Perkelahian Bersenjata oleh WNI Terjadi di Kawasan Ibaraki

Berita memalukan kembali menyeret nama Indonesia. Pada hari Minggu, tanggal 19 Oktober 2025 pukul 4:30, seorang pria berkebangsaan Indonesia ditangkap atas tuduhan pembunuhan kepada teman sekamarnya di sebuah apartemen di Nagaoka, Ibaraki. Tersangka diketahui bernama Fergo Dipan (24) menusuk korban, Geraldy Alber Budiman (27) yang juga berwarga kenagaraan Indonesia, berkali-kali dengan pisau dan membunuhnya. Selain Geraldy, terdapat juga korban lainnya, pria yang berusia sekitar 20 tahun, ikut dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka serius. Menurut polisi, Dipan mengakui tuduhannya dengan mengatakan, “Benar bahwa saya menusuk korban di bagian atas tubuhnya dengan pisau dapur.” Polisi sedang menyelidiki kasus ini, menduga ada perselisihan antara ketiga orang tersebut.

Tenaga Terampil Indonesia Jadi Harapan Baru di Industri Kyushu

29076-360-de44f6149dbd0f25dc1bd63fc4bcfb95-505x278

Fukuoka Finansial Group Inc. (FFG), akan berkolaborasi dengan World Holdings Co., Ltd (World HD) mendirikan bisnis dengan memperkenalkan pekerja Indonesia ke bisnis berskala kecil dan menengah (SMEs).  

Pada tanggal 15 Oktober 2025, dengan menggabungkan “customer network” milik FFG dan “keahlian dalam mengelola tenaga kerja di bidang” manufaktur milik World HD, kedua perusahaan tersebut berkolaborasi dan FFG menandatangani kontrak persetujuan dengan beberapa yayasan pengelola sekolah di Indonesia dan beberapa entitas lainnya. Kontrak tersebut bertujuan untuk  memperkenalkan skill kelistrikan dan bahasa Jepang untuk bekerja di perusahaan manufaktur di Kyushu. FFG memperkirakan akan merekrut sekitar 200 hingga 300 pekerja pertahunnya, terutama di industri semikonduktor.  

Persetujuan ini ditandatangani oleh lima organisasi, termasuk Yayasan Mitra Industri Mandiri, yang mana mengelola SMK di Indonesia. FFG akan mengumpulkan orang yang dibutuhkan dari perusahaan mitra di Kyushu dan menyalurkan mereka ke perusahaan sebagai kandidat yang akan diseleksi. World HD akan mengkoordinasi seluruh proses tersebut.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas penanaman modah perusahaan semikonduktor dan mendorong pertumbuhan perekonomian di Kyushu. Sedangkan, di Indonesia sendiri sedang mengalami permasalahan kurangnya lapangan kerja tang tersedia, sehingga banyak warga Indonesia yang ingin mendapatkan keahlian kerja di Jepang.

source: Perusahaan di Kyushu Ingin Tarik Pekerja Indonesia | NHK WORLD-JAPAN News
https://prtimes.jp/main/html/rd/p/000000360.000029076.html
https://news.yahoo.co.jp/articles/5c02d600d675e2811b5dca32d34881c7ef3ed5bc

 

Festival Persahabatan Indonesia-Jepang di Yoyogi Park Sukses Diselenggarakan

potongan

Festival Persahabatan Indonesia-Jepang (IJFF) 2025 yang diselenggarakan di Yoyogi Park, Tokyo, pada 18 Oktober hingga 19 Oktober 2025 oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo sukses menarik puluhan ribu pengunjung warga Indonesia dan Jepang.

Festival ini juga dimeriahkan oleh berbagai macam pertunjukkan kesenian dari Indonesia, mulai dari tarian tradisional, seperti Reog, hingga Raspati dan Pia ex Utopia. Di awal, Raspati membuka festival dengan Indonesia Pusaka, yang mengundang puluhan ribu pengunjung yang memadati arena ikut menyanyi. Dilanjutkan menyanyikan enam lagu, yaitu Manusia Paling Indah yang bernuansa pop manis karya Raspati dan beberapa lagu dari musisi Indonesia seperti Separuh Nafas (cover Dewa); Ojo Dibandingke (Cover Farel Prayoga); dan lagu Sayang (Cover Via Vallen) dibawakan secara  oleh Raspati.

Selain pertunjukan kesenian, festival ini juga menyediakan berbagai macam stan makanan khas Indonesia yang memanjakan warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Indonesia yang rindu masakan kampung halaman.

KBRI Tokyo sendiri juga membuka stan untuk melayani konsultasi dan sosialisasi QRIS Cross-Border. Selain itu, di stan ini pengunjung juga bisa berfoto dengan replika Komodo yang merupakan bagian dari promosi wisata super prioritas. KBRI Tokyo juga menggelar survey untuk mengukur persepsi warga Jepang terhadap Indonesia, dengan membagikan suvenir (omiyage) khas Indonesia bagi pengunjung.

source: https://rri.co.id/en/international/1910751/indonesia-japan-friendship-festival-2025-celebrates-cultural-unity

 

Momiji Tempura, Camilan Unik Musim Gugur

pixta_96723240_M

Di Jepang, tepatnya di Kota Minoh, Perfektur Osaka, memiliki cemilan khas yang unik, yaitu Momiji Tempura. Cemilan ini terbuat dari daun momiji daun momiji Ichigyou yang berwarna kuning, yang diasinkan terlebih dahulu sebelum dicelupkan ke adonan tepung dan dimasak dengan metode deep-frying.  

Ada yang mengatakan bahwa cemilan ini sudah ada sekitar 1.300 tahun yang lalu, dimana biksu En no Gyoja sedang berlatih gunung Minoh saat musim gugur. Saat itu, biksu En no Gyoja terpukau dengan keindahan daun momiji hingga memutuskan untuk menggorengnya dengan minya dari lampu dan menawarkannya kepada para pengunjung. Ada pula yang mengatakan bahwa daun momiji yang jatuh di sekitar kuil, digoreng dan diberikan kepada Shoden, dewa tertinggi di Kuil Saikoji. Saat ini, Momiji Tempura merupakan cemilan khas dari kota Minoh. 

Cemilan ini terbuat khusus dari daun momiji Ichigyou yang berwarna kuning. Alasannya adalah karena karena daun momiji dengan jenis itu tipis dan memiliki lekukan yang tidak dalam di tepinya. Setelah memetik dan mengumpulkan daun momiji, daun ini dicuci dan diasinkan selama setahun untuk menghilangkan rasa pahit dari daunnya. Kemudian, daun dicuci lagi untuk menghilangkan garam yang menempel pada daunnya. Saat sudah bersih, batang dari daun momiji dipotong dengan rapi. Setelah tahapan it selesai, daun tersebut dicelupkan ke dalam adonan yang terbuat dari tepung, gula dan biji wijen putih yang dilarutkan dalam air. Setelah semua siap, daun momiji digoreng dengan teknik deep-frying dengan minyak lobak.  

Meski proses memasaknya begitu rumit, daun momiji berhasil menjadi cemilan khas Kota Minoh, Prefektur Osaka, yang terkenal di Jepang hingga di kancah Internasional!

 

Pameran Kapal dan Teknologi Pembeku di Universitas Tokyo Sambut Hari Laut

image

Image by: NHK WORLD JAPAN

Universitas kelautan di Tokyo membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi salah satu kampusnya dalam rangka memperingati Hari Laut, yang merupakan hari libur nasional di Jepang.

Kampus Etchujima milik Universitas Sains dan Teknologi Kelautan Tokyo dibuka untuk umum, menghadirkan berbagai atraksi dan pengalaman yang berkaitan dengan dunia maritim.

Salah satu daya tarik utama adalah kunjungan ke kapal bersejarah Meiji Maru, kapal mewah yang pernah dinaiki Kaisar Meiji dalam pelayaran bersejarah yang kemudian menjadi asal mula peringatan Hari Laut.

image

Image by: NHK WORLD JAPAN

Kapal Meiji Maru yang dulunya digunakan oleh pejabat tinggi kini diakui sebagai properti budaya penting dan tetap terawat dengan baik sebagai simbol sejarah maritim Jepang.

Di salah satu laboratorium kampus, pengunjung disuguhkan demonstrasi eksperimen mengenai gaya aliran air terhadap kemudi kapal menggunakan tangki uji khusus.

image

Image by: NHK WORLD JAPAN

Selain itu, pengunjung dapat memasuki ruang pembeku besar bersuhu sangat dingin. Banyak yang terkejut saat masuk ke ruangan ini, termasuk seorang siswa yang mengaku sangat kedinginan dan melihat uap mengepul di sekelilingnya.

 

Panas Terik Kembali Melanda Jepang

image

Image by: google.com

Suhu melonjak hingga 35 derajat Celsius di Kota Hida, Prefektur Gifu, pada Rabu (21/05/2025), menandai pertama kalinya suhu mencapai titik tersebut musim ini di Jepang dan menjadi rekor tertinggi bulan Mei untuk kota tersebut.

Sejumlah daerah lain di Jepang juga mengalami panas terik sejak pagi. Hingga pukul 14.00, suhu mencapai 34,3°C di Kota Toyooka, Prefektur Hyogo, 33,8°C di Kota Namie, Prefektur Fukushima dan Ueda, Prefektur Nagano, serta 33,4°C di Kota Tottori.

image

Image by: google.com

Menurut Badan Meteorologi Jepang, aliran udara hangat menuju fron stasioner di dekat kawasan Tohoku, yang menghindari sistem tekanan tinggi, menjadi pemicu utama kenaikan suhu di wilayah Hokuriku dan Tokai.

Peringatan gelombang panas pertama musim ini dikeluarkan untuk wilayah Yaeyama di Prefektur Okinawa, Jepang selatan. Masyarakat diimbau menggunakan AC secara bijak dan rutin mengonsumsi air serta garam untuk mencegah sengatan panas.

image

Image by: google.com

Sementara itu, udara hangat dan lembap yang mengalir ke arah fron hujan musiman membentuk awan hujan di wilayah Kyushu dan beberapa area lainnya, meningkatkan potensi hujan lebat.

Risiko tanah longsor meningkat di Prefektur Kagoshima, sehingga peringatan resmi telah dikeluarkan. Warga juga diimbau mewaspadai hujan deras hingga 50 mm per jam, banjir di dataran rendah, luapan sungai, sambaran petir, dan angin kencang.

 

Konsep Unik Kafe Baru di Jepang

HC-2

Image by: soranews24.com

Sebuah kafe unik bernama Hatena Coffe telah dibuka di kota Yokohama, sekitar 30 menit selatan pusat Kota Tokyo. Kafe ini tidak seperti tempat "nongkrong" biasa—pengunjung tidak bisa begitu saja datang, minum kopi, lalu pulang. Di Hatena Coffe, pelanggan diharuskan memecahkan sebuah misteri terlebih dahulu sebelum bisa meninggalkan tempat tersebut. Nama “Hatena” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “tanda tanya,”. Sesuai dengan namanya, suasana penuh teka-teki akan langsung terasa begitu memasuki kafe ini.

Konsep dari kafe ini yaitu pada permainan berpikir seperti puzzle, teka-teki silang, hingga tantangan logika lainnya yang harus diselesaikan oleh setiap pengunjung. Setiap tamu tidak hanya akan menikmati secangkir kopi atau koktail, tetapi juga harus memecahkan sebuah misteri sebelum mereka pulang. Ini menjadikan pengalaman berkunjung ke kafe yang jauh dari kata biasa—pengunjung diajak untuk berpikir, berdiskusi, dan bermain sambil menikmati suasana santai khas kedai kopi.

HC-4

Image by: soranews24.com

Meski sekilas konsep ini terdengar mirip dengan permainan escape room, Hatena Coffe memiliki perbedaan yang mendasar. Escape room biasanya menuntut pemain untuk menyelesaikan tantangan secepat mungkin demi bisa keluar dari ruangan dalam batas waktu. Sebaliknya, Hatena Coffe mendorong pelanggannya untuk menikmati proses pemecahan misteri dengan santai, tanpa tekanan waktu, sambil menyeruput minuman pilihan mereka. Pendekatan ini menjadikan kafe tersebut ideal bagi mereka yang ingin bersantai sambil tetap merangsang otak.

Pihak manajemen memperkirakan bahwa sebagian besar misteri dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 - 60 menit. Namun, pelanggan tidak diharuskan terburu-buru menyelesaikannya. Jika pengunjung benar-benar tidak bisa memecahkan misteri yang mereka pilih, staf kemungkinan besar akan mengizinkan mereka pulang tanpa menyelesaikannya. Ini menunjukkan bahwa kafe mempersilahkan pelanggan untuk menghabiskan waktu selama yang mereka butuhkan untuk memecahkan misteri yang diberikan.

HC-1

Image by: soranews24.com

Harga yang ditawarkan kafe ini juga cukup terjangkau untuk pengalaman unik seperti ini. Semua minuman dibanderol seharga 500 yen, makanan berkisar antara 500 hingga 700 yen, dan semua misteri dikenakan biaya sebesar 1.500 yen. Pelanggan diwajibkan untuk memesan masing-masing satu dari kategori tersebut meskipun nantinya mereka juga bisa menambah pesanan. Semua teka-teki yang disediakan disusun oleh Tantei Atalier, sebuah kelompok kreatif yang juga dikenal dalam dunia permainan misteri pembunuhan. Kafe ini juga berencana menambahkan jenis misteri yang lebih menantang di masa mendatang.

Hatena Coffe berlokasi sekitar lima menit jika ditempuh dengan berjalan kaki dari Stasiun Yokohama, membuatnya sangat mudah diakses oleh warga lokal maupun wisatawan. Pengunjung bisa langsung datang tanpa reservasi dan akan tetap dilayani. Tetapi perlu diingat untuk menghindari antrean atau kehabisan tempat, reservasi terlebih online juga tersedia. Perlu dicatat bahwa kafe ini hanya buka pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat—jadi pastikan untuk merencanakan kunjungan Anda dengan baik jika ingin merasakan pengalaman misterius yang ditawarkan oleh Hatena Coffe.

 

Jepang Permalukan Pelanggar Aturan Sampah

kota-di-jepang-ini-akan-mempermalukan-pelanggar-aturan-soal-sampah-apa-alasannya

Image by Detik.com

Jepang dikenal sebagai negara dengan kebijakan pengelolaan sampah yang sangat ketat, dengan proses pemilahan yang cukup rumit. Setiap wilayah di Jepang memiliki aturan dan prosedur yang berbeda dalam menangani sampah, dan sebagian besar kota-kota di Jepang hanya mengungkap pelanggar dari kalangan pelaku usaha, bukan individu. Namun, Kota Fukushima berencana untuk mengambil langkah lebih tegas dengan mengumumkan nama-nama pelanggar aturan soal sampah di situs pemerintah kota. Kebijakan ini akan berlaku mulai Maret 2025.

Fukushima akan melakukan pemeriksaan terhadap kantong-kantong sampah yang dianggap melanggar aturan, seperti sampah yang belum disortir dengan benar atau ukuran sampah yang melebihi batas. Petugas kebersihan akan menelusuri kantong sampah untuk menemukan dokumen yang bisa menunjukkan identitas pemiliknya, seperti surat atau dokumen lain. Setelah identitas pelanggar terungkap, mereka akan diberi teguran mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga yang terakhir adalah pengungkapan nama mereka di situs pemerintah kota. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong warga dan pelaku usaha agar lebih disiplin dalam memilah sampah dan mengurangi limbah.

4505cf50-be04-11ef-97a7-0ff098912783

Image by Detik.com

Sebelum kebijakan baru ini disahkan, petugas kebersihan biasanya menempelkan stiker pada kantong sampah sebagai tanda bahwa terdapat pelanggaran. Pemilik kantong sampah yang ditandai dengan stiker tersebut harus memilah ulang sampah mereka sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, dengan peraturan yang baru, pelanggar yang tidak mematuhi aturan selama sepekan akan diberi sanksi lebih lanjut, termasuk pengungkapan nama mereka secara publik. Pihak berwenang Fukushima mengklaim bahwa inspeksi ini akan dilakukan dengan cara yang tertutup untuk menghindari masalah terkait pelanggaran privasi.

Wali Kota Fukushima, Hiroshi Kohata, mengatakan bahwa peraturan baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Ia menekankan bahwa tidak ada yang ilegal dalam mempublikasikan identitas pelanggar yang tidak mematuhi peraturan dan tidak mengikuti arahan serta anjuran kota. Hal ini juga sejalan dengan upaya Jepang untuk mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir dan meningkatkan sistem pengelolaan limbah secara keseluruhan.

6ccb2950-bdc7-11ef-8760-a120edb06eb2

Image by Detik.com

Sistem pengelolaan sampah yang ketat di Jepang sudah diterapkan sejak tahun 1990-an, dengan target nasional untuk mengurangi sampah dan mempromosikan daur ulang. Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam menyelaraskan kebijakan nasional ini. Di Fukushima, misalnya, kantong sampah harus diletakkan di tempat pengumpulan pada pukul 08.30 pagi, dan warga dilarang mengumpulkan sampah sebelum waktu yang ditentukan. Sampah dibagi menjadi kategori mudah terbakar, tidak mudah terbakar, dan dapat didaur ulang, dengan pengumpulan yang dijadwalkan pada waktu yang berbeda.

Salah satu kota yang paling ambisius dalam pengelolaan sampah adalah Kamikatsu. Di kota ini, warga memilah sampah menurut 45 kategori yang berbeda, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap lingkungan. Di sisi lain, pemerintah Prefektur Kagoshima mewajibkan warga untuk menulis nama pada kantong sampah mereka sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa sampah dibuang dengan benar. Selain itu, Kota Chiba juga telah menguji coba sistem berbasis kecerdasan buatan untuk membantu warganya membuang sampah dengan cara yang lebih efisien dan tepat.


Shinkansen Berhenti Darurat Akibat Insiden Kereta Terlepas

Kereta Peluru Berhenti Darurat Akibat adanya Insiden Kereta Terlepas dalam Perjalanan Menuju Tokyo

Shinkansen melakukan pemberhentian darurat antara Jepang Timur Laut dengan Tokyo pada Kamis setelah dua kereta api yang terhubung terlepas, kata operator JR East, tetapi untungnya tidak ada korban luka dari 320 orang didalamnya.

Insiden ini melibatkan kereta cepat Komachi dan Hayabusa di Jalur Kereta Peluru Tohoku menandai pertama kalinya kereta tersebut terlepas saat sedang melaju.

Masalah tersebut terjadi pada pukul 08:10 pagi antara stasiun Furukawa dan Sendai di Prefektur Miyagi. Sebanyak 72 kereta di Jalur Tohoku, Yamagat, dan Akita Kereta Peluru dibatalkan dan 35 ditunda, yang mempengaruhi 45.000 penumpang.

Tidak ada gerbong yang tergelincir, JR East menghentikan sementara semua layanan kereta peluru antara Tokyo dan Shin-Aomori di Prefektur Aomori untuk keperluan pemeriksaan. Layanan kereta kembali beroperasi sekitar pukul 13:10 siang setelah penyelesaian pemeriksaan kereta Hayabusa dan Komachi di lokasi dan memindahkannya ke stasiun Sendai.

Penyebab insiden sedang diselidiki namun tidak ada kelianan eksternal yang ditemukan pada coupler, menurut JR East.

Kereta tersebut terhubung di stasiun Morioka dan sedang menuju Tokyo dengan kecepatan 315 km/jam saat kereta tersebut terpisah. Komachi sekitar 300 m dari Hayabusa setelah pemberhentian darurat dilakukan.

JR East adalah satu-satunya operator di Jepang yang memasangkan kereta dengan komposisi berbeda untuk layanan Kereta Peluru, dan penyambungan dan pemisahan kereta merah Komachi dan hijau Hayabusa di Morioka menarik banyak penggemar kereta api.


Jelajahi Kota Hakodate dengan Trem “Hakodate Haikara-go”

Jelajahi Kota Hakodate dengan Trem "Hakodate Haikara-go"

Kota Hakodate di Hokkaido, Jepang mengoperasikan trem klasik "Hakodate Haikara-go" sejak 13 April. Kota ini mengoperasikan trem wisata tersebut mulai dari bulan April hingga Oktober. Trem ini merupakan versi restorasi yang pernah digunakan 100 tahun yang lalu.

Trem Hakodate menjadi cara yang nyaman untuk melihat tempat wisata seperti Goryokaku, Motomachi, dan sebagainya. Tampilan trem yang klasik juga menarik perhatian bagi wisatawan yang menyukai fotografi dan ingin merasakan bagaimana menaiki trem klasik tersebut. Hanya ada dua rute/jalur trem di kota ini, dan jalur-jalur tersebut mengikuti rute yang sama kecuali tiga pemberhetian terakhir, di kaki gunung Hakodate. Rutenya dibedakan menjadi Rute 2 (Merah, kode stasiun Y) dan Rute 5 (Biru, kode stasiun D).

Untuk menaiki trem ini cukup mudah yakni dengan datang ke stasiun/pemberhentian trem yang ada di Hakodate, trem akan tiba dalam 6-12 menit. Tarifnya bervariasi bergantung pada jarak tempuh, mulai dari 210-260 Yen. Trem juga menerima pembayaran menggunakan kartu seperti Suica, Pasmo, Icoca, dan Kitaca. Jika berencana untuk melakukan perjalanan trem selama satu hari, dapat membeli Tiket Trem Satu Hari dengan harga 600 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak-anak

Hakodate Haikara-go

Image by 
Travel Hakodate