Sebagian tembok batu di Kastil Hikone, Prefektur Shiga, dilaporkan runtuh setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat yang dipicu oleh Topan No. 7 dan No. 8. Pemerintah Kota Hikone menyatakan bahwa bagian yang mengalami kerusakan adalah tembok batu Komegura Suimon yang berada di sepanjang parit bagian dalam kastil. Area yang runtuh diperkirakan memiliki lebar sekitar 6,5 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Bagian tembok batu di Kastil Hikone yang ambruk setelah terkena banjir akibat angin topan (Image by: TBS News Dig)
Menurut pemerintah kota, hujan deras yang terjadi selama dua topan tersebut diduga menjadi penyebab utama runtuhnya tembok batu. Lokasi yang terdampak sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan akibat hujan lebat pada Juli 2024. Saat ini, pihak berwenang tengah mempertimbangkan langkah-langkah perbaikan untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah tersebut.
Kastil Hikone merupakan salah satu kastil asli dari periode Edo yang masih bertahan hingga sekarang. Bangunan ini berdiri di atas sebuah bukit di Kota Hikone, dekat Danau Biwa, dan mulai dibangun pada 1603 setelah kemenangan Tokugawa Ieyasu dalam Pertempuran Sekigahara. Proses pembangunannya selesai sekitar tahun 1622 dan sejak itu menjadi pusat pemerintahan Domain Hikone di bawah kekuasaan keluarga Ii.

Bagian tembok batu di Kastil Hikone yang ambruk setelah terkena banjir akibat angin topan (Image by: TBS News Dig)
Sebelum Kastil Hikone dibangun, wilayah tersebut berada di bawah pengaruh Kastil Sawayama yang dikuasai oleh Ishida Mitsunari. Setelah Mitsunari kalah dalam Pertempuran Sekigahara, Tokugawa Ieyasu menempatkan Ii Naomasa untuk mengendalikan kawasan tersebut. Klan Ii kemudian menjadikan Kastil Hikone sebagai pusat politik dan militer mereka selama lebih dari 250 tahun pada masa Keshogunan Tokugawa.
Nilai sejarah Kastil Hikone semakin tinggi karena bangunan ini berhasil bertahan dari gelombang pembongkaran kastil yang terjadi setelah Restorasi Meiji pada akhir abad ke-19. Berbeda dengan banyak kastil lain di Jepang yang dibangun ulang pada era modern, Kastil Hikone masih mempertahankan sebagian besar struktur aslinya, termasuk menara utama, gerbang, parit, tembok batu, serta tata letak pertahanan yang digunakan pada awal periode Edo.
Menara utama Kastil Hikone yang terbuat dari kayu dan terdiri dari tiga lantai termasuk salah satu dari hanya 12 menara utama kastil asli yang masih tersisa di Jepang. Selain itu, bangunan ini juga merupakan satu dari lima kastil yang menara utamanya telah ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang, sejajar dengan Kastil Himeji, Matsumoto, Inuyama, dan Matsue.

Foto Kastil Hikone dari (Image by: TBS News Dig)
Selain nilai sejarahnya, Kastil Hikone juga menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Prefektur Shiga. Kompleks kastil ini menawarkan pemandangan Danau Biwa, taman lanskap tradisional Genkyuen, serta kawasan kota kastil yang masih mempertahankan jejak tata ruang pada masa feodal Jepang. Sejak 1992, Kastil Hikone juga telah masuk dalam daftar sementara Jepang untuk nominasi Warisan Dunia UNESCO.
Kerusakan pada tembok batu Komegura Suimon menjadi perhatian karena bagian tersebut merupakan salah satu elemen asli kompleks kastil yang telah bertahan selama lebih dari empat abad. Pemerintah Kota Hikone menyatakan akan mempelajari metode restorasi yang tepat agar proses pelestarian Kastil Hikone tetap berjalan, sekaligus menjaga salah satu peninggalan bersejarah paling penting dari periode Edo di Jepang.