Aturan Baru Magang Jepang

Pemerintah Jepang telah secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk menghapuskan sistem magang teknis asing yang berlaku saat ini dan menggantinya dengan program pelatihan kerja yang baru. Keputusan ini diambil setelah pertemuan para menteri Kabinet terkait pada Jumat (09/02/2024), di mana rencana ini didasarkan pada laporan yang disampaikan oleh panel pakar. Rencana ini melibatkan pengajuan rancangan undang-undang terkait dalam sidang Parlemen saat ini. Program baru ini, yang diharapkan akan membantu pemagang asing memperoleh tingkat pengetahuan dan keterampilan tertentu dalam waktu tiga tahun, diproyeksikan untuk diterapkan pada sektor-sektor yang sama dengan program pekerja terampil tertentu, seperti perawatan, konstruksi, serta pertanian.

Salah satu keunggulan utama dari program baru ini adalah kemungkinan bagi pemagang asing untuk berganti perusahaan di bidang yang sama. Hal ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan saat ini yang melarang para peserta magang untuk melakukan hal tersebut. Rencana ini juga menyatakan bahwa setiap industri akan menetapkan jangka waktu antara satu hingga dua tahun bagi pemagang untuk tetap bekerja di perusahaan awal. Perdana Menteri Kishida Fumio menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkenalkan program yang lebih baik agar orang asing yang berbakat akan memandang Jepang sebagai tempat yang ideal untuk bekerja.

Langkah ini mendapat dukungan dari anggota parlemen dari Partai Demokratik Liberal (LDP), partai berkuasa utama di Jepang. Anggota parlemen LDP menyetujui usulan pemerintah untuk mengubah program pemagang kerja teknis bagi pekerja asing setelah proposal tersebut diserahkan kepada komite khusus LDP pada Senin (05/02/2024). Usulan ini disusun berdasarkan laporan yang disampaikan oleh panel pakar pada November tahun sebelumnya.

Usulan tersebut merekomendasikan penghapusan program yang berlaku saat ini dan penggantinya dengan program baru yang bertujuan melatih para peserta magang asing untuk memperoleh tingkat pengetahuan dan keterampilan tertentu dalam waktu tiga tahun. Namun, beberapa anggota parlemen LDP mengutarakan kekhawatiran mereka terhadap penggantian ini dan menyampaikan pandangan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sebagai hasilnya, proposal tersebut juga menetapkan bahwa tiap industri akan menetapkan jangka waktu antara satu hingga dua tahun bagi para pemagang untuk bekerja di perusahaan pertama.

Selain itu, proposal tersebut juga menetapkan bahwa bantuan bagi pemagang yang ingin berganti pekerjaan hanya akan diberikan oleh lembaga-lembaga publik, seperti layanan penempatan kerja publik, untuk menghindari keterlibatan perantara (broker) yang berniat buruk. Pemerintah berencana untuk mengadakan pertemuan dengan para menteri Kabinet terkait secepatnya pada pekan ini untuk mengambil keputusan resmi mengenai proposal itu setelah mendapatkan persetujuan dari mitra koalisi yang berkuasa, Partai Komeito.

Dengan demikian, perubahan besar ini dalam kebijakan pemagang kerja teknis asing menunjukkan komitmen pemerintah Jepang untuk memperbaiki program tersebut agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan untuk memperkuat daya tarik negara sebagai destinasi kerja bagi orang asing yang berbakat.

magang jepang
Jepang Rubah Program Magang Teknis menjadi Program Pelatihan Kerja
Image by kyonntra (Getty Images)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *