Surga Dagashi Tersembunyi di Chiba

image

Dagashiya Ahiru Shop, Kota Shiroi, Chiba. (image by SoraNews24)

Gudang misterius di Kota Shiroi, Prefektur Chiba, ini menyimpan sebuah permata tersembunyi bernama Dagashiya Ahiru Shop, toko dagashi yang belum banyak diketahui wisatawan mancanegara. Walau begitu, popularitasnya mulai meningkat berkat unggahan warga Jepang di media sosial, yang memuji harga murah dan konsep retro nan unik. Kehebohan ini membuat pengunjung dari berbagai prefektur rela berkendara jauh, hingga antrean mobil mengular di sekitar lokasi. Karena tempat parkir yang terbatas, staf toko kerap meminta pengunjung untuk parkir di minimarket terdekat dan berjalan kaki menuju gudang, menambah kesan petualangan sebelum memasuki dunia dagashi.

image

Kanji “入口” Yang Tertulis di Pintu Masuk (image by SoraNews24)

Setibanya di lokasi, suasana misterius langsung terasa dari pintu masuk gudang, dengan tulisan kanji “入口” yang dicat kasar seperti adegan film horor. Namun begitu melangkah masuk, suasana berubah total menjadi dunia penuh nostalgia. Deretan permen dan camilan murah memenuhi ruangan, disajikan dengan cara-cara lucu dan retro yang membuat pengunjung seolah kembali ke masa kecil. Keunikan lain muncul dari mesin-mesin lama yang diubah menjadi etalase, seperti UFO Catcher tak terpakai yang kini menjadi lemari Pocky kedaluwarsa yang bisa langsung diambil tanpa mesin capit. Meski beberapa barang lebih mahal daripada di supermarket, sebagian besar camilan, makanan kering, hingga produk yang mendekati kedaluwarsa dijual dengan harga sangat terjangkau.

Selain dagashi, toko ini juga menjual berbagai bahan kue, campuran makanan instan, dan camilan populer seperti yakisoba instan Peyoung serta biskuit aneka rasa. Keberagaman ini menjadikannya tempat yang menyenangkan bagi orang dewasa maupun anak-anak. Toko bahkan menyediakan wadah khusus agar anak-anak dapat memilih camilan sesuka hati menggunakan uang saku mereka, sementara harga bulat seperti 50 atau 100 yen memudahkan mereka belajar berhitung. Pihak toko menempelkan pesan khusus kepada orang tua, mengingatkan bahwa tempat ini dirancang untuk membantu anak mengembangkan “keterampilan berpikir mandiri”, sehingga mereka dianjurkan mengawasi anak tanpa mengintervensi pilihan mereka.

image

Kios Bergaya Natsu Matsuri (image by SoraNews24)

Di seberang gudang, terdapat area kios makanan dan permainan bergaya festival musim panas, semuanya berbasis sistem swalayan yang unik. Pengunjung dapat membuat permen kapas sendiri hanya dengan membayar 300 yen ke kotak uang, menambahkan gula, lalu memutar tongkat seperti pedagang profesional. Ada juga permainan memancing yo-yo, mengambil permen dengan sendok, hingga stan menembak sasaran dengan biaya 300–500 yen, semuanya memungkinkan anak-anak merasakan suasana matsuri dalam skala kecil. Bahkan jika gagal memenangkan permainan, beberapa kios tetap memberikan hadiah, menjadikannya pengalaman tanpa risiko dan penuh kebahagiaan bagi pengunjung muda.

Dengan campuran nostalgia, kreativitas, dan suasana pedesaan yang damai, Dagashiya Ahiru Shop menjadi destinasi yang memikat tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang rindu masa kecil. Tempat ini tidak muncul dalam panduan wisata populer maupun akun influencer luar negeri, sehingga memberikan sensasi menemukan “lokasi rahasia” yang hanya diketahui penduduk lokal. Bagi yang ingin merasakan sisi Jepang yang autentik dan jarang dijamah turis, toko ini dapat dikunjungi pada akhir pekan atau hari libur pukul 11.00–16.00, beralamat di Tomitsuka 1127-6, Kota Shiroi, Prefektur Chiba. Sebuah tujuan penuh keajaiban yang layak disimpan dalam daftar perjalanan Anda.

 

Jingle Yoghurppe Yang Menggemaskan

image

Kekuatan Jingle yang Tak Terlupakan (Image by Google)

Kekuatan sebuah jingle sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya dapat bertahan selama bertahun-tahun. Banyak orang masih mengingat “Byyyyy Mennen♫” meskipun mereka mungkin sudah lupa produk apa yang sebenarnya dijual merek tersebut. Fenomena ini menunjukkan bahwa melodi yang tepat dapat menempel kuat di ingatan, bahkan mengalahkan pesan iklan itu sendiri. Perusahaan-perusahaan Jepang memahami hal ini dengan sangat baik. Hampir setiap iklan televisi di Jepang ditutup dengan sound logo melodi satu atau dua birama yang mudah diingat dan menyebutkan nama merek atau slogan. Namun, di tengah lautan jingle seperti “Onedan ijo, Ni-to-ri♪” atau “A-ji-no-mo-to♪”, tidaklah mudah bagi sebuah merek untuk benar-benar menonjol.

Meski begitu, bukan berarti tak ada yang berhasil. Salah satu contoh yang memikat perhatian publik adalah iklan terbaru Yoghurppe, minuman asam laktat produksi Minami Nihon Rakuno Kyodo yang berbasis di Miyazaki, Kyushu. Iklan tersebut sangat singkat dan sederhana, tetapi justru itulah kekuatannya. Maskot Yoghurppe, seorang gadis muda peternak sapi perah, hanya menyanyikan satu kata “Yoghurppe!”, namun dilakukan dengan energi dan keyakinan luar biasa. Suara ceria dan penuh semangat tersebut berasal dari pengisi suara Hikari Makino, yang berhasil membawa karakter dan melodinya menjadi sangat ikonis.

image

Respons Warganet yang Menghangatkan (Image by Google)

Respon publik pun luar biasa. Setelah Minami Nihon Rakuno Kyodo mengunggah iklan tersebut di Twitter, video itu cepat viral dan meraih sekitar 10.000 suka serta memicu bermacam fan art dari para penggemarnya. Kolom komentar pun dipenuhi berbagai reaksi mulai dari pujian terhadap kualitas jingle, ungkapan jatuh cinta pada karakter sang gadis peternak, hingga keluhan bercanda dari penggemar setia yang takut Yoghurppe menjadi terlalu populer dan sulit didapat. Banyak juga yang langsung penasaran apakah minuman tersebut masih tersedia di wilayah Kanto atau hanya dijual di sekitar Kyushu.

Secara umum, Yoghurppe memang terutama diedarkan di wilayah Kyushu karena diproduksi di Prefektur Miyazaki. Namun, produk ini juga dapat ditemukan di beberapa daerah lain di Jepang dan bisa dibeli secara daring. Uniknya, meskipun merupakan minuman susu, proses produksi dan pengemasannya memungkinkan Yoghurppe bertahan pada suhu ruangan selama berbulan-bulan. Hal ini membuatnya pernah dikirim ke daerah bencana ketika pasokan susu segar sulit diperoleh. Di sisi lain, ada juga versi Yoghurppe yang dibuat di Hokkaido oleh perusahaan berbeda, tetapi produk tersebut memakai susu asal daerah tersebut sehingga rasanya sedikit tidak sama dengan versi Kyushu.

image

Bahkan iklan sederhana pun bisa meninggalkan kesan mendalam (Image by Google)

Pada akhirnya, terlepas dari apakah seseorang bisa menemukan Yoghurppe dengan mudah, setidaknya kini semua orang bisa menikmati namanya berkat jingle yang luar biasa menarik ini. Melodi “Yooooooooguruppe!” yang dinyanyikan dengan penuh semangat telah menjadi fenomena kecil yang menyenangkan, membuktikan bahwa bahkan iklan singkat sekalipun dapat meninggalkan kesan mendalam. Tidak mengherankan jika banyak orang mempertimbangkan untuk menjadikan jingle tersebut sebagai nada dering, karena ia memenuhi syarat utama jingle yang sukses: sederhana, unik, dan tak terlupakan.

 

Gempa 7,5 Guncang Jepang

image

Image by: Badan Meteorologi Jepang


Gempa dahsyat berkekuatan awal 7,5 SR mengguncang timur laut Jepang pada Senin malam, memicu peringatan tsunami untuk pesisir Hokkaido, Aomori, dan Iwate sebelum akhirnya dicabut. Gempa terjadi pukul 23.15 di lepas pantai Pasifik Aomori pada kedalaman 54 km. Peringatan ini untuk pertama kalinya diterbitkan bagi pesisir Hokkaido dan wilayah Sanriku yang membentang dari Aomori hingga Iwate dan Miyagi.

image

Para Pejabat Badan Meteorologi Jepang dan Kantor Kabinet mengadakan konferensi pers di Tokyo. 9 Desember 2025(Image by: Kyodonews.net)

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan potensi gempa susulan yang sama atau lebih besar dalam beberapa hari mendatang dan meminta masyarakat tetap siaga setidaknya selama seminggu. Area gempa berada di sepanjang palung yang pernah memicu gempa besar M9,0 tahun 2011. Tsunami setinggi 3 meter sempat diperkirakan, namun yang terpantau hanya sekitar 70 cm di Iwate. Guncangan juga terasa hingga Tokyo.

Peringatan khusus dikeluarkan karena analisis menunjukkan kekuatan gempa mencapai 7,0 SR atau lebih, dengan peluang satu banding 100 terjadinya gempa M8 atau lebih besar dalam tujuh hari. Meski begitu, pemerintah tidak meminta warga mengungsi. Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta masyarakat memantau informasi dan siap melarikan diri saat tanah kembali berguncang. Pejabat pemerintah menegaskan fokus utama adalah operasi penyelamatan.

image

Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang menjelaskan di konferensi pers, 9 Desember 2025(Image by: Kyodonews.net)

Di Aomori dan Hokkaido dilaporkan lebih dari 10 korban luka, termasuk satu kasus serius, serta sekitar 2.700 rumah mengalami pemadaman listrik. Tidak ditemukan anomali pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Hokkaido, Aomori, Miyagi, maupun Fukushima, serta fasilitas pemrosesan ulang di Rokkasho. Layanan Tohoku Shinkansen antara Fukushima dan Shin-Aomori dihentikan, dengan satu kereta membawa 94 penumpang sempat terdampar.

Warga yang terbangun akibat gempa tengah malam menggambarkan guncangan kuat yang berlangsung lama di tengah suhu di bawah nol. Beberapa warga mengungsi ke dataran tinggi meski menghadapi ketakutan dan kondisi dingin. Di Kuji, kaca mobil evakuasi dipenuhi es, sementara kantor Berita Kyodo di Hakodate mengalami kerusakan dengan rak buku terbalik dan dokumen berserakan.

 

Libur Natal Marugame Seimen

image

Malam Natal Libur untuk Karyawan (Image by SoraNews24)

Marugame Family Night diperuntukkan bagi keluarga para karyawan Marugame, bukan pelanggan. Jaringan restoran mi Jepang Marugame Seimen, atau Marugame Udon, mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan Marugame Family Night pada akhir bulan ini. Dari namanya, banyak orang mungkin mengira ini adalah promosi khusus untuk keluarga pelanggan, seperti layanan makan anak gratis atau diskon untuk rombongan. Namun, tujuan acara ini justru berbeda dari dugaan tersebut.

Alih-alih menarik pelanggan, Marugame Family Night ditujukan untuk memberikan waktu libur kepada para karyawan agar dapat menghabiskan malam bersama keluarga dan orang terkasih. Karena itu, tidak akan ada pelanggan yang makan di restoran pada malam tersebut. Malam Keluarga Marugame ini bertepatan dengan Malam Natal, yaitu 24 Desember. Pada hari itu, cabang Marugame tetap buka untuk makan siang seperti biasa, namun tutup lebih awal pada pukul 15.30.

Meskipun Malam Natal telah lama dikenal sebagai malam kencan di Jepang, kebiasaan merayakan Natal bersama keluarga dan teman semakin populer. Marugame menilai bahwa karyawannya akan lebih bahagia menghabiskan waktu dengan bertukar hadiah, menikmati kue Natal, atau sekadar bersantai, daripada bekerja melayani pelanggan. Langkah ini juga merupakan bagian dari program Happiness Capital Management yang diperkenalkan oleh perusahaan induk Marugame, Toridoll Holdings, untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional para karyawan.

image

鴨ねぎうどん (Image by SoraNews24)

Beberapa komentar warganet yang sinis menyebut bahwa banyak cabang Marugame memang tidak terlalu ramai pada Malam Natal, karena masyarakat Jepang cenderung memilih hidangan Barat atau ayam goreng pada tanggal 24 Desember. Dengan demikian, keputusan ini juga menguntungkan perusahaan dalam hal pengurangan limbah makanan dan penghematan biaya operasional. Meski begitu, karyawan tetap mendapatkan manfaat berupa libur malam itu, terlepas dari keuntungan bisnis yang mungkin didapat perusahaan.

Selain itu, seorang komentator bercanda bahwa ia merasa rencananya untuk makan udon sendirian pada Malam Natal menjadi kacau karena Marugame tutup lebih awal. Namun, pihak restoran menyebutkan bahwa beberapa cabang mungkin tetap buka, sehingga ia masih bisa mencari cabang lain jika ingin tetap menjalankan rencana tersebut. Bagi kebanyakan orang, mereka harus mencari tempat makan lain selain Marugame pada malam itu.

 

Pecinan Yokohama Tetap Ramai

image

Imbauan Tiongkok Tak Pengaruhi Kunjungan (Images by SoraNews24)

Pemerintah Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan imbauan agar warganya tidak bepergian ke Jepang, dan pernyataan ini semakin ditekankan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Tokyo. Untuk melihat dampaknya secara langsung, reporter SoraNews24, Tuan Sato, memutuskan mengunjungi salah satu kawasan yang paling sering dikunjungi wisatawan Tiongkok, yaitu Pecinan Yokohama. Kawasan tersebut dikenal sebagai Pecinan terbesar di Jepang dan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun internasional.

Perjalanan menuju Pecinan Yokohama memakan waktu sekitar 45 menit dari pusat kota Tokyo. Dalam perjalanan, Tuan Sato memikirkan berbagai jenis wisatawan yang biasanya datang ke sana, mulai dari pengunjung Jepang hingga wisatawan mancanegara. Berkat lokasinya yang berdekatan dengan area populer seperti Yamashita Park dan Motomachi, kawasan ini hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan para turis.

Setibanya di Stasiun Motomachi Chukagai, ia langsung melihat banyak iklan restoran, salah satunya Hotenkaku yang terkenal dengan xiaolongbao dan antreannya yang panjang. Walau baru pukul 11 pagi di hari kerja, suasana di sekitar stasiun sudah tampak hidup. Banyak orang berjalan sambil memilih restoran untuk makan siang.

Saat memasuki jalan utama Pecinan, Tuan Sato merasakan suasana yang semakin meriah. Kerumunan orang mulai bertambah, dan ia mendengar beberapa pengunjung berbicara dalam bahasa Mandarin. Tidak jelas apakah mereka wisatawan dari Tiongkok atau warga lokal keturunan Tionghoa, namun suasananya terasa tak jauh berbeda dengan sebelum imbauan perjalanan dikeluarkan.

 

Semakin dekat waktu makan siang, semakin banyak orang berdatangan. Ia juga melihat rombongan anak-anak sekolah Jepang yang sedang melakukan kunjungan edukasi. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut tetap menjadi tempat favorit untuk berbagai aktivitas.

image

Chinatown Yokohama tetap ramai (Images by SoraNews24)

Tuan Sato kemudian menuju Hotenkaku cabang utama, yang memang dipadati pembeli. Namun, ia menemukan cabang kedua yang letaknya lebih tersembunyi dan hampir tidak ada antrean. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk menikmati empat butir xiaolongbao panas yang lezat.

Selain Hotenkaku, restoran lain juga tampak dipenuhi pelanggan. Jogenro, restoran bergaya Shanghai, bahkan sudah memiliki kerumunan pengunjung sebelum jam operasionalnya dimulai. Suasananya benar-benar sibuk, seolah tidak terpengaruh isu diplomatik apa pun.

Restoran lain seperti Shatenki juga menunjukkan antrean panjang di luar pintu. Dengan ciri khas papan nama bergambar Sinterklas, restoran ini terlihat menonjol dan menarik perhatian banyak orang yang ingin menikmati bubur nasi khasnya. Tuan Sato mencatat bahwa keramaian ini hampir sama seperti biasanya.

Dari kunjungan tersebut, sulit bagi Tuan Sato untuk memastikan apakah jumlah wisatawan Tiongkok benar-benar menurun. Namun, satu hal jelas: wisatawan Jepang tetap berbondong-bondong datang ke Pecinan. Bagi mereka, kelezatan kuliner dan suasana meriah tampaknya jauh lebih penting daripada perkembangan politik.

 

Pada akhirnya, kunjungan ini menunjukkan bahwa ketegangan diplomatik tidak selalu berdampak pada hubungan antarmasyarakat. Meskipun pemerintah dapat berselisih, masyarakat tetap memilih hal-hal yang menyatukan mereka—dan di Pecinan Yokohama, jawabannya adalah makanan lezat seperti xiaolongbao.

 

Mie Rasa Misteri Muncul Lagi.

Saat mulai menyantap Mie Gelas, tentu saja Anda ingin menikmati ramen. Namun ada satu hal lain yang membuat para penggemar semakin bersemangat: daging misterius yang menjadi ciri khas Cup Noodle.

“Daging misteri” adalah sebutan dari produsen mi instan Cup Noodle, Nissin, untuk potongan kecil daging berbentuk kubus yang mengapung di dalam kuah mi instan paling populer di Jepang. Besarnya kecintaan publik terhadap daging misteri ini terlihat pada 2018 lalu, ketika Nissin mengunggah foto mangkuk nasi berisi daging misteri di media sosial. Unggahan tersebut langsung memicu permintaan agar produk itu benar-benar dirilis. Menanggapi antusiasme tersebut, Nissin kemudian menghadirkan Mangkuk Daging Misteri dalam jumlah terbatas untuk lini Cup Meshi, dan seluruh 10.000 unitnya ludes hanya dalam 1,6 detik.

Kini, Nissin kembali menjawab permintaan penggemar. Di bulan ini, Mystery Meat kembali hadir dalam jajaran Cup Meshi, dan untuk pertama kalinya tidak hanya tersedia secara daring, tetapi juga dijual di supermarket dan minimarket di seluruh Jepang.

Cara penyajiannya pun sama seperti ramen instan biasa. Cukup tuangkan air panas ke dalam cup, aduk, dan tunggu lima menit hingga matang. Setelah bumbu ditambahkan, sajian ini berubah menjadi hidangan berkuah seperti sup yang mengenyangkan. Rasa kaldu Kanzen Meshi Mystery Meat Bowl dikatakan mirip dengan kaldu ramen Cup Noodle—memiliki sentuhan lada hitam dan kecap yang kuat—ditambah sensasi gurih ekstra dari potongan daging misteri yang berlimpah.

Kanzen Meshi Mystery Meat Bowl mulai dijual pada 8 Desember dengan harga 398 yen (US$2,65). Nissin belum mengumumkan apakah produk ini akan dibatasi jumlahnya seperti sebelumnya, namun melihat tingginya permintaan selama tujuh tahun terakhir, persediaannya diperkirakan akan cepat habis di setiap toko.

Sistem Baru Kartu MyNumber

image

Pemerintah Jepang Resmi Terapkan Sistem Baru My Number (Image by Google)

Pemerintah Jepang resmi meluncurkan sistem identifikasi asuransi kesehatan berbasis Kartu My Number sebagai langkah besar dalam transformasi digital layanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Sistem baru ini dirancang untuk menyatukan data identitas individu dengan informasi asuransi kesehatan, sehingga proses administrasi di fasilitas medis menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Pemerintah menilai bahwa digitalisasi ini penting untuk menghadapi tantangan demografis Jepang yang semakin menua serta kebutuhan efisiensi dalam sistem kesehatan nasional.

image

Pada Sistem Baru Untuk Klaim Asuransi Wajib Menunjukkan Kartu My Number (Image by Google)

Mulai Selasa (02/12/2025), seluruh peserta asuransi kesehatan diwajibkan menunjukkan Kartu My Number yang telah didaftarkan sebagai sertifikat asuransi ketika berkunjung ke rumah sakit, klinik, atau apotek. Masyarakat dapat mendaftarkan kartu mereka melalui tiga metode, yakni di fasilitas medis atau apotek yang bekerja sama, melalui ATM Seven Bank, atau melalui portal resmi pemerintah, Mynaportal. Opsi pendaftaran yang beragam ini disediakan agar masyarakat dapat beralih ke sistem baru dengan lebih mudah dan cepat.

Bagi warga yang belum melakukan transisi, pemerintah telah mengeluarkan Sertifikat Kelayakan Asuransi Kesehatan sebagai alternatif. Sertifikat ini memiliki masa berlaku hingga lima tahun, memberikan waktu tambahan bagi mereka yang masih beradaptasi. Meskipun kartu asuransi lama sudah kedaluwarsa pada Senin (01/12/2025), pemerintah tetap mengizinkan penggunaannya hingga akhir Maret 2026. Kebijakan transisi ini diambil untuk mencegah kebingungan dan antrean panjang di rumah sakit maupun apotek selama tahap awal implementasi sistem baru.

image

Dengan Adanya Sistem Baru Diharapkan Dapat Memberikan Dampak Yang Baik (Image by Google)

Hingga Oktober 2025, tercatat sekitar 87,3 juta Kartu My Number telah terintegrasi dengan data asuransi kesehatan, setara dengan hampir 87 persen dari seluruh pemegang kartu tersebut. Namun, tingkat penggunaannya di lapangan baru mencapai sekitar 37 persen, menandakan masih adanya kesenjangan antara pendaftaran dan pemanfaatan nyata. Pemerintah dan Kementerian Kesehatan berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat melalui kampanye edukasi serta peningkatan infrastruktur di fasilitas kesehatan.

Salah satu manfaat utama dari integrasi ini adalah kemampuan untuk berbagi informasi resep secara otomatis antar rumah sakit dan apotek, tentunya dengan persetujuan pasien. Fitur ini diyakini dapat mencegah terjadinya duplikasi obat, kesalahan dosis, dan risiko interaksi obat yang berbahaya. Selain itu, dokter dapat mengakses riwayat kesehatan pasien dengan lebih cepat, sehingga kualitas diagnosis dan perawatan dapat meningkat. Pemerintah berharap implementasi menyeluruh sistem My Number ini akan menciptakan layanan kesehatan publik yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jepang.

Restoran Mi Tanpa Awak Ueno

image

Mie Tanpa Awak Di Ueno (Image by SoraNews24)

Berjalan hingga ke ujung peron di Stasiun Ueno, Tokyo, ternyata bisa menghadirkan pengalaman kuliner yang tak terduga. Di Jepang, rasa lapar dan perjalanan tidak pernah menjadi masalah, karena hampir setiap stasiun menyediakan berbagai pilihan makanan di dalam area gerbang tiket. Salah satu yang paling ikonik adalah kedai mi soba di peron, tempat juru masak cepat saji menyiapkan semangkuk mi hangat hanya dalam beberapa menit, sempurna bagi para penumpang yang harus buru-buru mengejar kereta.

Salah satu kedai paling terkenal di Ueno adalah Sotei, yang terletak di tengah peron Joban Line, antara jalur 11 dan 12. Dengan sekitar setengah juta orang melintasi stasiun setiap hari, Sotei bukanlah satu-satunya pilihan. Bahkan di peron yang sama, terdapat beberapa kedai soba lainnya, membuktikan bahwa mi soba adalah favorit para penumpang Tokyo yang mencari makan cepat tanpa mengorbankan rasa.

image

Jika Anda bersedia berjalan lebih jauh hingga ujung peron, Anda akan menemukan Self Eki Soba, yang berarti “Soba Stasiun Mandiri”. Kedai ini menawarkan konsep unik: pelayanan yang mandiri dan menu yang sedikit berbeda dari Sotei, meski sama-sama menyajikan soba. Keberadaan dua kedai soba di satu peron mungkin jarang ditemui, tetapi di Ueno, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin mengeksplorasi rasa dan pengalaman makan yang berbeda dalam satu lokasi. Yang membuat Self Eki Soba menonjol adalah sentuhan kreatif pada rasa kuahnya. Salah satu bahan unik yang digunakan adalah yuzu kosho, pasta pedas dari perpaduan jeruk yuzu dan cabai. Aroma citrus yang segar berpadu dengan rasa pedas yang hangat, menghadirkan sensasi berbeda dari soba peron biasa. Setiap tegukan kuahnya terasa menggoda, memberikan pengalaman kuliner yang sederhana namun memikat bagi siapa saja yang lewat. Selain rasa, kebersihan dan kenyamanan kedai juga patut diapresiasi. Interiornya rapi dan bersih, berkat kombinasi petugas yang rutin membersihkan serta kesadaran pelanggan untuk menjaga kerapian. Dengan rasa autentik, konsep unik, dan pengalaman bersantap yang cepat namun menyenangkan, Self Eki Soba menjadi alasan yang sempurna untuk berjalan sampai ke ujung peron dan menikmati sisi lain dari kehidupan stasiun Tokyo yang sibuk.

Jam Stasiun Kereta Jepang Dijual

image

Jam peron JR East kini bisa kamu bawa pulang (Image by SoraNews24)

Dilengkapi dengan alarm bel keberangkatan khas stasiun, jam stasiun kereta Jepang ini menjadi cara unik untuk bangun pagi seolah Anda sedang menunggu kereta berangkat. Jam ini terinspirasi dari jam peron di stasiun-stasiun yang dioperasikan oleh East Japan Railway (JR East), yang terkenal dengan desain pelat jam berwarna kuning-hijau neon yang tampak berpendar. Suara dan tampilannya begitu ikonis sehingga banyak penggemar kereta Jepang menganggapnya sebagai simbol khas perjalanan sehari-hari di negeri tersebut.

image

Jam ikonik tersebut setia menyapa para penumpang setiap harinya (Image by SoraNews24)

Takarajimasha, perusahaan penerbitan asal Tokyo yang dikenal sebagai spesialis “mook” atau “buku majalah”, merilis versi miniatur jam stasiun ini sebagai bagian dari produk eksklusif mereka. Berbeda dengan majalah biasa, mook hadir dalam bentuk paket kardus yang berisi produk premium, disertai selebaran mengilap yang memuat informasi lengkap seputar barang tersebut. Untuk rilisan kali ini, mereka mereproduksi jam stasiun JR East dengan ketelitian yang luar biasa tinggi.

image

Hadir dengan desain yang akurat, persis seperti aslinya (Image by SoraNews24)

Jam ini hadir dengan berbagai detail autentik, mulai dari logo JR East yang familiar, pelat jam yang tampak berpendar, hingga jarum jam dengan bentuk khas yang identik dengan jam peron aslinya. Bahkan bingkai jam direplikasi sedemikian rupa agar sesuai dengan desain aslinya. Dengan lebar 13,4 sentimeter, tinggi 10 sentimeter, dan ketebalan 4,1 sentimeter, jam ini berukuran ideal untuk ditempatkan di meja kerja maupun meja samping tempat tidur.

image

Takarajima, sebagai produsen benar benar memperhatikan detail produk rilisan terbarunya (Image by SoraNews24)

Tidak hanya tampilannya yang memukau, kualitas suaranya juga diperhatikan dengan serius. Alarm jam ini dibuat oleh Eiraku Electric, perusahaan Jepang yang telah beroperasi selama 75 tahun. Terdapat dua jenis nada alarm tinggi dan rendah yang bisa dipilih. Selain itu, tersedia pula dua pilihan “suara bel keberangkatan kereta sungguhan” yang dapat diaktifkan dengan menekan tombol, memberikan sensasi seolah-olah Anda benar-benar berada di peron JR East.

image

Siap dirilis pada 14 Januari mendatang, persiapkan dirimu dan jangan sampai kehabisan ya (Image by SoraNews24)

Jam ini juga dilengkapi dengan lubang pengait di bagian belakang, sehingga dapat digantung di dinding. Ketika dipasang sedikit lebih tinggi dari pandangan mata, jam ini memberikan ilusi visual yang membuat Anda merasa sedang menatap jam peron di stasiun sebenarnya. Perpaduan desain autentik dan suara khas stasiun menjadikannya koleksi sempurna bagi para penggemar kereta api Jepang. "Buku Jam Stasiun Hijau JR East" akan dirilis pada 14 Januari dengan harga 3.422 yen (sekitar US$21,88). Mengingat tingginya minat dan kemungkinan pre-order yang cepat habis, pembeli disarankan untuk segera mengamankan pesanan melalui situs ritel seperti Takarajimasha, Rakuten Books, Amazon Jepang, dan Yodobashi sebelum stoknya lenyap dari pasaran.

Influenza Di Jepang Makin Parah

image

Kasus Influenza Naik Dengan Tajam, Anak anak paling banyak terkena Dampaknya (Image by Google)

Kasus influenza di Jepang mengalami lonjakan tajam dan lebih cepat dibandingkan musim sebelumnya, dengan anak-anak menjadi kelompok paling terdampak. Institut Ketahanan Kesehatan Jepang melaporkan bahwa sebanyak 196.895 kasus influenza terdeteksi oleh sekitar 3.000 institusi medis selama sepekan hingga 23 November. Lonjakan ini menunjukkan peningkatan 1,35 kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya, menandai percepatan penyebaran virus yang dinilai tidak biasa untuk periode ini. Para ahli melihat tren ini sebagai indikasi bahwa musim flu tahun ini berpotensi lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya.

image

Kenaikan Angka kasus tahun ini melampaui angka tahun lalu, Pemerintah ambil tindakan cepat (Image by Google)

Rata-rata kasus per institusi medis kini mencapai 51,12, angka yang untuk pertama kalinya menembus 50 pada musim influenza kali ini. Lonjakan tersebut terjadi sekitar satu bulan lebih awal dibandingkan tahun lalu, menunjukkan bahwa virus mulai menyebar secara luas lebih cepat dari perkiraan. Kenaikan signifikan ini juga memperlihatkan pola penyebaran yang lebih intensif di daerah perkotaan, di mana interaksi masyarakat cenderung lebih tinggi. Situasi ini membuat otoritas kesehatan meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pemantauan terhadap fasilitas kesehatan.

Menurut data Kementerian Kesehatan Jepang, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Dalam pekan hingga 9 November, sekitar 80 persen dari 84.183 kasus influenza melibatkan warga berusia di bawah 20 tahun. Sekolah, taman kanak-kanak, serta pusat penitipan anak menjadi lokasi yang paling mudah terjadi penularan. Aktivitas belajar kelompok, kontak dekat, serta ventilasi ruangan yang kurang optimal disebut menjadi faktor utama penyebaran di kalangan pelajar. Kondisi ini membuat sejumlah sekolah mulai mempertimbangkan pembatasan kelas atau penyesuaian kegiatan.

image

Himbauan untuk segera melakukan tindakan pencegahan serta Vaksinasi bagi anak anak (Image by Google)

Saito Akihiko, Kepala Perhimpunan Penyakit Menular Anak Jepang sekaligus profesor pediatri di Universitas Niigata, menyampaikan bahwa beban pada fasilitas kesehatan anak semakin meningkat. Beberapa rumah sakit di Tokyo dan Prefektur Saitama telah melaporkan kekurangan ranjang untuk pasien anak akibat meningkatnya kasus yang memerlukan perawatan intensif. Selain itu, sejumlah pasien anak mengalami komplikasi serius, termasuk ensefalopati, yang dapat mengakibatkan penurunan kesadaran dan membutuhkan penanganan segera. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa layanan kesehatan anak dapat kewalahan jika tren kenaikan terus berlanjut.

Untuk mencegah kondisi semakin memburuk, Saito menyerukan agar sekolah dan masyarakat meningkatkan langkah-langkah pencegahan. Ia menekankan pentingnya ventilasi yang baik di ruang kelas, penggunaan masker di tempat ramai, serta kebiasaan mencuci tangan secara rutin. Vaksinasi juga dianjurkan untuk anak-anak dan kelompok rentan lainnya guna mengurangi risiko komplikasi berat. Pemerintah daerah diminta memperkuat kampanye kesehatan masyarakat, sementara keluarga dihimbau untuk lebih waspada terhadap gejala influenza dan segera mencari pertolongan medis bila terjadi perburukan.