Populasi Asing Jepang Naik di 1.436 Wilayah
Data populasi terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan bahwa 1.436 pemerintah daerah di Jepang mengalami penurunan jumlah penduduk secara keseluruhan, sementara jumlah penduduk asing di wilayah tersebut justru meningkat. Data ini membandingkan kondisi pada 1 Januari 2025 dan 1 Januari 2026.

(image by: Pakutaso)
Kenaikan jumlah penduduk asing tercatat di berbagai wilayah Jepang. Osaka menjadi wilayah dengan peningkatan terbesar, dengan jumlah penduduk asing bertambah sebanyak 25.056 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah Osaka, kenaikan terbesar tercatat di Yokohama sebanyak 11.056 orang, Nagoya 10.091 orang, Kyoto 6.483 orang, dan Kawaguchi di Prefektur Saitama sebanyak 5.629 orang.
Selain lima wilayah tersebut, Kobe mencatat kenaikan 5.033 penduduk asing, disusul Edogawa di Tokyo sebanyak 4.839 orang, Chiba sebanyak 4.086 orang, Shinjuku di Tokyo sebanyak 3.260 orang, dan Sapporo sebanyak 3.216 orang. Daftar tersebut merupakan sepuluh wilayah dengan peningkatan jumlah penduduk asing terbesar selama periode 1 Januari 2025 hingga 1 Januari 2026.
Tokyo sendiri tidak tercatat sebagai satu wilayah dalam daftar teratas karena data pemerintah menghitung distrik dan kota di wilayah metropolitan tersebut secara terpisah. Jika digabungkan, 10 distrik dan kota di Tokyo yang masuk dalam 100 wilayah dengan kenaikan penduduk asing terbesar mengalami peningkatan total 22.118 penduduk asing. Wilayah tersebut antara lain Edogawa, Shinjuku, Katsushika, Nakano, Toshima, Hachioji, Koto, Machida, Nishi Tokyo, dan Shibuya.
Di sejumlah wilayah dengan pertumbuhan penduduk asing tersebut, jumlah penduduk Jepang mengalami penurunan. Data ini memperlihatkan bahwa kenaikan jumlah penduduk asing terjadi bersamaan dengan penurunan populasi secara keseluruhan di 1.436 pemerintah daerah. Dengan demikian, peningkatan penduduk asing menjadi salah satu perubahan yang terlihat dalam komposisi penduduk di berbagai wilayah Jepang.

(image by: Pakutaso)
Perkembangan tersebut berlangsung di tengah penurunan jumlah penduduk berkewarganegaraan Jepang secara nasional. Berdasarkan data pemerintah per 1 Januari 2026, jumlah penduduk berkewarganegaraan Jepang berada di angka 119.736.483 orang, turun sekitar 916.744 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan penurunan tahunan terbesar sejak pencatatan data tersebut dimulai pada 1968.
Pada saat yang sama, jumlah penduduk asing di Jepang juga terus mencatat pertumbuhan. Data pemerintah menunjukkan jumlah penduduk asing berdasarkan statistik kependudukan per 1 Januari 2026 mencapai sekitar 4,03 juta orang, meningkat sekitar 353.696 orang atau 9,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan bagian dari tren pertumbuhan jumlah penduduk asing di Jepang dalam beberapa tahun terakhir.
Data terbaru tersebut menunjukkan adanya perubahan jumlah penduduk yang berbeda antara warga negara Jepang dan penduduk asing di berbagai wilayah. Ketika populasi Jepang terus mengalami penurunan, jumlah penduduk asing justru meningkat di banyak pemerintah daerah. Statistik ini memberikan gambaran terbaru mengenai perkembangan komposisi penduduk Jepang hingga 1 Januari 2026, tanpa mengubah fakta bahwa kondisi setiap wilayah dapat berbeda.