80 Underpass Jepang Terendam Banjir

80 Underpass di Jepang Terendam Banjir

image

Foto mobil yang tergenang Banjir di sebuah Underpass di Prefektur Chiba pada 14 Agustus. (Image by: KyodoNews)

CHIBA — Sedikitnya 80 underpass di Jepang mengalami insiden kendaraan terendam banjir selama 10 tahun terakhir. Survei Kyodo News mencatat 134 kendaraan terdampak di 33 ibu kota prefektur, menunjukkan risiko yang dihadapi pengendara saat hujan deras menyebabkan genangan di jalur bawah tanah.

Survei yang dilakukan sejak September tersebut kembali menyoroti bahaya underpass di Jepang setelah dua orang meninggal dunia akibat hujan lebat di Prefektur Chiba, dekat Tokyo, pada Agustus lalu. Insiden tersebut terjadi di dua lokasi berbeda yang masing-masing dikelola oleh pemerintah pusat dan pemerintah kota.

Survei Kyodo News melibatkan pemerintah pusat, pemerintah prefektur, serta pemerintah kota yang bertanggung jawab atas pengelolaan underpass. Seluruh 104 badan pengelola memberikan tanggapan, mencakup total 866 underpass. Data yang dikumpulkan meliputi kejadian kendaraan terendam hingga tidak dapat bergerak serta pembatasan lalu lintas akibat banjir selama satu dekade terakhir.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, sejumlah pengelola telah memasang sistem peringatan agar kendaraan tidak memasuki underpass yang tergenang. Hasil survei menunjukkan bahwa fasilitas tersebut tersedia di 415 lokasi, atau sekitar 48 persen dari total underpass yang disurvei. Sistem ini mencakup rambu peringatan yang terhubung dengan alat pengukur ketinggian air dan perangkat lainnya.

Namun, pemasangan penghalang fisik untuk mencegah kendaraan memasuki area banjir masih terbatas. Penghalang yang dapat dioperasikan dari jarak jauh atau aktif secara otomatis baru tersedia di 54 lokasi, setara dengan sedikit lebih dari 6 persen dari seluruh underpass yang masuk dalam survei.

Risiko banjir di underpass kembali menjadi perhatian setelah hujan deras mengguyur Prefektur Chiba pada Agustus lalu. Sejumlah lokasi terendam air, sementara dua insiden di ibu kota prefektur tersebut berujung pada korban jiwa. Lokasi pertama dikelola pemerintah pusat, sedangkan lokasi lainnya berada di bawah pengelolaan pemerintah kota.

Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang mulai menerapkan pembatasan lalu lintas lebih awal di sejumlah underpass ketika hujan deras terjadi. Kebijakan ini ditujukan untuk mencegah kendaraan memasuki jalur yang berpotensi tergenang dan mengurangi kemungkinan pengendara terjebak di dalamnya.

Kementerian tersebut juga telah meminta pemerintah daerah menerapkan langkah serupa. Meski peningkatan infrastruktur keselamatan membutuhkan biaya, pemerintah pusat dan daerah terus mengambil tindakan untuk menghadapi risiko banjir. Temuan survei ini menegaskan pentingnya pengawasan dan langkah pencegahan di underpass di Jepang, terutama saat hujan deras melanda.

Sumber: Kyodo News