Kepolisian Tokyo dan Kepolisian Prefektur Chiba telah menangkap 26 orang terkait dugaan penipuan melalui situs lowongan pekerjaan sampingan. Mereka diduga menipu korban dengan meminta uang pendaftaran dan biaya lainnya. Kerugian yang diakibatkan oleh penipuan ini diperkirakan mencapai 1,9 miliar yen dengan korban sekitar 8.600 orang, terutama wanita muda.
Seorang karyawan wanita berusia 20-an yang menjadi korban penipuan ini mengungkapkan pengalamannya dalam wawancara dengan NHK. Ia tertarik pada pekerjaan sampingan dan mendaftar di situs tersebut pada bulan Februari setelah melihat iklan di media sosial. "Saya memulainya dengan santai karena iklannya menyebutkan 'cukup membalas pesan pada waktu luang untuk mendapatkan uang'. Saya ingin menabung dan juga melihat banyak orang melakukan pekerjaan sampingan tersebut, oleh karenanya saya tidak curiga" ungkapnya. Wanita tersebut mulai berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku sebagai pria paruh baya dari Osaka. Dalam percakapan tersebut, pria tersebut mengaku memiliki berbagai masalah pribadi dan menghargai bantuan yang diberikan oleh korban.
Setelah beberapa waktu, pria tersebut menawarkan untuk memberikan hadiah uang sebesar 500.000 yen sebagai tanda terima kasih. Namun, situs mengharuskan korban untuk mendaftar sebagai anggota resmi dan membayar biaya untuk memasang saluran berbayar. Wanita tersebut terus membayar biaya yang diminta hingga akhirnya berutang sebesar 1,5 juta yen. Ibunya yang curiga kemudian menyadari bahwa putrinya menjadi korban penipuan.
Kepolisian mengungkapkan bahwa grup ini menjalankan peran yang berbeda seperti "pengelola situs," "operator," dan "penarik uang." Mereka menargetkan wanita muda yang tertarik pada pekerjaan sampingan melalui situs yang menawarkan konsultasi kehidupan berbayar. Operator situs berperan sebagai orang yang membutuhkan konsultasi, menawarkan uang sebagai imbalan, dan mengharuskan korban membayar biaya tinggi untuk mendapatkan imbalan tersebut. Pusat Konsumen Tokyo melaporkan peningkatan signifikan dalam konsultasi terkait pekerjaan sampingan sejak pandemi COVID-19. Pada tahun fiskal 2021, ada 1.381 konsultasi yang meningkat lebih dari 500 dari tahun sebelumnya. Penipuan serupa dengan modus menawarkan imbalan untuk konsultasi telah dilaporkan sebanyak 37 kasus tahun lalu, sebagian besar korbannya adalah wanita muda.
Untuk menghindari penipuan, Pusat Konsumen Tokyo mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan selalu memeriksa keandalan situs sebelum mendaftar. Jika terjebak dalam masalah, masyarakat dianjurkan untuk menghubungi hotline konsumen di 188 atau pusat layanan konsumen terdekat. Peningkatan minat terhadap pekerjaan sampingan menjadi salah satu faktor di balik maraknya penipuan ini. Pemerintah dan berbagai lembaga terus mendorong kewaspadaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah lebih banyak korban berjatuhan.

Korban penipuan kebanyakan adalah wanita muda yang tergiur pekerjaan sampingan yang mudah
Image by South_agency (Getty Image)
Jumlah kebangkrutan perushaan atau usaha di Jepang pada bulan Mei melampaui angka 1000 kasus. Angka ini mencapai tingkat tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Peningkatan ini terjadi di tengah berakhirnya dukungan pemerintah yang diberikan ketika pandemi COVID-19. Pencabutan dukungan/bantuan ini menyebabkan semakin banyaknya perusahaan yang tidak mampu melanjutkan usahanya.
Menurut laporan dari perusahaan riset kredit swasta, Teikoku Databank, pada bulan Mei, terdapat 1016 perusahaan di seluruh Jepang yang memiliki utang lebih dari 10 juta yen. Dan mereka telah mengajukan proses restrukturisasi hukum. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 46% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
Jumlah kebangkrutan bulanan yang melebihi 1000 kasus terakhir terjadi pada Mei 2012. Penurunan signifikan dalam penjualan selama pandemi menyebabkan banyak perusahaan bergantung pada dukungan keuangan pemerintah. Namun pada putusan terbaru, program bantuan ini mulai dihentikan. Hal ini tentu memaksa perusahaan untuk menghentikan operasional mereka jika memang perusahaan tidak profit.
Jika dilihat dari sektor usaha, peningkatan kebangkrutan terbesar terjadi di:
- Sektor transportasi yang meningkat lebih dari dua kali lipat.
- Restoran yang meningkat sebesar 25%.
Alasan utama kebangkrutan adalah "penurunan penjualan," yang menyumbang lebih dari 80% dari total kasus.
Teikoku Databank juga menyebutkan bahwa kebangkrutan akibat kekurangan tenaga kerja, di mana perusahaan tidak mampu mendapatkan tenaga kerja yang cukup untuk melanjutkan operasional juga meningkat. Masalah kenaikan upah dan perekrutan tenaga kerja menjadi tantangan besar bagi perusahaan kecil dan menengah.
Dengan berakhirnya dukungan finansial dari pemerintah, banyak perusahaan yang tidak mampu bertahan dan terpaksa menutup operasional mereka. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kebangkrutan ke tingkat yang belum pernah terjadi selama lebih dari satu dekade.

Ilustrasi kebangkrutan
Image by D-Keine (Getty Image Signature)
Aktivitas vulkanik di Gunung Yake yang terletak di perbatasan Prefektur Nagano dan Gifu meningkat sejak akhir Mei. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan adanya peningkatan jumlah gempa vulkanik yang berpusat di sekitar puncak gunung tersebut. Jika aktivitas ini terus meningkat, JMA mungkin akan menaikkan level peringatan erupsi ke Level 2. Hal ini berarti akan ada pembatasan akses di sekitar kawah.
Menurut JMA, gempa vulkanik di Gunung Yake mulai meningkat sejak 23 Mei. Dalam 10 hari, dari 29 Mei hingga 7 Juni, tercatat sebanyak 80 kali gempa vulkanik. Secara rinci, pada 5 Juni tercatat 5 kali gempa, 6 Juni 4 kali gempa, 7 Juni 14 kali gempa, dan hingga pukul 3 sore pada 8 Juni terjadi 1 kali gempa.
Jika jumlah gempa vulkanik terus meningkat, JMA mempertimbangkan untuk menaikkan level peringatan dari Level 1 ke Level 2. level 1 berarti hati-hati gunung berapi aktif. Sedangkan level 2 berarti pembatasan akses di sekitar kawah.
JMA mengimbau para pendaki yang berencana mendaki Gunung Yake untuk selalu waspada terhadap perubahan aktivitas vulkanik. Pendaki diharapkan mengenakan helm dan mengambil langkah-langkah keselamatan lainnya. Selain itu, JMA menyarankan agar pendaki tidak mendekati fumarol atau lubang uap di sekitar gunung.
Perkembangan lebih lanjut mengenai aktivitas vulkanik di Gunung Yake akan terus dipantau dan diumumkan oleh JMA. Masyarakat di sekitar area tersebut dan pendaki diimbau untuk tetap mengikuti informasi terbaru demi keselamatan bersama.

Pemandangan Gunung Yake
Image Credit (website alpico.co.jp)
Menanggapi rencana kenaikan biaya kuliah yang tengah dipertimbangkan oleh Universitas Tokyo, para mahasiswa menggelar aksi protes pada tanggal 6 Juni. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pembatalan rencana kenaikan serta transparansi informasi kepada mahasiswa.
Universitas Tokyo saat ini sedang mempertimbangkan kenaikan biaya kuliah, yang jika disetujui hingga batas maksimum yang ditetapkan oleh pemerintah, dapat meningkatkan biaya tahunan dari ¥535,800 menjadi lebih dari ¥100,000.
Aksi protes yang digelar di kampus Hongo, Universitas Tokyo, di distrik Bunkyo, dihadiri oleh sekitar 400 mahasiswa. Para peserta menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa kenaikan biaya ini akan semakin menyulitkan mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari daerah atau mahasiswi, sehingga dapat mengurangi keberagaman di kampus. Mereka juga menyatakan bahwa meskipun ada dukungan finansial, pasti ada yang tetap tidak terjangkau.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membuat resolusi yang berisi beberapa tuntutan kepada pihak universitas:
- Pembatalan rencana kenaikan biaya.
- Transparansi mengenai alasan kenaikan, detail, dan rencana dukungan finansial.
- Pengaturan pertemuan antara pihak universitas dan perwakilan mahasiswa.
Seorang mahasiswi tahun keempat asal Osaka menyatakan, "Saya mengerti bahwa universitas sedang mengalami kesulitan keuangan, tetapi tambahan ¥100,000 adalah jumlah yang sangat besar dan memberikan tekanan besar." Sementara itu, seorang mahasiswa program doktor menyatakan kekagetannya atas jumlah peserta aksi, "Saya tidak menyangka akan sebanyak ini mahasiswa yang berkumpul. Ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini, dan universitas harus mendengarkan suara kami."
Pihak Universitas Tokyo berkomentar, "Memang benar bahwa kami sedang mendiskusikan biaya kuliah, tetapi karena masih dalam tahap pertimbangan, kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut."
Aksi ini mencerminkan kekhawatiran mendalam dari para mahasiswa terhadap kebijakan yang dapat mempengaruhi akses mereka terhadap pendidikan tinggi, dan mereka berharap suara mereka didengar oleh pihak universitas.

Auditorium Universitas Tokyo
Image by jaimax (Getty Image)
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) telah memulai inspeksi mendadak di kantor pusat Yamaha Motor di Iwata, Prefektur Shizuoka, pada tanggal 5 Juni. Inspeksi ini terkait dengan kasus kecurangan yang melibatkan lima perusahaan otomotif besar dalam memperoleh sertifikasi tipe kendaraan yang diperlukan untuk produksi massal. lima perusahaan otomotif yang tersandung skandal tersebut antara lain Yamaha, Honda, Suzuki, Mazda, dan Toyota.
Pada tanggal 3 Juni, terungkap bahwa Toyota Motor, Mazda, Yamaha Motor, Honda, dan Suzuki terlibat dalam kecurangan uji performa kendaraan mobil dan sepeda motor. Setelah melakukan inspeksi di kantor pusat Toyota Motor pada tanggal 4 Juni, MLIT melanjutkan inspeksi ke Yamaha Motor dengan mengirimkan empat pegawainya pada pagi hari tanggal 5 Juni.
Di Yamaha Motor, ditemukan bahwa salah satu model sepeda motor yang sedang diproduksi saat inspeksi, yakni Yamaha YZF R1 tidak sesuai dalam menjalani uji kebisingan. Akibatnya, produksi sepeda motor Yamaha YZF R1 yang sedang diproduksi saat ini telah dihentikan. Selain itu, ditemukan pula bahwa dua model sepeda motor yang sudah tidak diproduksi melakukan kecurangan dengan mencantumkan nomor rangka kendaraan lain pada dokumen uji klakson. Dua model tersebut adalah Yamaha YZF R3 dan TMAX.
MLIT berencana untuk memverifikasi data uji yang telah dilakukan dan melakukan wawancara dengan para staf serta pejabat terkait di Yamaha Motor untuk menyelidiki fakta-fakta lebih lanjut terkait kecurangan ini.

Salah satu produk Yamaha
Image by rjankovsky
Gaji dasar pekerja per orang pada bulan April tahun ini mengalami peningkatan sebesar 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai tingkat pertumbuhan tertinggi dalam hampir 30 tahun. Namun, upah riil yang disesuaikan dengan inflasi tetap mengalami penurunan. Menurut laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang upah riil turun meskipun upah dasar naik karena inflasi.
Kementerian melakukan survei "Monthly Labour Survey" yang mencakup lebih dari 30.000 bisnis dengan lebih dari lima karyawan di seluruh Jepang. Hasil sementara untuk bulan April menunjukkan bahwa total gaji tunai, termasuk gaji pokok dan uang lembur, rata-rata mencapai 296.884 yen per orang, meningkat 2,1% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, menandai peningkatan berturut-turut selama 28 bulan.
Gaji dasar, atau yang dikenal sebagai upah yang ditetapkan (basic salary), naik 2,3% menjadi 264.503 yen, pencapaian tertinggi sejak Oktober 1994.
Namun, upah riil yang disesuaikan dengan kenaikan harga barang mengalami penurunan sebesar 0.7% dibandingkan tahun lalu. Penurunan upah riil ini telah berlangsung selama 25 bulan berturut-turut, menandai rekor terpanjang, menunjukkan bahwa kenaikan upah belum mampu mengimbangi laju inflasi yang tinggi.
"Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mengindikasikan bahwa meskipun ada peningkatan signifikan dalam kenaikan gaji yang disepakati melalui perundingan musim semi, dampak inflasi masih sangat kuat. Ada kemungkinan beberapa perusahaan akan menaikkan gaji setelah bulan Mei, sehingga kami akan memantau apakah upah riil akan berbalik positif di masa mendatang," kata seorang pejabat kementerian.
Kenaikan gaji yang signifikan ini diharapkan dapat mendorong konsumsi domestik, tetapi tantangan inflasi yang terus menerus menjadi perhatian utama dalam menjaga keseimbangan ekonomi Jepang. Pemerintah dan sektor swasta terus bekerja sama untuk mencari solusi yang dapat mengatasi dampak negatif dari kenaikan harga barang terhadap daya beli pekerja.

Upah bulan april mengalami kenaikan terbesar dalam 30 tahun terakhir
Gambar mata uang Jepang
Walikota Kota Nagasaki, Suzuki Shiro, mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk tidak mengundang Duta Besar Israel untuk Jepang ke upacara tahunan. Upacara tahunan tersebut adalah upacara yang menandai pemboman atom Nagasaki oleh Amerika Serikat pada 9 Agustus 1945 di kota tersebut.
Keputusan ini dijelaskan oleh Walikota Suzuki dalam konferensi pers pada hari Senin. Dia menyatakan bahwa keputusan sulit ini diambil mengingat situasi kemanusiaan yang buruk di Jalur Gaza. Terlebih bagaimana cara Israel mengambil tindakan.
Suzuki menyebutkan bahwa ia tidak bisa mengambil resiko yang tak terduga. Karena upacara ini bertujuan untuk mengenang para korban bom atom, sehingga ia tidak dapat mentolerir adanya gangguan. Apalagi banyak khalayak yang mengecam tindakan Israel. Jadi, Suzuki ingin menghindari insiden kericuhan dengan tidak mengundang Israel.
Lebih lanjut, Suzuki mengatakan bahwa ia akan mengirim surat kepada utusan Israel yang berisi seruan untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Walikota Suzuki juga mengatakan ia telah mengirim undangan untuk utusan Palestina di Jepang.
Hal ini tentu berbanding terbalik dengan kota Hiroshima. Sebab, Walikota Hiroshima memutuskan untuk mengundang Duta Besar Israel ke acara perdamaian serupa di Kota Hiroshima. Selain Israel, Walikota Nagasaki juga tidak mengundang Utusan Rusia dan Belarus karena invasi yang mereka lakukan di Ukraina.

Pemandangan Kota Nagasaki
Image by Sean Pavone (Getty Image)
Selama setahun terakhir, hasil tangkapan ikan dari perikanan dan budidaya di seluruh Jepang mengalami penurunan signifikan. Total volume tangkapan tidak mencapai 4 juta ton untuk dua tahun berturut-turut. Hal ini membuat rekor terendah tangkapan ikan sepanjang sejarah. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang melaporkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh kelangkaan ikan seperti mackerel dan bonito.
Menurut laporan sementara, volume tangkapan pada tahun lalu (tidak termasuk data dari Prefektur Ishikawa yang tertunda akibat gempa Noto Peninsula) mencapai 3.724.300 ton. ANgka ini turun 4,9% atau sekitar 190.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan dengan penambahan data dari Ishikawa, diperkirakan total tangkapan tetap tidak akan melebihi 4 juta ton.
Rincian penurunan hasil tangkapan meliputi:
- Ikan mackerel: 261.100 ton, turun 18,3%
- Bonito: 152.600 ton, turun 20%
- Pollock: 122.900 ton, turun 23,4%
- Squid: 19.600 ton, turun 36,2%
Kondisi perairan yang berubah akibat pemanasan global menjadi salah satu faktor utama. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan sumber daya laut untuk pemulihan jangka panjang.
Di sisi lain, jumlah hasil tangkapan dari budidaya laut juga mengalami penurunan sebesar 6,9% menjadi 849.000 ton. Penurunan signifikan terjadi pada budidaya tiram (146.300 ton, turun 11,7%) dan kerang (151.300 ton, turun 12,1%).
Di Yobuko, Karatsu, Prefektur Saga, nelayan mengalami penurunan drastis dalam tangkapan squid. Bahkan, hasil tangkapan hanya setengah dari biasanya. Nelayan setempat, Nami Guchi, mengeluhkan tingginya biaya bahan bakar yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Tangkapan squid di Saga juga mengalami penurunan drastis dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan penurunnya sangat drastis, dari 2.000 ton di masa puncaknya menjadi sekitar 400 ton tahun lalu.
Kondisi ini tentu mempengaruhi restoran dan chef yang mengandalkan bahan baku laut. Sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 40 koki dari berbagai restoran menyerahkan rekomendasi kepada Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, mendesak penguatan penelitian dan pengelolaan sumber daya laut. Koki retoran Prancis, Shuzo Kishida, menyatakan bahwa penurunan kualitas dan ukuran ikan berdampak pada penyajian hidangan.
Untuk mengatasi kelangkaan ini, beberapa restoran mulai memanfaatkan ikan yang tidak lazim atau kurang populer di pasaran. Misalnya, Ryohei Hayashi, pemilik restoran Jepang di Tokyo, menggunakan ikan "Hira" dari Prefektur Okayama untuk hidangan seperti sushi dan sashimi. Upaya ini mendapat dukungan dari restoran besar seperti perusahaan sushi "Kura Sushi."
Profesor Nobuyuki Yagi dari Universitas Tokyo menekankan pentingnya diversifikasi konsumsi ikan untuk mencegah penurunan drastis sumber daya. Ia juga menyoroti perlunya kerjasama internasional dalam mengelola sumber daya laut yang semakin terancam oleh perubahan iklim.
Penurunan hasil tangkapan ikan yang terus berlanjut ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera mengambil tindakan guna menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan mendukung keberlangsungan budaya kuliner Jepang.

Penjualan ikan di Pasar Tsukiji
Image by mariusz_prusaczyk (Getty Image)
Mulai Juli mendatang, tarif listrik dari 10 perusahaan besar listrik di Jepang akan mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 10 perusahaan tersebut, 8 di antaranya mencatatkan tarif tertinggi sepanjang sejarah mereka berdasarkan model tarif saat ini.
Kenaikan tarif ini disebabkan oleh berakhirnya subsidi dari pemerintah yang telah diberikan sebagai langkah untuk mengatasi lonjakan harga. Namun, dengan harga bahan bakar yang terus meningkat, ada kekhawatiran bahwa tarif listrik akan terus naik di masa depan. Menurut pengumuman dari masing-masing perusahaan listrik, berikut adalah rincian kenaikan tarif listrik untuk rumah tangga dengan penggunaan rata-rata pada bulan Juli:
- Hokkaido Electric Power: naik 409 yen menjadi 9523 yen.
- Tohoku Electric Power: naik 419 yen menjadi 8855 yen.
- Tokyo Electric Power: naik 392 yen menjadi 8930 yen.
- Chubu Electric Power: naik 346 yen menjadi 8691 yen.
- Hokuriku Electric Power: naik 402 yen menjadi 7758 yen.
- Kansai Electric Power: naik 468 yen menjadi 7664 yen.
- Chugoku Electric Power: naik 453 yen menjadi 8514 yen.
- Shikoku Electric Power: naik 460 yen menjadi 8595 yen.
- Kyushu Electric Power: naik 450 yen menjadi 7551 yen.
- Okinawa Electric Power: naik 616 yen menjadi 9663 yen.
Selain itu, tarif gas juga akan mengalami kenaikan seiring dengan berakhirnya subsidi pemerintah. Berikut adalah rincian kenaikan tarif gas untuk rumah tangga dengan penggunaan rata-rata:
- Tokyo Gas: naik 121 yen menjadi 5977 yen.
- Osaka Gas: naik 121 yen menjadi 6529 yen.
- Toho Gas: naik 117 yen menjadi 6795 yen.
- Saibu Gas: naik 95 yen menjadi 6672 yen
Miki Tsutsui, Wakil Peneliti Senior di Pusat Penelitian Tenaga Listrik, menjelaskan bahwa kenaikan tarif ini terjadi karena berakhirnya subsidi dari pemerintah. Meskipun harga LNG (gas alam cair) yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik menurun, harga minyak mentah yang berkaitan dengan LNG menunjukkan tren naik sejak akhir tahun lalu. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan lebih lanjut pada tarif listrik. Tsutsui juga menyoroti dampak dari nilai tukar yen yang melemah, yang kemungkinan akan memperburuk situasi. Menghadapi musim panas yang akan datang, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghemat penggunaan listrik:
Penggunaan AC
- Minimalkan buka-tutup pintu dan jendela.
- Gunakan tirai atau penutup jendela untuk mengurangi panas matahari.
- Gunakan kipas angin bersamaan dengan AC.
- Bersihkan filter AC secara rutin.
- Hindari pengaturan suhu yang terlalu dingin.
Penggunaan Kulkas
- Jangan mengisi kulkas terlalu penuh.
- Atur suhu kulkas pada tingkat yang tepat.
- Kurangi frekuensi dan durasi buka-tutup pintu kulkas.
Langkah-langkah penghematan lebih detail dapat ditemukan di situs portal hemat energi dari Badan Sumber Daya Energi. Meski penting untuk menghemat biaya listrik, tetap utamakan kesehatan dengan menggunakan AC secara bijak dan memastikan hidrasi yang cukup selama musim panas.
Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno menyatakan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan cepat jika terjadi lonjakan harga yang tidak terduga dan berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Sementara itu, meskipun subsidi berakhir, harga bahan bakar saat ini relatif stabil dibandingkan puncak harga sebelumnya pada Desember tahun lalu. Dalam menghadapi kenaikan tarif ini, penting bagi masyarakat untuk melakukan penghematan energi sembari tetap menjaga kesehatan dan keselamatan di musim panas yang akan datang.

AC merupakan salah satu penyumbang terbesar tarif listrik
Image by Proxima-Studio
Pengadilan Tertinggi Jepang telah menolak banding para tunawisma yang bertahan di dalam kompleks fasilitas bantuan pekerja harian di Osaka, Nishinari-ku, yang ditutup untuk dibangun kembali karena kondisi bangunan yang sudah tua. Keputusan ini mengukuhkan kekalahan pihak tunawisma.
Mengenai fasilitas dukungan pekerja "Airin Comprehensive Center" di Osaka, Nishinari-ku yang akan dibangun kembali karena sudah tua, lima tahun lalu pemerintah pusat dan prefektur Osaka mengusir para pekerja dan menutup bangunan tersebut. Namun, setelah itu, para tunawisma tetap berada di sekitar pintu masuk kompleks, sehingga prefektur mengajukan gugatan untuk memaksa mereka pergi.
Dalam persidangan tingkat kedua, Pengadilan Tinggi Osaka pada Desember dua tahun lalu menyatakan bahwa "para tunawisma secara de facto menguasai seluruh lahan. Prefektur Osaka telah melakukan upaya untuk menghubungkan mereka dengan dukungan seperti permohonan penerimaan kesejahteraan sosial," dan memerintahkan pengusiran, mengikuti putusan pengadilan tingkat pertama. Pihak tunawisma kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut.
Terkait ini, pada tanggal 29 Mei, Ketua Mahkamah Agung Bagian Pertama, Takaya Fukayama, memutuskan untuk menolak banding tersebut, sehingga kekalahan pihak tunawisma menjadi sebuah kepastian. Dengan putusan ini, prefektur Osaka dapat mengajukan permohonan untuk eksekusi paksa guna mengusir para tunawisma, dan tindakan prefektur ke depannya akan menjadi sorotan.
Meski Jepang dikenal sebagai negara yang maju dengan tingkat kebersihan dan keteraturan yang tinggi, ada beberapa daerah di negara ini yang diidentifikasi sebagai wilayah kumuh, salah satunya adalah Nishinari-ku di Osaka.
Nishinari-ku, terutama di sekitar area Kamagasaki, merupakan salah satu daerah paling terkenal di Jepang yang menghadapi masalah kemiskinan dan tunawisma. Wilayah ini telah lama menjadi pusat bagi pekerja harian dan tunawisma yang mencari pekerjaan tidak tetap. Berikut beberapa informasi mengenai sisi kumuh Jepang, khususnya Nishinari-ku:
Kamagasaki, yang secara resmi dikenal sebagai Airin-chiku, telah menjadi pusat pekerja harian sejak zaman Edo. Pada tahun 1960-an, daerah ini mulai dikenal luas sebagai daerah dengan konsentrasi tinggi pekerja harian dan tunawisma, terutama setelah kerusuhan besar yang terjadi di akhir dekade tersebut.
Banyak tunawisma di Kamagasaki tinggal di penginapan murah yang disebut "doya" atau di jalanan. Meskipun ada fasilitas dukungan seperti Airin Comprehensive Center, banyak dari mereka masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan tetap dan tempat tinggal yang layak.
Pemerintah Osaka dan berbagai organisasi non-profit telah berupaya untuk memperbaiki kondisi di daerah ini. Berbagai program telah diluncurkan untuk memberikan dukungan kesehatan, pekerjaan, dan perumahan bagi para tunawisma dan pekerja harian. Namun, masalah ini masih belum sepenuhnya teratasi.
Daerah seperti Kamagasaki sering kali mendapat stigma negatif dari masyarakat umum. Hal ini menambah kesulitan bagi para penduduknya untuk mengakses peluang pekerjaan dan layanan sosial.
Ada rencana pengembangan ulang untuk memperbaiki infrastruktur dan kondisi hidup di Nishinari-ku. Namun, rencana ini sering kali menyebabkan konflik dengan penduduk lokal, terutama para tunawisma yang merasa terpinggirkan.
Mengatasi masalah kemiskinan dan tunawisma di daerah kumuh seperti Nishinari-ku memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Dukungan pemerintah, keterlibatan masyarakat, serta pemahaman yang lebih dalam tentang akar permasalahan sangat penting untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Kondisi di salah satu kawasan kumuh
Image by Makoto Kawakami