Hujan Deras Chiba, 4 Orang Meninggal

Hujan Deras di Chiba, 4 Orang Meninggal

image

Orang yang berjalan ditengah banjir di Ichikawa, Prefektur Chiba pada 13 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Hujan Deras Picu Banjir di Chiba

Hujan deras mengguyur wilayah timur Jepang sejak Kamis hingga Jumat pagi, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Prefektur Chiba, dekat Tokyo. Akibat hujan tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam kondisi tidak responsif. Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan Level 5, tingkat peringatan tertinggi, untuk hujan lebat di lebih dari sepertiga wilayah pemerintahan lokal di Chiba.

image

Air yang Menyembur keluar dari lubang saluran pembuangan di kota Chiba pada 13 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Banjir akibat hujan terjadi di berbagai ruas jalan di Chiba. Pemerintah Kota Chiba, Ichikawa, dan sejumlah wilayah lainnya meminta warga segera mengambil langkah untuk menyelamatkan diri. JMA juga mengeluarkan peringatan Level 5 terkait risiko tanah longsor di beberapa wilayah, termasuk Kota Chiba dan Ichihara. Seluruh peringatan tersebut kemudian diturunkan levelnya pada Jumat pagi.

Menurut JMA, kondisi tersebut terjadi karena aliran udara hangat dan lembap masuk ke wilayah Jepang bagian timur dan bertemu dengan udara dingin di atasnya. Pertemuan dua massa udara ini membuat atmosfer menjadi sangat tidak stabil dan memicu hujan deras. JMA memperkirakan hujan masih dapat berlanjut di Chiba dan wilayah sekitarnya hingga Jumat.

image

Warga yang mengungsi di kantor pemerintahan prefektur Chiba pada 14 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Ratusan Ribu Orang Sempat Diminta Evakuasi

Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang mencatat bahwa perintah evakuasi sempat diberlakukan bagi lebih dari 400.000 orang di Prefektur Chiba dan Ibaraki. Hingga pukul 07.00 pada Jumat, perintah evakuasi masih berlaku bagi sekitar 126.000 orang di kedua prefektur tersebut. Lebih dari 200 pusat evakuasi juga telah dibuka di Chiba, Ibaraki, Saitama, dan Gunma untuk warga yang terdampak banjir akibat hujan lebat.

image

Sejumlah orang terjebak didalam Stasiun JR Chiba pada 14 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Beberapa kematian terjadi setelah jalan terendam. Seorang pria yang terlihat berada di tengah genangan di jalan yang terendam di Ichikawa kemudian dikonfirmasi meninggal dunia. Di Sakura, seorang perempuan berusia 66 tahun meninggal setelah terjebak di dalam mobil di jalan yang terkena banjir. Polisi juga mengonfirmasi seorang pria meninggal setelah ditemukan dalam kondisi tidak responsif di jalan yang terendam di Yachiyo.

 

Pemerintah Prefektur Chiba pada Jumat mengonfirmasi bahwa seorang pria yang ditemukan dalam kondisi terjatuh di Sakura telah meninggal dunia. Sementara itu, seorang perempuan yang terjebak di dalam mobil di Kashiwa telah dibawa ke rumah sakit, tetapi masih dalam kondisi tidak responsif. Hujan deras juga menyebabkan air menyembur dari sejumlah saluran air di Kota Chiba, sementara warga harus berjalan menerobos genangan setinggi lutut untuk pulang.

image

seorang pejalan kaki terlihat melintas di jalan yang tergenang banjir di kota Chiba 13 Agustus 2026 (Image by: Kyodo)

Curah Hujan Capai 115 Milimeter per Jam

Banjir dan gangguan perjalanan membuat sekitar 1.800 orang berkumpul di gedung Pemerintah Prefektur Chiba yang dibuka sebagai tempat sementara bagi penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan. Seorang perempuan berusia 34 tahun yang sedang dalam perjalanan pulang dari Tokyo mengatakan air sempat mencapai lututnya, sementara beberapa minimarket dan pos polisi mengalami pemadaman listrik. Perempuan berusia 24 tahun lainnya juga terpaksa bermalam di gedung tersebut setelah tidak dapat pulang dari tempat kerja.

Di Chuo Ward, Kota Chiba, curah hujan dalam satu jam pada Kamis malam mencapai 115 milimeter. Angka tersebut berada di kisaran jumlah curah hujan normal selama satu bulan pada Agustus di wilayah tersebut. Selain banjir dan gangguan perjalanan, hujan lebat juga menyebabkan pemadaman listrik yang pada satu titik berdampak pada sekitar 45.000 rumah di Prefektur Chiba, menurut anak perusahaan Tokyo Electric Power Company Holdings Inc.