Chiikawa Masuk Daftar Tren Jepang

Chiikawa Masuk Nominasi Japanese Buzzword 2026

image

 

Chiikawa menjadi salah satu fenomena budaya populer yang masuk dalam nominasi Japanese Buzzword of the Year 2026. Daftar tahunan yang diumumkan pada Kamis (5/11) tersebut memuat 30 istilah pilihan penerbit Jiyukokuminsha. Nominasi ini mencerminkan berbagai tren dan perubahan budaya di Jepang sepanjang 2026, mulai dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), kondisi ekonomi, hingga fenomena viral di internet.

Pengaruh teknologi AI terlihat dari sejumlah istilah yang masuk dalam nominasi, seperti AI暴走 (AI Bōsō atau AI yang bertindak di luar kendali), フィジカルAI (Physical AI), dan データセンター (Data Center). Selain itu, terdapat 声の権利 (Koe no Kenri atau hak atas suara) yang berkaitan dengan kekhawatiran terhadap penggunaan suara seseorang tanpa izin melalui teknologi AI generatif. Istilah スマホ農場 (Sumaho Nōjō atau phone farm) juga masuk daftar, merujuk pada penggunaan banyak perangkat ponsel untuk meningkatkan interaksi media sosial secara tidak autentik.

Fenomena hiburan digital turut melahirkan istilah ドパガキ (Dopagaki), gabungan dari kata dopamine dan gaki yang berarti anak nakal dalam bahasa Jepang. Istilah ini menggambarkan anak muda yang terbiasa mencari kepuasan instan melalui berbagai bentuk hiburan digital. Fenomena tersebut memiliki kemiripan dengan istilah brain rot atau iPad kid yang dikenal dalam budaya internet berbahasa Inggris. Kehadiran istilah ini menunjukkan bahwa perkembangan budaya digital juga menjadi bagian dari nominasi Japanese Buzzword 2026.

Tekanan ekonomi juga tercermin dalam beberapa istilah yang masuk nominasi. Salah satunya adalah NISA貧乏 (NISA Binbō), yang menggambarkan kondisi seseorang yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena terlalu banyak mengalokasikan uang untuk investasi melalui program NISA, yaitu skema investasi bebas pajak di Jepang. Istilah ナフサ (Nafusa atau naphtha) turut menjadi sorotan akibat gangguan pasokan yang berkaitan dengan konflik di Iran. Kelangkaan produk turunan minyak bumi ini bahkan mendorong sejumlah produsen makanan Jepang menggunakan kemasan berwarna hitam putih.

Selain isu ekonomi, perubahan iklim juga menjadi perhatian melalui istilah 酷暑日 (Kokushobi). Istilah ini diperkenalkan secara resmi oleh Badan Meteorologi Jepang pada April 2026 untuk menyebut hari ketika suhu udara mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Di sisi lain, nominasi Japanese Buzzword 2026 juga mencakup tren budaya populer, termasuk Chiikawa dan ボンボンドロップシール (Bonbon Drop Sticker). Stiker dengan desain mengilap dan efek tiga dimensi tersebut telah menjadi tren populer di Jepang dalam beberapa waktu terakhir.

Popularitas Chiikawa dalam nominasi ini turut berdampingan dengan fenomena viral lainnya, yaitu パンチくん (Punch-kun). Punch-kun merupakan bayi monyet Jepang yang tinggal di sebuah kebun binatang di Prefektur Chiba. Ia menarik perhatian pengguna internet setelah fotonya tersebar luas ketika sedang memeluk boneka kesayangannya. Kehadiran Chiikawa dan Punch-kun dalam daftar tersebut memperlihatkan bagaimana karakter populer dan fenomena media sosial turut mewarnai tren budaya Jepang sepanjang tahun ini.

Dari dunia olahraga, istilah りくりゅう (Rikuryū) juga terpilih sebagai salah satu nominasi. Sebutan tersebut merupakan gabungan nama pasangan atlet seluncur indah Jepang, Riku Miura dan Ryuichi Kihara. Keduanya mencatat sejarah dengan meraih medali emas Olimpiade pertama Jepang dalam nomor berpasangan pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. Pasangan tersebut juga mengumumkan pertunangan mereka pada Agustus 2026.

Daftar nominasi Japanese Buzzword 2026 yang memuat Chiikawa dan 29 istilah lainnya menjadi gambaran berbagai fenomena yang mendapat perhatian di Jepang sepanjang tahun. Sebanyak 10 istilah terbaik beserta pemenang utama Japanese Buzzword of the Year 2026 dijadwalkan diumumkan pada 1 Desember 2026. Hasil tersebut nantinya akan menentukan istilah yang paling mewakili tren dan perubahan budaya Jepang selama setahun terakhir.  

Source: TheJapanTimes

</p style="text-align:>