Alpine Tateyama Dibuka Kembali

Rute pegunungan yang membentang indah melintasi Pegunungan Alpen Utara di Jepang bagian tengah kembali dibuka untuk wisatawan setelah ditutup selama musim dingin, menandai dimulainya kembali operasional penuh Jalur Alpine Tateyama Kurobe setelah sekitar 18 minggu penutupan. Jalur ini secara resmi dibuka kembali pada hari Rabu setelah para pekerja berhasil membersihkan dan membentuk jalur yang sebelumnya tertutup oleh tumpukan salju tebal, sehingga memungkinkan akses kembali bagi kendaraan dan wisatawan yang ingin menikmati salah satu rute pegunungan paling terkenal di Jepang.

Jalur sepanjang lebih dari 37 kilometer ini menghubungkan Kota Tateyama di Prefektur Toyama dengan Kota Omachi di Prefektur Nagano, dan menjadi salah satu destinasi wisata musim semi yang sangat populer karena menawarkan kombinasi unik antara jalan raya pegunungan, kereta funikular, dan kereta gantung yang melintasi lanskap Alpen Jepang yang dramatis. Pembukaan kembali rute ini ditandai dengan sebuah upacara di Stasiun Ogizawa di Omachi, yang merupakan titik keberangkatan jalur dari sisi Nagano, di mana para peserta merayakan momen tersebut dengan menarik bola kertas yang digantung untuk melepaskan pita-pita warna-warni serta secara simbolis melepas keberangkatan bus-bus yang akan melayani rute tersebut.

image

Jalur Alpine Tateyama Kurobe (Image by : Google)

Dalam perayaan tersebut, suasana semakin meriah ketika para wisatawan dan peserta upacara menyaksikan langsung dimulainya kembali perjalanan di jalur ini, termasuk pemberhentian di Bendungan Kurobe yang terkenal dengan pemandangan spektakulernya. Di lokasi tersebut, para pengunjung disuguhi anggur lokal serta jus apel khas dari Kota Omachi sambil menikmati panorama alam pegunungan yang masih diselimuti sisa-sisa salju, menciptakan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dan budaya lokal secara bersamaan.

Perjalanan wisata juga mencakup singgah di Stasiun Murodo yang berada di Prefektur Toyama pada ketinggian sekitar 2.450 meter di atas permukaan laut, salah satu titik tertinggi dalam rute tersebut yang terkenal dengan “koridor salju” atau snow wall yang menjulang tinggi di sisi jalan. Para pelancong tampak antusias mengabadikan momen dengan berfoto di antara dinding-dinding salju tersebut yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya, meskipun para pejabat mencatat bahwa tinggi maksimal dinding salju tahun ini mencapai sekitar 12 meter, lebih rendah sekitar 4 meter dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pihak pengelola rute, Tateyama Kurobe Kanto, melaporkan bahwa jalur ini berhasil menarik sekitar 845.000 wisatawan pada tahun lalu, dengan tren kunjungan yang terus meningkat selama lima tahun berturut-turut setelah sempat mengalami penurunan akibat pandemi virus corona. Pemulihan jumlah pengunjung ini dianggap mencerminkan kembali tingginya minat wisatawan terhadap destinasi alam Jepang, khususnya rute Alpen yang ikonik ini, yang menawarkan pengalaman perjalanan lintas pegunungan yang unik dan spektakuler.

Presiden Mikado Kaname menyampaikan bahwa berbagai acara telah direncanakan untuk memperingati ulang tahun ke-55 pembukaan penuh jalur tersebut, sebagai bentuk perayaan sejarah panjang dan keberlanjutan rute wisata ini. Ia juga berharap agar semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, dapat kembali menikmati keindahan dan pengalaman unik dari perjalanan melintasi Jalur Alpine Tateyama Kurobe pada tahun ini, seiring dengan meningkatnya minat wisata pascapandemi.