Screenshot dari situs web Badan Meteorologi Jepang menunjukkan area yang ditandai dengan warna kuning masuk dalam peringatan tsunami. (image by: Kyodo)
TOKYO — Gelombang tsunami kecil terpantau di sejumlah wilayah Jepang pada Senin (9/6) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai selatan Filipina. Otoritas Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Pasifik sebelum akhirnya mencabut peringatan tersebut pada sore hari.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), tsunami kecil pertama kali teramati di Pulau Okinawa sekitar pukul 12.18 siang waktu Jepang. Sebelumnya, JMA telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir yang membentang dari Prefektur Ibaraki hingga Okinawa.
Selain Okinawa, gelombang tsunami setinggi 20 sentimeter juga tercatat di Pulau Chichijima, Kepulauan Ogasawara, sekitar 1.000 kilometer di selatan Tokyo, pada pukul 13.46 waktu setempat.
JMA sebelumnya memperkirakan gelombang tsunami dengan ketinggian hingga 1 meter dapat mencapai Pulau Miyako, Kepulauan Yaeyama, serta beberapa wilayah pesisir lainnya di Jepang bagian selatan.
Notifikasi pembatalan feri akibat peringatan tsunami di area t unggu penumpang Pelabuhan Atami, Perfektur Shizuoka, pada 8 Juni 2026. (image by: Kyodo)
Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan besar akibat tsunami tersebut, dan seluruh peringatan tsunami yang dikeluarkan sebelumnya telah dicabut pada sore hari setelah kondisi dinilai aman.
Gempa yang memicu peringatan tersebut terjadi sekitar pukul 07.37 pagi waktu Filipina. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa pusat gempa berada sekitar 26 kilometer barat daya Kablalan, Filipina, dengan kedalaman 55,2 kilometer.
Di Filipina, dampak gempa dilaporkan cukup signifikan. Otoritas setempat menyatakan sedikitnya 19 orang meninggal dunia dan lebih dari 130 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Pengumuman Tsunami pada konferensi pers yang diadakan oleh Badan Meteorologi Jepang. (image by: Kyodo)
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, melalui media sosial menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah kerusakan serta memastikan keselamatan masyarakat.
Sementara itu, Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang menyebutkan bahwa lebih dari 190.000 warga di 10 prefektur, termasuk Chiba, Kochi, dan Okinawa, sempat menerima imbauan evakuasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.
Wilayah selatan Filipina memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang aktif secara seismik. Pada Desember 2023, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 juga pernah mengguncang kawasan yang sama dan memicu peringatan tsunami di beberapa negara sekitar.
Otoritas Jepang mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi resmi terkait aktivitas gempa dan tsunami, meskipun peringatan telah dicabut dan situasi saat ini dinyatakan stabil.
source: Kyodo