Mobil Terbang di World Expo 2025

20250414_21_1514930_L

Image by: NHK World Japan

Sebuah demo penerbangan kendaraan futuristik yang dikenal sebagai "flying car" telah diadakan pada hari Senin di World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Demo ini berlangsung sehari setelah pembukaan resmi acara pameran dunia tersebut. Meski seharusnya demo penerbangan ini dilakukan tepat saat pembukaan, rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena cuaca buruk yang tidak memungkinkan penerbangan dilakukan secara aman. Penerbangan perdana akhirnya berhasil dipertontonkan kepada publik keesokan harinya, mengundang perhatian besar dari pengunjung pameran yang antusias.

Kendaraan udara ini dioperasikan oleh tiga warga negara Jepang yang merupakan operator resmi dari proyek mobil terbang tersebut. Mereka berencana untuk terus menampilkan demo penerbangan tanpa membawa penumpang sepanjang enam bulan pelaksanaan World Expo 2025. Penerbangan demonstratif ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi dan keamanan dari mobil terbang yang dikembangkan menggunakan teknologi serupa dengan drone. Meskipun tidak membawa penumpang selama demo, kendaraan ini sejatinya dirancang untuk dapat mengangkut baik orang maupun muatan kargo.

japannews.yommiurishimbun

Image by: The Japan News

Demo penerbangan pada hari Senin dilakukan dua kali, masing-masing pada pukul 11:00 dan 14:00 waktu setempat. Dalam setiap sesi, kendaraan ini dioperasikan oleh seorang pilot yang menerbangkannya secara perlahan hingga mencapai ketinggian sekitar 10 meter. Selama kurang lebih tujuh menit, kendaraan tersebut mengudara dan melakukan manuver berbentuk putaran, memberikan gambaran nyata tentang kemampuannya untuk stabil di udara. Penampilan ini memberikan kesan mendalam kepada para pengunjung, khususnya karena kendaraan ini mewakili salah satu visi masa depan mobilitas udara.

Penampilan kendaraan ini pun mencuri perhatian berkat desain luarnya yang mencolok. Mobil terbang tersebut didominasi oleh warna biru dan merah, yang merupakan warna dari Myaku-Myaku, maskot resmi World Expo 2025. Pemilihan warna ini tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga menegaskan identitas kendaraan sebagai bagian dari perayaan global yang berlangsung di Osaka. Warna-warna cerah itu tampak mencolok di langit saat kendaraan melayang, semakin menambah keunikan dari pertunjukan udara tersebut.

Screenshot 2025-04-15 200107

Image by: www.marubeni.com

Di balik keberhasilan demo ini, terdapat tiga perusahaan Jepang yang berperan sebagai operator demo penerbangan. Perusahaan dagang Marubeni akan melaksanakan demo penerbangan dari bulan April hingga Juli, dan kembali pada bulan Oktober. Sementara itu, perusahaan rintisan (start-up) SkyDrive dijadwalkan akan mempertontonkan teknologinya dari bulan Juli hingga Agustus. Sedangkan ANA Holdings, perusahaan penerbangan besar Jepang, akan mengambil bagian dalam demo penerbangan pada periode September hingga Oktober. Ketiga perusahaan ini menunjukkan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi dalam memperkenalkan mobil terbang ke publik.

Demo penerbangan ini menjadi simbol kemajuan teknologi transportasi Jepang dan bagian penting dari visi masa depan mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Meskipun masih dalam tahap pengujian dan demonstrasi tanpa penumpang, keberadaan mobil terbang ini menunjukkan potensi besar untuk digunakan secara luas dalam beberapa tahun mendatang. World Expo 2025 pun menjadi panggung yang ideal untuk memamerkan inovasi ini kepada dunia, sekaligus mendorong kerja sama global dalam pengembangan teknologi mobilitas udara masa depan.

 

Wisatawan Saat Golden Week Menurun

image

Image by: Google.com

Kenaikan biaya hidup yang signifikan di Jepang menyebabkan penurunan jumlah wisatawan selama periode Golden Week mendatang. Jumlah wisatawan yang berlibur, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, diperkirakan turun sekitar 6,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut keterangan dari agen perjalanan wisata, jumlah wisatawan tahun ini diprediksi hanya mencapai 23,45 juta orang. Penurunan ini disebabkan oleh besarnya beban biaya yang harus dihadapi oleh masyarakat, sehingga minat untuk bepergian selama liburan panjang pun menurun.

image

Image by: Google.com

Di sisi lain, muncul tren baru di kalangan wisatawan Jepang untuk berlibur di luar periode Golden Week. Tren ini berkembang sebagai upaya untuk menghindari keramaian dan kepadatan yang biasanya terjadi selama masa liburan nasional tersebut.

Meskipun jumlah wisatawan menurun, perjalanan ke luar negeri justru diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 10%. Sebaliknya, perjalanan domestik diprediksi turun sebesar 7,2%, menunjukkan pergeseran preferensi dalam cara masyarakat merencanakan liburannya.

image

Image by: Google.com

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh JTB Corp., wisatawan domestik rata-rata menyiapkan dana sebesar 36.600 yen untuk liburannya, naik 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, wisatawan yang merencanakan perjalanan ke luar negeri menyiapkan rata-rata 268.000 yen, yang justru turun sedikit sebesar 0,4%.

Survei yang melibatkan 1.846 responden pada bulan Maret lalu juga menunjukkan bahwa negara-negara tetangga seperti Korea Selatan dan Taiwan semakin diminati oleh wisatawan Jepang. Melemahnya nilai tukar yen menjadi salah satu faktor yang mendorong wisatawan memilih destinasi yang lebih dekat dan terjangkau.

 

Konsep Unik Kafe Baru di Jepang

HC-2

Image by: soranews24.com

Sebuah kafe unik bernama Hatena Coffe telah dibuka di kota Yokohama, sekitar 30 menit selatan pusat Kota Tokyo. Kafe ini tidak seperti tempat "nongkrong" biasa—pengunjung tidak bisa begitu saja datang, minum kopi, lalu pulang. Di Hatena Coffe, pelanggan diharuskan memecahkan sebuah misteri terlebih dahulu sebelum bisa meninggalkan tempat tersebut. Nama “Hatena” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “tanda tanya,”. Sesuai dengan namanya, suasana penuh teka-teki akan langsung terasa begitu memasuki kafe ini.

Konsep dari kafe ini yaitu pada permainan berpikir seperti puzzle, teka-teki silang, hingga tantangan logika lainnya yang harus diselesaikan oleh setiap pengunjung. Setiap tamu tidak hanya akan menikmati secangkir kopi atau koktail, tetapi juga harus memecahkan sebuah misteri sebelum mereka pulang. Ini menjadikan pengalaman berkunjung ke kafe yang jauh dari kata biasa—pengunjung diajak untuk berpikir, berdiskusi, dan bermain sambil menikmati suasana santai khas kedai kopi.

HC-4

Image by: soranews24.com

Meski sekilas konsep ini terdengar mirip dengan permainan escape room, Hatena Coffe memiliki perbedaan yang mendasar. Escape room biasanya menuntut pemain untuk menyelesaikan tantangan secepat mungkin demi bisa keluar dari ruangan dalam batas waktu. Sebaliknya, Hatena Coffe mendorong pelanggannya untuk menikmati proses pemecahan misteri dengan santai, tanpa tekanan waktu, sambil menyeruput minuman pilihan mereka. Pendekatan ini menjadikan kafe tersebut ideal bagi mereka yang ingin bersantai sambil tetap merangsang otak.

Pihak manajemen memperkirakan bahwa sebagian besar misteri dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 - 60 menit. Namun, pelanggan tidak diharuskan terburu-buru menyelesaikannya. Jika pengunjung benar-benar tidak bisa memecahkan misteri yang mereka pilih, staf kemungkinan besar akan mengizinkan mereka pulang tanpa menyelesaikannya. Ini menunjukkan bahwa kafe mempersilahkan pelanggan untuk menghabiskan waktu selama yang mereka butuhkan untuk memecahkan misteri yang diberikan.

HC-1

Image by: soranews24.com

Harga yang ditawarkan kafe ini juga cukup terjangkau untuk pengalaman unik seperti ini. Semua minuman dibanderol seharga 500 yen, makanan berkisar antara 500 hingga 700 yen, dan semua misteri dikenakan biaya sebesar 1.500 yen. Pelanggan diwajibkan untuk memesan masing-masing satu dari kategori tersebut meskipun nantinya mereka juga bisa menambah pesanan. Semua teka-teki yang disediakan disusun oleh Tantei Atalier, sebuah kelompok kreatif yang juga dikenal dalam dunia permainan misteri pembunuhan. Kafe ini juga berencana menambahkan jenis misteri yang lebih menantang di masa mendatang.

Hatena Coffe berlokasi sekitar lima menit jika ditempuh dengan berjalan kaki dari Stasiun Yokohama, membuatnya sangat mudah diakses oleh warga lokal maupun wisatawan. Pengunjung bisa langsung datang tanpa reservasi dan akan tetap dilayani. Tetapi perlu diingat untuk menghindari antrean atau kehabisan tempat, reservasi terlebih online juga tersedia. Perlu dicatat bahwa kafe ini hanya buka pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat—jadi pastikan untuk merencanakan kunjungan Anda dengan baik jika ingin merasakan pengalaman misterius yang ditawarkan oleh Hatena Coffe.

 

Kenaikan Harga Beras di Jepang

image

Image by: NHK News

Harga beras di Jepang terus meningkat meskipun pemerintah telah mulai menjual stok beras nasional ke pasaran. Kenaikan harga ini terlihat di berbagai supermarket di seluruh negeri dan terjadi secara konsisten selama beberapa minggu terakhir.

Menurut data dari Kementerian Pertanian Jepang, harga rata-rata untuk sekarung beras seberat 5 kilogram mencapai 4.206 yen, atau lebih dari 28 dolar, selama pekan yang berakhir pada 30 Maret. Data ini diperoleh dari survei mingguan terhadap sekitar 1.000 supermarket di seluruh Jepang.

image

Image by: NHK News

Kenaikan harga ini telah berlangsung selama 13 minggu berturut-turut. Meskipun pemerintah mulai melepas stok cadangan beras ke pasaran sejak akhir Maret, dampaknya belum cukup signifikan untuk menurunkan harga secara keseluruhan.

Pejabat kementerian menjelaskan bahwa volume cadangan beras yang dilepas ke pasaran masih sangat kecil, sehingga tidak mampu menutupi kekurangan pasokan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa harga tetap tinggi meskipun ada tambahan pasokan dari pemerintah.

image

Image by: NHK News

Dibandingkan tahun lalu, harga beras saat ini naik lebih dari dua kali lipat, sementara penjualan justru mengalami penurunan sebesar 3,1 persen. Situasi ini mencerminkan tekanan besar terhadap konsumen dan pelaku usaha di sektor pangan.

Kepala peneliti di Institut Ekonomi Distribusi Jepang, Orikasa Shunsuke, menyatakan bahwa pasokan beras memang sangat terbatas dan tambahan dari stok pemerintah tidak cukup memenuhi permintaan. Ia memperkirakan harga eceran akan tetap tinggi atau hanya sedikit menurun hingga musim panen raya tiba.

 

Inovasi Listrik dari Air Mengalir

image

Image by Soranews24.com

Ketika kita memikirkan tentang kekuatan yang menggerakkan dunia dan seluruh isinya, kita akan menyadari betapa banyaknya energi yang belum dimanfaatkan di berbagai tempat. Tantangan utamanya bukan terletak pada kelangkaan energi, melainkan pada bagaimana cara yang efektif dan efisien untuk memanfaatkannya. Sumber energi alam yang populer seperti matahari dan angin, meskipun ramah lingkungan, memiliki keterbatasan karena sangat bergantung pada waktu dan kondisi cuaca. Salah satu sumber energi alternatif yang mulai banyak diteliti adalah garam. Meskipun proses desalinasi menghilangkan garam dari air laut memerlukan banyak energi, proses sebaliknya justru dapat menghasilkan energi. Fenomena alami osmosis, yaitu perpindahan air tawar ke dalam air asin untuk menyeimbangkan konsentrasi garam, menyimpan potensi energi yang besar. Energi dari pergerakan alami ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik melalui sistem teknologi tertentu. Salah satu sistem yang memanfaatkan energi osmotik adalah Pressure Retarded Osmosis (PRO). Sistem ini menggunakan dua tangki yang dipisahkan oleh membran semi-permeabel, yang hanya memungkinkan air melewati tetapi menahan garam. Air tawar secara alami mengalir ke air asin melalui membran tersebut, dan aliran ini menciptakan tekanan yang digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Prinsip kerjanya mirip dengan pembangkit listrik tenaga air, tetapi tanpa memerlukan bendungan besar atau lokasi geografis khusus.

image

Image by Soranews24.com

Keunggulan sistem PRO terletak pada kemampuannya untuk memanfaatkan limbah air garam dari proses desalinasi atau air limbah yang telah diolah. Ini membuka peluang bagi pembangkit listrik PRO untuk dibangun di berbagai lokasi tanpa mengganggu lingkungan secara signifikan. Salah satu pembangkit PRO pertama dibangun oleh perusahaan Denmark, SaltPower, pada tahun 2023. Selain itu, sebuah pembangkit serupa sedang dalam tahap akhir pembangunan di Kota Fukuoka, Jepang, yang diperkirakan mampu menghasilkan daya sebesar 100 kilowatt cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 rumah. Menariknya, proses osmosis alami juga terjadi secara terus-menerus di seluruh dunia, terutama di muara sungai tempat air tawar bertemu dengan air laut. Tim peneliti dari Universitas Yamanashi meneliti potensi energi dari fenomena ini dengan fokus pada 109 sungai besar di Jepang. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata setiap muara sungai dapat menghasilkan sekitar enam megawatt listrik, setara dengan kapasitas pembangkit tenaga surya atau angin skala sedang. Secara global, potensi total energi osmotik dari semua muara sungai diperkirakan mencapai lebih dari satu Terawatt cukup untuk memenuhi seperlima dari kebutuhan energi dunia. Langkah selanjutnya dari penelitian ini adalah mengkaji seberapa besar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara realistis dan berapa biaya implementasinya. Namun, temuan ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan garam sebagai sumber energi bersih yang terbarukan. Dengan tantangan lingkungan yang semakin mendesak, inovasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

 

Megumi Ishitani Tanggapi Tren AI

image

Image by Titipjepang.com

Bagi para penggemar anime One Piece, nama Megumi Ishitani tentu sudah tidak asing lagi. Ia dikenal sebagai salah satu sutradara brilian yang telah mengarahkan beberapa episode terbaik dalam sejarah One Piece, termasuk episode 1015 yang disebut-sebut sebagai puncak pencapaian animasi dalam serial tersebut. Arahannya yang khas, puitis, dan penuh emosi menjadikan setiap karyanya sebagai mahakarya yang dikenang oleh banyak orang. Ishitani dikenal mampu menyampaikan cerita yang mendalam melalui visual yang memukau dan alur yang tak terduga, menciptakan pengalaman menonton yang luar biasa bagi para penggemarnya. Namun belakangan ini, Ishitani bukan hanya menjadi sorotan karena karyanya di dunia anime, melainkan juga karena komentarnya yang keras terhadap tren media sosial yang tengah naik daun, yaitu penggunaan AI untuk meniru gaya visual Studio Ghibli. Dalam beberapa minggu terakhir, media sosial dipenuhi oleh gambar-gambar buatan AI yang mencoba meniru gaya khas Ghibli, studio legendaris asal Jepang yang melahirkan film-film ikonik seperti Spirited Away, My Neighbor Totoro, dan Princess Mononoke. Gaya visual Ghibli yang hangat, penuh dengan pemandangan alam yang hidup, serta sentuhan magisnya kini telah dijadikan "template" oleh AI untuk menghasilkan karya visual baru.

image

Image by Titipjepang.com

Tren ini telah menarik perhatian banyak selebritas dan kreator konten yang turut meramaikan dunia maya dengan karya-karya AI yang terinspirasi dari Ghibli. Namun, tidak semua orang menyambut tren ini dengan tangan terbuka. Salah satu suara paling vokal yang menentang penggunaan AI untuk meniru gaya Ghibli datang dari Megumi Ishitani sendiri. Melalui akun Twitter (sekarang X) miliknya, Ishitani membagikan ulang sebuah unggahan yang mengkritik penggunaan AI dalam meniru gaya visual Ghibli, disertai dengan komentar tajam: "Kau telah mencoreng nama baik Ghibli… Aku tidak akan pernah memaafkanmu." Pernyataan Ishitani ini segera memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar dan pegiat seni digital. Banyak yang mendukung sikapnya, mengingat Ishitani merupakan seorang kreator yang selalu mencurahkan seluruh jiwa dan tenaganya dalam setiap animasi yang ia hasilkan. Bagi banyak seniman, penggunaan AI untuk meniru gaya visual Ghibli dianggap merendahkan nilai-nilai seni dan kerja keras yang telah dibangun oleh studio legendaris tersebut. Ishitani pun mewakili banyak penggemar Studio Ghibli yang merasa frustrasi dengan kemunculan tren ini.

image

Image by Titipjepang.com

Meski demikian, di tengah perdebatan ini, sebuah rumor sempat beredar yang mengatakan bahwa Studio Ghibli telah mengirimkan peringatan kepada beberapa kreator yang terlibat dalam tren AI Ghibli. Namun, pihak studio segera membantahnya. Mereka mengklarifikasi bahwa tidak ada peringatan resmi yang dikeluarkan oleh Ghibli terkait masalah ini. Pernyataan resmi dari Studio Ghibli tersebut mencoba meredakan ketegangan yang berkembang, meskipun perdebatan mengenai penggunaan AI dalam seni tetap berlangsung sengit. Meskipun keinginan Ishitani untuk mengambil tindakan hukum terhadap penggunaan AI dalam meniru gaya Ghibli mungkin tidak terwujud, sikap tegasnya tetap memberikan angin segar bagi mereka yang khawatir akan masa depan seni tradisional. Menyaksikan beberapa seniman terkenal di industri ini berbicara keras menentang tren AI menjadi sebuah tanda bahwa para kreator sejati masih memiliki kepedulian yang mendalam terhadap kualitas dan keaslian karya seni. Ishitani tentu mewakili banyak penggemar Studio Ghibli ketika ia mengungkapkan rasa frustrasinya, menegaskan pentingnya menjaga integritas seni di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

 

Momen Lebaran 2025 Di Jepang

image

Image by Liputan6.com

Momen Idul Fitri di Jepang menjadi ajang silaturahmi yang sangat berarti bagi ribuan warga negara Indonesia (WNI). Pada Senin, 31 Maret 2025, lebih dari 5.000 jamaah memadati Masjid Indonesia Tokyo dan kompleks Sekolah Indonesia Tokyo untuk melaksanakan Salat Idul Fitri. Peningkatan jumlah jamaah tersebut mencerminkan semakin berkembangnya komunitas WNI di Jepang. Penyelenggaraan Salat Id tahun ini dilakukan dalam lima gelombang sebagai hasil kolaborasi yang solid antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang. Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi, bersama Ibu Nuning Akhmadi turut hadir dalam acara tersebut dan meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan para jamaah setelah Salat Idul Fitri. Dalam kesempatan tersebut, Dubes Heri menyampaikan bahwa untuk tahun ini, pihaknya tidak menggelar acara open house seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gantinya, mereka memilih untuk berkumpul dengan masyarakat Indonesia di Jepang setelah Salat Idul Fitri. "Kami berkumpul bersama WNI setelah Salat Idul Fitri untuk mempererat silaturahmi," ujar Dubes Heri. Ia juga mencatat bahwa jumlah WNI di Jepang terus meningkat, diperkirakan sudah mencapai lebih dari 200 ribu jiwa, yang mencerminkan besarnya komunitas Indonesia di negeri Sakura ini. Selain itu, Ketua KMII Jepang, Muhammad Muharram Hidayat, menyampaikan bahwa kerja sama antara KBRI Tokyo dan KMII sudah terjalin dengan baik sejak awal Ramadan. Berbagai kegiatan pun dilaksanakan, mulai dari Tabligh Akbar, Buka dan Sahur bersama, Salat Tarawih, hingga acara Generasi Quran untuk anak-anak. Kolaborasi yang erat antara keduanya berhasil menghadirkan serangkaian kegiatan yang menyatukan masyarakat Muslim Indonesia di Jepang selama bulan suci Ramadan. Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, turut menambahkan bahwa KBRI Tokyo juga mendukung komunitas Muslim Indonesia yang tersebar di berbagai prefektur di Jepang. Dukungan ini tercermin dalam berbagai kegiatan Ramadan dan Idul Fitri yang dilaksanakan di seluruh Jepang, yang turut mempererat hubungan antar komunitas Indonesia. Menurutnya, sinergi antara KBRI dan komunitas WNI Muslim di Jepang memainkan peran penting dalam menjaga ikatan kekeluargaan selama perayaan Idul Fitri.

image

Image by Liputan6.com

KH Muhammad Yusron Shidqi, yang bertugas sebagai imam sekaligus khatib dalam Salat Idul Fitri, memberikan tausiah yang mengingatkan jamaah bahwa Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk mengagungkan Allah SWT dengan niat yang tulus. Ia menyampaikan bahwa takbir yang diucapkan pada hari Idul Fitri bukan hanya sekadar seruan, melainkan juga bentuk keyakinan bahwa Allah lebih besar dari segala masalah yang kita hadapi. Tausiah tersebut mengingatkan para jamaah untuk selalu memperbaharui niat dan meningkatkan keimanan mereka. Selain Salat Idul Fitri, panitia juga menyelenggarakan acara "Ied Ceria" yang diperuntukkan bagi anak-anak, dengan berbagai hadiah menarik yang memeriahkan suasana. Acara ini bertujuan untuk memberikan kebahagiaan bagi anak-anak WNI di Jepang, sekaligus menciptakan atmosfer Idul Fitri yang penuh kegembiraan. Endang (65), seorang jamaah yang sedang berlibur di Jepang, mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap kelancaran acara tersebut. "Saya sedang menjenguk anak yang bekerja di Jepang, dan saya salut dengan panitia yang mengatur jamaah dengan sangat rapi. Saya merasa sangat terbantu," katanya. Antispria (35), seorang warga Tokyo yang telah bekerja di Jepang selama 10 tahun, juga merasakan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, pengaturan jamaah tahun ini jauh lebih baik, dengan suasana yang lebih tertib dan terorganisir. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Salat Idul Fitri dan berbagai acara yang dilaksanakan di Jepang semakin matang dan efektif, memberikan kenyamanan bagi para jamaah yang hadir, baik yang baru pertama kali merayakan Idul Fitri di Jepang maupun yang sudah lama tinggal di sana.

 

Bersama Membuat Sushi Di Kagawa

image

Image by KyodoNews

Pada awal bulan Maret, sebuah acara yang menyenangkan dan edukatif diadakan di pusat komunitas serbaguna di sebuah kota di Pulau Shodoshima, Prefektur Kagawa. Acara ini mengundang anak-anak dan orang tua untuk berkumpul bersama guna mempelajari cara membuat sushi menggunakan ikan tangkapan lokal. Kelas ini diadakan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya kuliner lokal kepada generasi muda sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam mengolah bahan-bahan segar dari Laut Pedalaman Seto. Peserta kelas sushi ini memiliki kesempatan langka untuk menyaksikan langsung teknik pisau seorang mantan koki sushi profesional, Kinji Hamada. Kini, Hamada bekerja di divisi pertanian, kehutanan, dan perikanan kota setempat serta aktif dalam kelompok revitalisasi regional. Dengan keterampilan dan pengalaman yang dimilikinya, Hamada berhasil memukau peserta dengan kemahirannya dalam menguliti dan memisahkan daging ikan kakap sepanjang 50 sentimeter, yang langsung dipersiapkan untuk pembuatan sushi.

image

Image by KyodoNews

Selain itu, peserta kelas juga diajarkan cara membuat berbagai jenis sushi, termasuk sushi gulung dan nigiri. Mereka memanfaatkan bahan-bahan ikan air tawar, gurita, dan udang yang ditangkap langsung dari perairan sekitar Pulau Shodoshima. Peserta bahkan diberikan peralatan khusus untuk membuat sushi nigiri menggunakan ikan premium seperti salmon dan tuna. Aktivitas ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pembuatan sushi, tetapi juga tentang pentingnya menggunakan bahan lokal dan segar dalam masakan. Kelas ini diadakan pada tanggal 2 Maret dan diikuti oleh 24 peserta, yang terdiri dari siswa sekolah dasar setempat beserta orang tua mereka. Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat hubungan keluarga melalui kegiatan bersama, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berguna. Dengan slogan "Mari bersenang-senang memasak ikan bersama ibu dan ayah," panitia lokal berharap dapat memperkenalkan budaya kuliner daerah serta pentingnya keberlanjutan dalam perikanan lokal kepada generasi muda.

image

Image by KyodoNews

Salah satu peserta, Ousuke Shiota, siswa kelas empat berusia 10 tahun dari Sekolah Dasar Nouma, merasa sangat senang setelah mengikuti kelas ini. Meskipun ia mengakui hasil sushinya tidak sebaik yang dibuat oleh seorang profesional, ia merasa bangga bisa membuat sushi sendiri dengan bahan-bahan segar. "Saya sangat senang bisa membuat sushi yang lezat," kata Ousuke dengan senyum lebar. "Saya ingin melakukannya lagi," tambahnya, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari orang tua peserta yang merasa acara tersebut tidak hanya mendidik, tetapi juga menyenangkan. Mereka berharap acara seperti ini dapat terus diadakan untuk memperkenalkan lebih banyak pengetahuan tentang kuliner lokal dan keterampilan yang bermanfaat bagi anak-anak mereka. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan hubungan antara generasi muda dan budaya lokal dapat terus terjaga dan berkembang.

 

Kecelakaan Bus Tewaskan Satu Orang

Screenshot 2025-03-26 141437

Image by: NHK World Japan

Minggu, 23 Maret 2025, sekitar pukul 20:30 malam, sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalan raya utama kota Mihama, Prefektur Mie. Sebuah bus yang dimiliki oleh perusahaan transportasi Seibu Kanko menabrak pohon yang berada di sisi jalan. Bus tersebut sedang dalam perjalanan menuju kota Saitama di utara Tokyo setelah berangkat dari Kota Nachikatsuura, Prefektur Wakayama, sekitar satu jam sebelumnya. Kecelakaan ini memakan korban jiwa dan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, kecelakaan tersebut menyebabkan sopir bus, Hashizume Satoshi yang berusia 57 tahun, meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, sebanyak 21 penumpang yang ada dalam bus tersebut juga mengalami cedera. Beberapa penumpang yang terluka dilaporkan menderita luka serius, sementara yang lainnya mengalami cedera ringan. Keadaan bus yang hancur parah pada bagian kiri depan, terutama pada kaca depan, memperlihatkan betapa hebatnya dampak tabrakan tersebut.

Screenshot 2025-03-26 111547

Image by: english.kyodonews.net

Sebuah video yang direkam oleh tim NHK di lokasi kejadian memperlihatkan kondisi bus yang rusak parah setelah menabrak pohon. Bagian kiri depan bus hancur, sementara kaca depan atau windshield pecah, menunjukkan betapa kuatnya benturan yang terjadi. Para petugas dari berbagai instansi pun segera dikerahkan ke lokasi untuk menangani para korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan.

Salah satu penumpang yang selamat, yang berusia 30 tahun, berbicara kepada NHK tentang pengalaman mengerikannya saat kejadian. Ia mengatakan bahwa ia sempat kehilangan kesadaran setelah tabrakan, dan baru kemudian tersadar di tengah kekacauan. Ia mengatakan hampir seluruh kursi bus terisi oleh penumpang, dan ia menyaksikan beberapa penumpang terluka parah, dengan darah mengalir dari kepala, hidung, dan mulut mereka. Kejadian tersebut membuatnya sangat terkejut, hingga ia merasa kesulitan untuk memahami apa yang sedang terjadi saat itu.

Screenshot 2025-03-26 111843

Image by: NHK World Japan

Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan ini tengah dilakukan oleh pihak kepolisian. Meskipun alasan pasti dari tabrakan tersebut belum diketahui, pihak berwenang sedang memeriksa kondisi jalan serta apakah faktor cuaca atau kesalahan manusia turut berperan dalam insiden ini. Sejauh ini, belum ada informasi mengenai apakah bus mengalami kerusakan teknis atau apakah sopir mengalami masalah kesehatan saat mengemudi.

Kecelakaan tragis ini menambah daftar panjang kecelakaan transportasi di Jepang yang melibatkan bus, meskipun sistem transportasi Jepang dikenal sangat baik dalam hal keselamatan. Insiden ini juga menarik perhatian publik mengenai pentingnya keselamatan dalam perjalanan darat, terutama dalam menjaga kondisi kendaraan dan melatih pengemudi untuk menghadapi situasi darurat. Pihak Seibu Kanko juga telah mengungkapkan rasa dukanya atas kejadian ini dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam investigasi lebih lanjut.

 

Promosi AniManga di Osaka Expo

image

Image by: Google.com

Pada Osaka-Kansai Expo yang akan dibuka bulan depan, Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mengadakan acara guna mempromosikan daya tarik anime dan manga Jepang. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan industri konten Jepang kepada pengunjung internasional, dengan harapan dapat meningkatkan pengakuan terhadap budaya Jepang di seluruh dunia.

Booth-booth akan didirikan di lokasi Expo untuk memperkenalkan berbagai karya anime dan manga. Selain itu, sebuah panggung dengan pengisi suara dan artis lainnya juga direncanakan untuk menambah daya tarik acara ini, memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung yang tertarik dengan dunia anime dan manga.

image

Image by: Google.com

Sebagai bagian dari Strategi "Cool Japan" yang diputuskan tahun lalu, pemerintah bertujuan untuk mengembangkan industri konten Jepang, termasuk anime dan manga, agar semakin dikenal dan berkembang di pasar internasional. Strategi ini diharapkan dapat memajukan industri kreatif Jepang dan memperkenalkan nilai-nilai budaya Jepang kepada dunia.

Salah satu highlight acara ini adalah "Festival Wisata Anime dan Manga" yang akan diadakan selama Expo untuk menarik perhatian orang asing yang mengunjungi Osaka-Kansai Expo. Festival ini dirancang untuk memberi pengalaman unik dan menarik tentang dunia anime dan manga bagi pengunjung dari luar Jepang.

image

Image by: Google.com

Kemudian, fasilitas terkait anime dan manga, seperti Museum Memorial Osamu Tezuka, Chibi Maruko-chan Land, dan stan-stan dari pemerintah daerah juga akan didirikan di lokasi Expo. Fasilitas ini bertujuan untuk memperkenalkan karya-karya serta menjual berbagai barang bertema anime dan manga, memberikan pengalaman yang mendalam tentang dunia hiburan Jepang.

Menurut rencana juga akan ada penampilan panggung dari para pengisi suara dan tarian tradisional Jepang "Bon Odori" yang menampilkan lagu tema anime, di antara atraksi lainnya. Expo ini merupakan kesempatan besar untuk menyebarkan budaya Jepang kepada dunia.