Topan Dujuan Ganggu Aktivitas Jepang

Foto menunjukkan orang-orang berjalan di tengah hujan saat menyeberangi persimpangan Shibuya di Tokyo pada 20 September 2026. (Image by: Kyodo)
TOKYO – Topan Dujuan bergerak mendekati pesisir Pasifik Jepang bagian timur pada Senin (21/9), membawa hujan deras ke wilayah Tokyo dan sekitarnya. Cuaca buruk tersebut memicu tanah longsor di Prefektur Chiba dan Kanagawa yang menyebabkan dua orang meninggal dunia serta mengganggu layanan transportasi dan berbagai kegiatan selama periode libur lima hari.
Di Kota Sodegaura, Prefektur Chiba, seorang pria berusia 51 tahun meninggal setelah tanah longsor menimpanya ketika sedang bekerja memperbaiki jalan. Pria tersebut berada di dalam ekskavator hidrolik saat longsor terjadi dan kemudian meninggal di rumah sakit. Di kota yang sama, seorang perempuan berusia 40-an mengalami luka ringan setelah mobil yang dikendarainya terkena material longsoran.

Sebuah kedai ramen terendam banjir di Oamishirasato, Prefektur Chiba. Pada 21 September 2026, setelah hujan deras menjelang datangnya Topan Dujuan. (Image by: Kyodo)

Sebuah jalan di Ichikawa, Prefektur Chiba, tergenang banjir akibat hujan lebat dari Topan Dujuan pada 21 September 2026 (Image by: Kyodo)
Di Kota Yokosuka, Prefektur Kanagawa, seorang perempuan meninggal setelah rumahnya terkena tanah longsor yang menyebabkan lumpur masuk ke dalam rumah. Sementara itu, di Kota Miura yang berada di dekatnya, longsor menghantam sebuah apartemen dan satu orang penghuni masih belum ditemukan. Beberapa orang lainnya juga dilaporkan belum ditemukan di wilayah Kanto bagian timur.
Pemerintah Prefektur Kanagawa meminta bantuan Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung operasi penyelamatan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan tertinggi untuk risiko tanah longsor di bagian utara Kepulauan Izu. Peringatan Level 4 turut diberlakukan di wilayah lain di Kepulauan Izu serta sejumlah wilayah Tokyo, Chiba, Kanagawa, Ibaraki dan Miyagi.

Foto menunjukkan orang-orang berjalan di sepanjang jalan yang tergenang banjir akibat hujan lebat dari Topan Dujuan di ichkawa, Prefektur Chiba, pada 21 September 2026. (Image by: Kyodo)
Dampak hujan deras juga terlihat di sejumlah wilayah Chiba. Beberapa ruas jalan terendam banjir dan dua mobil sempat masuk ke genangan hingga terendam. Namun, kedua pengemudi berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka. Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang mencatat 21 rumah rusak di Chiba, 27 rumah di Ibaraki dan satu rumah di Kanagawa, termasuk sejumlah rumah yang terendam.
Topan Dujuan juga mengganggu layanan transportasi. All Nippon Airways dan Japan Airlines membatalkan lebih dari 270 penerbangan, terutama penerbangan dari dan menuju Bandara Haneda Tokyo, yang berdampak pada sekitar 40.000 penumpang. JR East juga menghentikan layanan di sejumlah jalur lokal di wilayah Tokyo dan kawasan Tohoku. Sementara itu, layanan Tokaido Shinkansen antara Tokyo dan Osaka masih berjalan tanpa keterlambatan atau pembatalan akibat hujan hingga Senin sore.

Para penumpang melihat papan informasi penerbangan yang menampilkan penundaan dan pembatalan penerbangan. (Image by: Kyodo)
Sebelumnya, sejumlah layanan kereta dan penerbangan telah diperkirakan mengalami gangguan akibat pergerakan topan. ANA juga membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Pulau Hachijo, sekitar 280 kilometer sebelah selatan Tokyo. Sejumlah acara turut dibatalkan, termasuk konser yang dijadwalkan pada Senin dalam festival musik Rock in Japan di Chiba.
Menurut JMA, pada pukul 22.00 waktu setempat, Topan Dujuan berada sekitar 140 kilometer sebelah timur-tenggara Choshi, Chiba, dan bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 35 kilometer per jam. Topan tersebut memiliki tekanan udara 960 hektopaskal di pusatnya dan kecepatan hembusan angin maksimum mencapai 198 kilometer per jam. Hujan deras diperkirakan masih terjadi hingga Selasa di wilayah Jepang bagian timur dan timur laut.
Source: Kyodo News