Produksi Mizuyokan di Prefektur Fukui, Jepang

image

Image by: google.com

Para pekerja di sebuah toko camilan manis di Prefektur Fukui sedang memproduksi mizuyokan, jeli kacang merah populer khas musim dingin yang biasa dinikmati saat Tahun Baru. Hidangan ini unik di Fukui karena umumnya masyarakat Jepang mengonsumsi mizuyokan sebagai camilan musim panas.

Sebuah toko camilan tradisional memulai produksi musim ini pada November. Pada Senin pagi, sekitar 10 pekerja terlihat menyiapkan bahan dan memasak mizuyokan dalam jumlah besar.

image

Image by: nhk.or.jp

Proses pembuatan dilakukan dengan mencampur agar-agar, gula merah, dan pasta kacang merah halus ke dalam panci besar, lalu mengaduknya terus-menerus selama dimasak. Toko tersebut mempertahankan resep dan komposisi bahan yang sama sejak awal berdiri.

Setelah adonan cair mendingin, mizuyokan dituangkan ke dalam cetakan menggunakan alat khusus, kemudian dimasukkan ke dalam kotak untuk dijual. Produk tersebut dibiarkan mengeras hingga siap dipasarkan.

image

Image by: echizenkaga.jp

Jumlah pelanggan dari luar Fukui meningkat sekitar 10 persen sejak layanan Hokuriku Shinkansen diperluas ke wilayah itu. Bahkan, seorang turis dikabarkan membeli lebih dari 10 kotak dalam satu hari.

Manajer senior, Egawa Makiko, menyebutkan bahwa mizuyokan Fukui memiliki cita rasa gula merah yang kaya dan tekstur lembut. Produksi dan penjualan akan berlangsung hingga akhir Maret, dengan target sekitar 8.000 kotak per hari pada puncak musim di akhir Desember.

Rasa Jepang di Dapur India

image

Brehadeesh Kumar seorang koki India yang mengenalkan budaya makanan Jepang (Image by KyodoNews)

PUNE, India — Keingintahuan Brehadeesh Kumar terhadap Jepang bermula dari hal sederhana. Saat duduk di bangku sekolah dasar, sang kakek menghadiahkannya koin 10 yen bergambar Aula Phoenix Kuil Byodo-in di Kyoto. Sejak itu, minatnya terhadap Negeri Sakura terus tumbuh hingga akhirnya mengantarkannya ke Jepang dengan beasiswa pemerintah. Di sana, ia jatuh cinta pada “washoku” — masakan tradisional Jepang — yang kelak menginspirasi perjalanan kulinernya.

image

Selama belajar di Jepang, Kumar juga memperdalam seni kuliner Jepang termasuk "Kaiseki" (Image by KyodoNews)

Setelah menyelesaikan studi di Universitas Chiba pada 2019 melalui beasiswa Kementerian Pendidikan Jepang, Kumar memperdalam seni kuliner Jepang, termasuk “kaiseki,” hidangan multi-menu khas negeri itu. Ia juga sempat magang di restoran ternama Kikunoi Honten di Kyoto, di mana ia belajar mengapresiasi nuansa musim, warna, dan estetika dalam setiap sajian. “Suasana musiman dan keindahan dekorasinya sungguh seperti karya seni,” kenangnya.

image

Setelah pulang ke India dan selama masa Covid-19, Kumar memutuskan untuk membuka restoran Jepang "Ginkgo" (Image by KyodoNews)

Sekembalinya ke India pada 2021, di tengah pandemi COVID-19, Kumar membuka restoran Jepang bernama Ginkgo di kota Pune, Maharashtra. Dengan hanya sekitar 20 kursi, restoran ini menawarkan pengalaman kuliner Jepang yang autentik — dari ramen hingga gorengan khas. Interior Ginkgo memadukan lentera merah bertuliskan “Ramen,” gulungan kaligrafi Jepang, dan patung kucing keberuntungan “maneki-neko,” menciptakan suasana yang membawa pengunjung seolah berada di Tokyo.

image

Kumar tak berhenti berkarya, ia juga membuat ilustrasi mengenai detail makanan Jepang (Image by KyodoNews)

Selama masa karantina pandemi, Kumar tak berhenti berkarya. Ia menyalurkan kreativitasnya dengan membuat ilustrasi detail mengenai bahan, bumbu, dan hidangan Jepang, lengkap dengan penjelasan dalam bahasa Inggris. Proyek ini berkembang menjadi semacam “ensiklopedia kuliner” yang ia rancang selama lima tahun. “Buku ini bisa menjadi panduan belajar sekaligus jembatan budaya bagi siapa pun yang ingin memahami kuliner Jepang,” ujarnya.

image

Pada 2024, Kumar resmi di akui sebagai Duta Besar Niat Baik untuk Promosi Masakan Jepang (Image by KyodoNews)

Pada tahun 2024, dedikasi Kumar diakui secara resmi. Ia ditunjuk sebagai Duta Besar Niat Baik untuk Promosi Masakan Jepang oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang. Penghargaan ini menandai kiprahnya sebagai salah satu tokoh yang berperan memperkenalkan budaya kuliner Jepang di India — sebuah upaya yang sejalan dengan meningkatnya popularitas restoran Jepang di seluruh dunia.

Ke depan, Kumar berencana membuka restoran baru bergaya kaiseki di dekat Ginkgo. Melalui konsep yang lebih intim dan eksklusif, ia ingin melayani pengunjung India yang mulai terbiasa dengan cita rasa Jepang. “Saya ingin terus memperluas daya tarik masakan Jepang,” katanya, penuh semangat. Dengan semangat lintas budaya dan rasa hormat pada tradisi, Kumar menjembatani dua dunia lewat satu bahasa universal: makanan.

Penguin Suica Pensiun Di 2027

image

Maskot Penguin Suica Resmi Pensiun Di 2027 (Image by Google)

Tokyo — East Japan Railway Co. (JR East) mengumumkan bahwa maskot penguin kesayangan kartu pintar Suica akan dipensiunkan pada musim semi 2027. Keputusan ini menandai berakhirnya era ikon yang telah menemani pengguna transportasi umum dan layanan pembayaran non-tunai di Jepang selama lebih dari dua dekade. Maskot baru akan diperkenalkan bersamaan dengan pembaruan besar pada sistem Suica, yang dijadwalkan dimulai pada musim gugur 2026.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, penguin Suica menjadi wajah ramah dari kartu pintar yang memudahkan perjalanan jutaan penumpang di seluruh Jepang. Dengan desain sederhana namun menggemaskan, karakter ini menjadi simbol efisiensi dan kenyamanan transportasi modern Jepang. Presiden dan CEO JR East, Yoichi Kise, menyatakan dalam konferensi pers di Tokyo bahwa maskot tersebut telah “berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dan penggunaan Suica secara luas” di kalangan masyarakat.

image

Penguin Suica Telah Setia Menemani Hampir Lebih Dari Dua Dekade (Image by Google)

Hingga saat ini, sekitar 120 juta kartu Suica baik versi fisik maupun digital telah diterbitkan. Kartu ini dapat dibeli dengan deposit sebesar 500 yen di loket atau mesin tiket di berbagai stasiun, dan memungkinkan perjalanan tanpa hambatan di sejumlah jaringan transportasi. Suica juga telah berkembang menjadi alat pembayaran serbaguna di toko, mesin penjual otomatis, hingga fasilitas publik, menjadikannya salah satu sistem pembayaran elektronik paling populer di Jepang.

image

Chiharu Sakazaki, Pencipta "Penguin Suica" Mengucapkan Terima Kasih Atas Perjalanan 25 Tahun Terakhir (Image by Google)

Pencipta karakter tersebut, Chiharu Sakazaki, mengungkapkan rasa bangganya atas perjalanan panjang sang penguin Suica. “Senang sekali bisa menghabiskan 25 tahun terakhir sebagai ‘penguin Suica’,” ujarnya. Ilustrasi karya Sakazaki tidak hanya dikenal oleh pengguna transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya pop Jepang melalui berbagai produk dan materi promosi JR East.

Sebagai bagian dari transformasi digitalnya, JR East juga mengumumkan peningkatan besar pada fungsi aplikasi Suica. Mulai 2026, aplikasi akan mendukung pembayaran kode batang dan QR, serta meningkatkan batas saldo dari 20.000 yen menjadi 300.000 yen. Langkah ini bertujuan memperluas penggunaan Suica untuk pembelian bernilai tinggi di area perbelanjaan terhubung stasiun, sekaligus memperkuat daya saing dengan layanan pembayaran non-tunai lain di pasar Jepang.

Beruang, AI, dan Kekacauan Jepang

image

Serangan Beruang di Jepang Picu Kekacauan Sosial dan Penyebaran Gambar AI Palsu (Image by Google)

Gelombang serangan beruang yang melanda Jepang akhir-akhir ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menciptakan berbagai masalah sosial baru. Selain meningkatnya rasa cemas di tengah masyarakat, beredar pula gambar dan video palsu buatan kecerdasan buatan (AI) yang menyesatkan publik. Sejumlah layanan penting, termasuk pengiriman pos, bahkan terpaksa terganggu demi menjaga keselamatan pekerja di lapangan.

image

Klip Beruang Palsu Beredar Di Media Sosial (Image by Google)

Klip video palsu yang menampilkan beruang agresif beredar luas di berbagai platform seperti TikTok, YouTube, dan media sosial lainnya. Beberapa video memperlihatkan adegan seekor beruang menyerang anjing peliharaan atau segerombolan beruang menghancurkan panel surya di fasilitas megasolar. Meski para ahli menilai konten tersebut jelas hasil rekayasa AI, banjirnya video pendek di dunia maya membuat banyak orang kesulitan membedakan mana yang nyata dan mana yang palsu.

image

Japan Fact-Check Ungkap Video Palsu (Image by Google)

Hasil analisis Japan Fact-Check Center, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan literasi media, menunjukkan bahwa beberapa video palsu tersebut mengandung tanda air dari Sora, teknologi AI generatif yang dikembangkan oleh OpenAI. “Seiring meningkatnya berita tentang kerusakan akibat serangan beruang, jumlah video beruang palsu juga meningkat,” ujar pemimpin redaksi organisasi itu, Daisuke Furuta, sambil mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko penipuan digital.

image

Selain memakan korban jiwa, serangan beruang juga berdampak pada layanan pengiriman (Image by Google)

Menurut data pemerintah Jepang, sejak April tahun ini sudah tercatat 13 korban jiwa akibat serangan beruang—angka tertinggi dalam sejarah serta lebih dari 100 kasus serangan hingga September. Kondisi tersebut mendorong sejumlah perusahaan besar untuk mengambil langkah antisipatif. Japan Post Co, misalnya, memutuskan menangguhkan layanan pengambilan dan pengiriman pos di beberapa wilayah Prefektur Akita demi menjamin keselamatan karyawan.

image

Selain JP Post yang terkena dampak ada juga seperti Yamato Transport dan sebagainya (Image by Google)

Langkah serupa juga dipertimbangkan oleh NTT East Inc dan Yamato Transport Co, yang tengah meninjau ulang protokol keselamatan bagi pekerja mereka. NTT East berencana memperketat aturan bagi teknisi yang bertugas di daerah pegunungan, sementara Yamato Transport tengah mengevaluasi kemungkinan penghentian sementara layanan di wilayah dengan risiko tinggi. Situasi ini menunjukkan bagaimana ancaman serangan beruang kini bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada keamanan publik dan stabilitas sosial di Jepang.

Peringatan Tsunami di Pesisir Iwate

image

Peringatan tsunami dikeluarkan untuk pesisir Prefektur Iwate (Image by NHK News)

Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang lepas pantai Sanriku, Jepang, tepat setelah pukul 17.00 waktu setempat pada 9 November 2025. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 17.03, dengan episentrum berjarak sekitar 16 kilometer di lepas pantai Sanriku. Guncangan dengan intensitas seismik 4 teramati di Kota Morioka dan Yahaba di Prefektur Iwate, serta di Kota Wakuya, Prefektur Miyagi. Tidak lama setelah gempa, JMA mengeluarkan peringatan tsunami sementara untuk pesisir Prefektur Iwate.

Gelombang tsunami setinggi 10 hingga 20 sentimeter terpantau di beberapa pelabuhan, termasuk Kuji, Ofunato, Kamaishi, dan Miyako. Warga di wilayah pesisir Iwate, seperti Ofunato, Rikuzentakata, dan Otsuchi, sempat diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Meski demikian, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun kerusakan serius akibat gempa tersebut. Setelah permukaan air laut kembali normal, peringatan tsunami dan perintah evakuasi dicabut oleh otoritas setempat pada Minggu sore.

image

JMA imbau warga tetap waspada tentang adanya kemungkinan Gempa susulan (Image by Google)

Badan Meteorologi Jepang menjelaskan bahwa aktivitas seismik masih terus berlangsung di sekitar episentrum gempa. Hingga pukul 8 pagi keesokan harinya, tercatat 15 gempa susulan dengan kekuatan 1 atau lebih pada skala intensitas seismik Jepang. Wilayah lepas pantai Sanriku memang dikenal memiliki aktivitas tektonik yang tinggi, dan sebelumnya juga pernah mengalami gempa besar dengan pola serupa. Oleh karena itu, JMA mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dengan kekuatan yang sama atau bahkan lebih besar dalam waktu sekitar seminggu ke depan.

image

Shinkansen Tohoku sempat terhenti akibat gempa, kini kembali beroperasi normal. (Image by Google)

Gempa kuat ini juga berdampak pada operasional transportasi di wilayah timur laut Jepang. Layanan kereta peluru Shinkansen Tohoku antara Stasiun Sendai dan Shin-Aomori sempat dihentikan sementara akibat pemadaman listrik yang terjadi setelah guncangan. Operator JR East menyebutkan bahwa layanan secara bertahap kembali normal setelah dilakukan pemeriksaan keamanan di jalur dan sistem listrik.

JMA yang awalnya mencatat kekuatan gempa sebesar 6,7 kemudian memperbarui datanya menjadi 6,9 SR, dengan kedalaman sekitar 16 kilometer di bawah permukaan laut. Meski gempa dan tsunami yang terjadi kali ini tidak menimbulkan kerusakan besar, pihak berwenang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir Jepang. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa gempa kuat di kawasan Sanriku dapat berpotensi memicu tsunami yang lebih besar, sehingga kewaspadaan tetap harus dijaga dalam beberapa hari mendatang.

Lelang Perdana Udang Sakura

image

Lelang Perdana Udang Sakura Digelar di Shizuoka (Image by Google)

Musim penangkapan udang sakura musim gugur resmi dimulai di Prefektur Shizuoka, Jepang tengah, pada Selasa (4/11/2025). Sehari setelahnya, lelang pertama udang berwarna merah muda itu digelar di dua pelabuhan setempat. Udang sakura, yang namanya berarti “bunga sakura” dalam bahasa Jepang, merupakan kuliner khas Teluk Suruga dan dikenal juga dengan sebutan “permata teluk” karena warna dan rasanya yang istimewa.

Musim penangkapan kali ini dimulai sepekan lebih lambat dari jadwal semula akibat cuaca buruk. Meski demikian, hasil tangkapan perdana mencapai 2,3 ton, jumlah yang hampir sama dengan tahun sebelumnya. Lelang pertama berlangsung meriah di Pelabuhan Perikanan Yui pada Rabu (5/11/2025), di mana para pembeli sudah memadati area pelelangan sejak pukul 05.30 pagi untuk memeriksa ukuran dan warna udang sebelum mengajukan penawaran.

image

Terjadi kenaikan harga udang sakura dibandingkan tahun lalu (Image by Google)

Harga rata-rata yang ditawarkan pada lelang perdana tersebut sedikit di atas 83.000 yen, atau sekitar 540 dolar AS, untuk satu boks berisi 15 kilogram udang. Nilai ini tercatat sekitar 8.000 yen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap udang sakura. Kenaikan harga tersebut juga mencerminkan harapan akan pemulihan hasil tangkapan setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Koperasi perikanan setempat melaporkan adanya tanda-tanda pemulihan populasi udang sakura di Teluk Suruga. Hal ini diyakini merupakan hasil dari berbagai langkah konservasi, termasuk pembatasan penangkapan udang muda dan penerapan kebijakan pengelolaan yang lebih ketat. Kepala Koperasi Perikanan Pelabuhan Yui, Oishi Tatsuya, menyebut volume tangkapan musim ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, meski ukuran udang sedikit lebih kecil.

Oishi menegaskan bahwa penangkapan udang sakura memiliki peran penting bagi perekonomian perikanan di wilayah tersebut. Ia berharap hasil tangkapan akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi laut. Musim penangkapan udang sakura di Teluk Suruga dijadwalkan berlangsung hingga 24 Desember mendatang, memberi peluang bagi para nelayan dan pelaku pasar untuk terus menikmati hasil laut khas Shizuoka ini.

Sastra Korea di Sudut Tokyo

image

Chekccori: Jembatan Sastra Korea di Jantung Tokyo. (Image by Google Maps)

Di jalan sunyi kawasan Jimbocho, Tokyo yang dikenal sebagai surga toko buku bekas terdapat satu toko yang menonjol karena misinya melintasi batas budaya: Chekccori. Didirikan pada tahun 2015 oleh penerbit asal Korea Selatan, Kim Seung Bok, toko ini menjadi rumah bagi sekitar 4.000 buku sastra Korea, baik dalam terjemahan bahasa Jepang maupun versi aslinya. Nama Chekccori, yang berarti “perayaan setelah menyelesaikan sebuah buku”, mencerminkan semangat toko ini untuk menjadikan membaca sebagai pengalaman lintas bahasa dan budaya.

Kim memulai perjalanannya di Jepang pada awal 1990-an untuk mempelajari kritik sastra setelah menekuni penulisan kreatif di Seoul. Melalui penerbitannya, Cuon Inc., yang berdiri sejak 2007, Kim ingin memperkenalkan karya sastra Korea kepada pembaca Jepang, di masa ketika kategori “Sastra Korea” nyaris belum ada di toko buku. Karya debut Cuon, The Vegetarian karya Han Kang, menjadi tonggak penting setelah memenangkan International Booker Prize 2016 dan membuka mata pembaca Jepang terhadap kekuatan sastra Korea yang berani dan reflektif.

image

Chekccori menjadi ruang pertemuan budaya, tempat pembaca Jepang menemukan pesona sastra dan puisi Korea melampaui batas bahasa. (Image by Google Maps)

Selama satu dekade terakhir, minat terhadap sastra Korea di Jepang meningkat pesat. Kim memperkirakan kini terdapat 300–400 judul buku Korea Selatan yang diterbitkan setiap tahun di Jepang—lonjakan besar dibandingkan hanya sekitar 20 judul pada 2010. Fenomena ini turut dipicu oleh kesuksesan novel Kim Ji Young, Born 1982 karya Cho Nam Joo, yang menggugah pembaca Jepang melalui kisahnya tentang ketidaksetaraan gender dan dinamika patriarki. Media sosial dan gerakan global seperti #MeToo juga berperan besar dalam menyebarkan gagasan feminis dan memperluas jangkauan karya-karya penulis Korea.

Chekccori bukan hanya toko buku, melainkan juga ruang pertemuan budaya. Di antara pengunjungnya ada anak muda yang mengenal sastra Korea lewat kecintaan pada K-pop, hingga pembaca paruh baya yang terinspirasi oleh karya-karya Han Kang—terutama setelah penulis itu memenangkan Hadiah Nobel Sastra 2024. Toko ini kerap menggelar acara sastra, seperti pembacaan puisi dan diskusi bersama penulis, termasuk program residensi bagi penyair Korea seperti Shin Mina. Semakin banyak pembaca Jepang, seperti Yukinori Ebihara, menemukan keindahan puisi Korea bahkan tanpa memahami seluruh maknanya, melainkan melalui resonansi emosionalnya.

image

Chekccori kini tidak hanya fokus pada Pertumbuhan tetapi juga mulai melangkah menuju Keberlanjutan. (Image by Google Maps)

Kini, setelah pulih dari penyakit kanker, Kim mengalihkan fokus dari pertumbuhan menuju keberlanjutan. Ia ingin memastikan Chekccori tetap menjadi jembatan antara dua budaya, tempat di mana pembaca menemukan makna baru dalam karya-karya yang menantang sekaligus memikat. “Yang ingin saya lakukan adalah kembali ke dasar,” ujarnya. “Memilih buku yang bagus, menciptakannya dengan cermat, dan menyampaikannya kepada pembaca dengan cara yang tepat.”

Layanan Pernikahan Legal Di Jepang

image

Pernikahan Resmi dan Romantis di Jepang: Antara Tradisi dan Legalitas (Image by Japan Today)

Seiring meningkatnya popularitas Jepang sebagai destinasi wisata dunia, minat untuk melangsungkan pernikahan di Negeri Sakura pun kian meningkat. Keindahan alam, budaya yang kaya, serta tradisi upacara pernikahan yang unik menjadikan Jepang pilihan menarik bagi pasangan dari berbagai negara. Tak hanya itu, konsep pernikahan dengan nuansa tradisional seperti upacara ala Shinto atau Buddha memberikan pengalaman yang autentik dan berkesan. Namun, di balik pesona tersebut, terdapat tantangan tersendiri bagi pasangan wisatawan yang ingin mengadakan pernikahan resmi di Jepang.

Meski upacara pernikahan di kuil atau wihara di Jepang sangat populer, perlu diketahui bahwa upacara semacam itu tidak memiliki kekuatan hukum. Bahkan bagi warga negara Jepang sendiri, upacara pernikahan hanyalah simbol perayaan dan tidak berpengaruh pada status hukum pasangan. Agar pernikahan diakui secara resmi, kedua mempelai harus mendaftarkan pernikahan mereka di kantor balai kota atau kelurahan setempat. Proses ini menuntut kelengkapan dokumen dalam bahasa Jepang dan biasanya dilakukan di lokasi yang tidak berdekatan dengan area wisata, sehingga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan asing.

image

Michinoku Wakon hadirkan inovasi layanan Japan Legal Wedding. (Image by Japan Today)

Melihat kendala tersebut, perusahaan jasa pernikahan Michinoku Wakon menghadirkan solusi inovatif bagi pasangan yang ingin menikah secara sah di Jepang. Melalui layanan Japan Legal Wedding, perusahaan ini tidak hanya membantu dalam perencanaan pernikahan bergaya tradisional Jepang, tetapi juga mengurus seluruh proses administrasi agar pasangan memperoleh akta nikah yang sah secara hukum Jepang. Dengan begitu, wisatawan dapat menikmati momen romantis tanpa harus khawatir soal urusan legalitas pernikahan, sekaligus membawa pulang bukti pernikahan yang diakui secara resmi di negara asal mereka. Menariknya, layanan ini juga tersedia bagi penduduk Jepang yang ingin menghemat waktu pengurusan dokumen di kantor pemerintahan.

image

"Pernikahan Shogun" hadir di 2 lokasi ikonik sebagai paket layanan baru di bulan Oktober ini (Image by Japan Today)

Berbasis di Kota Sendai, Michinoku Wakon memiliki kerja sama dengan berbagai kuil, wihara, dan situs bersejarah di Prefektur Miyagi. Mulai Oktober, perusahaan ini meluncurkan paket baru bertajuk “Pernikahan Shogun”, yang diadakan di dua lokasi ikonik: Reruntuhan Kastil Sendai dan Kastil Shiroishi di Kota Shiroishi. Paket ini menghadirkan pengalaman pernikahan yang memadukan nuansa sejarah dan budaya Jepang. Selain upacara tradisional dan sesi foto dengan pakaian pengantin khas Jepang, pasangan juga dapat menikmati sesi pemotretan bertema samurai lengkap dengan baju zirah di halaman kastil, menghadirkan kesan megah dan tak terlupakan.

Bagi pasangan yang tertarik, Michinoku Wakon menyarankan untuk memulai proses perencanaan pernikahan setidaknya tiga hingga enam bulan sebelum tanggal yang diinginkan. Hal ini memberi waktu yang cukup untuk mempersiapkan dokumen, memilih lokasi, dan menyesuaikan setiap detail acara. Informasi lengkap mengenai paket pernikahan, pilihan lokasi, serta layanan tambahan dapat ditemukan di situs resmi Michinoku Wakon. Dengan layanan seperti ini, Jepang bukan hanya menjadi destinasi wisata impian, tetapi juga tempat ideal untuk mengucap janji suci dalam balutan budaya yang mempesona dan sah secara hukum.

Papan Peringatan Beruang di Naruko

image

Papan Peringatan Multibahasa Dipasang di Ngarai Naruko untuk Waspadai Beruang (Image by NHK)

Pemerintah Kota Osaki, Prefektur Miyagi, Jepang, memasang papan peringatan multibahasa di kawasan wisata Ngarai Naruko. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya laporan kemunculan beruang di daerah tersebut. Papan peringatan berisi imbauan kepada wisatawan agar waspada terhadap beruang kini terpampang di pintu masuk jalur pendakian dan lokasi-lokasi strategis lain di sekitar ngarai.

image

Ngarai Naruko terkenal dengan keindahan warna musim gugurnya (Image by Google)

Ngarai Naruko terkenal sebagai salah satu destinasi utama untuk menikmati keindahan dedaunan musim gugur di wilayah Jepang timur laut. Pohon momiji dan berbagai vegetasi lain di sepanjang tebing berubah warna menjadi merah tua dan keemasan, menciptakan panorama yang menakjubkan. Setiap tahun, ribuan wisatawan, termasuk dari luar negeri, datang untuk menikmati keindahan alam ini. Namun, meningkatnya aktivitas beruang liar di sekitar kawasan tersebut memunculkan kekhawatiran akan keselamatan pengunjung.

Pihak berwenang di Osaki bahkan telah mengeluarkan “deklarasi darurat” pada Selasa (28/10/2025) untuk mengingatkan warga agar lebih berhati-hati. Beruang dilaporkan kerap terlihat berkeliaran di sekitar permukiman dan jalur wisata. Sebagai tindak lanjut, papan peringatan kini dibuat dalam empat bahasa Jepang, Inggris, Cina, dan Korea agar dapat dipahami oleh wisatawan mancanegara yang datang berkunjung.

image

Lonceng dinilai cukup efektif untuk mengusir beruang (Image by Google)

Selain pemasangan papan peringatan, penjualan lonceng beruang juga meningkat signifikan. Seorang pekerja di fasilitas wisata setempat mengungkapkan bahwa sekitar 20 lonceng beruang telah terjual sepanjang tahun ini, jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Lonceng tersebut diyakini dapat membantu mengusir beruang karena suara gemerincingnya. Para pengunjung juga disarankan membawa lonceng ini saat berjalan di jalur pendakian.

Pihak pengelola fasilitas wisata turut mengimbau para wisatawan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah dan menghindari berjalan sendirian di kawasan hutan. Seorang wisatawan asal Filipina mengatakan dirinya melihat banyak tanda peringatan dan berencana tetap menikmati tur sambil berhati-hati. Upaya pemerintah daerah dan kesadaran pengunjung diharapkan dapat menjaga keamanan sekaligus mempertahankan keindahan alami Ngarai Naruko sebagai destinasi musim gugur yang menawan.

Krisis Tenaga Mekanik Di Jepang

image

Kekurangan Mekanik Otomotif Makin Parah di Jepang (image by Google)

Kekurangan tenaga kerja di industri otomotif Jepang semakin mengkhawatirkan. Rasio lowongan kerja terhadap pencari kerja untuk mekanik dan teknisi otomotif melampaui angka 5,00 pada tahun fiskal 2024, jauh lebih tinggi dibandingkan rasio keseluruhan yang hanya 1,14. Menurut data terbaru pemerintah, rasio ini meningkat 0,10 poin menjadi 5,09, yang berarti terdapat 509 lowongan pekerjaan untuk setiap 100 pencari kerja. Lonjakan ini terjadi di tengah penurunan angka kelahiran nasional yang terus berlanjut, memperburuk krisis tenaga kerja di berbagai sektor.

image

Kekurangan Mekanik Ancam Keselamatan Otomotif Jepang (Image by Google)

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mencatat bahwa peningkatan rasio ini telah berlangsung sejak pencatatan dimulai pada tahun fiskal 2020, ketika angkanya mencapai 4,50. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan otomotif, karena banyak bengkel mengalami kesulitan mempertahankan tenaga kerja akibat lingkungan kerja yang berat dan upah yang relatif rendah. Kekurangan teknisi berpengalaman membuat pemeriksaan kendaraan menjadi kurang optimal, yang berpotensi menurunkan standar keselamatan.

image

Kekurangan mekanik menjadi permasalahan serius di Jepang saat ini (Image by Google)

Dampak kekurangan tenaga kerja juga terlihat dari meningkatnya jumlah bisnis layanan otomotif yang tutup, dibubarkan, atau bangkrut, mencapai rekor tertinggi 455 perusahaan pada tahun fiskal 2024, menurut data Teikoku Databank Ltd. Beberapa perusahaan bahkan terpaksa menunda pengiriman kendaraan atau membatasi jumlah pesanan karena tidak memiliki cukup staf untuk menangani permintaan. Situasi ini mencerminkan tantangan serius bagi industri otomotif Jepang, yang menjadi salah satu pilar utama perekonomian negara tersebut.

image

Upaya Insentif dan Digitalisasi Atasi Krisis Mekanik (Image by Google)

Untuk mengatasi krisis ini, berbagai perusahaan mulai melakukan inovasi dalam sistem rekrutmen dan manajemen sumber daya manusia. Misalnya, NTP Nagoya Toyopet Corp. menawarkan insentif hingga 100.000 yen (sekitar $650) bagi karyawan yang berhasil merekomendasikan calon teknisi baru. Program ini telah berhasil menarik sembilan teknisi baru sejak diluncurkan pada tahun fiskal 2022. Di sisi lain, Nal Net Communications, perusahaan penyedia layanan alih daya pemeliharaan kendaraan sewa, mendorong digitalisasi bengkel mitra agar dapat beroperasi lebih efisien dengan jumlah staf yang terbatas.

image

Minat menjadi mekanik turun, Permintaan semakin gencar (Image by Google)

Krisis tenaga kerja di sektor otomotif bukan hal baru. Pada tahun 2021, beberapa dealer Toyota diketahui melakukan inspeksi kendaraan secara curang karena kekurangan staf, yang mendorong perusahaan untuk berkomitmen mengurangi beban kerja teknisi. Namun, tren penurunan minat terhadap profesi ini terus berlanjut. Jumlah pendaftar lisensi mekanik mencapai rekor terendah 35.504 orang pada tahun fiskal 2024, turun 51,1 persen dibandingkan puncaknya pada tahun 2004, menurut Asosiasi Promosi Layanan Otomotif Jepang. Kondisi ini mempertegas tantangan besar yang dihadapi Jepang dalam menjaga keberlanjutan sektor otomotif di tengah krisis demografi yang kian mendalam.