Udonuts Dragon Ball (Image by: soranews24.com)
Kolaborasi antara Marugame Seimen dan Dragon Ball menjadi salah satu kampanye kuliner paling menarik di Jepang tahun ini. Dengan mengangkat simbol kura-kura khas pada nama “Marugame” yang selaras dengan lambang di pakaian Son Goku, kolaborasi ini terasa bukan sekadar promosi, tetapi seperti pertemuan dua identitas yang memang sudah “ditakdirkan” cocok sejak awal.
Program ini resmi dimulai pada 3 Maret dan langsung menarik perhatian publik, terutama penggemar anime dan pelanggan setia restoran. Tidak hanya menghadirkan menu baru, kolaborasi ini juga menyuguhkan pengalaman tematik yang kuat mulai dari visual, kemasan, hingga konsep makanan yang terinspirasi langsung dari dunia Dragon Ball. Ini membuat pengunjung merasa seolah-olah mereka sedang “masuk” ke dalam cerita, bukan sekadar makan di restoran.
Salah satu menu utama yang menjadi sorotan adalah tempura Kacang Senzu. Dalam cerita Dragon Ball, kacang ini dikenal sebagai item penyembuh yang mampu memulihkan energi secara instan. Di versi nyata, makanan ini dikemas dengan ilustrasi Yajirobe, karakter yang dikenal sebagai penjaga kacang Senzu, serta gambar Gohan bersama Goku, menciptakan daya tarik koleksi bagi penggemar.
Kacang Senzu di dunia nyata sebenarnya adalah edamame yang digoreng (Image by: soranews24.com)
Ketika dibuka, isi kacang Senzu ini ternyata berupa edamame goreng tepung tempura. Meski tidak memiliki kekuatan super seperti di anime, cita rasa yang dihadirkan justru menjadi keunggulan utama. Perpaduan antara rasa alami edamame yang ringan dengan lapisan tempura yang renyah menghasilkan sensasi makan yang unik. Bahkan, banyak yang merasa camilan ini lebih cocok sebagai “comfort food” dibanding sekadar gimmick kolaborasi.
Tidak kalah menarik adalah Dragon Ball Udonuts, yang menghadirkan reinterpretasi kreatif dari bola naga legendaris. Dibuat dari adonan udon, camilan ini memiliki tekstur kenyal khas yang berbeda dari donat biasa. Lapisan cokelat oranye yang cerah membuat tampilannya menyerupai Dragon Ball, sementara tambahan permen kecil berbentuk bintang memungkinkan pembeli untuk menghias sendiri sebelum difoto sebuah detail kecil yang sangat efektif untuk menarik perhatian di media sosial.
Dari sisi strategi, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana brand makanan dapat memanfaatkan kekuatan budaya pop untuk meningkatkan daya tarik. Bukan hanya menjual rasa, Marugame Seimen juga menjual pengalaman, nostalgia, dan interaksi visual. Hal ini terlihat dari antusiasme pelanggan yang tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga untuk berfoto dan membagikan pengalaman mereka secara online.
Perlu dicatat bahwa menu tempura Kacang Senzu hanya tersedia dalam waktu terbatas hingga 16 Maret, sebelum digantikan oleh menu baru bertema Spirit Bomb Rice Ball yang juga terinspirasi dari jurus ikonik di Dragon Ball. Sementara itu, Dragon Ball Udonuts memiliki periode penjualan lebih panjang hingga 6 April, memberi kesempatan lebih luas bagi pengunjung untuk mencoba dan menikmati kolaborasi unik ini sebelum berakhir.