Blog

Parade Malam Dinosaurus Siap Ramaikan Museum Nasional Tokyo

Parade Malam Dinosaurus Siap Ramaikan Museum Nasional Tokyo

Dino-a-live-5

                                                     Image by
                                                  JapanNews

Parade Malam Dinosaurus akan diadakan di Museum Nasional Tokyo selama dua malam di bulan September mendatang. Orang-orang dapat melihat dinosaurus tanpa takut terluka dan dimakan oleh makhluk tersebut. Parade ini berjudul "DINO-A-LIVE Dinosaurs Grand Night Parade". Dinosaurus ini akan ditemani oleh pawang manusia yang nantinya mereka akan meghentakkan kaki, mengaum, dan bertarung satu sama lain.

ON-ART Corp. sebuah perusahaan produksi inovatif akan bertanggungjawab dalam pembuatan kostum dinosaurus yang akan memperhatikan detail dan nantinya akan dipatenkan, perusahaan ini bekerja sama dengan Museum Dinosaurus Prefektur Fukui dan juga mengelola pertunjukan tersebut. Berdasarkan penelitian sendiri tentang gerak hewan masa kini, perusahaan ini memberikan setiap makhluk keunikan dan gerakan diamnya sendiri yang membuat mereka tidak terlihat kaku atau dibuat-buat.

Lebih dari selusin jenis dinosaurus telah ditemukan, seperti Tyrannosaurus dan Ankylosaurus. Tyranosaurus yang akan ditampilkan sebesar 8m, namun model yang lebih besar (12 m) juga terah muncul. Ankylosaurus memiliki panjang 7,6 m, yang sangat sesuai dengan kisaran ukuran spesiesnya.

ON-ART Corp memperkenalkan dinosaurus pertamanya, Allosaurus, pada tahun 2007. Sejak saat itu mereka telah melakukan banyak pertunjukan di Jepang dan satu di Kuwait. Hingga saat ini mereka juga terus berupaya memperluas daftarnya. Perusahaan ini berharap dapat mengadakan pertunjukkan di lebih banyak negara di seluruh dunia.

Parade Malam Dinosaurus ini akan diadakan pada tanggal 27-28 September 2024, reservasi acara dapat dilakukan mulai 8 Agustus 2024.

Jepang Kembangkan Fungsi Komputer Bantu Cegah Bunuh Diri Anak

Fungsi Komputer Bantu Cegah Bunuh Diri Anak Dikembangkan di Jepang

Sebuah organisasi nirlaba di Jepang kembangkan sebuah fungsi komputer yang dirancang untuk membantu mencegah bunuh diri oleh anak-anak. Ekstensi peramban yang disebut Filter SOS itu dikembangkan oleh kelompok yang bernama Ova.

Sekitar 4.800 kata kunci terkait bunuh diri, perisakan, dan pelecehan didaftarkan dalam fitur ini. Ketika seseorang mengetikkan istilah terdaftar ini selama pencarian di Internet, maka perangkat akan secara otomatis menampilkan informasi mengenai layanan konseling dan tips untuk mengelola perasaan, seperti menuliskan emosi atau mendatangi UKS.

Ova mulai menyediakan ekstensi peramban tersebut kepada dewan pendidikan dan sekolah secara gratis. Organisasi nirlaba itu mendesak para pejabat untuk menginstal ekstensi tersebut pada perangkat tiap pelajar yang disediakan oleh sekolah.

Survei Kementrian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan menunjukkan bahwa 513 murid SD, SMP, dan SMA melakukan bunuh diri pada tahun 2023

1713683624-komputer

                                                           Image by
                                                       Carapandang

Pasien Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut di Jepang Tertinggi dalam 10 Tahun

Pasien Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut di Jepang Tertinggi dalam 10 Tahun

JEPANG - Jumlah pasien yang menderita penyakit tangan, kaki, dan mulut mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade pada periode ini. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengan menimbulkan ruam pada tangan dan kaki serta luka di dalam mulut dan lainnya.

Penyakit ini seringnya menyerang anak anak pada musim panas, dalam beberapa kasus penyakit ini dapat memicu ensefalitis dan kondisi serius lainnya walaupun jarang terjadi.

Institut Nasional Penyakit Menular Jepang menyatakan 35.960 kasus dilaporkan oleh sekitar 3.000 klinik anak di seluruh negeri dalam satu pekan yang berakhir pada 7 Juli. 

Rata-rata jumlah pasien per klinik naik 3.01 dari pekan sebelumnya menjadi 11,46. Ini merupakan angka terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir untuk periode tersebut.

Mine Mahito, direktur di Asosiasi Dokter Anak Jepang, mengatakan sejumlah anak tidak pernah menderita penyakit ini karena tidak adanya wabah besar dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan hal ini mungkin menjadi faktor cepatnya penyebaran penyakit ini di tempat penitipan anak dan taman kanak-kanak.

Ia juga menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh beberapa virus sehingga seseorang bisa tertular lebih dari satu kali. Menurut Mine, wabah ini bisa berlanjut sekitar satu bulan lagi. Ia menyerukan agar sering sering mencuci tangan, menghindari kontak dengan air liur dan tindakan pencegahan lainnya. 

download (3)

                                          Image by Dinkes Yogyakarta

Acara “All You Can Eat” Buah Persik Diadakan di Jepang

Jepang Tengah Adakan Acara "All You Can Eat" Buah Persik
Fresh peach with slices on blurred greenery background, Peach fruit in Bamboo basket on wooden table in garden.

                                                 Image by Halodoc

Kita pasti sering menjumpai restoran atau warung makan yang bertema "All You Can Eat" atau Makan Sepuasnya, hal ini juga merupakan hal yang umum di Jepang. Biasanya kita akan diperlihatkan konsep tersebut dengan daging-dagingan, namun berbeda dengan salah satu komunitas pedesaan di Jepang yang menerapkan konsep tersebut pada buah-buahan.

Sebuah pasar petani di kota Minami-Alps di Jepang Tengah memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk memakan buah persik lokal sebanyak yang mereka bisa dalam waktu 30 menit, hanya dengan $8. 

Acara ini dibuka pada Senin (15/07/2024) menarik sekitar 100 orang/pelanggan. Terdapat empat jenis buah persik yang ditawarkan, termasuk Persik "Akatsuki" dan "Hakuho". Buah tersebut disimpan dingin dalam air.

Sebuah koperasi pertanian setempat yang merupakan penyelenggara memperkirakan pelanggan akan mengonsumsi rata-rata empat hingga lima buah persik. Setidaknya 20.000 buah persik akan disediakan selama acara tersebut. Acara ini akan berlangsung hingga Selasa (23/07/2024) depan.

89677-peach

                                      Image by Japanese Station

Jepang Adopsi Kebijakan Anti Senjata Mematikan Otonom

Jepang Adopsi Kebijakan Anti Senjata Mematikan Yang Sepenuhnya Otonom

TOKYO ---- Pemerintah Jepang baru-baru ini adopsi kebijakan menentang atau anti pengembangan senjata mematikan otonom, menekankan bahwa penggunaan senjata semacam itu tidak boleh diizinkan di seluruh dunia.

Kementrian Luar Negeri menyerahkan sebuah dokumen yang menyatakan pendirian Jepang tentang sistem senjata otonom yang mematikan atau LAWS( Lethal Autonomus Weapons Systems )  ke PBB pada bulan Mei dengan prinsip "berpusat pada manusia" harus dipertahankan dan teknologi yang muncul perlu digunakan dengan tanggung jawab.

"Keterlibatan manusia diperlukan, karena manusialah yang dapat dimintai pertanggungjawaban." hal ini didasarkan pada Hukum Humaniter Internasional. Jepang yakin bahwa saat ini, tidak ada jaminan bahwa LAWS akan digunakan sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional, dan tidak bermaksud mengembangkan senjata semacam itu.

Sementara itu, dokumen tersebut menyebutkan bahwa ada manfaat potensial dari senjata otonom tersebut, seperti mengurangi kesalahan manusia dan mengatasi kekurangan tenaga kerja. Tokyo juga pertama kalinya mendefinisikan LAWS sebagai sistem yang setelah diaktifkan, dapat mengidentifikasi, memilih, dan menyerang target dengan kekuatan mematikan tanpa intervensi lebih lanjut oleh operator.

Kekhawatiran global atas penggunaan senjata tersebut meningkat, dan momentum untuk menetapkan regulasi sedang dibangun, karena penyebaran pesawat tempur tanpa awak telah menjadi hal biasa dalam konflik seperti perang Rusia-Ukraina dan Konflik di Timur Tengah.

Dulu, senjata dengan kecerdasan buatan merupakan hal yang tidak mungkin/fiktif belaka, tetapi sekarang telah menjadi nyata dan semakin banyak orang yang menyadari akan bahayanya teknologi/senjata dengan kecerdasan buatan ini.

Sekjend PBB Antonio Guterres akan merilis laporan tentang LAWS musim panas ini dan pada Desember, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menyoroti "Kebutuhan mendesak bagi masyarakat internasional untuk mengatasi tantangan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh sistem senjata otonom.

Jepang, Amerika Serikat, dan 150 Negara lainnya memberikan dukungan terhadap resolusi tersebut, sementara Rusia, India, Belarus, dan Mali memberikan tentangan dan 11 negara lainnya menyatakan abstain. 

Senjata Otonom

Image by detik.com

2040 : Jepang Perkirakan Kekurangan 570.000 Perawat Lansia

Jepang Perkirakan Kekurangan 570.000 Perawat Lansia Tahun 2040

Pemerintah Jepang perkirakan Jepang akan kekurangan 570.000 pekerja/perawat bagi para lansia pada tahun fiskal 2040, yakni ketika kelompok pertama generasi "baby boomer" mencapai usia 65 tahun.

Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang merilis perkiraan tersebut pada 12 Juli 2024. Para pejabat menilai jumlah pekerja atau perawat lansia yang dibutuhkan untuk mendukung warga lansia masing-masing prefektur adalah setiap tiga tahun.

Kementrian juga menyebutkan bahwa jumlah perawat yang dibutuhkan pada tahun fiskal 2026 sebanyak 2,4 juta orang dan menjadi 2,72 juta orang pada tahun fiskal 2040.

Hanya 2,15 juta perawat yang membantu warga lansia pada tahun fiskal 2022. Dibutuhkan setidaknya 32.000 pekerja perawatan  setiap tahunnya hingga 2040 guna memenuhi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. 

Pemerintah tengah mencari solusi untuk meningkatkan jumlah tenaga perawat lansia dengan memperbaiki kondisi kerja dan memfasilitasi perekrutan warga negara asing. Namun, hal tersbut masih belum cukup untuk mengisi kekurangan dan mempertahankan layanan dibawah program asuransi perawatan jangka panjang.

Perawat Lansia

Image by Arkal.earn

Dollar AS Anjlok Tajam ke 157 Yen

Dollar AS anjlok ke kisaran 157 Yen Setelah Rilis Data CPI AS

Nilai tukar dollar AS turun tajam terhadap yen pada Kamis di New York, Amerika Serikat. Dollar sempat turun ke angka 157 yen untuk pertama kalinya setelah pertengahan Juni. Hal ini terjadi setelah IHK (Indeks harga Konsumen) AS yang lebih rendah dari perkiraan memicu pemangaksan suku bunga awal oleh Federal Reserve.

Namun, setelah anjlok ke angka 157 di pagi hari, Dolar segera menguat kembali ke angka 158,93 pada pukul 5 Sore waktu New York, dibandingkan dengan 161,64 yen pada Kamis sore waktu Tokyo.

Secara tak terduga CPI turun pada bulan Juni, dengan penurunan 0,1% dari bulan Mei dan peningkatan 3% dari tahun sebelumnya. Laporan inflasi ringan menyebabkan penurunan suku bunga jangka panjang AS, dengan dollar jatuh ke level terendah tiga minggu terhadap yen karena prospek penyempitan perbedaan suku bunga.

Yen terdepresiasi ke level terendah karena adanya kesenjangan suku bunga yang terus melebar antara Amerika Serikat dengan Jepang. Kenaikan saham baru-baru ini juga telah mendrong para pedagang untuk menjual mata uang Jepang yang dipandang sebagai aset aman.


upah pekerja paruh waktu kini lebih tinggi daripada upah karyawan tetap

Pendakian Gunung Fuji via Shizuoka dibuka

Gunung Fuji, puncak tertinggi di Jepang, resmi membuka musim pendakian dari sisi Prefektur Shizuoka pada tanggal 10 Juli. Jalur pendakian Fujinomiya, Gotemba, dan Subashiri kini dapat diakses oleh para pendaki, menyusul pembukaan jalur di Prefektur Yamanashi pada tanggal 1 Juli.

Musim pendakian kali ini diperkenalkan dengan sistem baru yang mewajibkan pendaki untuk mendaftar secara online sebelum memulai perjalanan mereka. Sistem ini meminta pendaki untuk mengisi rencana pendakian, termasuk tanggal pendakian dan apakah mereka akan bermalam di pondok gunung. Selain itu, pendaki harus menonton video yang menjelaskan aturan dan etika pendakian. QR code yang diterima setelah pendaftaran harus ditunjukkan di titik masuk pendakian.

Pagi hari tanggal 10 Juli, upacara pembukaan dilakukan di jalur Fujinomiya yang dihadiri oleh sekitar 300 orang, termasuk para pejabat dan wisatawan. Wali Kota Fujinomiya, Sudo Hidetada, menyatakan pembukaan musim pendakian di depan para hadirin. Selain itu, upacara Shinto diadakan di Kuil Fujisanhongu Sengentaisha, di mana seorang pendeta menyucikan bus yang membawa pendaki dan berdoa untuk keselamatan mereka.

Seorang mahasiswa berusia 19 tahun dari Fujinomiya yang turut serta dalam pendakian hari pertama mengatakan, “Saya senang bisa datang di hari pertama. Saya akan berhati-hati dan menikmati setiap langkah dalam pendakian ini.”

Sementara itu, seorang pria berusia 60-an dari Prefektur Aichi memutuskan untuk kembali turun setelah mendengar laporan cuaca buruk di puncak. “Saya sudah merencanakan ini sejak tahun lalu, tapi keselamatan adalah yang utama,” katanya.

Dengan sistem baru ini, Prefektur Shizuoka berharap dapat meningkatkan keselamatan pendaki dan mengurangi perilaku berisiko seperti "pendakian peluru", di mana pendaki berusaha mencapai puncak tanpa beristirahat di pondok. Kepala Departemen Warisan Dunia Gunung Fuji di Shizuoka, Okabe Shinji, menyatakan, “Kami ingin para pendaki mematuhi aturan dan menjaga keselamatan demi melestarikan nilai Gunung Fuji.”

Sejak diresmikan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 2013, Gunung Fuji terus menarik perhatian banyak pendaki dari seluruh dunia. Dengan sistem pendaftaran baru ini, diharapkan pendakian dapat dilakukan dengan lebih aman dan tertib, memastikan pengalaman mendaki Gunung Fuji tetap menyenangkan dan berkesan bagi semua orang.


jalur pendakian fuji dari sisi prefektur shizuoka resmi dibuka
Pemandangan Gunung Fuji dari Prefektur Shizuoka
image by igaguri_1 (Getty Image)

Seawall Okinawa Mulai Persiapan Pembangunan

Pemerintah Jepang Mulai Pembangunan Seawall Okinawa

Pemerintah Jepang memulai persiapan untuk membangun seawall atau tembok laut di Okinawa, tepatnya di lokasi relokasi Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma.

Dilansir dari Kementrian Pertahanan, uji coba pemasangan tiang pancang dimulai pada Senin (08/07/2024) di Teluk Oura, Kota Nago. Tiang pancang diperlukan untuk memperkuat dasar laut yang lunak. Tembok laut beton akan dibangun di sekitar area reklamasi yang direncanakan.

Pekerjaan ini merupakan rencana pemerintah untuk memindahkan pangkalan AS dari kota Ginowan, yang padat penduduk ke Henoko di Kota Nago di Prefektur Okinawa.

Pemerintah Pusat dan Prefektur dijadwalkan mengadakan pertemuan sebelum memulai pekerjaan reklamasi di Teluk Oura.

Namun, pemerintah pusat menginformasikan kepada prefektur itu pada bulan lalu bahwa pertemuan dibatalkan dan pembangunan tembok laut baru akan dimulai pada 1 Agustus atau setelahnya. Dikatakan pembahasan sudah cukup banyak dilakukan.

Pemerintah Prefektur Okinawa, menyayangkan bahwa pemerintah pusat secara sepihak memutuskan tanggal dimulainya pekerjaan konstruksi. Dikatakan juga bahwa tindakan untuk pemindahan tiang ke laut bukanlah uji coba, namun awal dari pekerjaan penguatan. Prefektur Okinawa juga meminta pemerintah pusat untuk membatalkan uji .coba dan pekerjaan konstruksi

p9-eldridge-a-20180820

Image by Japan Times

Yamagata Adopsi Aturan Tertawa Sekali Sehari

Yamagata Adopsi Aturan "Tertawa Sekali Sehari" Untuk Tingkatkan Kesehatan

Sebuah aturan yang mendorong penduduk untuk tertawa bahagia setiap hari disahkan oleh Majelis Prefektur Yamagata, meskipun tetap ada yang tidak sependapat dengan hal ini karena HAM. 


Peraturan tersebut disponsori oleh Partai Demokrat Liberal yang menyerukan kepada penduduk prefektur untuk berusaha meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis melalui tawa, misalnya dengan "tertawa sekali sehari".


Selain itu juga, para pelaku bisnis diharapkan mampu untuk mengembangkan lingkungan kerja yang penuh dengan tawa. Peraturan ini disetujui dengan metode voting pada tanggal 5 Juli 2024.


Peraturan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Yamagata dengan temuan bahwa orang yang sering tertawa memiliki resiko kematian dini lebih rendah. Majelis Prefektur menetapkan tanggal 8 setiap bulannya sebagai "hari bagi warga prefektur untuk mempromosikan kesehatan melalui tawa."


Walaupun peraturan ini sudah disetujui, namun tetap ada pihak yang menentang dengan alasan bahwa tertawa merupakan hak asasi manusia bagi setiap orang. Menanggapi hal tersebut, Kaori Ito dari LDP mengatakan bahwa peraturan tersebut tidak memaksa orang untuk tertawa, peraturan ini juga menekankan rasa hormat terhadap keputusan pribadi seseorang.


Peraturan tersebut diyakini sebagai yang pertama dari jenisnya yang diadopsi pada majelis prefektur, menurut sekretariat majelis Prefektur Yamagata.


Hokkaido telah menetapkan tanggal 8 Agustus sebagai "Hari Tertawa" bagi penduduknya, sementara Osaka telah menerapkan program untuk mempromosikan kesehatan melalui tawa.

d64cbbbb6937d761269a23d1abd897cf

Image by Asahi Shimbun