Jepang Kembangkan Plastik yang Terurai di Laut

berapa-lama-sampah-plastik-dapat-terurai-sepenuhnya-ZrZRiikSSu

Image by Google.com

Sebuah tim peneliti Jepang telah mengembangkan jenis plastik inovatif yang dapat terurai secara alami di air laut, sebagai solusi untuk mengurangi polusi lingkungan dan penumpukan sampah plastik di lautan. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal "Science" edisi Jumat, yang memaparkan hasil kolaborasi antara lembaga penelitian sains nasional RIKEN dan Universitas Tokyo. Plastik baru ini memiliki potensi besar untuk menggantikan plastik konvensional yang selama ini menjadi penyebab utama polusi plastik di lautan dan lingkungan. Dengan temuan ini, para peneliti berharap dapat mengurangi dampak buruk dari polusi plastik yang telah mengancam kehidupan laut dan ekosistem secara keseluruhan.

Plastik yang dikembangkan oleh tim peneliti ini diberi nama plastik "supramolekul" dan memiliki beberapa keunggulan signifikan dibandingkan plastik berbasis minyak bumi yang umum digunakan saat ini. Salah satu keunggulan utama plastik supramolekul adalah kemampuannya untuk memiliki kekuatan tarik yang setara dengan plastik konvensional, namun dengan sifat yang lebih ramah lingkungan. Plastik ini juga dapat diproses dengan cara yang serupa dengan plastik berbasis minyak bumi, memungkinkan penerapan teknologi yang ada untuk menghasilkan produk baru yang lebih berkelanjutan.

Uniknya, plastik supramolekul ini terbuat dari monomer yang sering digunakan dalam bahan tambahan makanan dan dibuat dari bahan organik. Proses pembuatan plastik ini melibatkan pencampuran bahan-bahan tersebut dalam air, yang kemudian menghasilkan dua lapisan yang berbeda. Salah satu lapisan tersebut dapat didehidrasi untuk menghasilkan bahan yang ramah lingkungan. Dengan penggunaan bahan-bahan organik yang lebih mudah terurai, plastik ini menawarkan solusi jangka panjang untuk masalah polusi plastik yang sulit terurai di alam.

Takuzo Aida, direktur Pusat Ilmu Materi yang Muncul di RIKEN, menjelaskan bahwa air garam dapat mempercepat proses disosiasi plastik ini menjadi monomer asli, yang kemudian terurai lebih lanjut karena aktivitas bakteri yang terdapat di laut atau tanah. Proses alami ini memungkinkan plastik untuk terurai lebih cepat dibandingkan dengan plastik tradisional yang memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai. Dengan demikian, plastik supramolekul memiliki potensi besar untuk mengurangi akumulasi sampah plastik di lautan yang saat ini menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan laut.

Selain sifat terurai yang ramah lingkungan, plastik supramolekul juga memiliki karakteristik lain yang menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi industri. Plastik ini tidak hanya dapat didaur ulang, tetapi juga tidak mudah terbakar, yang menjadikannya bahan yang aman dan efisien untuk digunakan dalam komponen mesin presisi, perekat dalam arsitektur, dan kemungkinan aplikasi lainnya. Peneliti juga sedang mengembangkan potensi aplikasi lebih lanjut, termasuk kemampuan untuk membuat plastik ini menjadi anti air, yang dapat memperluas penggunaannya di berbagai sektor industri dan komersial.

Masalah penumpukan sampah plastik di lautan sudah menjadi perhatian global, karena sebagian besar plastik yang digunakan untuk pengemasan dan keperluan lainnya tidak terurai secara alami setelah dibuang. Akibatnya, sampah plastik mengotori lautan dan membahayakan kehidupan laut, mulai dari mikroplastik hingga ancaman terhadap hewan yang mengonsumsinya. Dengan penemuan plastik supramolekul yang dapat terurai secara alami, harapan untuk mengurangi dampak negatif polusi plastik semakin nyata. Plastik ini tidak hanya memberikan alternatif yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi mengubah cara industri dan konsumen dalam memandang penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.


Indahnya Taman Nasional Nikko

Nikko_National_Park_3

Image by Gaijinpot.com

Taman Nasional Nikko terletak di tiga prefektur Jepang: Gunma, Tochigi, dan Fukushima. Destinasi ini sempurna untuk perjalanan sehari dari Tokyo, menawarkan paduan alam yang indah dan kekayaan budaya yang mendalam. Didirikan pada tahun 1934, Taman Nasional Nikko dikenal sebagai salah satu taman nasional terindah di Jepang, dan sepanjang abad ke-20, taman ini terus berkembang, menambahkan banyak permata alam dan budaya yang kini menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.

Taman ini mencakup hampir 115.000 hektar, dengan sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan. Beberapa puncak gunung yang paling terkenal di kawasan ini termasuk Gunung Shirane, Gunung Nantai, dan Gunung Nasu. Di antara gunung-gunung ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai bentang alam yang mempesona, mulai dari lembah yang hijau, rawa yang tenang, danau yang jernih, hingga hutan yang rimbun. Hutan Nasu Heisei-no-Mori, yang terletak di kaki Gunung Nasu, berada di atas lahan bekas vila kekaisaran, dan kini menjadi tempat yang sempurna untuk berjalan-jalan di tengah hutan pohon birch yang menyejukkan.

nikko_forest_of_heisei_nasu_gg4nt5

Image by Gaijinpot.com

Di dekat Gunung Nantai, pengunjung dapat mengagumi keindahan Air Terjun Kegon yang megah, dengan ketinggian mencapai 97 meter, serta kawasan Danau Chuzenji yang menambah pesona alam Nikko. Selain keindahan alamnya, Taman Nasional Nikko juga dikenal dengan warisan budaya yang kaya. Di sini, terdapat beberapa situs yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, salah satunya adalah Kuil dan Pura Nikko. Kuil Nikko Toshogu adalah yang paling terkenal, dibangun untuk menghormati roh Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa yang menandai dimulainya periode Edo (1603-1868).

The Kegon Falls (Kegon-no-taki, 華厳の滝) near Nikko, Japan surrounded by autumn colours.

Image by Gaijinpot.com

Salah satu sorotan utama Taman Nasional Nikko adalah keindahan musim gugur yang memukau. Dengan berbagai medan yang luar biasa, taman ini menawarkan banyak lokasi untuk menikmati perubahan warna daun. Kunjungi Kuil Rinnoji, salah satu Kuil dan Pura Warisan Dunia UNESCO di Nikko, dan nikmati jalan-jalan santai di taman tradisional Jepang. Pada paruh pertama bulan November, pohon-pohon di sekitar kuil berubah menjadi merah menyala, dan jika Anda datang setelah matahari terbenam, Anda akan disuguhkan pemandangan cahaya yang menciptakan suasana yang sangat memukau.

M_00428_002

Image by Gaijinpot.com

Bagi pecinta alam, Ngarai Shiobara menawarkan pemandangan pohon maple Jepang yang menakjubkan, terutama pada musim gugur. Untuk pemandangan terbaik, jangan lewatkan Momijidani Otsuribashi, sebuah jembatan gantung sepanjang 320 meter yang memberikan pemandangan dedaunan musim gugur yang luar biasa, dengan pantulan warna-warnanya yang indah di permukaan danau di bawahnya. Selain itu, Dataran Tinggi Odashirogahara juga memiliki pesona tersendiri di musim gugur. Di sini, pohon ek Jepang berubah menjadi kuning, sementara rumput momiji (rumput musim gugur) mengubah ladang menjadi lautan warna kuning dan merah, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan tak terlupakan. Keindahan alam yang ditawarkan Taman Nasional Nikko, terutama di musim gugur, menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata alam terbaik di Jepang.


caption

Image by Gaijinpot.com

Fuji Yama Adopsi Sistem Tram China

Pemerintah Jepang berencana mengadopsi sistem tram tanpa rel berbasis ban karet yang telah diterapkan oleh perusahaan China, CRRC, untuk mengangkut pendaki Gunung Fuji. Langkah ini bertujuan mengurangi jejak karbon dan mengatasi masalah kepadatan wisatawan, menurut sumber yang mengetahui langsung rencana tersebut. Sistem tram ini dirancang menggantikan rencana sebelumnya yang mengusulkan pembangunan sistem kereta dari kaki gunung ke stasiun pendakian kelima Jalur Yoshida.

Usulan awal tersebut ditolak karena dinilai berdampak buruk terhadap lingkungan mengingat kereta menghasilkan waste yang tinggi dan memiliki biaya tinggi. Prefektur Yamanashi, yang menjadi rumah bagi jalur pendakian paling populer di Gunung Fuji, akan segera mengumumkan rencana tersebut. Sistem tram ini dirancang menggunakan teknologi Autonomous Rapid Transit dari CRRC yang menggunakan penanda magnetik di jalan dan dapat dioperasikan secara otomatis tanpa pengemudi.

Gunung Fuji, yang berada di perbatasan Prefektur Yamanashi dan Shizuoka, telah menjadi daya tarik wisata utama di Jepang. Namun, lonjakan jumlah kendaraan wisata yang menuju stasiun pendakian kelima serta kepadatan pendaki di jalur gunung telah memunculkan masalah polusi dan kerusakan lingkungan. Sebagai situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2013, Gunung Fuji diharuskan untuk mengurangi dampak lingkungan dari wisatawan, mengatasi kepadatan, dan memperbaiki lanskap buatan manusia, seperti area parkir besar yang dibangun untuk menampung pengunjung.

Rencana baru ini juga disebut dapat memangkas biaya proyek hingga 40% dibandingkan estimasi biaya sistem kereta ringan sebesar 140 miliar yen (sekitar Rp13,2 triliun). Prefektur Yamanashi juga berencana menggunakan hidrogen lokal untuk menggerakkan tram ini, memberikan solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Sistem transportasi ini akan memanfaatkan jalan tol Fuji Subaru Line yang sudah ada, sambil melarang akses kendaraan pribadi dan bus wisata ke area tersebut. Uji coba tram ini direncanakan mulai dilakukan pada awal tahun fiskal mendatang, yaitu April 2024. Selain itu, Prefektur Yamanashi memiliki visi jangka panjang untuk mengintegrasikan jaringan tram dengan kota-kota sekitarnya dan menyambungkannya ke sistem kereta levitasi magnetik yang direncanakan oleh Japan Railway Tengah pada tahun 2030-an.

Selama musim pendakian Juli-September tahun ini, Gunung Fuji mencatat kedatangan 204.316 pendaki. Otoritas berharap sistem transportasi umum ini dapat membantu mengendalikan jumlah pengunjung demi menjaga kelestarian Gunung Fuji sebagai salah satu ikon budaya dan alam Jepang.


Lansia ditipu Puluhan Milyar Rupiah

Seorang wanita berusia 71 tahun dari Prefektur Ibaraki, Jepang, menjadi korban penipuan daring yang merugikannya hingga JPY 809 juta atau sekitar Rp 82,6 miliar. Kasus ini mencatat rekor sebagai penipuan terbesar di Jepang, dengan modus investasi palsu melalui media sosial.

Pelaku utama, seorang warga negara China bernama Wen Zhuolin (34), menjalankan aksinya dengan menyamar sebagai Takuro Morinaga, seorang analis ekonomi terkenal di Jepang. Penipuan dimulai ketika korban melihat iklan investasi di Instagram pada Oktober 2023. Tanpa curiga, korban menambahkan akun yang diklaim sebagai milik Morinaga melalui aplikasi pesan LINE.

Awalnya, pada November 2023, korban mentransfer JPY 10 juta setelah dibujuk oleh seseorang yang mengaku sebagai asisten Morinaga. Penipu meyakinkan korban bahwa investasi emas yang mereka tawarkan dapat memberikan keuntungan hingga 85% per bulan. Keuntungan yang menggiurkan ini membuat korban terus mentransfer uang hingga total 47 kali, mencapai JPY 799 juta.

Polisi juga mengungkap bahwa Wen, bersama komplotannya yang hingga kini belum teridentifikasi, menggunakan kurir untuk mengumpulkan uang tunai JPY 83 juta dalam dua kesempatan berbeda di stasiun kereta api pada Desember 2023.

Menariknya, korban sempat menjadi sasaran penipuan serupa di awal tahun 2024. Saat itu, dia ditipu oleh pihak yang mengaku sebagai Takafumi Horie, seorang pengusaha terkenal Jepang.

Kasus ini menyoroti tren penipuan terhadap lansia yang terus meningkat di Jepang. Lansia sering menjadi target karena mereka cenderung memiliki tabungan besar dan kurang melek teknologi. Data dari Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan bahwa lebih dari 50% korban penipuan daring adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.

Modus penipuan yang umum mencakup penyamaran sebagai figur publik, skema investasi, atau permintaan uang dengan dalih darurat keluarga. Jepang telah mencoba mengurangi angka ini dengan kampanye edukasi, namun banyak lansia tetap rentan terhadap teknik manipulasi psikologis yang canggih.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi online, terutama saat berhadapan dengan tawaran investasi yang terlihat terlalu menguntungkan untuk menjadi kenyataan.


Trending Now: Pokemon TCG Pocket

pokemon_tcg_pocket-1

Image by Gamerant.com

Perusahaan Pokémon tentu merasa gembira dengan kesuksesan peluncuran "Pokémon Trading Card Game Pocket", versi digital terbaru dari "Pokémon Trading Card Game", yang dirilis pada 30 Oktober dan diunduh lebih dari 10 juta kali hanya dalam waktu empat hari. Ini menjadi bukti betapa globalnya fenomena waralaba hiburan Pokémon. Menariknya, meskipun permainan ini sangat populer secara internasional, penggemar Jepang hanya mencakup sekitar lima persen dari total basis pemain Pocket, dengan 95 persen lainnya berasal dari belahan dunia lain. Di antara negara-negara tersebut, Amerika Serikat tercatat sebagai pasar terbesar, menyumbang sekitar satu dari setiap tiga pemain (32 persen dari total).

pokemon-trading-card-game-pocket-simple-battle

Image by Gamerant.com

Namun, meskipun jumlah pemain yang besar, hal ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa Pokémon telah berkembang pesat di Jepang, negara asalnya. Sebaliknya, masalah bisnis yang lebih besar sedang dihadapi oleh Pokémon Company, yakni kenyataan bahwa jumlah pemain tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan yang dihasilkan. Di era modern ini, ada pergeseran dalam cara penghasilan di sektor game, terutama dengan berkembangnya model permainan gratis. *Pokémon Trading Card Game Pocket* mengadopsi model ini, di mana pemain dapat memperoleh sejumlah paket kartu digital gratis setiap hari, tetapi mereka juga dapat membeli lebih banyak paket, kosmetik, dan item lainnya melalui pembelian dalam aplikasi. Berkat model ini, *Pokémon Trading Card Game Pocket* kini meraup pendapatan lebih dari US$4 juta per hari. Meskipun mayoritas pemain berasal dari AS, yang hanya menyumbang 27 persen dari total pendapatan, kontribusi finansial mereka lebih kecil dibandingkan dengan proporsi mereka dalam basis pemain. Sementara itu, pemain di Jepang, yang hanya mencakup lima persen dari total pemain, menyumbang 43 persen dari pendapatan game, yang setara dengan sekitar US$2 juta per hari. Angka ini menjadi lebih mengejutkan ketika kita mempertimbangkan bahwa dalam demografi pengguna game gratis, banyak pemain yang memilih untuk bermain tanpa melakukan pembelian dalam aplikasi. Artinya, sekitar 43 persen dari pendapatan berasal dari kurang dari lima persen pemain, menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan berasal dari kelompok kecil pemain yang cenderung mengeluarkan uang untuk meningkatkan pengalaman bermain mereka. Fakta ini menunjukkan betapa besar antusiasme para penggemar di Jepang, terutama di kalangan otaku, yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk serial yang mereka cintai. Antusiasme dan kesediaan mereka untuk berinvestasi lebih banyak dalam permainan ini sangat sulit ditandingi oleh pemain di negara lain, meskipun jumlah pemain Jepang secara keseluruhan relatif kecil dibandingkan dengan pasar global lainnya.


Samurai Wanita: Fakta atau Cerita?

hero-image.fill.size_1248x702.v1623390188

Image by PlayStation.Blog

Setelah kesuksesan kritis dan komersial dari "Ghost of Tsushima", sebuah video game yang berpusat pada invasi Mongol ke Jepang, Sucker Punch Productions mengumumkan sekuelnya: "Ghost of Yotei". Berlatar beberapa abad kemudian di Jepang utara, pemain akan mengendalikan Atsu, seorang prajurit wanita yang menggunakan dua pedang. Sayangnya, keputusan untuk menjadikan Atsu sebagai tokoh protagonis utama memicu reaksi keras di internet, dengan kritik vokal tentang penggantiannya terhadap Jin, tokoh protagonis pria dari game pertama. Meski demikian, kemunculan Atsu memberi kita kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pejuang wanita dalam sejarah Jepang. Walaupun Atsu belum secara eksplisit diidentifikasi sebagai samurai, fokus kita tetap pada samurai karena kekuatan budaya pop mereka. Artikel ini akan memberikan pengantar tentang para pejuang wanita, peran mereka, dan pengalaman mereka di medan perang.

f7baf6d0e047d9a9ca2e7b85241b233195041daa

Image by PlayStation.Blog

Apakah Samurai Wanita Ada? Jawaban singkatnya adalah ya. Sepanjang beberapa periode sejarah Jepang, wanita memang memegang status sebagai samurai. Namun, sebelum membahas lebih jauh, kita harus terlebih dahulu menjelaskan apa itu samurai. Ketika kita membayangkan samurai, gambaran tentang prajurit tangguh dan bersenjata pedang sering kali muncul dalam pikiran. Hal ini didorong oleh budaya populer Barat yang mengasosiasikan samurai dengan prajurit. Namun, kenyataannya, peran samurai dalam sejarah Jepang berkembang seiring waktu. Kata "samurai" berasal dari kata kerja Jepang *saburau* (melayani). Status mereka dalam masyarakat Jepang bervariasi berdasarkan periode dan konteks. Selama periode Heian (794-1185), misalnya, samurai adalah anggota kelas menengah di istana kekaisaran yang melayani keluarga kekaisaran dan bangsawan. Meskipun beberapa samurai terlibat dalam pertempuran, sebagian besar peran mereka berfokus pada tugas administratif sebagai pegawai negeri. Pada periode Edo (1603-1868), samurai menjadi golongan sosial tertinggi, lebih tinggi dari petani, pengrajin, dan pedagang. Namun, meskipun status sosial mereka sangat dihormati, peran samurai juga bergeser, terutama di era damai yang relatif panjang, dari prajurit menjadi birokrat dan penguasa daerah. Meskipun demikian, persepsi kita tentang samurai tetap terkait dengan pertempuran, sehingga kita akan fokus pada pengalaman samurai wanita di medan perang.

"Soma Nomaoi" is a festival held every July in Soma City, Fukushima Prefecture,Japan.
So many people participate in the festival wearing traditional samurai armor.July 27 2019.

Image by iStock: Josiah S

Tugas Samurai Wanita Wanita samurai memiliki pengalaman yang bervariasi dalam pertempuran, dan peran mereka sangat bergantung pada tempat dan periode sejarahnya. **Pelatihan Tempur:** Selama periode Edo, wanita yang termasuk dalam kelas samurai diwajibkan mengikuti pelatihan bela diri, umumnya mempelajari penggunaan *naginata* (bilah melengkung di ujung tongkat panjang). Namun, intensitas pelatihan ini bervariasi tergantung wilayah. Di beberapa daerah yang kurang makmur, wanita samurai lebih sering didorong untuk fokus pada pelatihan keterampilan praktis, seperti menjahit dan literasi, guna meningkatkan status ekonomi keluarga. Di daerah seperti Mito (Ibaraki), penggunaan *naginata* lebih terkait dengan spiritualitas dan disiplin daripada pertempuran fisik. Meski begitu, beberapa wanita samurai tidak hanya menguasai seni bela diri, tetapi juga unggul di medan perang. **Mempertahankan Rumah:** Wanita samurai juga terlibat dalam melindungi rumah dan keluarga mereka. Mereka dilatih dalam teknik perang untuk mempertahankan kediaman mereka jika diperlukan. Meskipun catatan sejarah tentang keterlibatan wanita dalam pertempuran berskala besar terbatas, wanita samurai sering terlibat dalam peristiwa berskala kecil, seperti melawan penyusup atau serangan mendadak. Peristiwa seperti ini seringkali tidak tercatat dalam sejarah, tetapi mereka menunjukkan bahwa wanita samurai memiliki keterampilan dan keberanian untuk melibatkan diri dalam pertahanan aktif.


Martial artist training.

Image by iStock: Gerville

Jepang Desak Vaksinasi COVID Untuk Lansia

Penerima-vaksin-dari-kalangan-lansia-di-Jepang-750x375

Image by Reuters

Pada hari Selasa, Kementerian Kesehatan Jepang mengimbau agar para lansia menjalani vaksinasi rutin terhadap virus corona menjelang musim dingin, saat infeksi diperkirakan akan meningkat. Ini adalah musim dingin pertama sejak pemerintah menghentikan vaksinasi COVID-19 gratis bagi siapa pun yang berusia 6 bulan atau lebih pada bulan Maret. Namun, mereka yang berusia 65 tahun atau lebih, serta individu berisiko lainnya, tetap memenuhi syarat untuk menerima vaksin dengan biaya yang lebih rendah. Meskipun vaksinasi masih tersedia, data menunjukkan bahwa kemajuan dalam distribusi vaksin berjalan lambat. Hingga hari Jumat, hanya sekitar 4,57 juta dosis yang telah dikirimkan ke institusi medis dari total 32,24 juta dosis yang diperkirakan dipasok untuk musim dingin ini. Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Takamaro Fukuoka menegaskan bahwa musim dingin biasanya menjadi periode peningkatan penyebaran COVID-19, dan mendorong agar lebih banyak orang mendapatkan vaksinasi untuk melindungi diri mereka dari potensi infeksi. Periode vaksinasi yang ditetapkan berlangsung antara 1 Oktober hingga 31 Maret, dengan sasaran utama individu berusia 65 tahun ke atas, serta orang berusia 60 hingga 64 tahun yang memiliki kondisi medis bawaan. Tersedia lima produk vaksin yang dapat dipilih oleh masyarakat. Pemerintah berharap, dengan vaksinasi yang lebih luas, dampak dari infeksi COVID-19 pada kelompok rentan dapat diminimalisir. Pada tahun pertama setelah sebagian besar pedoman terkait virus corona dicabut pada Mei 2023, sekitar 32.500 orang meninggal akibat COVID-19 di Jepang. Dari angka tersebut, orang yang berusia 65 tahun atau lebih menyumbang 97 persen dari total kematian. Pada bulan Mei 2023, pemerintah Jepang juga menurunkan status hukum COVID-19 menjadi setara dengan influenza musiman, meskipun risiko bagi lansia dan individu dengan kondisi medis tertentu tetap tinggi.


Kesempurnaan Wafel Muji

MW-1

Image by SoraNews24

Mujirushi Ryohin, yang juga dikenal sebagai Muji, memiliki reputasi untuk menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau, termasuk dalam kategori makanan dan minuman. Salah satu camilan terbaru yang mereka tawarkan adalah stroopwafel, penganan manis khas Belanda yang terdiri dari dua wafel renyah dengan lapisan karamel berbumbu kayu manis di antaranya. Stroopwafel dari Muji ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki ukuran yang sempurna untuk tiga alasan.

MW-2

Image by SoraNews24

Pertama, letaknya tepat di tempat yang ajaib, tidak terlalu kecil, tidak terlalu besar . Makanan ini akan membuat Anda cukup kenyang untuk menghentikan perut keroncongan, tetapi tidak akan membuat Anda merasa kekenyangan, kembung, atau bersalah karena makan camilan berlebihan di sela waktu makan.

MW-3

Image by SoraNews24

Kedua, ukurannya yang terjangkau berarti harganya juga terjangkau . Dengan harga 190 yen, kami rasa kami tidak akan pernah berada dalam situasi di mana kami berkata pada diri sendiri, "Ya, saya ingin stroopwafel Mujirushi, tetapi saya tidak mampu membelinya sekarang."

MW-4

Image by SoraNews24

Dan alasan ketiga mengapa stroopwafel berukuran sempurna? Yang ini mungkin yang paling penting, karena stroopwafel pas di atas cangkir kopi. Ini adalah pilihan yang disengaja oleh para pembuat roti, sehingga setelah Anda menuangkan secangkir kopi panas, Anda dapat membiarkan uap yang mengepul dari cairan memanaskan wafel Anda . Panas dan kelembapannya tidak akan cukup untuk membuat wafel hangus atau lembek, tetapi yang akan dilakukannya adalah membuat krim karamel meleleh dengan nikmat, membuatnya semakin nikmat untuk dimakan karena memberikan rasa manis yang menenangkan dan hangat pada lidah Anda. Sekali lagi, bahkan tanpa secangkir kopi (atau teh atau coklat), stroopwafel tetap lezat pada suhu ruangan. Jika disandingkan dan disajikan dengan minuman panas, rasanya benar-benar berbeda, sepotong kecil kebahagiaan yang bisa Anda dapatkan hanya dengan 190 yen.


Nikmati Camilan di Toko Teh Miyagi

Di seluruh wilayah Tohoku, Anda akan menemukan toko teh dan manisan Kikusuian, dengan Miyagi sebagai rumah bagi toko-toko utamanya. Berbeda dengan lokasi lain yang lebih fokus pada makanan ringan dan minuman untuk dibawa pulang, seperti daifuku dan dorayaki, keenam toko utama di Miyagi mengundang tamu untuk menikmati makanan tradisional Jepang di restoran yang terhubung. Menu mereka menawarkan hidangan khas, seperti soba dan nasi tempura, serta pengalaman unik dengan "Dango panggang arang", di mana pengunjung dapat memanggang makanan khas Miyagi dan pangsit sendiri, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Kikusuian-1

Image by SoraNews24

Setiap toko utama menawarkan tiga pilihan set dengan rentang harga berbeda, yang disusun dalam sistem peringkat Jepang: Matsu (Pinus, tertinggi), Take (Bambu, peringkat menengah), dan Ume (Plum, terendah). Bagi para pelancong, pilihan terbaik adalah set Matsu premium seharga 1.580 yen (sekitar US$10,32). Set ini menawarkan berbagai hidangan yang tak hanya lezat, tetapi juga disajikan seperti hidangan kaiseki—makanan tradisional Jepang yang terdiri dari beberapa hidangan dalam satu waktu.

Kikusuian-2

Image by SoraNews24

Set Matsu mencakup dua tusuk sate dango (tiga pangsit), dango yomogi (mugwort), tahu goreng, sasa kamaboko (kue ikan khas), mochi persegi, dan baumkuchen keju Zao. Sebagai pelengkap, tersedia krim matcha, saus mitarashi (saus manis-gurih untuk dango), pasta zunda (pasta kacang edamame manis), kecap asin, serta berbagai bumbu seperti shichimi (rempah campuran Jepang) dan wasabi. Pengunjung juga diberi panggangan arang pribadi untuk memanggang dango sendiri, yang memberikan tekstur lebih ringan dan mengembang daripada jika dimasak di atas api terbuka.

Kikusuian-6

Image by SoraNews24

Bagi yang bingung memilih makanan, Anda bisa mencoba tahu goreng dan sasa kamaboko terlebih dahulu. Tahu goreng menjadi lebih renyah dengan percikan kecap asin dan taburan shichimi, menciptakan sensasi gurih yang memanjakan lidah. Kue ikan sasa kamaboko, yang terkenal dengan tekstur kenyalnya, menjadi lebih lezat setelah dipanggang sebentar. Setelah menikmati hidangan gurih, lanjutkan dengan dango yang sudah dipanggang sesuai selera, dan nikmati dengan krim matcha atau saus mitarashi yang melapisi setiap gigitan dengan rasa manis dan gurih yang sempurna.

Kikusuian-7

Image by SoraNews24

Kikusuian-11

Image by SoraNews24

Kikusuian-13

Image by SoraNews24

Pasta zunda, yang terbuat dari edamame, menawarkan rasa manis alami yang kaya, sementara pasta kacang merah manis juga menambah cita rasa yang mendalam pada dango. Sebagai penutup, baumkuchen keju Zao memberikan sentuhan manis yang sempurna setelah menikmati hidangan utama. Jika Anda masih merasa ingin menambah hidangan, Anda bisa memesan makanan tambahan dengan biaya ekstra.

Kikusuian-14

Image by SoraNews24

Kikusuian-15

Image by SoraNews24

Set Matsu adalah pilihan terbaik untuk benar-benar merasakan kelezatan kuliner Kikusuian, meskipun set Take dan Ume yang lebih terjangkau juga tersedia. Bagi mereka yang tidak bisa mengunjungi Miyagi, Kikusuian juga memiliki cabang di Tokyo dan Yokohama, menawarkan teh dan makanan penutup yang lezat. Namun, pengalaman memanggang dango sendiri di Miyagi tetap menjadi kenangan yang tak terlupakan.


Kikusuian-19

Image by SoraNews24

Apa Itu Tamago Kake Gohan?

"Tamago Kake Gohan" (TKG) adalah hidangan Jepang yang sederhana namun sangat populer, yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "nasi dengan topping telur." Makanan ini biasanya dimakan saat sarapan, meskipun bisa dinikmati kapan saja sepanjang hari. Untuk membuatnya, Anda hanya membutuhkan tiga bahan utama: nasi putih, telur mentah, dan kecap asin (shoyu). Dalam beberapa tahun terakhir, TKG mendapatkan ketenaran lebih luas di luar Jepang berkat tampilannya dalam anime "Gin no Saji", yang menarik perhatian penggemar anime di seluruh dunia. Sejak itu, TKG menjadi hidangan yang banyak dipelajari dan dicoba oleh orang-orang dari berbagai negara. Namun, pertanyaan besar yang sering muncul adalah: Apakah aman makan telur mentah? Di banyak negara, kekhawatiran mengenai konsumsi telur mentah adalah hal yang wajar. Hal ini terutama terkait dengan risiko keracunan makanan akibat bakteri Salmonella, yang dapat menyebabkan gejala seperti keram perut, demam, dan diare. Dalam kasus yang lebih parah, keracunan ini bahkan dapat berakibat fatal. Namun, di Jepang, mengonsumsi telur mentah sudah menjadi tradisi yang aman, dan ada alasan mengapa orang Jepang berani mengambil risiko tersebut.

TKG

Image by TsunaguJapan.com

Keamanan Telur Mentah di Jepang

Jepang memiliki prosedur yang sangat ketat dalam produksi telur untuk memastikan keamanan konsumsinya, khususnya dalam hal menghindari bakteri *Salmonella*. Regulasi sanitasi untuk peternakan ayam di Jepang lebih ketat dibandingkan dengan kebanyakan negara lain. Para peternak ayam di Jepang mengenakan pelindung khusus saat memasuki kandang, dan berbagai langkah pencegahan diterapkan untuk memastikan ayam tidak terpapar penyakit yang dapat ditularkan oleh burung liar, serangga, atau hewan lainnya. Proses ini secara signifikan mengurangi kemungkinan ayam terinfeksi Salmonella, yang berarti risiko penularan ke telur juga sangat kecil. Selain itu, telur yang dipanen akan melalui serangkaian pemeriksaan kualitas. Setiap telur dicuci, disterilkan, dan diperiksa menggunakan mesin untuk mendeteksi keretakan, kotoran, atau noda darah. Mesin ini juga bisa memindai adanya bakteri. Telur yang tidak memenuhi standar kualitas akan dibuang. Setelah itu, telur-telur yang aman akan langsung didistribusikan ke pasar untuk dijual dalam keadaan sangat segar. Di Jepang, telur biasanya diberi tanggal kedaluwarsa hanya dua minggu setelah proses pemanenan, yang menunjukkan betapa pentingnya konsumsi telur yang sangat segar di negara ini.

Japanese-Chicken-farm-p8878429_M

Image by TsunaguJapan.com

Cara Membuat Tamago Kake Gohan

Membuat TKG sangatlah mudah dan hanya memerlukan tiga bahan dasar. Berikut adalah langkah-langkah umumnya: 1. **Persiapkan nasi**: Masukkan nasi Jepang yang masih hangat ke dalam mangkuk. Sisakan sedikit ruang di tengah mangkuk untuk menempatkan telur. 2. **Pecahkan telur**: Pecahkan telur ke dalam mangkuk terpisah agar Anda bisa memeriksa apakah ada kulit telur yang tersisa. Setelah itu, tuangkan telur ke atas nasi. 3. **Tambahkan kecap asin**: Tambahkan *shoyu* sesuai selera, lalu aduk rata hingga telur tercampur dengan nasi, menciptakan tekstur lembut dan lezat. Preferensi dalam menikmati TKG bisa berbeda-beda. Beberapa orang memilih untuk mengocok telur terlebih dahulu dan menambahkannya ke dalam mangkuk terpisah sebelum dituangkan ke atas nasi, sementara yang lain lebih suka langsung meletakkan telur mentah di atas nasi tanpa diaduk terlebih dahulu. Beberapa orang bahkan hanya menggunakan bagian kuning telur saja, tergantung selera pribadi. Tidak ada cara yang benar atau salah dalam menyiapkan TKG, yang penting adalah menyesuaikan dengan preferensi masing-masing.

pouring-soysauce-onto-tamago-kake-gohan-p63046529_M

Image by TsunaguJapan.com

Topping Populer untuk Tamago Kake Gohan

Selain shoyu, ada berbagai topping dan bahan tambahan yang sering digunakan untuk memberikan rasa tambahan pada TKG. Beberapa variasi populer termasuk:

1. Furikake: Menambahkan furikake (bumbu tabur Jepang) adalah cara mudah untuk memberi cita rasa ekstra pada TKG. Furikake terdiri dari campuran bahan seperti rumput laut, biji wijen, dan ikan kering. Jenis furikake yang paling populer untuk TKG adalah furikake berbasis rumput laut "Aonori", yang memberikan rasa umami yang menyatu sempurna dengan telur dan nasi. Cukup taburkan sedikit furikake, dan TKG sederhana Anda akan terasa jauh lebih kaya.

tamago-kake-gohan-with-aonori-p14731139_M

Image by TsunaguJapan.com

2. Katsuobushi: merupakan salah satu topping TKG yang cukup diminati, berupa serutan ikan penuh umami yang memberikan sensasi rasa yang lezat.

tamago-kake-gohan-katsuobushi-p63623472_M

Image by TsunaguJapan.com

Selain furikake dan katsuobushi, banyak orang juga menambahkan bahan lain seperti mentsuyu, minyak wijen, taburan biji wijen, atau bahkan nori (rumput laut kering) untuk memperkaya rasa. Topping lainnya bisa berupa bahan yang lebih eksperimental seperti nattō (kedelai fermentasi), yang memberikan rasa umami dan tekstur kenyal yang unik. Dengan berbagai topping dan variasi yang bisa dipilih, TKG menjadi hidangan yang sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Jika Anda ingin mencoba TKG, pastikan menggunakan telur yang segar dan aman dikonsumsi mentah, terutama jika Anda berada di luar Jepang, di mana peraturan keamanan pangan bisa berbeda.