. Hal ini disebabkan hewan yang menjadi favorit masyarakat Jepang ini terinfeksi Classical Swine Fever (CSF) atau yang biasa kita kenal sebagai kolera. Oleh karena itu, Pemerintah prefektur Tochigi mengambil langkah aman dengan memusnahkan ribuan hewan ternak tersebut.

Menurut pemerintah Prefektur Tochigi, pada tanggal 24 mei mereka menerima laporan dari peternakan Kota Nasu Shiobara. "Sejak tanggal 8 bulan ini, terjadi peningkatan kematian ternak babi." Alhasil dilakukan penyidikan oleh Institut Research Jepang dan ditemukan bahwa hewan ternak terinfeksi CSF atau kolera.

Malam harinya tanggal 26 Mei, Pemerintah Tochigi mengadakan pertemuan untuk membahas tindakan pencegahan terkait karantina dan tindakan yang akan mereka lakukan. Akhirnya diputuskanlah bahwa semua babi yang ada di peternakan atau sekitar 16.000 akan dimusnahkan.

Sebenarnya ini bukan kali pertama CSF ditemukan dan terjangkit pada hewan ternak di peternakan ini. Tiga tahun lalu, CSF juga pernah menjangkiti para babi di peternakan ini. Gubernur Tomiichi Fukuda memberikan statement pada press conference, "CSF menginfeksi babi dan babi hutan, tapi tidak akan menular ke manusia. Namun, kami melakukan ini supaya tenang dan tidak mengakibatkan epidemi."


sebanyak 16000 babi di peternakan Nasu, Prefektur Tochigi akan dimusnahkan akibat tertular penyakit CSF
Ilustrasi Peternakan Babi
Image by BananaStock(Photo Image)

Lagi! 2 Pesawat JAL Bersenggolan

Pagi Kamis (23/05/2024), dua pesawat penumpang Japan Airlines (JAL) bersenggolan di Bandara Haneda Tokyo. Beruntung, tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden ini. Menurut laporan, insiden terjadi sekitar pukul 07.30 pagi waktu setempat. Pesawat JAL nomor penerbangan 503, yang menuju Bandara New Chitose di Hokkaido, tengah mundur dari tempat parkirnya ketika menabrak pesawat lain yang sedang bergerak maju menuju tempat parkir yang berdekatan. Akibat tabrakan tersebut, kedua pesawat mengalami kerusakan. Pesawat JAL nomor penerbangan 503 yang seharusnya mengangkut 328 penumpang itu membatalkan penerbangan setelah insiden tersebut. Sementara itu, pesawat lainnya yang tidak mengangkut penumpang juga tertunda keberangkatannya karena harus diganti pesawatnya.

Japan Airlines meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pelanggannya. Insiden ini merupakan yang terbaru dari serangkaian tabrakan pesawat di lapangan udara Jepang. Pada bulan Januari, pesawat Korean Air menabrak pesawat Cathay Pacific di Bandara New Chitose, sementara pada bulan Februari, dua jet penumpang All Nippon Airways (ANA) bersenggolan di Bandara Osaka.

Berkaitan dengan serangkaian insiden yang melibatkan pesawat Japan Airlines, otoritas penerbangan Jepang, yakni Kementerian Transportasi, mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan mendadak terhadap kantor Japan Airlines di Bandara Haneda. Penyelidikan dilakukan setelah beberapa insiden yang terjadi dalam kurun waktu singkat. Pada 23 Mei, selain insiden di Bandara Haneda, ada juga laporan tentang pesawat JAL yang menyalahi batas jalan pemandu di Bandara Fukuoka pada bulan ini.

Pada insiden di Bandara Fukuoka, pilot pesawat Japan Airlines tidak menerima instruksi dari petugas pengatur lalu lintas udara, sementara petugas pengatur lalu lintas udara tersebut juga gagal menemukan pesawat. Kementerian Transportasi menegaskan pentingnya prosedur pengulangan instruksi ini, terutama setelah insiden di Bandara Haneda pada bulan Januari yang menunjukkan kesalahan serupa.

Kementerian Transportasi akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menganalisis penyebab insiden-insiden tersebut dan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Menteri Transportasi, Saito, dalam konferensi pers setelah pertemuan kabinet pada hari Jumat (24/05/2024), menyatakan, "Kami sangat prihatin dengan serangkaian insiden keselamatan di Japan Airlines. Kami berkomitmen untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap penerbangan dengan melakukan tindakan yang tepat."


Pesawat JAL dengan nomor penerbangan 503 bersenggolan dengan pesawat JAl lainnya
Pesawat JAL yang tengah take off di Bandara Haneda
Image by Peshkova (Getty Image)

Musim Panas Tahun Ini Diperkirakan Lebih Panas

Musim Panas Tahun Ini Diperkirakan Lebih Panas di Jepang

Jepang - Badan Meteorologi Jepang pada Selasa (21/05/2024) mengumumkan prakiraan 3 bulan kedepan, Musim Panas akan lebih panas dari biasanya di seluruh negeri dari bulan Juni sampai Agustus.

Diperkirakan suhu akan lebih tinggi karena udara hangat dan lembap mengalir di Jepang dari Pasifik yang diperkuat dengan fenomena El Nino. Pada bulan Juni dan Juli, suhu akan normal atau tinggi di Jepang Utara, Suhu tinggi akan terjadi di Jepang Timur dan Barat serta wilayah Okinawa-Amami. Pada Agustus, suhu akan tinggi di seluruh negeri.

Badan Meteorologi juga memperkirakan curah hujan akan mendekati normal selama 3 bulan di Jepang Utara dan TImur, dan normal atau lebih tinggi di Jepang Barat, serta wilayah Okinawa-Amami. 

Okinawa dan Amami serta wilayah Pasifik di Jepang Barat akan mengalami curah hujan normal atau lebih tinggi dikarenakan Musim Hujan sudah dimulai di daerah tersebut yang akan disusul di Jepang Barat dan Pantai Pasifik di Jepang Timur. Namun, pada Bulan Agustus diperkirakan curah hujan akan mendekati normal secara nasional.

Badan Meteorologi juga memperingatkan suhu yang sangat tinggi apabila terjadi pola La Nina. Masyarakat diminta untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap sengatan panas dan hujan lebat.
download

Pemerintah Wajibkan Rincian Gaji

Pemerintah memutuskan untuk mewajibkan perusahaan yang membayar gaji kepada karyawan untuk mencantumkan jumlah pengurangan pajak penghasilan dalam rincian gaji, terkait dengan penerapan pengurangan pajak tetap yang akan mulai berlaku bulan depan.Dalam pengurangan pajak tetap yang diterapkan oleh pemerintah, setiap individu akan mengalami pengurangan pajak penghasilan sebesar 30 ribu yen per tahun dan pajak daerah sebesar 10 ribu yen per tahun. Bagi pekerja seperti karyawan perusahaan, pengurangan ini akan tercermin dalam gaji yang dibayarkan mulai bulan depan, termasuk bagi anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

Pemerintah telah mengubah peraturan pelaksana terkait undang-undang terkait untuk mewajibkan perusahaan yang membayar gaji untuk mencantumkan jumlah pengurangan pajak dalam rincian gaji. Langkah ini diambil pemerintah dengan tujuan agar masyarakat dapat merasakan peningkatan gaji yang sebenarnya melalui pemotongan pajak, yang diharapkan dapat mengurangi mentalitas deflasi.

Di sisi lain, terkait dengan pajak daerah, pajak bulan Juni tidak akan dipungut secara seragam, sehingga nilainya akan tertera sebagai 0 yen dalam rincian gaji. Namun, mulai bulan Juli hingga 11 bulan ke depan, jumlah pajak yang dikurangi akan tercermin dalam jumlah yang akan dipungut. Menteri Keuangan, Suzuki, dalam konferensi pers setelah rapat kabinet pada tanggal 21, secara kembali menekankan arti dari pengurangan pajak, "Dengan melakukan pengurangan pajak pada saat kenaikan gaji terjadi, kita berharap masyarakat merasakan peningkatan ini secara nyata, sehingga dapat mendorong transisi ke fase ekonomi baru."

Selain itu, mengenai beban administratif yang timbul akibat pengurangan pajak, Suzuki menyatakan, "Memang benar bahwa ada beban tertentu yang akan ditanggung oleh perusahaan, namun kami mengharapkan kerjasamanya dalam hal ini." Sementara itu, Kepala Kantor Kabinet, Hayashi, menyatakan dalam konferensi pers setelah rapat kabinet, "Untuk keluar dari mentalitas deflasi, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat merasakan dampak dari kebijakan yang diterapkan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mencantumkan jumlah pengurangan pajak dalam rincian gaji yang diterima oleh sumber pemungut pajak. Meskipun ini akan menimbulkan beban tertentu bagi mereka, kami akan terus berupaya untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada publik."

Menteri Pemulihan Ekonomi, Shindo, juga menyampaikan dalam konferensi pers setelah rapat kabinet, "Kami berharap dengan menerapkan pengurangan pajak pada saat penerimaan bonus bulan Juni, akan meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan. Kami ingin masyarakat merasakan sendiri peningkatan pendapatan melalui pencantuman jumlah pengurangan pajak dalam rincian gaji mereka."

Sebagai persiapan menjelang penerapan pengurangan pajak tetap bulan depan, pemerintah daerah sedang sibuk menghadapi persiapan. Dalam pengurangan pajak tetap kali ini, setiap individu akan mengalami pengurangan pajak penghasilan sebesar 30 ribu yen per tahun dan pajak daerah sebesar 10 ribu yen per tahun. Terkait dengan pajak daerah, tanggung jawab penanganan berada di tangan pemerintah daerah. Pada tanggal 17 bulan ini, Kantor Pemerintah Kota Tottori sibuk mengirimkan pemberitahuan pajak kepada sekitar 6.300 perusahaan.

Pemberitahuan ini mencantumkan jumlah pajak yang harus dibayar oleh setiap karyawan, dan biasanya dikirimkan kepada perusahaan setiap akhir Mei. Dalam pemberitahuan kali ini, jumlah pengurangan pajak pajak daerah dikirimkan dalam bentuk "Jumlah Pengurangan Pajak Tetap" agar dapat dengan mudah dipahami.

Misalnya, bagi karyawan yang memiliki satu tanggungan, jumlah pengurangan pajak daerah adalah 12.000 yen untuk pajak kota dan 8.000 yen untuk pajak prefektur, yang akan tercantum jelas dalam pemberitahuan tersebut. Selain itu, pemerintah kota juga sibuk memastikan jumlah pengurangan pajak dalam pemberitahuan yang akan dikirimkan kepada individu seperti pemilik bisnis kecil.

Menurut pemerintah kota, biasanya pada bulan Maret, mereka telah menyelesaikan pembaruan sistem yang berlaku untuk tahun fiskal berikutnya, namun kali ini, karena dampak dari penerapan pengurangan pajak tetap, pembaruan sistem terus berlanjut hingga bulan ini.

Asisten Kepala Bagian Pajak Pemerintah Kota Tottori, Yasushi Tanimoto, menyatakan, "Kami memahami bahwa pengurangan pajak tetap dilakukan untuk mendukung mereka yang terdampak oleh kenaikan harga namun tidak diimbangi dengan kenaikan gaji. Meskipun ini adalah periode sibuk bagi kami, kami akan berupaya mengelola tugas-tugas ini dengan efisien. Karena mekanisme pengurangan pajak tetap cukup kompleks, kami akan memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat."


Perusahaan Setuju Naikkan Gaji

Perusahaan-perusahaan besar Jepang sepakat untuk menaikkan gaji bulanan pekerjanya hingga sebesar rata-rata 5,58% atau sekitar ¥19,480. Dalam konferensi upah manajemen-buruh musim semi "shunto" tahun ini. Perhitungan besaran ini berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Federasi Bisini Jepang, Keidanren pada 20 Mei lalu.

Kenaikan ini jauh melebihi kenaikan tahun lalu yang hanya sebesar rata-rata 3,91% atau ¥13,110. Kenaikan ini juga merupakan kenaikan yang melebihi 4% untuk pertama kalinya sejak tahun 1992. Yakni ketika rata-rata gaji naik sekitar 4,78% atau ¥12,893.

Pada Shunto tahun ini, pihak buruh menuntut kenaikan gaji lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini didasarkan pada infalsi yang tengah melanda Jepang akhir-akhir ini. Selain itu, kurangnya tenaga kerja juga menjadi salah satu faktor uatama para buruh menuntut kenaikan gaji.

Sebagian besar perusahaan raksasa di Jepang menerima sepenuhnya permintaan tersebut. Beberapa perusahaan bahkan menjanjikan pertumbuhan atau kenaikan upah yang lebih besar daripada yang diminta oleh serikat pekerja. Perhitungan tersebut juga mencangkup 89 perusahaan besar di 16 sektor pekerjaan Jepang.


perusahaan besar Jepang sepakat untuk menaikkan gaji bulanan
Beberapa perusahaan besar Jepang setuju naikkan upah
image sources (Getty Image)

Akankah Upah Baito Lebih Tinggi?

Perkembangan yang mengejutkan, upah baito (pekerja paruh waktu) di beberapa sektor kini melebihi upah karyawan tetap. Fenomena ini terjadi di sebuah perusahaan restoran, di mana upah pekerja paruh waktu mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tingkat kenaikan upah mencapai level tertinggi dalam 33 tahun. Hal ini menyebabkan upah pekerja paruh waktu mencapai rekor tertinggi.

Pada bulan Maret tahun ini, rata-rata upah pekerja paruh waktu di tiga wilayah metropolitan utama Jepang (Kawasan Metropolitan Tokyo, Tokai, dan Kansai) mencapai 1.188 yen per jam. Ini merupakan angka tertinggi kedua setelah Februari yang mencatat 1.192 yen. Dalam lima tahun terakhir, upah ini naik sebesar 13% dari 1.044 yen. Peningkatan upah ini dipengaruhi oleh kekurangan tenaga kerja dan kenaikan upah minimum akibat inflasi.

Di Jepang, rata-rata upah pekerja non-reguler hanya sekitar 70% dari upah rata-rata karyawan tetap. Namun, ada kasus di mana upah pekerja paruh waktu melampaui upah karyawan tetap. Sebuah perusahaan yang mengelola 137 restoran di Tokyo melaporkan bahwa upah pekerja paruh waktu mereka di beberapa posisi bahkan mencapai 1.600 yen per jam, melebihi upah karyawan baru jika dihitung per jam. Risa Nishijima, seorang manajer sumber daya manusia, mengatakan bahwa perusahaan mereka harus menaikkan upah pekerja paruh waktu untuk bersaing dengan perusahaan lain di area yang sama. Akibatnya, beberapa karyawan tetap beralih menjadi pekerja paruh waktu karena upah yang lebih tinggi.

Perusahaan ini akhirnya juga menaikkan upah karyawan tetap untuk mengatasi fenomena tersebut. Meski demikian, upah pekerja paruh waktu terus meningkat untuk menjaga daya saing. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepada pekerja paruh waktu untuk meningkatkan kepuasan dan keterlibatan kerja.

Meskipun kenaikan upah ini memberikan harapan bagi siklus positif antara upah dan harga, situasinya tetap menantang. Laporan dari Bank of Japan menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi kesulitan dalam menaikkan upah pekerja paruh waktu. Beberapa perusahaan harus menaikkan upah sementara hingga 20% untuk menarik tenaga kerja saat membuka cabang baru.

Di Amerika, kenaikan upah pasca pandemi menyebabkan inflasi upah yang signifikan. Namun di Jepang, pertumbuhan ekonomi yang lambat membuat kemungkinan terjadinya inflasi upah yang serupa lebih kecil. Meski demikian, Bank of Japan terus memantau apakah kenaikan upah dan harga akan berkelanjutan. Perkembangan ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai stabilitas dan kenaikan upah yang berkelanjutan di Jepang. Dalam beberapa hari mendatang, Bank of Japan akan mengadakan diskusi dengan para ahli untuk mengevaluasi kebijakan moneter mereka. Selain itu, data indeks harga konsumen untuk bulan April juga akan dirilis, yang akan menjadi indikator penting bagi ekonomi Jepang.


upah pekerja paruh waktu kini lebih tinggi daripada upah karyawan tetap
Yen yang mengalami inflasi menjadi salah satu faktor penyebab
Image by watoson (Getty Image)

Festival Tahunan Aoi Matsuri di Kyoto

Festival ini menampilkan prosesi yang dihiasi dengan daun aoi atau hollyhock. Festival yang berlangsung setiap 15 Mei ini merupakan satu dari tiga festival terbesar di Kyoto dan dimulai 1.400 tahun yang lalu ketika Kaisar Kinmei menyuruh kuda berlari kencang untuk berdoa agar panen melimpah.

Tiap tahun, seorang wanita belum menikah dipilih untuk menjadi Saio, tokoh utama festival. Saio dahulu adalah seorang bangsawan yang menjadi pendeta wanita tinggi dari Kamigamo dan Kuil Shinto Shimogamo dan menyelenggarakan berbagai perayaan selama festival. Menurut tradisi ini, wanita terpilih harus melewati berbagai ritual penyucian sebelum acara. Ia dibawa di atas tandu dan mengenakan kimono paling mewah, 12 lapis sutra seberat 30 kilogram.

Prosesi sepanjang sekitar 1 kilometer ini melibatkan sekitar 500 orang yang mengenakan pakaian yang meniru model pakaian yang disukai bangsawan selama periode Heian, yang dimulai pada akhir abad ke-8.

10-20140515_ImperialPark_Aoimatsuri-1071

Source : Discover Kyoto

Pengangguran di Jepang Stabil

Tingkat pengangguran rata-rata di Jepang mencapai 2,6 persen untuk tahun yang berakhir pada bulan Maret lalu, tidak berubah dari tahun fiskal sebelumnya. Kementerian Dalam Negeri mengatakan jumlah rata-rata orang yang bekerja pada tahun fiskal itu meningkat sebesar 280.000 menjadi lebih dari 67,5 juta orang. Industri manufaktur serta sektor hotel dan restoran memimpin penguatannya. Pejabat kementerian mengatakan situasi ketenagakerjaan tampaknya membaik, dengan jumlah orang yang memiliki pekerjaan hampir kembali ke tingkat sebelum pandemi.

Sementara itu, tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman untuk bulan Maret juga tercatat 2,6 persen, tidak berubah dari bulan Februari. Survei terpisah dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa rasio lowongan pekerjaan terhadap pelamar mencapai 1,28 pada bulan Maret secara rata-rata nasional. Angka tersebut naik 0,02 poin dari bulan Februari, yang berarti terdapat 128 posisi tersedia untuk setiap 100 pencari kerja. Tawaran pekerjaan meningkat dari tahun ke tahun dalam industri jasa, penelitian akademis, dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis. Namun, pembukaan lapangan kerja baru menurun di semua sektor lain, termasuk manufaktur, rekreasi, dan pendidikan. Penyumbang terbesar pengangguran kemungkinan dari mereka yang menutup diri atau dikenal sebagai hikikomori.

Sementara itu, Sekitar 68.000 orang berusia 65 tahun ke atas di Jepang diperkirakan meninggal sendirian di rumah tanpa diketahui setiap tahunnya, demikian menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Kepolisian Nasional pada 14 Mei. Angka awal polisi menunjukkan 21.716 orang di seluruh negeri meninggal dalam "kematian sepi" dari Januari hingga Maret. Hampir 80% dari jumlah tersebut atau 17.034 orang berusia 65 tahun ke atas.

Mengutip Japantoday, Badan Kepolisian Jepang diperkirakan akan terus mengumpulkan data sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini, karena negara ini sedang bergulat dengan masyarakat yang menua dengan cepat. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan upaya untuk memerangi isolasi sosial dan kesepian di kalangan masyarakat Jepang, termasuk mengeluarkan undang-undang untuk mengatasinya pada Mei 2023. Kematian yang sepi didefinisikan sebagai kematian di mana seseorang meninggal tanpa ada orang lain yang menyaksikannya, dengan jangka waktu tertentu sebelum jenazahnya ditemukan.

Data kematian di rumah pada masyarakat yang tinggal sendiri yang ditangani polisi antara Januari hingga Maret, termasuk kasus bunuh diri, menunjukkan jumlah tertinggi terjadi pada kelompok usia 85 tahun ke atas, yakni sebanyak 4.922 orang. Di antara orang berusia 75 hingga 79 tahun, tercatat terdapat 3.480 kematian, sementara 3.348 orang berusia 80 hingga 84 tahun ditemukan meninggal saja. Mereka yang berusia antara 70 dan 74 tahun yang meninggal sendirian berjumlah 3.204 orang, diikuti oleh 2.080 orang berusia 65 hingga 69 tahun.


jumlah pengangguran jepang per tahun fiskal ini
Ilustrasi lowongan kerja
Image by 89Stocker