Dua Tewas dalam Kecelakaan Festival Danjiri Jepang
(Image by: SoraNews24)
Dua orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam dua kecelakaan terpisah saat festival tradisional Danjiri berlangsung di Prefektur Osaka, Jepang, pada 10 Oktober 2026. Kedua insiden melibatkan kendaraan hias besar yang terbalik ketika melakukan manuver di persimpangan jalan. Peristiwa tersebut kembali memicu perdebatan mengenai keselamatan dalam penyelenggaraan festival tradisional Jepang.
Kecelakaan pertama terjadi di Kota Izumisano sekitar pukul 10.55 waktu setempat. Sebuah kendaraan hias danjiri terbalik ke sisi kanan saat berbelok. Seorang pria berusia 51 tahun yang bertugas menjaga keseimbangan kendaraan di sisi tersebut tertimpa danjiri. Ia mengalami kondisi kritis dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Insiden ini menjadi kecelakaan fatal pertama dalam rangkaian festival pada hari tersebut.
Kecelakaan kedua terjadi di Kota Izumiotsu sekitar pukul 13.20 pada hari yang sama. Sebuah danjiri kembali terbalik ketika melakukan manuver berbelok di persimpangan. Seorang pria berusia 48 tahun yang bertugas di sisi kendaraan tertimpa dan meninggal dunia. Kedua kecelakaan tersebut juga menyebabkan sejumlah peserta mengalami luka-luka, termasuk patah tulang. Tidak ada penonton yang dilaporkan terluka dalam kedua insiden tersebut.
Festival Danjiri dikenal dengan atraksi yarimawashi, yaitu manuver ketika peserta menarik kendaraan hias dengan kecepatan tinggi untuk melewati tikungan atau persimpangan. Atraksi ini menjadi salah satu bagian utama festival dan membutuhkan koordinasi antarpeserta. Namun, bobot kendaraan yang dapat mencapai sekitar empat ton membuat manuver tersebut berisiko apabila kendaraan kehilangan keseimbangan saat berbelok.
(Image by: Osaka.com)
Dalam pelaksanaan festival, beberapa peserta ditempatkan di sisi kendaraan untuk membantu menjaga keseimbangan dan mengatur distribusi beban. Peran tersebut sangat penting ketika danjiri melewati tikungan dengan kecepatan tinggi. Kedua korban meninggal dalam kecelakaan 10 Oktober diketahui sedang menjalankan tugas di sisi kendaraan. Meski demikian, penyebab pasti dari masing-masing insiden masih dalam penyelidikan kepolisian Prefektur Osaka.
Festival Danjiri merupakan tradisi masyarakat setempat yang telah berlangsung selama ratusan tahun, dengan catatan sejarah yang setidaknya berasal dari awal abad ke-18. Dalam festival ini, warga menarik kendaraan hias beroda berukuran besar melalui jalan-jalan kota. Berbeda dari mikoshi, yaitu kuil portabel yang diangkat oleh peserta, danjiri ditarik bersama-sama dan dapat melaju dengan cepat saat atraksi berlangsung.
Dua kecelakaan fatal dalam satu hari memicu kembali diskusi mengenai keselamatan festival tersebut. Sejumlah komentar di internet mempertanyakan apakah atraksi berisiko tinggi perlu dihentikan atau diubah. Sementara itu, komentar lainnya menilai festival tetap dapat dilestarikan dengan peningkatan langkah keselamatan. Usulan yang muncul antara lain mengurangi kecepatan kendaraan, membatasi jumlah orang yang berada di atasnya, meringankan kendaraan, serta mengevaluasi rute yang digunakan.
Kecelakaan ini menyoroti tantangan dalam mempertahankan tradisi budaya sekaligus memastikan keselamatan peserta dan masyarakat sekitar. Hingga laporan yang dirujuk diterbitkan, belum ada keputusan yang dilaporkan mengenai perubahan aturan festival sebagai dampak langsung dari kedua insiden tersebut. Kepolisian masih menyelidiki kecelakaan yang menewaskan dua peserta, sementara perbincangan mengenai keselamatan festival Danjiri kembali menjadi perhatian publik.