Rumah Bantuan Sudah Beroperasi

Unit-unit pertama perumahan sementara telah dibuka untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa Hari Tahun Baru di pantai Laut Jepang. Lebih dari 8.000 orang masih berada di pusat-pusat evakuasi di Prefektur Ishikawa.

Para penyintas gempa mulai pindah ke rumah sementara mereka di Kota Wajima pada Sabtu (03/02/2024). Sebanyak 18 keluarga yang terdiri dari 55 jiwa akan pindah ke unit tersebut. Mereka kehilangan rumah akibat bencana, atau sudah lanjut usia dan membutuhkan perawatan ekstra. Pejabat kota telah menerima lebih dari 4.000 permohonan untuk perumahan sementara.

Prefektur Ishikawa berencana untuk mulai mengerjakan 3.000 unit tambahan sebelum akhir bulan Maret, dan 1.300 di antaranya dijadwalkan akan rampung hingga saat itu. "Unit-unit perumahan sementara telah disediakan dengan cepat, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Saya pikir sangat penting bagi kota-kota yang terlanda gempa untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, prefektur, atau bahkan sektor swasta," kata Sawada Michio, seorang profesor di Universitas Prefektur Kumamoto yang mempelajari bagaimana korban gempa bertahan hidup beberapa hari dan pekan setelah gempa.

Sementara itu, lebih dari 50 orang dilaporkan masih hilang dalam bencana gempa Jepang yang terjadi pada Senin (1/1/2024). Tim penyelamat Jepang juga sedang berjuang untuk menjangkau ratusan orang yang masih terputus dari bantuan, tiga hari setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan sedikitnya 78 orang.

Ribuan tentara, petugas pemadam kebakaran, dan polisi dari seluruh Jepang telah dikerahkan untuk menyisir reruntuhan rumah-rumah kayu yang runtuh dan bangunan-bangunan komersial yang roboh untuk mencari tanda-tanda kehidupan. Sejauh ini, operasi pencarian masih berlanjut. Operasi pencarian dilanjutkan pada hari Sabtu dengan melibatkan sekitar 130 polisi dan petugas pemadam kebakaran.

Sebelas orang masih belum ditemukan di Kota Wajima, dan dua di Kota Suzu. Sejauh ini, 240 orang dipastikan meninggal dunia di seluruh Prefektur Ishikawa. Di wilayah Semenanjung Noto yang paling parah terkena dampak bencana gempa, sebanyak 300 orang dilaporkan tengah putus asa menunggu bantuan di sebuah sekolah di kota Ooya, daerah Suzu.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit. Namun, dari sudut pandang melindungi nyawa, saya meminta Anda untuk melakukan segala upaya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa pada malam ini, ketika 72 jam kritis bencana telah berlalu," kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dalam sebuah pertemuan pemerintah pada Kamis.

rumah bantuan korban bencana jepang
Ilustrasi Rumah Bantuan Korban Bencana Gempa di Prefektur Ishikawa
Images by kokouu (Getty Image)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *