Kebutuhan akan popok dijepang terutama untuk lansia meningkat (Image by: AFP)
Di Shibushi, Jepang, sebuah proyek percontohan daur ulang popok sedang dijalankan untuk mengurangi limbah. Program ini dipimpin oleh Unicharm dan disebut sebagai yang pertama di dunia dalam upaya menggunakan kembali bahan utama popok untuk produksi baru.
Setiap tahun, miliaran popok di Jepang dibuang dengan cara dikubur atau dibakar. Volume limbah ini menjadi perhatian karena meningkatnya penggunaan popok, terutama di tengah perubahan demografi masyarakat Jepang.
Dalam proyek ini, popok bekas yang telah dikumpulkan diproses dengan cara diparut, dicuci, dan dipisahkan menjadi beberapa komponen, yaitu bubur kertas, plastik, dan polimer super-penyerap (SAP). Proses ini memungkinkan masing-masing bahan untuk digunakan kembali.
Sampah Popok yang menumpuk di jepang (Image by: AFP)
Unicharm menggunakan perlakuan ozon dalam proses tersebut untuk sterilisasi, pemutihan, dan penghilangan bau. Dengan metode ini, bubur kertas hasil daur ulang dapat digunakan kembali sebagai bahan dalam produksi popok.
Saat ini, bahan hasil daur ulang juga digunakan untuk produk dengan persyaratan sanitasi yang lebih rendah, seperti kertas toilet. Penggunaan kembali bubur kertas untuk popok menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam proyek ini.
Proyek ini dijalankan di Shibushi dan Osaki, dua kota di Jepang selatan yang memiliki tingkat daur ulang sekitar 80 persen dari sampah rumah tangga. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang untuk mengurangi limbah dan memperpanjang usia tempat pembuangan akhir.
Ilustrasi kebutuhan popok di kehidupan sehari-hari dijepang (Image by: AFP)
Menurut data industri, penggunaan popok dewasa di Jepang telah melampaui popok bayi. Pada tahun 2024, produksi popok dewasa mencapai 9,6 miliar unit, dibandingkan dengan sekitar 8 miliar popok bayi. Tren ini diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia.
Ke depan, Unicharm menargetkan pengembangan lebih lanjut, termasuk daur ulang plastik dan bahan penyerap untuk digunakan kembali dalam produksi popok pada tahun 2028. Pemerintah Jepang juga menargetkan setidaknya 100 kota mulai menerapkan atau mempertimbangkan daur ulang popok pada tahun 2030. © 2026 AFP