Campak Merebak di Tokyo
image

Virus Campak (Image by : Yomiuri Shimbun)

Empat orang yang dipastikan terinfeksi campak di Tokyo antara 17 hingga 20 Maret diduga telah melakukan kontak dengan banyak orang, termasuk di pesawat dan area bandara. Pemerintah metropolitan Tokyo menyampaikan bahwa mobilitas tinggi para pasien meningkatkan potensi penyebaran, terutama di lokasi dengan lalu lintas manusia yang padat.

Jumlah kumulatif kasus campak di Tokyo tahun ini telah mencapai 41 kasus, melampaui total 34 kasus sepanjang tahun sebelumnya. Lonjakan ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya klaster baru, mengingat campak dikenal sebagai penyakit yang sangat mudah menular melalui udara dan kontak langsung.

Salah satu kasus melibatkan seorang pria berusia 20-an yang tinggal di luar Tokyo. Ia menaiki penerbangan All Nippon Airways Flight 850 dari Bangkok dan tiba di Bandara Haneda pada pukul 05.45 pagi tanggal 10 Maret. Diketahui bahwa ia sudah mulai mengalami gejala sejak 7 Maret, namun baru dikonfirmasi positif pada 17 Maret.

image

Haneda International Airport (Image by : Yomiuri Shimbun)

Setelah tiba, pria tersebut berada di berbagai area bandara dalam rentang waktu yang cukup panjang. Ia sempat berada di lobi kedatangan Terminal 1 serta area basement antara pukul 08.00–13.00 dan 16.00–20.00, kemudian berpindah ke lobi keberangkatan Terminal 3 antara pukul 13.00–16.00. Pergerakan ini meningkatkan risiko paparan bagi penumpang lain maupun staf bandara yang berada di lokasi yang sama.

Kasus lain melibatkan pria berusia 30-an yang tinggal di Tokyo. Ia melakukan perjalanan dari Bandara Narita menuju Bandara Incheon di Korea Selatan pada 7 Maret menggunakan maskapai Jin Air, lalu kembali ke Jepang keesokan harinya. Ia mulai menunjukkan gejala pada 8 Maret dan dinyatakan positif pada 18 Maret.

Selama periode 10 hingga 16 Maret, pria tersebut rutin mengunjungi sebuah supermarket di kawasan Shinjuku setiap malam selama sekitar 15 menit. Selain itu, beberapa pasien lain juga dilaporkan sempat berada di fasilitas umum seperti lobi rumah sakit dan tempat hiburan pachinko. Meskipun belum dipastikan apakah seluruhnya menggunakan transportasi udara, aktivitas mereka di ruang publik yang ramai memperbesar kemungkinan penyebaran virus kepada masyarakat luas, sehingga pemerintah mengimbau warga yang merasa pernah berada di lokasi-lokasi tersebut untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala.