TOKYO – Jaringan minimarket FamilyMart mulai mengambil langkah baru dalam mengurangi limbah dengan menyediakan kotak pengumpulan pakaian dan barang rumah tangga bekas di sejumlah tokonya di Tokyo. Program ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan yang peduli lingkungan.
Program uji coba ini dilakukan bersama Bookoff Group Holdings, perusahaan yang bergerak di bidang jual beli barang bekas. Sekitar 30 toko FamilyMart di area permukiman Tokyo telah dipasangi kotak khusus untuk menampung barang bekas yang masih layak pakai.
Barang-barang yang terkumpul nantinya akan dipilah. Sebagian akan dijual kembali, termasuk ke luar negeri seperti Malaysia. Sementara itu, pakaian yang sudah tidak layak pakai akan diolah ulang menjadi serat baru untuk digunakan kembali dalam industri tekstil.
Langkah ini merupakan proyek kolaborasi pertama sejak perusahaan induk FamilyMart, Itochu Corporation, menjalin kerja sama modal dengan Bookoff pada Februari lalu.
♻️ Melanjutkan Program Ramah Lingkungan
Sebelumnya, FamilyMart juga telah menjalankan program donasi makanan (food drive) di sekitar 4.900 dari total 16.400 tokonya di seluruh Jepang. Dalam program ini, masyarakat dapat menyumbangkan makanan berlebih untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.
Ke depan, FamilyMart berencana memperluas program pengumpulan barang bekas ini ke seluruh Jepang. Targetnya, program ini dapat mengurangi limbah pakaian hingga sekitar 4.000 ton per tahun.
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Jepang, sekitar 560.000 ton pakaian dibuang setiap tahun, atau setara dengan 70% dari total pakaian baru yang beredar di pasar. Angka ini menunjukkan betapa besarnya masalah limbah tekstil di Jepang.
🌏 Upaya Serupa dari Perusahaan Lain
Beberapa perusahaan besar di Jepang juga telah lebih dulu menjalankan inisiatif serupa:
Fast Retailing (pemilik Uniqlo dan GU) mengumpulkan pakaian bekas untuk didaur ulang atau disumbangkan kepada pengungsi.
Aeon Co. telah memasang sekitar 700 kotak pengumpulan pakaian di toko dan fasilitasnya.
💡 Fun Fact: Jepang & Budaya Daur Ulang
Jepang dikenal memiliki sistem pemilahan sampah yang sangat ketat, bahkan di beberapa daerah bisa mencapai 10 kategori berbeda.
Konsep “mottainai” (もったいない) menjadi filosofi penting—artinya merasa sayang jika sesuatu terbuang sia-sia.
Banyak kota di Jepang memiliki toko khusus barang bekas berkualitas tinggi, seperti Bookoff, yang sangat populer di kalangan masyarakat.
🚀 Langkah Lain Jepang dalam Mengurangi Limbah
Selain pengumpulan pakaian bekas, Jepang juga menerapkan berbagai strategi lain:
- Daur ulang botol PET menjadi pakaian atau produk baru.
- Program zero waste city, seperti di Kamikatsu yang menargetkan nol sampah.
- Pengurangan plastik sekali pakai di toko ritel.
- Teknologi insinerator canggih untuk mengolah sampah menjadi energi.
🔎 Kesimpulan
Langkah FamilyMart ini menunjukkan bahwa minimarket pun bisa berperan besar dalam isu lingkungan. Dengan menggandeng perusahaan daur ulang dan memanfaatkan jaringan toko yang luas, program ini berpotensi menjadi solusi nyata untuk mengurangi limbah tekstil di Jepang—sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap keberlanjutan.
Kalau program ini sukses, bukan tidak mungkin model serupa juga bisa diterapkan di negara lain, termasuk Indonesia.
