Angka Harapan Hidup Jepang Meningkat Setelah 3 Tahun

Angka Harapan Hidup Jepang Meningkat Untuk Pertama Kalinya Setelah 3 Tahun

Angka harapan hidup rata-rata atau life expentancy untuk Pria dan Wanita Jepang meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada tahun 2023, menurut data kementrian kesehatan.


Untuk pria angka harapan hidupnya adalah 81,09 tahun (meningkat 0,04) sedangkan untuk wanita adalah 87,14 tahun (meningkat 0,05) dari tahun 2022. Data ini dirilis pada tanggal 26 Juli, kementrian mengatakan data tahun 2023 ini mencerminkan penurunan kematian akibat COVID-19. Faktor lainnya adalah penurunan angka kematian akibat kanker di kalangan lansia.


Jumlah kematian akibat COVID-19 meningkat tajam dari 16.766 (2021) menjadi 47.638 (2022), tetapi menurun menjadi 38.080 (2023). Jumlah kematian akibat kanker turun dari 385.797 menjadi 382492 pada tahun 2023.

Angka harapan hidup ratrata walaupun terdapat peningkatan namun belum kembali ke tingkart sebelum pandemi. Angka tersebut terus meningkat hingga tahun 2020 ketika pria diperkirakan dapat hidup hingga 81,56 tahun dan wanita 87,71 tahun.

Menurut kementrian kesehatan Jepang, meskipun metode statistik bervariasi, pria Jepang menempati peringkat kelima dunia dan wanita Jepang telah memimpin dunia semenjak 1985. "Harapan hidup Jepang termasuk yang tertinggi didunia, menunjukkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan yang tinggi." Kata seorang pejabat kementrian.

Ministry of Health

5 Negara teratas dalam harapan hidup :
- Perempuan : 
1. Jepang 87,14
2. Swiss 85,9
3. Prancis 85,75
4. Spanyol 85,74
5. Korea Selatan 85,6
- Laki-Laki :
1. Swiss 82,3
2. Swedia 81,58
3. Norwegia 81,39
4. Australia 81,22
5. Jepang 81,09

Hujan Lebat Picu Banjir dan Tanah Longsor di Jepang Utara

Hujan Lebat Picu Banjir dan Tanah Longsor di Jepang Utara

Masyarakat Yamagata didesak agar segera ambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan dikarenakan hujan lebat dengan rekor tertinggi terus melanda prefektur tersebut.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan udara hangat dan lembab di sekitar sistem tekanan tinggi di Pasifik mengalir menuju fron hujan yang membentang diatas Jepang Utara.

Badan tersebut mengungkapkan bahwa hal tersebur menyebabkan kondisi atmosfer di wilayah sepanjang Laut Jepang di kawasan Tohoku menjadi sangat tidak stabil dan mendatangkan hujan lebat ke Prefektur Yamagata dan Akita. Peringatan cuaca level tertinggi dalam 5 skala peringatan untuk kota Sakata dan Yuza pada Kamis (25/07/2024) tak lama setelah pukul 13:00.

Dikatakan bahwa Yamagata akan dilanda hujan lebat dengan intensitas paling tinggi dalam puluhan tahun. Kota Yamagata di Prefektur Yamagata diguyur curah hujan 48mm antara pukul 14:00-15:00 kemarin.

Di Prefektur Akita, curah hujan selama periode 24 jam tercatat sebesar 234mm di Kota Yurihonjo dan 210mm di Kota Yuzawa. Masyarakat dihimbau agar tetap waspana karena hujan lebat ini telah memicu peluapan sungai dan menyebabkan jebolnya tanggul di beberapa sungai di Akita, hal ini juga bersiko terjadi di Yamagata.

Hujan lebat diperkirakan akan terus berlanjut hingga Jumat (26/07/2024), terutama sisi Laut Jepang kawasan Tohoku. Beberapa bagian di kawasan tersebut kemungkinan akan mengalami hujan lebat ini.

Kementrian Pertanahan Jepang menyerukan masyarakat agar tetap waspada terhadap tanah longsor, sungai meluap, dan banjir di dataran rendah. Pihak kementrian mengimbau kepada orang-orang yang menghadapi situasi bahaya dan tidak dapat melakukan evakuasi ke tempat pengungsian agar menyelamatkan diri.

Jepang Akan Terapkan Batas Kecepatan di Jalan Perumahan

Tahun 2026, Jepang Akan Terapkan Batas Kecepatan di Jalan Perumahan

Batas Kecepatan 30 km/jam akan berlaku untuk lalu lintas di banyak lingkungan pemukiman mulai September 2026 guna kurangi tigkat kecelakaan.

Berdasar perbaikan Perintah Penegakan Hukum Lalu Lintas Jalan, yang disetujui pada rapat Kabinet tanggal 23 Juli, batas kecepatan resmi baru akan diterapkan pada jalan-jalan komunitas yang tidak memiliki garis tengah, pembatas tengah, atau tiang penunjuk serupa.

Batas Kecepatan 30 km/jam akan dikenakan di jalan dengan lebar kurang dari 5,5 meter, menurut Badan Kepolisian Nasional. Ini merupakan pengurangan yang signifikan. Saat ini, kendaraan dapat melaju di jalan tersebut hingga 60 km/jam kecuali batas maks ditetapkan lain oleh rambu lalu lintas.

NPA menerima masukan publik atas usulan revisi tersebut. Periode konsultasi yang berlangsung sekitar sebulan ditutup pada akhir Juni. Beberapa responden mengatakan jalan lebar di lahan pertanian pinggiran kota dan daerah pegunungan seharusnya dikecualikan dari batas kecepatan 30 km/jam, meski tak ada garis tengah atau pembatas.

NPA mengatakan pihaknya akan menentukan batas kecepatan untuk jalan-jalan ini berdasarkan kasus per kasus, berdasarkan kondisi setempat dan permintaan warga. 

Pemerintah juga memutuskan untuk mengubah peraturan tentang marka cat di penyeberangan pejalan kaki untuk mengurangi biaya pemasangan dan pemeliharaan.

Efektif tanggal 26 Juli, jarak maksimum antara marka putih akan diperlebar menjadi 90 cm, dua kali lipat dari batas saat ini. NPA awalnya ingin memperkenalkan batas baru untuk semua penyeberangan pejalan kaki, tetapi mengubah rencana untuk memastikan keselamatan pejalan kaki yang tuna netra.

Interval yang lebih lebar pada awalnya hanya diperbolehkan untuk penyeberangan dengan lampu lalu lintas disertai sinyal suara atau yang dilengkapi blok braille.

Beberapa orang selama periode konsultasi publik mengatakan bahwa celah yang lebih lebar akan menyulitkan orang-orang yang tuna netra untuk mengetahui apakah mereka berada di tempat penyeberangan karena mereka mengandalkan ketebalan cat putih yang mereka rasakan di bawah kaki.

Ujian Bagi Pekerja Perawatan Akan Direvisi

Ujian Bagi Pekerja Perawatan di Jepang Akan Direvisi Karena Meningkatnya Permintaan Tenaga Kerja Asing; Peserta Ujian Akan Dapat Lulus di Beberapa Bagian

Pemerintah putuskan untuk merevisi secara drastis sistem ujian sertifikasi pekerja perawatan dalam upaya untuk meningkatkan personal di lapangan, khususnya personel asing.

Revisi direncanakan akan membagi ujian menjadi tiga bagian, sehingga peserta tes yang mengulang hanya perlu mengulang bagian tes yang sebelumnya tidak mereka ikuti. Hal ini bertujuan untuk memudahkan warga negara asing dan lainnya untuk memperoleh kualifikasi sambil bekerja, dengan demikian akan lebih banyak profesional keperawatan menjelang tahun 2040, dimana populasi lansia di Jepang diperkirakan mencapai puncaknya.

Kementrian Kesehatan, tenaga Kerja, dan Kesejahteraan berencana memperkenalkan ujian yang direvisi pada tahun fiskal 2025. Ujian pilihan ganda yang dinilai komputer akan diadakan setahun sekali. Saat ini, peserta diuji pengetahuannya dalam 13 mapel, termasuk pemahaman tentang demensia dan keterampilan komunikasi. Mereka harus menjawab sekitar 60% dari 125 pertanyaan dengan benar untuk lulus ujian.

Kementrian berencana membagi 13 mapel ke dalam 3 bidang. Berdasarkan sistem revisi, peserta akan dibebaskan dari kewajiban mengikuti ujian untuk bidang yang mereka lulus pada tahun pertama. Hal ini diharapkan agar peserta bisa fokus dengan bidang/mapel yang mereka tidak lulus saja untuk tahun berikutnya.

Sistem baru ini diharapkan dapat membantu meningkatkan angka kelulusan bagi warga negara asing yang mengulang ujian sambil bekerja dan meningkatkan jumlah pekerja perawatan bersertifikat asing dari sekitar 10.000 pekerja saat ini.

Sekitar 43.000 WNA yang bekerja di panti jompo dan fasilitas lainnya yang berstatus penduduk "Pekerja Terampil Tertentu" atau "Peserta Magang Teknis." Mereka diizinkan mengikuti ujian untuk menjadi pekerja perawatan setelah bekerja di bidang tersebut selama tiga tahun.

Jika mereka menjadi pekerja perawatan bersertifikat setelah lulus ujian, mereka tidak akan lagi dibatasi berapa kali mereka dapat memperpanjang masa tinggal, dan mereka dapat membawa keluarga mereka ke Jepang, yang memberikan manfaat besar bagi pekerja asing dan tempat kerja mereka. Banyak fasilitas juga menawarkan kenaikan gaji bagi pekerja bersertifikat.

Orang asing dengan status tempat tinggal pekerja terampil tertentu atau peserta pelatihan magang teknis dapat tinggal di Jepang hingga lima tahun, dan dapat mengikuti ujian dua kali.

Ujian tersebut dikatakan membutuhkan 250 jam belajar untuk lulus. Beberapa berpendapat bahwa sulit bagi orang asing dalam situasi ini untuk menyeimbangkan pekerjaan dan sekolah.

Bahkan diantara siswa asing di sekolah kejuruan, tingkat kelulusannya kurang dari 40%. Angka ini jauh di bawah tingkat kelulusan keseluruhan yang mencapai 80%.

Menurut kementrian, terdapat 2,15 juta pekerja perawatan pada tahun fiskal 2022. Pada tahun 2040 2,72 juta pengasuh akan dibutuhkan dan diperkirakan akan terjadi kekurangan 570.000 pengasuh.

Tenaga perawatan bersertifikat adalah tenaga profesional yang telah memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk merawat orang lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mereka memainkan peran utama dalam merawat orang lanjut usia di panti jompo yang membutuhkan bantuan ekstra.

Perusahaan Pasarkan Produk Peringatan Sengatan Panas

Perusahaan Pasarkan Produk Peringatan Sengatan Panas

JEPANG - Banyak perusahaan mengembangkan produk untuk membantu melindungi masyarakat dari sengatan panas. Bukan hanya manusia, hewan di kebun binatang juga beresiko.


Starlite, menawarkan perangkat yang dipasang di kepala dan terhubung ke aplikasi gawai pintar. Perangkat ini nantinya akan mengukur suhu dan kelembapan lingkungan, serta panas dari kening pemakainya.


Aplikasi ini mengukur 4 (empat) tingkat resiko sengatan panas, serta memperingatkan manajer ketika pekerja yang memakai perangkat tersebut sedang menghadapi ancaman suhu yang berbahaya.


Pejabat Starlite, Higashijima Masatoshi mengatakan, "Resiko sengatan panas bervariasi diantara tempat kerja, sementara tiap individu juga memiliki tingkat kerentanan yang berbeda terhadap panas." Ia berharap bahwa perangkat ini dapat membantu menerapkan tindakan yang disesuaikan untuk mencegah sengatan panas.


Sementara itu, produsen peralatan kesehatan, Tanita, mengembangkan sensor luar ruang yang dipasang di dinding untuk memantau suhu, kelembapan, dan metrik lainnya.


Sensor tersebut menggunakan jaringan komunkasi seluler untuk menunjukkan resiko di berbagai lokasi pada peta berdasarkan indeks sengatan panas enam tingkat. Tanita mengincar pasar untuk sistem ini ada di lokasi konstruksi, pabrik, sekolah, dan kebun binatang.


Pejabat Tanita, Yamaya Chiaki mengatakan, "Sistem ini akan membantu penggunanya mengambil langkah proaktif sebelum kondisi mencapai tingkat berbahaya."

Parade Malam Dinosaurus Siap Ramaikan Museum Nasional Tokyo

Parade Malam Dinosaurus Siap Ramaikan Museum Nasional Tokyo

Dino-a-live-5

                                                     Image by
                                                  JapanNews

Parade Malam Dinosaurus akan diadakan di Museum Nasional Tokyo selama dua malam di bulan September mendatang. Orang-orang dapat melihat dinosaurus tanpa takut terluka dan dimakan oleh makhluk tersebut. Parade ini berjudul "DINO-A-LIVE Dinosaurs Grand Night Parade". Dinosaurus ini akan ditemani oleh pawang manusia yang nantinya mereka akan meghentakkan kaki, mengaum, dan bertarung satu sama lain.

ON-ART Corp. sebuah perusahaan produksi inovatif akan bertanggungjawab dalam pembuatan kostum dinosaurus yang akan memperhatikan detail dan nantinya akan dipatenkan, perusahaan ini bekerja sama dengan Museum Dinosaurus Prefektur Fukui dan juga mengelola pertunjukan tersebut. Berdasarkan penelitian sendiri tentang gerak hewan masa kini, perusahaan ini memberikan setiap makhluk keunikan dan gerakan diamnya sendiri yang membuat mereka tidak terlihat kaku atau dibuat-buat.

Lebih dari selusin jenis dinosaurus telah ditemukan, seperti Tyrannosaurus dan Ankylosaurus. Tyranosaurus yang akan ditampilkan sebesar 8m, namun model yang lebih besar (12 m) juga terah muncul. Ankylosaurus memiliki panjang 7,6 m, yang sangat sesuai dengan kisaran ukuran spesiesnya.

ON-ART Corp memperkenalkan dinosaurus pertamanya, Allosaurus, pada tahun 2007. Sejak saat itu mereka telah melakukan banyak pertunjukan di Jepang dan satu di Kuwait. Hingga saat ini mereka juga terus berupaya memperluas daftarnya. Perusahaan ini berharap dapat mengadakan pertunjukkan di lebih banyak negara di seluruh dunia.

Parade Malam Dinosaurus ini akan diadakan pada tanggal 27-28 September 2024, reservasi acara dapat dilakukan mulai 8 Agustus 2024.

Jepang Kembangkan Fungsi Komputer Bantu Cegah Bunuh Diri Anak

Fungsi Komputer Bantu Cegah Bunuh Diri Anak Dikembangkan di Jepang

Sebuah organisasi nirlaba di Jepang kembangkan sebuah fungsi komputer yang dirancang untuk membantu mencegah bunuh diri oleh anak-anak. Ekstensi peramban yang disebut Filter SOS itu dikembangkan oleh kelompok yang bernama Ova.

Sekitar 4.800 kata kunci terkait bunuh diri, perisakan, dan pelecehan didaftarkan dalam fitur ini. Ketika seseorang mengetikkan istilah terdaftar ini selama pencarian di Internet, maka perangkat akan secara otomatis menampilkan informasi mengenai layanan konseling dan tips untuk mengelola perasaan, seperti menuliskan emosi atau mendatangi UKS.

Ova mulai menyediakan ekstensi peramban tersebut kepada dewan pendidikan dan sekolah secara gratis. Organisasi nirlaba itu mendesak para pejabat untuk menginstal ekstensi tersebut pada perangkat tiap pelajar yang disediakan oleh sekolah.

Survei Kementrian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan menunjukkan bahwa 513 murid SD, SMP, dan SMA melakukan bunuh diri pada tahun 2023

1713683624-komputer

                                                           Image by
                                                       Carapandang

Pasien Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut di Jepang Tertinggi dalam 10 Tahun

Pasien Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut di Jepang Tertinggi dalam 10 Tahun

JEPANG - Jumlah pasien yang menderita penyakit tangan, kaki, dan mulut mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade pada periode ini. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengan menimbulkan ruam pada tangan dan kaki serta luka di dalam mulut dan lainnya.

Penyakit ini seringnya menyerang anak anak pada musim panas, dalam beberapa kasus penyakit ini dapat memicu ensefalitis dan kondisi serius lainnya walaupun jarang terjadi.

Institut Nasional Penyakit Menular Jepang menyatakan 35.960 kasus dilaporkan oleh sekitar 3.000 klinik anak di seluruh negeri dalam satu pekan yang berakhir pada 7 Juli. 

Rata-rata jumlah pasien per klinik naik 3.01 dari pekan sebelumnya menjadi 11,46. Ini merupakan angka terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir untuk periode tersebut.

Mine Mahito, direktur di Asosiasi Dokter Anak Jepang, mengatakan sejumlah anak tidak pernah menderita penyakit ini karena tidak adanya wabah besar dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan hal ini mungkin menjadi faktor cepatnya penyebaran penyakit ini di tempat penitipan anak dan taman kanak-kanak.

Ia juga menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh beberapa virus sehingga seseorang bisa tertular lebih dari satu kali. Menurut Mine, wabah ini bisa berlanjut sekitar satu bulan lagi. Ia menyerukan agar sering sering mencuci tangan, menghindari kontak dengan air liur dan tindakan pencegahan lainnya. 

download (3)

                                          Image by Dinkes Yogyakarta

Acara “All You Can Eat” Buah Persik Diadakan di Jepang

Jepang Tengah Adakan Acara "All You Can Eat" Buah Persik
Fresh peach with slices on blurred greenery background, Peach fruit in Bamboo basket on wooden table in garden.

                                                 Image by Halodoc

Kita pasti sering menjumpai restoran atau warung makan yang bertema "All You Can Eat" atau Makan Sepuasnya, hal ini juga merupakan hal yang umum di Jepang. Biasanya kita akan diperlihatkan konsep tersebut dengan daging-dagingan, namun berbeda dengan salah satu komunitas pedesaan di Jepang yang menerapkan konsep tersebut pada buah-buahan.

Sebuah pasar petani di kota Minami-Alps di Jepang Tengah memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk memakan buah persik lokal sebanyak yang mereka bisa dalam waktu 30 menit, hanya dengan $8. 

Acara ini dibuka pada Senin (15/07/2024) menarik sekitar 100 orang/pelanggan. Terdapat empat jenis buah persik yang ditawarkan, termasuk Persik "Akatsuki" dan "Hakuho". Buah tersebut disimpan dingin dalam air.

Sebuah koperasi pertanian setempat yang merupakan penyelenggara memperkirakan pelanggan akan mengonsumsi rata-rata empat hingga lima buah persik. Setidaknya 20.000 buah persik akan disediakan selama acara tersebut. Acara ini akan berlangsung hingga Selasa (23/07/2024) depan.

89677-peach

                                      Image by Japanese Station

Jepang Adopsi Kebijakan Anti Senjata Mematikan Otonom

Jepang Adopsi Kebijakan Anti Senjata Mematikan Yang Sepenuhnya Otonom

TOKYO ---- Pemerintah Jepang baru-baru ini adopsi kebijakan menentang atau anti pengembangan senjata mematikan otonom, menekankan bahwa penggunaan senjata semacam itu tidak boleh diizinkan di seluruh dunia.

Kementrian Luar Negeri menyerahkan sebuah dokumen yang menyatakan pendirian Jepang tentang sistem senjata otonom yang mematikan atau LAWS( Lethal Autonomus Weapons Systems )  ke PBB pada bulan Mei dengan prinsip "berpusat pada manusia" harus dipertahankan dan teknologi yang muncul perlu digunakan dengan tanggung jawab.

"Keterlibatan manusia diperlukan, karena manusialah yang dapat dimintai pertanggungjawaban." hal ini didasarkan pada Hukum Humaniter Internasional. Jepang yakin bahwa saat ini, tidak ada jaminan bahwa LAWS akan digunakan sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional, dan tidak bermaksud mengembangkan senjata semacam itu.

Sementara itu, dokumen tersebut menyebutkan bahwa ada manfaat potensial dari senjata otonom tersebut, seperti mengurangi kesalahan manusia dan mengatasi kekurangan tenaga kerja. Tokyo juga pertama kalinya mendefinisikan LAWS sebagai sistem yang setelah diaktifkan, dapat mengidentifikasi, memilih, dan menyerang target dengan kekuatan mematikan tanpa intervensi lebih lanjut oleh operator.

Kekhawatiran global atas penggunaan senjata tersebut meningkat, dan momentum untuk menetapkan regulasi sedang dibangun, karena penyebaran pesawat tempur tanpa awak telah menjadi hal biasa dalam konflik seperti perang Rusia-Ukraina dan Konflik di Timur Tengah.

Dulu, senjata dengan kecerdasan buatan merupakan hal yang tidak mungkin/fiktif belaka, tetapi sekarang telah menjadi nyata dan semakin banyak orang yang menyadari akan bahayanya teknologi/senjata dengan kecerdasan buatan ini.

Sekjend PBB Antonio Guterres akan merilis laporan tentang LAWS musim panas ini dan pada Desember, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menyoroti "Kebutuhan mendesak bagi masyarakat internasional untuk mengatasi tantangan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh sistem senjata otonom.

Jepang, Amerika Serikat, dan 150 Negara lainnya memberikan dukungan terhadap resolusi tersebut, sementara Rusia, India, Belarus, dan Mali memberikan tentangan dan 11 negara lainnya menyatakan abstain. 

Senjata Otonom

Image by detik.com