Gunung Fuji, puncak tertinggi di Jepang, resmi membuka musim pendakian dari sisi Prefektur Shizuoka pada tanggal 10 Juli. Jalur pendakian Fujinomiya, Gotemba, dan Subashiri kini dapat diakses oleh para pendaki, menyusul pembukaan jalur di Prefektur Yamanashi pada tanggal 1 Juli.
Musim pendakian kali ini diperkenalkan dengan sistem baru yang mewajibkan pendaki untuk mendaftar secara online sebelum memulai perjalanan mereka. Sistem ini meminta pendaki untuk mengisi rencana pendakian, termasuk tanggal pendakian dan apakah mereka akan bermalam di pondok gunung. Selain itu, pendaki harus menonton video yang menjelaskan aturan dan etika pendakian. QR code yang diterima setelah pendaftaran harus ditunjukkan di titik masuk pendakian.
Pagi hari tanggal 10 Juli, upacara pembukaan dilakukan di jalur Fujinomiya yang dihadiri oleh sekitar 300 orang, termasuk para pejabat dan wisatawan. Wali Kota Fujinomiya, Sudo Hidetada, menyatakan pembukaan musim pendakian di depan para hadirin. Selain itu, upacara Shinto diadakan di Kuil Fujisanhongu Sengentaisha, di mana seorang pendeta menyucikan bus yang membawa pendaki dan berdoa untuk keselamatan mereka.
Seorang mahasiswa berusia 19 tahun dari Fujinomiya yang turut serta dalam pendakian hari pertama mengatakan, “Saya senang bisa datang di hari pertama. Saya akan berhati-hati dan menikmati setiap langkah dalam pendakian ini.”
Sementara itu, seorang pria berusia 60-an dari Prefektur Aichi memutuskan untuk kembali turun setelah mendengar laporan cuaca buruk di puncak. “Saya sudah merencanakan ini sejak tahun lalu, tapi keselamatan adalah yang utama,” katanya.
Dengan sistem baru ini, Prefektur Shizuoka berharap dapat meningkatkan keselamatan pendaki dan mengurangi perilaku berisiko seperti "pendakian peluru", di mana pendaki berusaha mencapai puncak tanpa beristirahat di pondok. Kepala Departemen Warisan Dunia Gunung Fuji di Shizuoka, Okabe Shinji, menyatakan, “Kami ingin para pendaki mematuhi aturan dan menjaga keselamatan demi melestarikan nilai Gunung Fuji.”
Sejak diresmikan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 2013, Gunung Fuji terus menarik perhatian banyak pendaki dari seluruh dunia. Dengan sistem pendaftaran baru ini, diharapkan pendakian dapat dilakukan dengan lebih aman dan tertib, memastikan pengalaman mendaki Gunung Fuji tetap menyenangkan dan berkesan bagi semua orang.

Pemandangan Gunung Fuji dari Prefektur Shizuoka
image by igaguri_1 (Getty Image)
Pada tanggal 5, suhu diperkirakan akan meningkat secara signifikan terutama di wilayah Jepang bagian barat dan timur, dengan banyak daerah yang diperkirakan mencapai suhu di atas 35 derajat Celsius. Akibatnya, peringatan "Heatstroke Alert" telah diumumkan di 21 prefektur dari Kanto hingga Okinawa. Penduduk diminta untuk tetap menggunakan pendingin udara dengan bijak dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, sebagian besar wilayah Jepang barat dan timur akan tertutup oleh tekanan tinggi dari Samudra Pasifik, yang menyebabkan peningkatan suhu di berbagai daerah.
Prakiraan Suhu Tertinggi di Siang Hari:
- Maebashi, Kumagaya di Saitama, Kofu, Gifu, Nagoya, Toyooka di Hyogo: 37 derajat Celsius.
- Fukushima, pusat kota Tokyo, Fukui, Kyoto: 36 derajat Celsius.
- Tottori, Okayama, Takamatsu, Fukuoka: 35 derajat Celsius.
- Badan Meteorologi dan Kementerian Lingkungan Hidup telah mengeluarkan "Heatstroke Alert" untuk 21 prefektur dari Kanto hingga Okinawa, karena risiko heatstroke yang sangat tinggi, yakni:
- Gunma
- Saitama
- Tokyo
- Chiba
- Kanagawa
- Shizuoka
- Aichi
- Mie
- Fukui
- Kyoto
- Hyogo
- Wakayama
- Shimane
- Tottori
- Tokushima
- Kochi
- Oita
- Nagasaki
- Miyazaki
- Kagoshima (kecuali wilayah Amami)
- Okinawa (kecuali wilayah utama)
Poin Penting untuk Pencegahan Heatstroke:
Cek indeks panas di situs web Kementerian Lingkungan Hidup dan hindari aktivitas fisik di luar ruangan atau di dalam ruangan tanpa pendingin udara. Hindari keluar rumah sebisa mungkin, dan gunakan AC di dalam ruangan tanpa menahan diri. Minum air secara teratur, bahkan jika tidak merasa haus. Pada periode panas mendadak ini, terdapat kecenderungan peningkatan jumlah orang, terutama lanjut usia, yang dibawa ke rumah sakit dengan gejala heatstroke, beberapa di antaranya meninggal dunia. Keluarga diharapkan untuk menghubungi anggota keluarga yang lebih tua dan mengingatkan mereka untuk waspada.
Tetaplah aman dan jaga kesehatan di tengah kondisi cuaca ekstrem ini.