Alat Deteksi Tsunami berbasis AI

Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana alam di masa depan, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengumumkan rencana pemasangan alat pengamatan tsunami raksasa baru di 9 lokasi di seluruh negeri. Langkah ini menjadi salah satu bagian dari permintaan anggaran untuk tahun fiskal mendatang, dengan total mencapai 59,9 miliar yen, yang meningkat sekitar 5 miliar yen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rencana ini muncul setelah gempa besar mengguncang Semenanjung Noto pada awal tahun. Alat baru ini dirancang untuk mendeteksi gelombang tsunami setinggi lebih dari 3 meter. Pemasangan akan dilakukan di berbagai lokasi pesisir strategis, termasuk di Prefektur Fukui, Yamaguchi, Saga, Hyogo, dan Oita. Penambahan ini akan meningkatkan total alat pengamatan tsunami di seluruh Jepang menjadi 101 unit, yang akan memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi bencana.

Selain pengawasan tsunami, JMA juga berencana memperbarui sistem pemantauan aktivitas vulkanik di Kepulauan Tokara, khususnya di Pulau Nakano, yang memiliki potensi peningkatan aktivitas vulkanik. Alat-alat seperti kamera pengawasan dan seismograf akan dipasang untuk memungkinkan pengawasan selama 24 jam penuh.

Sebagai bagian dari modernisasi operasional, JMA juga akan membentuk posisi baru yang disebut "Pejabat Strategi AI" untuk memperkuat sistem kerja menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Hal ini diharapkan dapat membantu merespons bencana dengan lebih cepat dan efisien.

Anggaran yang diajukan ini mencakup biaya peningkatan sistem digital melalui Badan Digital Jepang, yang diharapkan dapat membawa teknologi canggih ke dalam pengawasan dan mitigasi bencana alam di negara tersebut.


jepang akan siapakan alat pendeteksi tsunami
Image by Schaferle (Pixabay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *