G7 Berkomitmen Menghentikan Penggunaan Batubara Secara Bertahap pada Tahun 2035, namun Jepang Diberikan Fleksibilitas

Negara G7 Berkomitmen Stop Batubara Secara Bertahap pada 2035, Jepang diberikan Fleksibilitas

Milan - Para menteri energi dan lingkungan hidup Negara-Negara G7 pada hari Selasa berkomitmen untuk menghentikan penggunaan tenaga batubara pada tahun 2035. Hal ini pertama kalinya G7 secara eksplisit merujuk pada penghentian penggunaan tenaga batubara, namun memberikan fleksibilitas pada negara yang bergantung pada  batubara.

The Final Communiqe  dari pertemuan di kota Turin, Italia, mencakup pernyataan yang dapat memperpanjang batas waktu tahun 2035 ke "Jangka waktu konsisten dengan pembatasan kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat celsius" diatas tingkat pra industrialisasi. Komunike tersebut menetapkan batas waktu komitmen negara-negara yang dibuat pada konferensi COP 28 tahun lalu di Dubai, yang menyerukan penghentian pembangkit listrik tenaga batubara yang tidak dapat dikurangi, yang emisinya belum tercapai.

Para penggiat lingkungan hidup  mengatakan komitmen tersebut tidak mencapai tujuan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan di negara G7 pada 2035, yang direkomendasikan oleh Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim dan Badan Energi Internasional dimaha mengharuskan penghentian penggunaan batubara secara bertahap pada tahun 2030 dan PLTG pada 2035.

Jepang adalah satu-satunya negara G7 yang tidak menetapkan tanggal penghentian penggunaan batubara. Inggris, Kanada, Prancis, dan Italia berkomitmen untuk menghentikan penggunaan batubara secara bertahap selambat-lambatnya pada 2030, sementara Amerika Serikat dan Jerman akan mengambil langkah besar untuk menuju tanggal tersebut.

Japan's Minister of Economy Ken Saito, left, and Japan's State Minister of the Environment Tetsuya Yagi take part in the G7 Climate, energy and environment press conference at Venaria Reale in Turin, Italy, Tuesday April 30, 2024. (Alberto Gandolfo/LaPresse via AP)

Golden Week Jepang 2024

Golden Week 2024: Waktu Tepat untuk Berlibur dan Menjelajahi Keindahan Jepang. Golden Week tahun 2024 resmi dimulai pada hari Sabtu, 27 April, dan berakhir pada hari Senin, 6 Mei. Rentetan libur panjang ini, ditambah dengan cuaca hangat yang menyenangkan, membuat wisata di Jepang mencapai puncaknya selama periode ini, membuat pemesanan akomodasi dan transportasi last minute menjadi cukup sulit. Selain itu, banyak tempat wisata populer dipadati oleh kerumunan pengunjung.

Golden Week biasanya berisi rangkaian libur umum berikut: Hari Showa (29 April), Hari Peringatan Konstitusi (3 Mei), Hari Penghijauan (4 Mei), dan Hari Anak (5 Mei). Hari Showa mengacu pada nama salah satu zaman terpanjang dalam sejarah Jepang, yang berlangsung dari tahun 1926 hingga 1989. Hari Showa ditetapkan sebagai hari untuk memperingati dan merenungkan periode tersebut. Pada hari ini, Taman Showa Kinen di Tachikawa, Tokyo, dibuka untuk umum secara gratis. Akhir April adalah saat nemophila, tulip, dan banyak bunga indah lainnya di dalam Taman Showa Kinen berbunga penuh! Mohon perhatikan bahwa taman ini akan dipadati pengunjung.

Hari Peringatan Konstitusi (3 Mei) merayakan diberlakukannya Konstitusi Jepang pada tanggal 3 Mei 1947. Hari Penghijauan (4 Mei) didirikan dengan tujuan "mengembangkan kekayaan batin yang intim dan bersyukur atas berkah alam." Banyak taman dan kebun binatang yang biasanya memerlukan biaya masuk memiliki akses gratis pada hari ini. Taman Rikugien, Taman Hamarikyu, Taman Botani Jindai, Taman Koishikawa Korakuen, dan Taman Zoologi Tama adalah beberapa fasilitas populer yang dapat diakses secara gratis pada Hari Penghijauan.

Pada Hari Anak (5 Mei), masyarakat merayakan keunikan anak-anak dan mendoakan kebahagiaan mereka. Di Jepang, adat budaya menandai hari ini, dengan praktik seperti menampilkan spanduk ikan mas (koinobori) sebagai simbol pertumbuhan anak-anak. Menara Tokyo dan Tokyo Skytree memiliki tampilan spanduk ikan mas yang indah. Tampilan di Menara Tokyo terdiri dari 333 spanduk ikan mas koinobori, jumlah yang sama dengan tinggi menara: 333 meter!

Golden Week adalah waktu bagi masyarakat Jepang untuk kembali ke kampung halaman atau berwisata. Karena itu, Anda akan mungkin akan mengalami kemacetan lalu lintas dan kerumunan di pusat transportasi utama. Jadi, mohon diperhatikan bahwa Anda mungkin kesulitan untuk berpergian dan mengunjungi tempat-tempat sesuai keinginan Anda. Jalan raya dan kereta dari Tokyo juga kemungkinan akan dipadati pada awal Golden Week karena orang-orang yang tinggal di Tokyo biasanya kembali ke kampung halaman atau melakukan perjalanan ke bagian lain Jepang. Di sisi lain, jalan raya dan kereta menuju Tokyo akan dipadati pada akhir periode Golden Week karena semua orang kembali ke Tokyo. Jadi, pertimbangkan ini saat membuat rencana Anda.

Namun, periode sebelum dan sesudah Golden Week adalah waktu di mana orang Jepang tidak banyak melakukan perjalanan. Jadi pertimbangkan untuk mengunjungi Jepang pada pertengahan April, paruh kedua Mei, atau lebih lanjut pada bulan Juni untuk menghindari kerumunan di satu tempat. Selain itu, Anda bahkan mungkin menemukan harga akomodasi yang lebih terjangkau jika melakukan perjalanan di luar Golden Week!

Jepang selama Golden Week cukup berbeda dari biasanya. Kami sangat menyarankan Anda merencanakan perjalanan Anda dengan mempertimbangkan detail-detail ini dan merencanakan perjalanan Anda dengan matang. Mengingat seberapa ramainya kereta dan bus selama Golden Week dan seberapa mudahnya seseorang terjebak dalam kemacetan, kami menyarankan untuk menjelajahi daerah sekitar Anda yang tidak memerlukan perjalanan dengan transportasi umum.

Jika Anda ingin keluar dari kota-kota besar, tuju destinasi yang tidak biasa. Anda tidak hanya akan dapat menikmati perjalanan Anda dengan tenang dan jauh dari kerumunan, tetapi Anda juga akan mengenal sisi Jepang yang kurang dikenal khalayak umum. Jika Anda berada di daerah Tokyo, kami akan merekomendasikan kota-kota indah yang terletak di timur ibu kota, seperti Sawara di Chiba atau Itako di Ibaraki. Ngarai Ryujin dan Jembatan Gantung Besar Ryujin di Hitachiota, Ibaraki, menyelenggarakan tampilan indah spanduk ikan mas koinobori selama Golden Week. Dengan pemandangan yang memukau, daerah ini adalah tujuan yang sempurna bagi mereka yang menyukai alam terbuka. Bersepeda di Jalan Lingkar Tsukuba-Kasumigaura di dekat Danau Kasumigaura mungkin akan menjadi petualangan yang menarik yang sempurna untuk saat ini mengingat cuaca yang menyenangkan pada awal Mei. Terakhir, daerah Minakami di Gunma adalah destinasi yang sangat baik bagi para pecinta aktivitas luar ruangan.


golden week akan dimulai pada 29 april hingga 6 mei 2024
Pemandangan ikan koinobori untuk peringati hari anak
Image by Takahiro Kawamura (Getty Image)

Lawson Gunung Fuji Dihalangi

Jepang mulai merasa kesal terhadap pelanggaran peraturan oleh para turis. Hal ini membuat mereka akan menutup sebuah lokasi foto populer untuk mengurangi jumlah wisatawan yang berkunjung. Lokasi tersebut adalah minimarket Lawson di Kota Fujikawaguchiko, yang terkenal karena pemandangan Gunung Fuji yang indah di latar belakangnya.

Pemerintah Jepang berencana untuk memasang penghalang hitam besar untuk menghalangi pemandangan Gunung Fuji. Jepang beralasan bahwa para turis sering berkumpul di sana dan berperilaku kurang pantas. Penghalang setinggi 2,5 meter dan panjang 20 meter akan segera dipasang, dengan pembangunan dimulai pada minggu depan.

Seorang pejabat kota menyatakan rasa kekecewaannya terhadap situasi ini, karena beberapa wisatawan tidak mematuhi peraturan, meninggalkan sampah, dan mengabaikan aturan lalu lintas. Spot foto populer ini menjadi terkenal berkat media sosial. Kebanyakan pengunjungnya adalah turis internasional yang sering kali memadati trotoar di sekitar minimarket Lawson.

Meskipun penjaga keamanan telah memberikan peringatan kepada para pengunjung. Namun, mereka sering mengabaikannya, bahkan sampai melanggar aturan lalu lintas. Tingkat pelanggaran semakin memperparah dengan perilaku sembarangan parkir dan bahkan memanjat atap sebuah klinik demi mendapatkan foto yang bagus.

Di tengah lonjakan jumlah turis, Jepang harus mengambil langkah untuk melindungi warga dari dampak overturisme.


pemerintah jepang akan tutup lawson dengan papan hitam besar sebagai bentuk pencegahan karena turis asing sering membuat kerumunan dan melanggar peraturan
Pemandangan Gunung Fuji dari Lawson Fujikawaguchiko
Image by Jheng Yao Lin/Alamy

Yen Melemah Lagi Terhadap Dolar

Di pasar valuta asing, mata uang Jepang terus mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat, mencapai kisaran paruh atas 155 yen per dolar AS pada Kamis (25/04/2024). Ini adalah level terendah yang dicapai oleh yen sejak tahun 1990, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.

Menteri Keuangan Jepang, Suzuki Shunichi, menekankan kembali pentingnya kewaspadaan dan tindakan yang hati-hati dalam menghadapi tren pasar saat ini. Dalam sebuah konferensi pers setelah rapat kabinet pada tanggal 26, Menteri Suzuki menyatakan bahwa pemerintah Jepang akan terus memantau perkembangan pasar valuta asing dengan cermat. "Dalam menghadapi depresiasi yen yang sedang terjadi, kami sebagai pemerintah akan tetap waspada dan siap mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan perkembangan pasar," ujar Menteri Keuangan Suzuki.

Kekhawatiran juga diungkapkan terkait dampak negatif dari depresiasi yen terhadap ekonomi Jepang. Meskipun ada aspek positif yang dapat diidentifikasi, Suzuki menegaskan bahwa penanganan inflasi tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan ekonomi saat ini. Para analis pasar percaya bahwa perbedaan dalam kebijakan moneter antara Jepang dan AS, serta kemungkinan penundaan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS, berkontribusi pada pelemahan yen yang signifikan.

Rapat kebijakan Bank Jepang (BOJ) yang berlangsung selama dua hari menjadi fokus perhatian investor. Meskipun BOJ diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, pasar tetap waspada terhadap keputusan yang mungkin diambil oleh bank sentral Jepang. Menteri Suzuki juga menanggapi pertanyaan terkait depresiasi yen dalam rapat komite Majelis Tinggi, menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau pasar dengan saksama dan siap untuk bertindak sesuai kebutuhan.

Sementara pasar valuta asing terus mengalami ketidakpastian, keputusan dan langkah-langkah yang tepat dari pemerintah dan bank sentral Jepang akan menjadi kunci dalam mengelola situasi ekonomi yang kompleks ini.


yen jepang terus melemah terhadap us dolar hingga capai rekor terendah
Mata uang JPY terus melemah hingga rekor terendah ¥155,57 terhadap USD
Image by BananaStock

Waspada Suhu Panas Jepang

Memasuki musim panas ini, Badan Meteorologi Jepang mengumumkan prakiraan suhu yang lebih tinggi dari rata-rata di seluruh negeri. Suhu tinggi ini diperkirakan akan terjadi dari bulan Mei hingga Juli dalam laporan tiga bulan yang dirilis pada Selasa (23/04/2024). Prakiraan ini mengindikasikan bahwa udara panas akan menyelimuti Jepang selama periode tersebut. Hal ini disebakan karena suhu tertinggi di Samudra Pasifik diperkirakan akan meluas ke arah barat lebih dari biasanya.

Prakiraan tersebut menunjukkan bahwa suhu di Jepang utara berada pada kisaran rata-rata atau lebih tinggi. Sedangkan suhu di Jepang timur, barat, serta wilayah Okinawa dan Amami diperkirakan akan lebih tinggi dari rata-rata biasanya. Bahkan, Badan Meteorologi memperingatkan bahwa suhu bisa mencapai 30 derajat Celsius, terutama pada bulan Mei dan Juni. Tentunya kembali lagi tergantung pada kondisi lain-lain yang dapat menyebakannya.

Menyikapi hal ini, Badan Meteorologi Jepang menyarankan warga untuk mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap sengatan panas yang mungkin terjadi. Tanaka Shotaro, seorang pejabat badan cuaca, menegaskan bahwa lonjakan suhu dapat meningkatkan risiko sengatan panas. Terutama ketika tubuh tidak terbiasa dengan cuaca panas musim panas. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada meskipun peringatan sengatan panas (heatstroke) belum dikeluarkan secara resmi.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menghadapi suhu panas:

  • Minum cukup air: Penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama saat suhu meningkat. Konsumsi air yang cukup membantu mencegah dehidrasi dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.
  • Menghindari sinar matahari langsung: Selama periode dengan suhu yang tinggi, hindari berada di bawah sinar matahari secara langsung, terutama pada puncak kehangatan di siang hari antara pukul 10 pagi hingga 4 sore. Gunakan payung atau topi untuk melindungi diri dari paparan langsung matahari.
  • Menggunakan perlindungan terhadap sinar UV: Gunakan tabir surya dengan SPF yang cukup tinggi dan kenakan pakaian yang melindungi kulit dari paparan sinar UV. Ini membantu mencegah terbakar matahari dan mengurangi risiko kanker kulit.
  • Menjaga ruangan tetap sejuk: Gunakan AC atau kipas angin untuk menjaga suhu dalam ruangan tetap nyaman. Hindari kegiatan berat di dalam ruangan yang tidak terkondisikan dengan baik selama periode panas.
  • Mengenakan pakaian yang sesuai: Kenakan pakaian longgar dan berbahan ringan, seperti katun, untuk memudahkan sirkulasi udara dan mengurangi risiko overheating.
  • Menghindari aktivitas fisik berlebihan: Kurangi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan selama periode panas. Jika memungkinkan, pilih waktu yang lebih sejuk, seperti pagi atau malam hari, untuk berolahraga.
  • Perhatikan tanda-tanda dehidrasi dan panas berlebih: Jika merasa pusing, lelah, atau mengalami gejala lain seperti kulit merah atau berkeringat berlebihan, segera istirahat dan minum air. Jika gejala memburuk, segera cari bantuan medis terdekat.


badan meteorologi jepang prediksikan suhu panas pada periode mei-juli. pemerintah himbau lakukan tindakan preventif untuk hindari heatstroke
Penampakan Suhu Tinggi di Jepang
Image by ŒF’Jé (The Japan Times)

Kerjasama Antara Garut & Sue-Machi

Kabupaten Garut telah menerima permintaan tenaga kerja yang signifikan dari Jepang. WaliKota Sue-machi, Shuichi Hiramatsu, mengonfirmasi kerja sama tersebut dalam upaya untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja di wilayahnya. Penandatanganan kesepakatan kerja sama antara pemerintah daerah Kabupaten Garut dan pihak Kota Sue-machi telah dilakukan. Shuichi Hiramatsu menyatakan bahwa minat dari kelompok anak muda untuk bekerja di wilayah bagian distrik Kasuya di Kota Sue-machi cukup tinggi.

"Kami butuh tenaga kerja, tetapi kerja sama ini bukan hanya tentang mencari keuntungan semata. Kami ingin saling menguntungkan dalam kerja sama ini," ujar Shuichi seperti yang dikutip oleh Bisnis.com pada 23 April. Shuichi juga mengungkapkan bahwa Jepang saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor kesehatan. Dalam konteks ini, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Karsa Husada di Garut menjadi fokus untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang dibutuhkan.

Sebelumnya, Wali Kota Sue-machi sempat berkunjung ke wilayah lain di Indonesia. Namun, antusiasme kelompok anak muda yang ingin bekerja di Jepang di Garut lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Selain itu, Shuichi menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada penyaluran tenaga kerja, tetapi juga mencakup aspek kebudayaan, pariwisata, dan bidang lainnya. Ia berharap untuk memperluas kerja sama ini ke berbagai sektor yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Muksin, mengakui bahwa lapangan pekerjaan di daerahnya sangat terbatas. Saat ini, langkah-langkah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui balai latihan kerja (BLK) telah dimulai. Muksin juga menyampaikan bahwa jumlah lapangan pekerjaan di Kabupaten Garut sangat terbatas, dengan disparitas antara lapangan kerja dan angkatan kerja mencapai 2,3%. "Sampai dengan saat ini, angka pengangguran kita mencapai 7,3%, atau sekitar 103 ribu orang," ungkapnya. Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang, Kabupaten Garut juga bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja swasta yang memiliki kredibilitas dan diakui oleh penerima kerja di Jepang. Kerja sama antara Kabupaten Garut dan Kota Sue-machi diharapkan dapat menjadi model yang sukses dalam memanfaatkan potensi tenaga kerja Indonesia dan memperluas kerja sama lintas budaya antara kedua negara.


kabupaten garut terima permintaan kerjasama dengan walikota sue-machi untuk mengirim pekerja ke jepang
Bupati Garut dan Walikota Sue-machi tanda tangani kerjasama
Image sources : kabariku.com

Tarif Hotel di Jepang Melonjak

Melemahnya mata uang Yen Jepang membuat Negri Sakura tersebut menjadi destinasi favorit turis dunia. Apalagi saat ini bunga sakura masih mekar dan baru muali berguguran. Hal ini menyebabkan hotel-hotel di Jepang kebanjiran tamu. Mengutip Japan today 22 April 2024, Harga Hotel melonjak mendekati level tertinggi dalam 3 dekade terakhir. Hal ini terjadi pada bulan maret lalu, mengikat bunga sakura memang baru mekar-mekarnya saat itu.

Tarif rata-rata harian untuk bulan Maret adalah sekitar ¥ 20.980 atau jika dirupiahkan sekitar Rp.2,1 juta per malam. Pada momen sakura mekar, sulit atau bahkan mustahil untuk mencari hotel ratusan ribu rupiah di Jepang. Padahal harga hotel ratusan ribu termasuk banyak pada hari-hari biasa. Menurut CoStar grup, salah satu perusahaan penginapan, harga ini tercatat paling tinggi sejak Agustus 1997 dan meningkat hampir ke angka 20% dari periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, tingkat okupasi atau kamar yang dipean meningkat hingga menjadi 78%.

Selanjutnya, pada bulan maret, Jepang mencatatakan rekor 3,1 juta turis yang berkunjung. Tentu saja tidak mengherankan mengingat maret adalah waktunya bunga sakura untuk mekar. Selanjutnya, Yen berada pada titik terendah selama 34 tahun terakhir terhadap dolar. Akibatnya, hal ini tentu menarik minat turis mancanegara untuk datang. Hal-hal tadi yang mendukung dan berkontribusi besar pada lonjakan harga hotel. Ditambah lagi, Jepang sedang kekurangan tenaga kerja.

Pakar Ekonomi S&P Global Market Inteligence, Taguchi Harumi mengungkapkan bahwa hal ini wajar terjadi. "Untuk dapat menutup tingkat keperluan hunian yang tinggi ditambah kurangnya tenaga kerja, tarif hotel harus dinaikkan." ujar harumi. Melemahnya Yen juga membuat para turis kalap belanja. Bahkan pada bulan januari hingga maret tercatat banyaknya pengeluaran turis untuk belanja sebesar ¥ 1,75 triliun. Angka ini meningkat drastis 52% dari tahun 2019. Para turis juga suka membeli barang-barang mewah branded dengan harga diskon.


tarif sewa hotel di jepang melonjak akibat membeludaknya turis ditengah melemahnya yen terhadap dolar
Salah Satu Penginapan Murah di Jepang
Image by greenpecil2009 (Getty Image)

2 Helikopter Jepang Tabrakan

Kecelakaan dimana dua helikopter Tentara Angkatan Laut Jepang (JMSDF) jatuh di lepas pantai Kepulauan Izu saat sedang dalam latihan. Saat ini tengah terjadi penyidikan tentang "pemeriksaan keterampilan" oleh para petinggi unit, demikian yang diungkapkan oleh pejabat Kementerian Pertahanan dalam wawancara. Kecelakaan tersebut terjadi pada tanggal 20 di lepas pantai Pulau Torishima, Kepulauan Izu, dimana dua helikopter patroli SH60 JMSDF jatuh. Dari 8 anggota pasukan yang ada di dalamnya, satu di antaranya dilaporkan tewas dan 7 lainnya hilang.

Menurut JMSDF, kedua helikopter tersebut sedang melakukan latihan untuk mendeteksi kapal selam. Namun latihan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari "pemeriksaan keterampilan" pilot yang dilakukan oleh petinggi unit untuk memastikan kesiapan pasukan dalam tugas-tugas seperti pengawasan dan patroli. "Pemeriksaan keterampilan" ini ditujukan kepada Grup 4 Armada Pengawal yang berbasis di Pangkalan Angkatan Laut Kure, Prefektur Hiroshima. Tujuannya untuk memverifikasi apakah unit tersebut memiliki keterampilan yang diperlukan dalam tugas-tugas seperti pengawalan dan patroli.

Kedua helikopter tersebut terpasang di kapal-kapal yang merupakan bagian dari Grup 4 Armada Pengawal. JMSDF menyatakan bahwa kemungkinan besar kedua helikopter tersebut bertabrakan di udara dan jatuh saat "pemeriksaan keterampilan" sedang berlangsung. Mereka saat ini tengah menyelidiki kronologi kejadian tersebut serta terus melakukan pencarian terhadap 7 anggota pasukan yang masih hilang. Gambar-gambar bagian-bagian yang telah diambil dari lokasi kecelakaan telah dipublikasikan oleh JMSDF. Termasuk di antaranya adalah rekaman penerbangan dan beberapa bagian yang diduga berasal dari badan helikopter. Menurut laporan, rekaman penerbangan tersebut ditemukan karena ada bagian yang bersinar di permukaannya.

Perdana Menteri Kishida menyatakan bahwa pemerintah sangat serius menanggapi kejadian ini dan akan memastikan keselamatan operasi angkatan laut. Sementara Menteri Pertahanan Kiwahara menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan adanya keanehan pada penerbangan, meskipun data dari kedua rekaman penerbangan telah berhasil diambil. Pemerintah juga telah menginstruksikan peningkatan manajemen keselamatan dalam operasi semua angkatan bersenjata.

kedua helikopter SH60 milik maritim jepang diduga tabrakan dan jatuh saat melakukan latihan di kepulauan izu
Ilustrasi Kecelakaan Helikopter
image by Giocalde (Getty Image)

Jepang Panik Gunung Ruang Meletus

Badai besar melanda Indonesia ketika Gunung Ruang meletus pada pukul 8 malam waktu setempat pada hari Rabu (17/04/2024), demikian laporan Badan Meteorologi Jepang. Letusan tersebut berpotensi menghasilkan gelombang tsunami akibat gelombang tekanan udara. Pejabat agensi menyatakan bahwa tsunami yang terjadi bisa mencapai prefektur paling selatan Jepang, Okinawa, pada pukul 11 malam waktu Jepang, setidaknya demikian dari sumber NHK pada 18 April 2024.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya pada 18 April 2024 pukul 4:32 pagi waktu setempat, Badan Meteorologi Jepang mengumumkan bahwa tidak ada dampak tsunami yang dihasilkan dari letusan gunung berapi besar tersebut. Badan Meteorologi Jepang sedang menilai risiko tsunami bagi negara tersebut menyusul letusan gunung berapi besar di Indonesia, seperti dilaporkan oleh media Jepang, termasuk Kyodo pada 17 April 2024. Meskipun begitu, portal berita Antara News pada 18 April 2024 melaporkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sekitar 1.585 warga harus dievakuasi setelah letusan Gunung Ruang.

Menurut BNPB, warga yang tinggal dekat dengan wilayah pantai barat Pulau Tanggulandang berada pada risiko tinggi akibat material letusan dalam radius 2,5 kilometer dari gunung. Meskipun zona aman berada dalam radius enam kilometer dari pusat letusan, proses evakuasi masih berlangsung. Evakuasi ini melibatkan lebih dari 800 jiwa, baik yang secara mandiri meninggalkan daerah bahaya maupun yang diangkut menggunakan kapal. PVMBG telah meningkatkan status Gunung Ruang dari Level III menjadi Level IV atau "Awas", memerintahkan pengosongan daerah tersebut dari semua aktivitas masyarakat sejak Rabu malam (17/04/2024).

Dengan kondisi ini, keprihatinan media Jepang meningkat atas potensi dampak letusan Gunung Ruang terhadap wilayah mereka, terutama dengan ancaman tsunami yang bisa mencapai Okinawa. Namun, berdasarkan pengumuman Badan Meteorologi Jepang, Okinawa dan wilayah lainnya di Jepang tidak terpengaruh oleh tsunami dari letusan Gunung Ruang.

letusan gunung ruang di sulawesi membuat warga jepang waswas terutama di kepulauan okinawa
Erupsi Gunung Ruang berpotensi menimbulkan tsunami hingga Okinawa
Image by Carlos (pexels)

Penemuan Ular hambat Shinkansen

Pada Selasa malam (16/4) waktu lokal, sebuah peristiwa yang jarang terjadi mengganggu layanan kereta peluru di Jepang. Sebuah ular berukuran 40 sentimeter ditemukan di dalam kereta Shinkansen antara Nagoya dan Tokyo, menyebabkan penundaan layanan selama 17 menit. Dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Rabu (17/4/2024), kehadiran ular tersebut dilaporkan oleh seorang penumpang kepada petugas keamanan.

Meskipun tidak ada laporan cedera atau kepanikan di antara penumpang, Central Japan Railway Company menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan pencegahan dengan menghentikan operasi kereta dan menugaskan kereta lain untuk rute tersebut. Sebanyak lebih dari 600 penumpang terkena dampak dari penundaan tersebut.

Belum jelas bagaimana ular tersebut bisa masuk ke dalam kereta peluru yang sangat dijaga ketat di Jepang. Pihak perusahaan sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan bagaimana ular itu bisa masuk ke dalam kereta.

Shinkansen, yang dikenal karena efisiensinya dan kecepatannya yang mencapai 320 kilometer per jam, telah menjadi simbol keandalan dalam transportasi Jepang. Namun, peristiwa ini menunjukkan bahwa bahkan mesin yang paling canggih sekalipun tidak terlepas dari kemungkinan gangguan.

Keamanan di dalam kereta peluru telah menjadi perhatian utama sejak insiden penikaman fatal di Shinkansen pada tahun 2018. Peningkatan patroli oleh petugas keamanan telah diterapkan, terutama mengingat persiapan untuk Olimpiade Musim Panas tahun 2021 dan pertemuan G7 tahun lalu.

Meskipun insiden ini mempengaruhi layanan, Shinkansen tetap mempertahankan reputasinya sebagai jaringan kereta peluru yang sangat aman. Sejak diluncurkan pada tahun 1964, tidak pernah ada kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa atau cedera, menurut Japan Railways.

Dengan demikian, kejadian ini, meskipun langka, menyoroti pentingnya tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan gangguan dalam operasi kereta peluru yang vital bagi masyarakat Jepang.

ular sepanjang 40cm ditemukan di shinkansen yang membuat jadwal tertunda selama 17 menit
Seekor ular sepanjang 40cm ditemukan di kereta cepat membuat jadwal tertunda 17 menit
Image by Chris Putnam