Tsukuba Terima Sopir Asing
image

Foto Wataketiya Walawwe Kavinda yang sedang bekerja sebagai driver bus (Image by: Japannews.yomiuri.co.jp

Di tengah kekurangan tenaga kerja yang semakin terasa di sektor transportasi Jepang, seorang sopir bus asing pertama di Prefektur Ibaraki mulai bekerja di Kota Tsukuba pada Februari lalu dengan status visa Pekerja Terampil Tertentu (Specified Skilled Worker). Ia kini bertugas mengemudikan bus sekolah yang mengantar dan menjemput siswa setiap hari. Kehadirannya tidak hanya membantu operasional perusahaan, tetapi juga menjadi contoh baru bagi perekrutan tenaga kerja asing di industri transportasi Jepang.

Sopir tersebut adalah Wataketiya Walawwe Kavinda Bandara Senevirathna, pria asal Sri Lanka yang datang ke Jepang pada tahun 2023 sebagai mahasiswa di sekolah bahasa Jepang yang dioperasikan oleh perusahaan bus Jyonan Kotsu. Di negara asalnya, ia memiliki pengalaman sebagai pengemudi truk berat. Pengalaman tersebut membuatnya bercita-cita untuk tetap bekerja di bidang transportasi ketika berada di Jepang.

Kesempatan itu baru terbuka pada tahun 2024 ketika pemerintah Jepang menambahkan sektor transportasi otomotif—termasuk pengemudi bus—ke dalam kategori visa Pekerja Terampil Tertentu Kategori I. Kebijakan ini diterapkan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang semakin parah di industri transportasi, sekaligus membuka peluang bagi warga negara asing untuk bekerja sebagai pengemudi kendaraan komersial di Jepang.

image

Ilustrasi Foto bus yang ada di Ibaraki, tepatnya di kota Tsukuba (Image by: Japantravel.navitime.com)

Setelah lulus dari sekolah bahasa Jepang pada Juni 2025, Kavinda direkrut oleh Jyonan Kotsu dan mulai mempersiapkan diri untuk menjadi sopir bus. Ia harus memperoleh SIM kendaraan besar Kelas 2 yang menjadi syarat untuk mengemudikan kendaraan komersial seperti bus. Selain itu, ia juga perlu mengurus perubahan status visanya agar dapat bekerja secara resmi di sektor tersebut.

Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mempelajari karakter kanji yang digunakan dalam rambu lalu lintas dan berbagai dokumen kerja. Untuk membantu proses tersebut, rekan kerjanya, Chiaki Nidaira, turut mendampingi dengan menjelaskan arti kanji agar lebih mudah dipahami. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Kavinda berhasil lulus ujian SIM pada September 2025 dan memperoleh status visa Pekerja Terampil Tertentu pada akhir tahun yang sama.

Setelah menjalani pelatihan mengemudi bersama pengemudi senior di rute sebenarnya, ia mulai mengemudikan bus sekolah secara mandiri pada Februari. Kepribadiannya yang ramah membuatnya cepat disukai oleh para siswa yang menjadi penumpangnya setiap hari. Sementara itu, perusahaan Jyonan Kotsu berharap perekrutan pengemudi asing seperti Kavinda dapat membantu mengatasi kekurangan sopir, terutama karena usia rata-rata pengemudi mereka saat ini telah mencapai sekitar 58 tahun.