Pasangan Muslim Jepang-Maroko Buka Rumah Tradisional untuk Warga di Shimane

Foto menunjukkan Fatih Ymran dan istrinya Nanami di rumah mereka di Yasugi, Prefektur Shimane pada 27 Mei 2026
(Image by: Kyodo)
Muslim Jepang-Maroko, Fatih Ymran dan Nanami, membuka rumah tradisional Jepang berusia lebih dari 100 tahun di wilayah pedesaan Prefektur Shimane sebagai tempat menerima warga dan pengunjung. Dengan mengenakan kimono, pasangan Muslim tersebut menyajikan teh matcha, mengajak pengunjung berbincang, serta memperkenalkan berbagai hidangan musiman.
Fatih Ymran, 33 tahun, merupakan insinyur teknologi informasi asal Maroko yang bekerja secara jarak jauh untuk perusahaan berbasis di Tokyo. Sementara itu, istrinya, Nanami, 35 tahun, merupakan mantan pegawai pemerintah yang memeluk agama Islam sebelum mereka menikah. Pasangan Muslim ini kini tinggal di distrik Hakuta, Yasugi, bersama putra mereka yang berusia 2 tahun, Sami.

Foto yang diambil pada 15 Juni 2026 memperlihatkan orang-orang di rumah pertanian tradisional milik Fatih Ymran dan Nanami (Image by: Kyodo)
Rumah yang ditempati pasangan Muslim tersebut memiliki sejumlah ciri khas rumah tradisional Jepang, termasuk lantai tanah pada bagian pintu masuk dan irori atau tungku tradisional di tengah ruangan. Rumah itu berada di dekat jalan yang dipenuhi rumah-rumah tua dan bangunan bekas tempat usaha dari zaman Edo. Di perbukitan sekitarnya juga terdapat perkebunan teh.
Fatih dan Nanami pertama kali bertemu pada 2016 ketika Fatih masih menjadi mahasiswa internasional di sebuah universitas di Kobe, sedangkan Nanami bekerja di pemerintahan Kota Kobe. Keduanya semakin dekat karena memiliki ketertarikan yang sama terhadap budaya tradisional Jepang. Pada 2018, Nanami untuk pertama kalinya menjalani Ramadan. Pengalaman berpuasa selama sebulan tersebut membuatnya memandang makanan dengan cara berbeda dan kemudian menjadi salah satu alasan yang mendorongnya memeluk Islam.
Keduanya menikah pada 2020 dan kemudian pindah ke Yasugi meskipun sebelumnya tidak memiliki hubungan dengan daerah tersebut. Pasangan Muslim itu tertarik dengan lingkungan alam di kawasan tersebut dan pada 2023 membeli rumah tradisional yang kini mereka tinggali. Sejak membuka rumah untuk masyarakat, hubungan mereka dengan warga sekitar berkembang melalui berbagai kegiatan bersama.

Orang-orang berkumpul di rumah pertanian tradisional milik Fatih Ymran dan Nanami pada 15 Juni 2026 (Image by: Kyodo)
Para pengunjung dapat menikmati matcha yang disiapkan langsung oleh Fatih dan Nanami serta mengikuti kegiatan membuat makanan musiman. Salah satu kegiatan tersebut adalah membuat makanan dengan membungkus beras ketan menggunakan daun bambu sebelum direbus. Warga setempat juga mulai datang untuk menikmati teh dan berbincang dengan pasangan Muslim tersebut. Seorang warga lokal, Sachiko Omichi, mengatakan rumah itu menjadi tempat seseorang dapat mulai berbicara dengan orang yang baru ditemuinya.
Rumah tersebut juga menjadi tempat singgah bagi warga asing yang tinggal di Shimane, termasuk mereka yang berasal dari Arab Saudi dan Bangladesh. Beberapa di antaranya bahkan tinggal selama beberapa hari dan menjalani aktivitas sehari-hari bersama keluarga Fatih dan Nanami. Fatih mengatakan kebiasaan menerima tetangga yang datang berkunjung merupakan sesuatu yang umum di Maroko. Bahkan ketika bekerja di depan komputer dari rumah, ia kerap tetap menerima tamu.
Di tengah laporan mengenai diskriminasi dan pelecehan daring terhadap umat Muslim di sejumlah wilayah Jepang dalam beberapa tahun terakhir, pengalaman pasangan ini di komunitas pedesaan Shimane justru berbeda. Nanami mengatakan bahwa dirinya dan Fatih tidak pernah diperlakukan berbeda oleh warga karena penampilan maupun keyakinan mereka. Menurutnya, warga setempat menerima mereka sebagai individu tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang. Pengalaman tersebut ia anggap mencerminkan kehidupan berdampingan dalam masyarakat yang beragam, termasuk bagi keluarga Muslim.