Jepang Hadirkan “Human Fridge”

image

(Image by: Polymarket)

Jepang menghadirkan solusi unik untuk membantu pekerja menghadapi cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Sebuah perangkat pendingin berukuran seperti bilik telepon, yang dikenal sebagai “human fridge”, mulai digunakan di berbagai lokasi kerja di Jepang, seperti gudang, pabrik, dan proyek konstruksi. Perangkat tersebut dirancang untuk membantu mendinginkan tubuh pekerja setelah beraktivitas di tengah suhu tinggi.

Cara kerja “human fridge” ini cukup sederhana. Pengguna masuk ke dalam ruang pendingin dan mendapatkan paparan udara dingin untuk membantu menurunkan rasa panas setelah melakukan aktivitas fisik. Do Hiemon Box dilengkapi roda sehingga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Di Jepang, perangkat ini juga dirancang dengan sistem penghentian otomatis setelah sekitar 20 menit untuk membatasi durasi penggunaan.

Perangkat bernama Do Hiemon Box ini dipasarkan oleh perusahaan distributor peralatan industri asal Tokyo, Trusco Nakayama. Di Jepang, perangkat tersebut mulai dijual pada April 2026 dan telah terjual lebih dari 300 unit. Harganya mencapai sekitar 1,5 juta yen atau sekitar US$9.400 per unit. Selain digunakan di lokasi konstruksi, perangkat ini juga telah dipasang di sejumlah pabrik dan gudang di Jepang.

Salah satu perusahaan yang menggunakan perangkat tersebut adalah Konoe, perusahaan grosir yang menangani sekrup serta peralatan survei di Higashiosaka, Prefektur Osaka. Isao Tabuchi, salah seorang pekerja di perusahaan tersebut, mengatakan dirinya sempat merasa pusing dan tidak enak badan setelah bersepeda menuju tempat kerja dalam kondisi panas. Setelah menggunakan ruang pendingin tersebut, kondisinya kembali membaik.

image

(Image by: © 2026 AFP)

Pekerja lainnya, Taichi Konishi yang berusia 24 tahun, mengatakan dirinya menggunakan perangkat tersebut sekitar tiga kali dalam sehari. Setelah memindahkan kotak-kotak berisi peralatan dan komponen logam, ia menggunakan bilik pendingin sebagai tempat beristirahat. Menurutnya, berada di dalam perangkat tersebut selama sekitar dua menit sudah cukup untuk membuat keringatnya mengering.

Penggunaan perangkat pendingin seperti ini di Jepang meningkat seiring dengan kondisi cuaca yang semakin panas. Tahun 2025 tercatat sebagai musim panas terpanas dalam sejarah pengamatan Jepang. Pada 2026, badan cuaca Jepang juga mulai menggunakan istilah “kokushobi”, yang berarti “hari yang sangat panas”, untuk kondisi ketika suhu mencapai 40 derajat Celsius. Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat agar menghadapi kondisi panas ekstrem tersebut dengan kewaspadaan tinggi.

Dampak cuaca panas juga terlihat dari meningkatnya kasus kesehatan di Jepang. Di Tokyo, hampir 120 orang tercatat meninggal akibat panas dalam periode satu bulan hingga pertengahan Agustus 2026. Sementara itu, hampir 63.000 orang di seluruh Jepang membutuhkan penanganan darurat akibat panas pada musim panas tahun ini. Survei Teikoku Databank pada Juli juga menunjukkan sekitar 50 persen perusahaan mengaku aktivitas operasional mereka terganggu oleh panas ekstrem, sedangkan hampir 88 persen telah meningkatkan langkah perlindungan bagi pekerja.

Di tengah kondisi tersebut, perusahaan di Jepang juga menghadapi aturan yang lebih ketat terkait perlindungan pekerja dari panas. Sejumlah lokasi kerja, termasuk proyek konstruksi, perlu menyediakan perlengkapan dan tempat istirahat yang dapat membantu pekerja berlindung dari suhu tinggi. Kehadiran Do Hiemon Box menjadi salah satu pilihan tambahan bagi perusahaan di Jepang yang membutuhkan fasilitas pendinginan bagi pekerja setelah melakukan aktivitas fisik dalam cuaca panas.

© 2026 AFP